
Pagi hari Rafa bangun dengan kepala yang masih terasa pusing,, Ia mencari keberadaan Istrinya...
" Sayang...?, " Rafa berjalan ke arah kamar mandi namun tak ada, " Sayang, kamu di mana ?, " Rafa sadar akan kesalahannya semalam, ia telah meninggalkan istrinya itu sendiri di hotel.
Rafa mencari ponsel untuk menghubungi istrinya,,, namun setelah beberapa kali di coba belum tersambung juga.
Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka, Rafa melihat istrinya masuk dengan dua bungkus tentengan ditangan nya.
" Sayang kamu dari mana ?, " Rafa langsung mendekati istrinya, tetapi Intan justru mengabaikan dan berjalan melewati Rafa begitu saja,
" Makan lah, ini aku belikan bubur, setelah itu minum obat , agar pusing mu hilang !, " Intan berkata datar tanpa melihat ke arah suaminya.
" Sayang maaf kan aku !, " Rafa memeluk erat tubuh mungil istrinya dari belakang,
Intan diam tak bergerak, ia masih marah dengan suaminya itu.
" Sayang, mas minta maaf, mas khilaf dan mas janji tidak akan melakukan itu lagi !, " Suara Rafa begitu terdengar penuh penyesalan.
" Kalau aku tidak di sini apa yang akan terjadi pada kalian berdua ?, " Intan melepaskan pelukannya, berbalik menatap suaminya.
" Apa yang kamu katakan sayang ?, " Rafa terlihat bingung.
" Aku bertanya, jika aku tidak di sini apa yang akan terjadi pada kalian berdua?, sedangkan mas dengan keadaan yang begitu mabuk??" Intan menatap dingin suaminya.
" Tentu saja tidak akan terjadi apa apa !! "
" Apa mas bisa menjamin itu, sedangkan sekertaris mas itu begitu tertarik sama mas,! "
" Kamu jangan menuduh sembarangan!!, "
" Sembarangan mas bilang !!, aku ini seorang perempuan mas aku tau betul hanya dari cara dia memandang mu !, " Suara Intan kini sudah meninggi, ia masih mengingat noda merah pada kerah kemeja suaminya.
" Sayang,, sayang,, mas yang salah mas minta maaf,,, " Rafa tak ingin istrinya itu menjadi lebih emosi, ia akan membicarakan hal ini nanti dengan kepala dingin, dan bagaimana dirinya bisa mabuk semalam.
Intan meninggalkan suaminya itu, ia memilih menenangkan diri di balkon menghirup udara pagi yang mungkin bisa mendinginkan kepalanya.
" Semalam mas memang ada rapat, dan klien mas itu sedang berulang tahun kemarin , dia meminta mas untuk bersama merayakannya karena hari ini mereka akan kembali ke Negara nya !, " Rafa berusaha menjelaskan
Sama persis apa yang ia dengar dari Nola. Intan masih tak bergeming,,, tak ingin menatap suaminya juga tak ingin berkomentar atas penjelasan itu. Yang ia ingin tau adalah dari mana noda merah itu. Milik Nola kah atau wanita yang lain. Tapi ia masih enggan untuk bertanya akan hal itu
" Sayang,,, mas memang payah dalam hal minum ,hanya sedikit saja bisa membuat mas mabuk, jadi semalam.... maaf !!, " Rafa menggenggam tangan Istrinya lalu mencium nya.
"Bisa kah mas mengganti sekertaris mas itu ? "
__ADS_1
" Loh memang nya kenapa ?, "
" Dia sepertinya tidak becus menjadi sekertaris, !, "
" Kamu jangan seperti itu sayang, semua ini tidak ada hubungannya dengan Nola !, "
" Tentu saja ada, Seandainya dia becus menjadi sekertaris kamu tidak mungkin pulang dengan keadaan mabuk seperti itu !, "
" Jangan campur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan, selama ini pekerjaan Nola sangat baik, bisa meringankan pekerjaan mas, bahkan investor investor mampu ia tarik untuk bekerja sama, soal pekerjaan ,mas minta kamu jangan ikut campur, mas mencintai kamu dan tolong jangan ragukan itu....! " Ucap Rafa dengan nada sedikit tegas.
Kata kata Rafa barusan begitu menyakitkan bagi Intan, Mungkin benar dalam hal pekerjaan Nola memang bagus tapi di balik itu Intan seperti ada sesuatu yang lain dari Nola, itu instingnya seorang istri dan mungkin para lelaki tak mengerti itu.
Intan terdiam, begitu pun Rafa, mereka sama sama diam. hingga suara Intan memecah kesunyian.
" Baiklah, sampai ketemu di rumah !!!, " Intan beranjak dari balkon masuk ke dalam kamar, Mengemasi barang nya,
" Sayang kamu mau kemana ?,! " Rafa menghentikan tangan Intan yang sedang berkemas,
" Lepas,, aku mau pulang!, "
" Tidak, kita pulang bersama setelah urusan mas selesai !, "
" Silahkan selesaikan urusan pekerjaan mas, aku ga akan ikut campur !, " Intan membawa tas ransel nya.
Rafa menuntun istrinya untuk duduk di ranjang. " Tunggu di sini, mas mau mandi dulu sebentar !, " Tak lupa Rafa membawa kunci kamarnya, takut kalau istrinya itu akan kabur, karena ia tau betul bagaiman sikap Intan jika sedang marah.
Tak terasa air mata Intan menetes, ini adalah kali pertama prahara rumah tangga nya, Ia takut tak bisa sekuat perempuan perempuan di luar sana yang bahkan mendapatkan cobaan yang lebih besar darinya. Baru seperti ini saja sudah membuatnya menangis... " Ayo Intan jadi lah kuat, jangan biarkan siapapun merusak rumah tangga mu !!, " Ucap Intan pada diri sendiri sembari mengusap air matanya yang menetes di pipi.
Dan Rafa yang melihat itu, menjadi merasa bersalah, padahal di awal pernikahan nya dulu ia sudah berjanji tidak akan membuat istrinya itu menangis selain menangis bahagia.
Rafa berlutut di hadapan Intan sambil memegang kedua tangan istrinya itu, ia sakit melihat istrinya menahan tangis,
" Sayang, maaf sudah membuatmu menangis, maaf kalau perkataan mas menyakitimu, maaf kan mas, " Ucap Rafa penuh penyesalan.
Intan masih enggan menatap suaminya, yah walau pun dalam hati ia sudah memanfaatkan suaminya itu,,namun ia masih enggan untuk mengucapkannya.
Dan terdengar suara ketukan pintu. Rafa segera bangkit menuju pintu
" Maaf Pak, kita ada pertemuan dua puluh menit lagi , " Ucap Nola
" Baik lah tunggu sebentar ! " Rafa kembali masuk ke dalam kamar,
" Sayang, mas pergi dulu sebentar, mas akan menyelesaikan semuanya agar lebih cepat, setelah itu kita pulang bersama !, " Ucap Rafa lembut, mencium kening istrinya lalu pergi. Rafa sempat menengok ke arah Istrinya sebelum menutup pintu . Dan menghembuskan nafasnya karena Intan belum mau menatapnya.
__ADS_1
Ada sedikit rasa yang mengganjal di hatinya, ia masih belum mengerti kenapa Intan bisa semarah itu pada nya, bahkan berkata padanya untuk memecat Nola,
Entah lah saat bertemu klien Rafa tak bisa berkonsentrasi, pikiran nya masih tertuju pada istrinya.
" Pak, apa anda baik baik saja ?, "
" Hemm... "
Rapat pun selesai, dan lebih banyak Nola yang menjelaskan karena Rafa sedang tidak bisa berkonsentrasi.
" Ada yang ingin saya tanyakan !, " Ucap Rafa pada Nola saat berada di dalam mobil .
" Tentang apa pak ?, " Nola langsung menghadap sang bos dengan bersemangat.
" Apa yang terjadi malam itu !!, "
" Saat bapak mabuk ?, "
" Hemm..! "
" Tidak ada pak, saya membantu bapak ke hotel, lalu .....! " Nola diam sejenak, ia tak mungkin menceritakan semuanya.
" Lalu apa ??. "
" Lalu , kita bertemu ibu di loby hotel, hanya itu , apa ada yang salah pak ?, "
" Tidak ada !!!, "
Sesampainya di hotel mereka masuk ke dalam kamarnya masing masing,
Namun saat Rafa masuk ke dalam kamarnya ia sudah tak mendapati Istrinya, bahkan tas ranselnya pun sudah tiada, ia sudah bisa menebak itu. Rafa mengusak rambutnya kasar. memukul angin karena kesal dengan dirinya sendiri.
Tapi ia melihat secarik kertas di atas kasur dengan kemeja putih, karena penasaran Rafa membaca pesan di kertas itu yang isinya
" BUANGLAH BAJU INI, AKU TAK INGIN ADA BEKAS WANITA LAIN "
Rafa langsung memeriksa baju itu. ingin segera tau dengan apa yang di maksud bekas wanita lain itu. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat noda merah pada kerah kemejanya.
" Sial.,! " Rafa melempar kemeja itu dan berlari keluar...
-
-
__ADS_1
tbc