Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Cecil dan Arka


__ADS_3

Hari begitu cepat berlalu hingga berganti tahun tanpa kita sadari, perjalanan hidup siapa yang bisa menebaknya . Tak akan ada yang tau siapa berjodoh dengan siapa, tapi berusahalah sebisa kalian untuk meraih apapun yang membuat kalian bahagia.


Ketika hidup terasa pahit anggaplah kalian sedang meminum sebuah obat yang suatu saat nanti pasti merasakan yang lebih baik.. Setiap kebaikan yang kalian tanam makan akan menghasilkan kebaikan begitu pun sebaliknya.


" Abang, tunggu bang, Cecil cape nih !!. " Cecil menunduk memegangi kedua lututnya sambil mengatur nafas yang tak beraturan karena lelah berlari.


" Kan abang sudah bilang jangan ikut, masih ngeyel aja, bikin ribet !. " Arka bertolak pinggang sambil memasang wajah datar, entah mungkin Arka sering berlari jadi ia tak terlihat lelah sedikit pun, berbeda dengan Cecil yang baru lari sebentar saja sudah teriak teriak.


" Iiih.. abang galak banget kaki Cecil sakit ini!."


" Huufff, dasar anak manja !!!. " Gerutu Arka sambil berjalan ke arah Cecil.


" Apa abang bilang !! Cecil anak manja ??. " Cecil menegakkan tubuh nya, kini wajahnya memerah karena marah di bilang anak manja, ya,, walaupun ini bukan kali pertama Arka mengatakan itu padanya. Tapi entah kenapa kali ini ia tak Terima.


Sandy dan Diana memang terlalu memanjakan Cecil, apapun yang Cecil mau selalu mereka turuti, tak pernah mengerjakan apapun di rumah, selalu di bantu oleh satu asisten rumah tangganya yang sengaja di khususkan hanya untuk menjaga Cecil, Dan juga nenek nya yang selalu memanjakan nya sudah meninggal dunia satu tahun silam, jadi ia tak ingin Cecil kehilangan sosok nenek. Tetapi bukan tanpa sebab Diana dan Sandy bersikap seperti itu, semua itu di awali saat Diana hamil anak kedua dan keguguran, lalu karena rahimnya terinfeksi mau tidak mau Diana menjalani operasi pengangkatan rahim, sehingga tidak mungkin Diana bisa hamil kembali, Sehingga mereka begitu mencurahkan penuh kasih sayang nya pada anak mereka satu satunya,


Meskipun seperti Cecil tetap menjadi anak yang penurut, rajin belajar sehingga selalu mendapat kan peringkat satu di sekolahnya. Kini Cecil sudah kelas tiga di SMP, sedangkan Arka kini kelas 2 SMA, mereka bersekolah di tempat yang sama, Dan Arga masih kelas 1 SMP.


" Kenapa Marah ?. " Arka menghentikan langkah nya.


" Abang pikir ?. "


" Ya,, abang pikir kamu memang anak manja !. " Arka mengangkat ke dua bahunya lagi lagi dengan wajah datar, ekspresi yang sangat di benci sekali oleh Cecil.


Cecil mengepalkan kedua tangannya, Sudah hampir satu bulan ini dia mencoba untuk mandiri, mulai dari bangun tidur sudah tak lagi di bangunkan karena sudah memasang alarm sendiri, sudah tak mau lagi di siapkan baju saat pagi, tak lagi minta di suapi saat sarapan, dan kini sudah tak lagi malas mandi, Perubahan Cecil lantas membuat satu rumah terlihat bingung , Termasuk Diana dan Sandy yang mendapat laporan dari pengasuh Cecil tentang perubahan Cecil dalam satu bulan ini!. "


# Flashback #


" Nak apa kamu sakit ?. " Sandy bertanya pada Cecil yang sedang menyantap sarapannya sendiri .


" Tidak pah , kalau sakit Cecil tidak sekolah !." Ucap Cecil sambil terus mengunyah


Diana dan Sandy saling pandang.!


" Bu de apa pak de sudah siap ?. " Bu' de adalah sebutan untuk pengasuh Cecil dari umur 5 tahun, karena berasal dari Jawa dan Pa' de adalah suaminya yang juga bekerja sebagai supir di rumah Sandy, mereka tak memiliki anak dan tinggal bersama di rumah ini,umur nya sudah hampir 50 tahun, dan tugasnya hanya mengasuh Cecil tak boleh mengerjakan yang lain.


" Sudah Neng, neng Cecil mau berangkat sekarang ?. " Ucap Bu'de lembut seperti biasanya


" Iya.! "


" Cecil, apa kamu tidak ingin di antar papah ?." Diana bertanya karena biasanya Cecil akan ngambek jika tak di antar oleh papahnya.


" Tidak mah !. "


Cecil pun berangkat sekolah dengan supir.

__ADS_1


" Pah, apa kita membawanya ke Dokter saja ?. "


" Huussh,,, kamu itu, anak berubah mandiri bukannya senang malah seperti itu !! "


" Bukan begitu pah, ini terlalu mendadak , aku takut kalau Cecil terjatuh hingga kepalanya terbentur jadi seperti itu !!. " ucap Diana terdengar tak masuk akal


Sandy dan Diana sama sama diam karena bingung.


#Flashback off #


Cecil masih mengepalkan tangan nya. Ingin sekali ia memaki tapi ia tak suka kata kata kasar.


" ABANG JAHAT, AKU BENCI ABANG!!. " Teriak Cecil dengan keras, lalu berbalik meninggalkan Arka, Cecil berlari kecil ia ingin cepat sampai rumah karena ingin menangis.


Arka yang melihat Cecil berlari menjauh hanya menatap saja.


Sampai wajah datarnya berekspresi karena melihat Cecil terjatuh. Dan langsung berjalan cepat ke arah di mana Cecil terjatuh.


" Bu'de tolong Cecil !. " Cecil mulai menangis karena melihat lutut nya berdarah..


" Seperti anak kecil saja,berlari masih terjatuh !. " Ucap Arka sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Cecil berdiri.


Sudah terjatuh masih juga di ejek makin deras lah air mata Cecil.


" Apa sesakit itu, sampai menangis seperti itu !. "


" Mari abang bantu!!. "


" Aku gak mau !!. "


" Apa kamu ingin bu'de menggendong mu, !!. "


" Bu' de......!. " Cecil tak menghiraukan ucapan Arka


Dari jauh terlihat Pa"de sedang tergopoh gopoh menghampiri Cecil.


" Aduh neng kenapa?. " Pa'de terlihat panik


" Sakit pa'de,!."


" Ayo pa'de bantu . "


" Gendong pa'de, kaki ku ga bisa jalan !. "


" Aduuh neng, neng itu sekarang sudah besar, pa'de ga kuat loh!. "

__ADS_1


" Tidak sadar diri !. " Celetuk Arka yang sedari tadi hanya melihat saja drama rengekan dari Cecil .


Cecil yang mendengar langsung menatap tajam pada Arka yang berada tepat di sampingnya.


" Pa'de bantu pegangin saja, itu luka nya harus segera di obati neng, nanti takut infeksi !. "


" Memang nya kenapa kalau infeksi ?. " tanya Cecil sambil menatap Pa'de


" Nanti kakimu bisa di amputasi atau di potong !. " Ucap Arka sengaja di lebih lebihkan.


" Bang Arka jangan sembarangan yah kalau ngomong !!!!. " Bentak Cecil.


Pa'de hanya senyum senyum saja, pertengkaran seperti ini biasa terjadi antara Arka dan Cecil.


" Ya sudah ayo, dari pada luka mu infeksi nantinya !. " Arka sedikit membungkuk si depan Cecil .


Akhirnya mau tidak mau Cecil naik ke punggung Arka dan berpegangan dengan erat karena takut terjatuh saat Arka menggendong nya.


" Tidak perlu seerat itu, abang tidak akan menjatuhkan mu !. "


Tak ada sahutan dari Cecil, karena Cecil sedang menikmati rasa di hatinya yang menghangat.


Tempat joging mereka tak terlalu jauh dari rumah, dan rumah mereka pun saling berhadapan di komplek yang sama.


" Loh,, Cecil kamu kenapa sayang ?. " Diana terlihat panik


" Jatuh mah, sakit banget. " Cecil langsung memeluk mamah nya.


" Ya ampun, ayo mamah obati yah , Arka ayo masuk dulu nak !. "


" Makasih tante, aku langsung pulang saja !. "


" Baiklah kalau begitu, terimakasih yah sudah mengantar Cecil !. "


" Sama sama tante !. "


" Cecil, ayo ucapkan terimakasih dulu sama abang Arka . "


" Cecil gak mau abang Arka, jahaat....!!!. "


THE END


Apakah Cecil dan Arka akan berlanjut ????


*

__ADS_1


Terimakasih buat kaka kaka semua yang sudah membaca cerita tentang Arka dan Intan. sampai ketemu di cerita selanjutnya, mohon maaf jika banyak kekurangan othor dalam penulisan, akan othor coba perbaiki di cerita selanjutnya. terimakasih yang sudah selalu like setelah membaca dan juga hadiah hadiah, vote yang sudah kalian berikan.Dan yang selalu setia membaca juga comen Thank you and love you 😘😘😘😘


__ADS_2