
"Bagaimana keadaan anda nyonya Rafa ?, gadis muda yang licik, anda pasti terkejut kan dengan kehadiran ku di sini !!!, "
Intan menatap tajam tak sedikitpun rasa takut dalam dirinya, walaupun ia tak tau bagaimana nasib kedepannya.
" Tapi sepertinya anda tidak takut yah, tatapan anda membuat saya semakin tertantang...!, "
Intan meringis saat rahangnya di remas kencang...!
"Anda tau setelah Anda masuk ke dalam kehidupan rafa di situlah awal kehancuran saya, bahkan rafa membuat keluarga ku semakin hancur, itu semua karena kamu,,!!! "
"Plakk....! " Sebuah tamparan yang terasa panas pada pipi Intan, hingga membuat sisi bibir intan pecah dan mengeluarkan darah...
"Kalian berbahagia di atas penderitaan keluarga ku,, haahhh.... itu sungguh membuatku semakin ingin menghancurkan kebahagiaan kalian, hampir dua tahun ini aku bangkit dari keterpurukan akibat ulah suamimu yang begitu kejam...!, prang....! " vas bunga melayang melewati sisi wajah Intan, dan untung saja tak mengenai wajah intan yang pipinya mulai terlihat merah dan membengkak.
" Hahahaha... aku yakin suamimu pasti sedang mencari kamu,,, harus nya dia tak perlu melakukan itu, yang harus dia lakukan adalah mempersiapkan pemakaman mu...!!!
Intan menatap tajam, wajahnya sudah terasa sakit dan menebal mungkin sudah terlihat membengkak sekarang...
" Apa kamu tau apa yang akan terjadi dengan anakmu yang malang itu ,,??. "
" Jangan bawa bawa anak ku, wanita iblis...., " Intan berucap dengan keras
" Waahh,,, waah,, kamu tau rupanya kalau aku ini wanita iblis,, baik lah kamu tau kan kalau iblis itu tak punya rasa kasihan, bahkan pada anak kecil yang mungil itu...! "
" Aku akan membunuhmu jika kamu berani menyentuh anak ku!!!, " teriak Intan
" Uuuhhhh.... takut... hahahaha, kita lihat saja nanti !!. "
Intan yang tadinya terlihat berani kini nyalinya mulai menciut ketika anak nya di bawa bawa, di situlah kelemahan Seseorang ibu.
" Nikmati saja nafas nafas terakhir mu,,!!!. "
Intan di tinggalkan di tempat gelap itu seorang diri , kini air matanya menetes, luruh sudah Pertahanan nya ketika mengingat anak lelakinya, kalau ia mati apa yang akan terjadi dengan anak nya, .....
*
Rafa dan pak Kuncoro sedang berada di ruang tamu, bersama bu Ida dan mamah Elen yang sedang berpegangan tangan mencemaskan anak perempuan mereka, bahkan bu Ida dan mamah Elen sempat menangis.
__ADS_1
" Bagaimana perkembangan nya Rafa ?, " Tanya pak Kuncoro
" Belum ada titik terang pah, namun Rafa juga Sandy sudah menyebarkan tim untuk melacak keberadaan Intan,,!. "
" Yah sementara kita mencari sendiri semampu nya , karena kita belum bisa melaporkan ke polisi kalau belum 24 jam, ! "
Perasaan Rafa campur aduk saat ini, marah , takut dan merasa tidak becus dalam menjaga istrinya, ia sungguh tak akan pernah memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu pada Intan.
" Nak makanlah, dari tadi ibu lihat kamu belum makan apapun !, " Bu Ida berucap pada Rafa.
" Rafa belum lapar bu,,! "
" Nak kita semua menghawatirkan Intan, dan sangat berharap padamu, jadi jagalah kesehatan agar Intan bisa di temukan dengan selamat kasihan Arka , " Bu Ida mulai menahan tangis nya, sungguh hatinya pun begitu takut
Rafa langsung memeluk ibu mertuanya itu, "Maafkan Rafa bu, Rafa janji Intan akan segera di temukan, kita berdoa saja !, "
Bu Ida mengangguk dalam pelukan, dirinya tak mampu lagi berkata kata.
Bu Ida dan mamah Elen memilih masuk ke kamar menemani cucu mereka setelah kedatangan sandy di rumah itu.
" Tetapi dia yang lebih dulu mengusik Rafa pah, dia tidak Terima saat Rafa menikah dengan Intan...! "
" Tapi kamu kan tidak perlu menghancurkan proyek nya !!!, " Kali ini pak Kuncoro merasa Rafa sudah kelewatan...
" Jernihkan pikiranmu sebelum bertindak, masih ada Dua jam lagi setelah itu kita lapor polisi , istirahat lah !!, " pak Kuncoro berjalan menuju kamarnya, tentu saja ia juga akan membantu anak nya, di dalam kamar ia akan menghubungi seseorang.
Rafa menyandarkan tubuh nya kepalanya menghadap ke langit langit dengan mata terpejam.
" Sabar bro, ! " Sandy menepuk pundak Rafa lalu berjalan menuju kamar tamu yang berada di rumah Rafa untuk beristirahat, tentu saja semua penghuni rumah itu biarpun berada di kamarnya masing masing namun pikiran mereka tetap sama.
*
" Makan nih,,, jangan mati dulu ini terlalu mudah buat mu jika cepat mati , setelah itu kita jalan jalan lebih jauh lagi!!. "
Piring berisi lauk kini berada di depan Intan, dengan 1 botol air mineral, Intan tetap harus makan demi anaknya, ia tak mau mati konyol menahan lapar , walaupun harga dirinya terhina saat ini, cukup sedikit yang masuk sudah membuat Intan bertenaga, Ia baru di beri makan setelah hampir 24 jam di sekap di ruangan gelap dan pengap..
Kini Intan tengah berada di dalam mobil entah kemana ia tak tau karena mereka menutup matanya, Intan selalu berdoa dalam hati agar dirinya bisa selamat juga tidak terjadi apapun pada anaknya, iya yakin Rafa dan keluarganya pasti akan selalu menjaga Arka dengan baik.
__ADS_1
*
Polisi sudah menjaga semua bandara , terminal serta pelabuhan,, untuk mencegah penculik itu melarikan diri keluar negri atau keluar daerah.
" Sepertinya bukan orang biasa yang membawa Intan, jejaknya sama sekali tak terlacak.! " Ucap Sandy, karena semua anak buahnya sama sekali tak menemukan petunjuk.
Sempat mendatangi rumah Nola dan Lucy tetapi mereka sudah tidak ada di kediamannya, sedangkan orang tua Lucy dari data perjalanannya sudah dua tahun yang lalu tinggal di luar negri setelah perusahaan nya pailit karena kalah tender.
Fokusnya kini menjurus pada Nola dan Lucy yang tiba-tiba saja menghilang. Itu bisa di pastikan karena dua wanita itu memiliki dendam pribadi dengan Rafa.
*
" Ini terlalu terpencil, gue ga mau lama lama di sini, sinyal juga ga ada!, "
" Lu pikir gue mau, ini semua kan rencana lo, coba dari awal lo langsung bawa tuh wanita sialan keluar Negri mungkin kita sudah aman, kalau sekarang kan gue yakin semua akses keluar sudah di tutup !!!. "
" Kita titipkan saja tuh sama si tua bangka itu, kita kasih uang nya buat dia urus !, "
" Terserah yang penting setelah ini kita aman, gimana lo udah hubungi Hellikopter yang mau bawa kita ?, "
" Sudah setengah jam lagi sampai ! . "
Intan kini sudah berada di tempat terpencil yang hampir ke tengah hutan. tak ada lampu juga di rumah gubuk yang tidak bisa di bilang sebuah rumah,
Kini Intan sudah bisa membuka matanya, menatap sekeliling tak ada siapapun di sana, entah siapa yang mereka bilang si tua bangka tadi nyatanya Intan hanya seorang diri di tengah hutan ini, setelah terdengar suara baling baling helikopter sudah bisa di pastikan kalau mereka melarikan diri.
Hari menjelang malam, tak ada sama sekali cahaya karena pepohonan yang begitu rimbun.
*
"Aakhhh... brengsek kalian ,, di mana kalian membawa istriku....!, Rafa menghempaskan semua yang ada di meja kerjanya, hingga menimbulkan suara kencang sambil berteriak...
-
-
Apa cerita ini terlalu vulgar ?, kenapa selalu dapat peringatan 😟. perasaan yang lebih parah banyak deh....
__ADS_1