
Rafa membuka jaket tebalnya hingga badan kekarnya terpampang indah, pahatan sempurna terbentuk karena olahraga yang selalu rutin Rafa lakukan.
Rafa mendekati Intan yang masih terlentang di atas kasur, nafasnya naik turun tak beraturan, ia tidak ingin meneruskan kegilaan ini, Hingga ia beranjak dari ranjang. Namun sebelum Intan sempat beranjak Rafa lebih dulu sudah menindih tubuh mungil itu lagi, Rafa yang bertelanjang dada mencoba mencari kehangatan.
" Sayang...!. " Suara parau itu masih menghiasi pita suara Rafa
" Mas, jangan seperti ini, sadar lah, kita belum menikah !. " Intan berkata lembut agar Rafa tak tersinggung.
" Mas tidak bisa menunggu lama lagi sayang, satu tahun itu lama sekali !. " Nada suara yang terdengar frustasi, tubuh Rafa masih berada di atas tubuh mungil Intan.
" Lalu mau mas apa sekarang ?. "
" Mas akan membuat mu mau menikah segera dengan mas !. "
" Maksudnya bagaimana ?. " Kening Intan berkerut
" Mas akan mencicil benih mas dari sekarang !, " Rafa menaik turunkan alisnya
Otak Intan masih berfikir tentang apa yang di maksud Rafa dengan mencicil benih, Seketika Intan membulatkan mata nya ke arah Rafa.
" Maaasss,,, jangan bilang mas mau per**sa aku !!. " Intan berteriak
" Cup... per**sa itu sesuatu yang di paksakan, kalau mas akan membuat kamu menyerah dengan sendirinya !. "
" Mas mesum, awaaasss !!!. " Intan mencoba mendorong tubuh Rafa yang berada di atasnya. Namun sekuat apapun tenaga Intan tak bisa membuat Rafa bergerak sedikit pun.
" Bagaimana apa kita bisa cicil dari sekarang ??. "
" Kalau mas Rafa melakukan itu berarti mas Rafa ga sayang sama aku !!!. " Intan mencoba merajuk
" Jangan mengada ada, mas mengajak mu menikah, kenapa kamu bisa bilang kalau mas gak sayang sama kamu ??. " Rafa menatap tajam Intan, dan yang di pandang justru membuang muka karena malu.
Saat Intan memalingkan wajahnya, leher mulus Intan menjadi sasaran kejahilan Rafa, Rafa menghis**p leher mulus itu hingga meninggalkan warna merah yang tercetak jelas .
" Mas Rafaaa...!. "
" Apa sayang, jangan teriak teriak posisi kita sudah sangat dekat, ,,!. "
" Awaaasa iiih , mas Rafa berat !. "
" Jangan mencari alasan mas bahkan tak membebankan mu !. "
Hufff... Rafa tak habis kata kata untuk membalas perkataan Intan.
" Ok baiklah, mas Rafa maunya apa sekarang ?. " Intan membuat penawaran agar Rafa menyingkir dari tubuhnya, Intan juga sudah merasakan hawa panas dalam dirinya, dan mungkin rona merah pipinya semakin terlihat
" Mas, mau kita menikah sepulang dari sini !!."
" Jangan ngaco deh mas, kita kan tinggal 5 hari lagi di sini !!!. "
" Yah itu berarti lima hari lagi kita menikah !!. "
" Hahhh... mas mempersiapkan pernikahan itu ga gampang loh !. " Intan mencoba mengulur waktu agar Rafa menundanya.
" Siapa bilang, bahkan kalau kamu mau kita menikah besok pun bisa !. "
" Bangun dulu mas ...! , " Intan masih berusaha untuk membuat Rafa menyingkir dari atas tubuhnya
" Tidak sebelum kamu setuju untuk menikah dengan mas !. " Rafa masih tak mau menyerah
" Iya aku mau, tapi tak secepat itu juga !. "
__ADS_1
" Berapa lama ?. "
" 10 Bulan !. " Intan menjawab
" 1 bulan !. "
" Tidak mas, itu juga terlalu singkat !. "
" Ok, sesuai ke inginan mu, kita cicil dari sekarang . " Rafa kembali mencium bibir pink mungil itu.
" Heemmpp... " Intan merasakan Ciuman yang lain dari biasanya.
" Iyaa, ampun mas!!, aku menyerah !!. "
" Menyerah bagaimana ?. "
" Aakuu mau menikah sama mas Rafa !. " Intan menyerah kali ini, posisinya sudah tak bisa mempertahankan ego nya
" Satu bulan dari sekarang ?. "
" Iya... "
" Yess... cup,, cup,, cup,, cup,,,," Rafa menciumi wajah Intan berkali kali lalu bangun dari atas tubuh Intan, Ia melakukan selebrasi seperti pemain bola.
" Sebegitu bahagianya kah mas Rafa ingin menikah dengan aku ??. " Intan begitu terharu melihat kebahagiaan Rafa, padahal bukan hanya Rafa yang bahagia ia pun merasakan kebahagiaan yang sama, hanya saja ia malu untuk menunjukkan nya.
" Sayang terimakasih yah, kamu sudah mau untuk kita menikah segera !, " Rafa berjongkok di hadapan Intan yang duduk di pinggir ranjang. Rafa mencium kedua tangan Intan bergantian sebagai luapan kebahagiaan.
Intan meneteskan air mata haru nya.
" Sayang kenapa menangis, mas kan tidak jadi mencicil sekarang, mas akan lunaskan sebulan lagi !!!. "
" Mas Rafa apaan sih !!. "
"Maas Rafaaa....!, "
" Iyaaa ampun, ampun sayang,,,,!!. " Rafa merasa geli Intan mencubit cubit kecil tubuhnya yang belum menggunakan pakaian.
" Mas Rafa sudah sana kembali ke kamar !, "
" Mas bobo sini boleh yah ?. "
" Ga ada yah masss !!. "
" Mas di sana kesepian sayang !!. "
" Kan ada Kak Sandy !. "
" Dia mungkin nanti malam atau besok pagi baru pulang , karena perusahaan yang akan bekerja sama mengadakan jamuan makan malam ...!. " Ucap Rafa sambil mengenakan baju nya kembali, karena dingin mulai menyergap tubuhnya.
" Kenapa mas Rafa tidak ikut ??."
"Mas tidak mungkin meninggalkan kamu di sini sendirian sayang , lagi pula kalau tadi mas ikut mas ga akan merasakan yang lembut tadi !, " Rafa menaik turunkan alis nya.
" Mas Rafa nih mesum banget !, " Intan menjadi kesal, Rafa selalu mengatakan itu, ia malu karena tadi pun ia menikmatinya
" Ooh iya besok kita ada pertemuan dengan pak Antonius perusahaan ke dua yang akan bekerja sama dengan kita, apa kamu besok sudah siap untuk ikut dengan mas ??. "
" Bisa mas, pusingku sudah hilang !. "
" Apa kegiatan tadi membuat pusing mu hilang ??. "
__ADS_1
" Ga usah mulai deh mas,,,!!!!. "
" Hahahaha.... " Rafa gemas melihat wajah kesal Intan.
" Apa pak Antonius itu orang Canada ?. "
" Bukan sayang, dia orang Indonesia hanya saja dia membuka bisnis di canada hampir 10 tahun, jadi dia sudah pindah kewarganegaraan . "
Intan manggut manggut paham,
" Pokoknya nanti di sana kamu tidak boleh memandangi lelaki manapun selain mas, apa lagi mas dengar pak Antonius itu masih lajang...! , " Keluarlah jiwa posesif nya Rafa.
Intan menatap Rafa dengan malas,
Rafa kembali ke kamarnya setelah di paksa oleh Intan, hingga akhirnya Rafa pun mengalah .
Saat di kamar Rafa menelfon papahnya untuk mengutarakan niat baiknya pada Intan. Rafa tertawa ketika mendengar papahnya berbicara kenapa tiba-tiba Intan mau di nikahi dengan cepat, papahnya mengira kalau Intan dan Rafa sudah berhubungan layaknya suami istri,,,
" Tak tau kah papah ,saya justru ingin sekali melakukan itu tadi... hahaha , !. " Gumam Rafa. Malam ini ia akan tidur dengan bahagia
Di kamar Intan pun sama , ia melakukan panggilan dengan sang Ibu.
π±" Bu, apa Ibu sakit ?. " Intan mendengar suara ibunya yang terdengar lemas
π±" Ibu Baik baik saja Tan, hanya sedikit lelah."
π±" Bu jangan terlalu lelah, perbanyak istirahat saja, nanti Intan carikan orang untuk bantu bantu Ibu di rumah, Intan sudah punya uang dari hasil kerja Intan bu . "
π±" Tidak perlu Tan, lagi pula apa yang mau di kerjakan di rumah, kitakan cuma berdua dan kamu sudah besar, Ibu kan sudah tua jadi wajar kesehatan menurun ..! "
Setelah mengobrol dengan Ibunya entahlah perasaan Intan menjadi tak enak, apa lagi saat Ibunya bilang kalau ingin segera melihat Intan menikah dan jika di beri umur panjang ingin segera menimang cucu.
Hingga Intan sudah memantapkan diri untuk segera menikah dengan Rafa kapan pun itu, karena ia ingin melihat ibunya bahagia dan tentunya dia pun bahagia.
Pagi menjelang, Intan tengah bersiap siap untuk pertemuan dengan Pak Antonius, semua berkas berkas telah siap, hanya tinggal menunggu sang Bos saja.
Dan ahkirnya mereka berangkat bertiga tempat tujuan. Sepanjang jalan Intan sedang menikmati jalanan Kota Canada.
" Sayang, kenapa kamu cantik sekali, bisa kah kamu diam saja di hotel menunggu mas pulang ??. " Bisik Rafa di telinga Intan
Intan langsung memandang Rafa dengan tatapan kesal.
" Cup... kamu hanya boleh memandang mas dengan tatapan cinta sayang !. " Rafa mencium Intan sekilas, Hingga mata Intan membola.
" Ekheemm.... " Sandy sengaja berdehem melihat pasangan bucin agar berhenti membuat iri.
Tiba lah mereka di salah satu Restoran bintang lima yang menjadi tempat pertemuan mereka.
Rupanya pak Antonius sudah lebih dulu menunggu dengan asistennya yang seorang lelaki, Ia pun berdiri untuk menyambut rekan Bisnisnya yang baru. Lelaki tampan hitam manis dengan lesung di pipi nya serta bulu bulu halus pada wajahnya membuat Antonius terlihat begitu berkarisma, sebenarnya Rafa pun sama hanya saja Rafa memiliki kulit yang bersih.
Rafa tak suka Antonius terus memandang Intan dari awal mereka masuk dalam Restoran.
Mereka pun saling menyapa dan bersalaman. Namun saat Antonius bersalaman dengan Intan ia justru mencium lembut tangan Intan di depan Rafa,
Rahang Rafa mengeras, tangannya mengepal kuat, terlihat sekali rasa marah yang Rafa rasakan dari raut wajahnya.
-
-
-
__ADS_1
Othor jadi sedih π₯Ίπ₯Ίyang baca cerita ini banyak banget tapi yang like bahkan ga sampai 100 per episode π₯Ίπ₯Ί. Yang comen pun jarang, apa kalian tak menunggu cerita ini ππ, terimakasih buat yang sudah setia atas like , comen dan votenya π