Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Ditemukan


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat sebuah gubuk kecil yang hampir roboh dengan perlahan polisi mendekati gubuk dengan senjata lengkap khawatir kalau ini adalah kejahatan penyekapan, dikhawatirkan orang yang berada di dalam membawa senjata.


Polisi sudah menghimbau dengan pengeras suara agar orang yang di dalam segera keluar.


Tak pergerakan dari dalam gubuk, pikiran Rafa sudah tak karuan entah semua kecemasan dan rasa lainnya menjadi satu, jantung nya berdebar tak karuan.


Namun karena tak ada suara juga pergerakan dari dalam gubuk polisi semakin mendekat begitu juga Rafa ,Sandy dan pak Kuncoro yang berada di belakang polisi yang berseragam lengkap.


" Braakkk... Tiba-tiba saja terdengar suara keras dari dalam gubuk, hingga langsung membuat para polisi yang sudah mengelilingi gubuk bersiap dengan senjatanya.


Hingga salah satu polisi mendobrak pintu hanya dengan satu tendangan saja sudah membuat pintu kayu itu roboh...


*


" Ini semua gara gara lo, kita semua jadi terseret !!, "


" Jangan lupa yah kalau lo juga menginginkan harta itu !!, "


" Ya tapi gue ga mau main kotor kaya gini !!, "


" Laki laki tua lo aja yang bodoh, !!. "


" Jangan menyalahkan dia, kalau bukan Karena dia kita ga akan bisa sampai di sini !!!. "


" Ya tetap aja, si tua itu juga yang memberitahukan tentang kita!!, "


" Terserah, pokok nya gue mau pulang !, "


" Lo pikir kita bisa seenaknya pulang begitu saja, kita ini sekarang sudah jadi DPO, kemanapun kita pergi pasti polisi sedang memburu kita !. "


Terbersit rasa penyesalan dalam diri Nola dengan kejadian ini, ia menyesal sudah menuruti keinginan sepupunya itu yang justru akan menjerumuskan nya, ia akui ia memang menyukai Rafa bahkan berencana akan merebutnya dari Intan, ia akan merebut Rafa dengan cara perlahan , tapi tidak dengan cara nekat seperti ini, Lucy seperti psikopat sifat nya mengerikan, dia juga tak segan segan melukai dirinya jika berani membantahnya. Kalau bukan karena Nola mungkin nyawa Intan sudah melayang.


Nola sudah tak bisa lagi menghubungi kekasihnya. Karena no nya sudah di blok, padahal pada ponsel barunya Nola hanya menyimpan no itu, Nola dan Lucy sengaja membuang ponsel lama mereka.


" Kenapa si tua bangka itu memblokir no lo? Cuih., tidak bisa di andalkan !, "


" Stop manggilnya tua bangka !!!., "


" Kenapa lo mau marah , apa mau gue cincang tubuh lo ini dan buat santapan buaya ??, " Lucy memperlihatkan raut wajah dan senyum yang mengerikan. Lucy seperti memiliki dua kepribadian.

__ADS_1


" Llleepaass...!!! " wajah Nola sudah memerah, nafasnya sudah hampir habis karena di cekik oleh Lucy ...


" Bersikap manis lah kalau lo ingin tubuh lo ini utuh....!


" Aaawww.... " Nola di buat tersungkur oleh Lucy.


Nola dan Lucy sebenarnya sama sama berniat jahat pada Rafa dan Intan, Lucy memiliki dendam tersendiri karena sudah di tolak mentah mentah, juga perusahaan keluarga nya yang sudah di buat pailit oleh Rafa, sedangkan Nola ingin memiliki Rafa agar hidupnya bergelimang harta dan tidak menjadi budak s**x oleh kekasihnya, juga lelaki hidung belang lainnya demi hidup mewah dan berkecukupan.


Terdengar gebrakan meja serta beberapa benda yang membentur lantai, Rupanya Lucy yang sedang kesal setelah menelfon seseorang entah siapa itu.


Nola langsung mengunci kamarnya sebelum menjadi lampiasan kekesalan lucy yang gila itu.


*


Polisi mencoba menyoroti bagian dalam gubuk itu, tidak terlalu gelap tapi masih harus di beri penerangan.


Terdengar rintihan kecil dari dalam gubuk. terlihat kaki mungil pucat yang tergeletak . dengan posisi badan ter telungkup dengan rambut panjang yang acak acakan dan terlihat kotor.


Polisi itu memberanikan diri untuk membalik tubuh itu. Karena setelah di geledah tak ada orang lain selain korban ini


Dari luar Rafa merangsek masuk. menyingkirkan beberapa polisi dengan menarik pundak mereka untuk mundur.


" INTAAANNN...! " Teriak Rafa dengan begitu lantang karena terkejut hingga membuat Sandy juga pak Kuncoro ikut merangsek masuk.


" Sayang bangun, sayang, tolong bangun, INTAAN... teriak Rafa yang melihat Istrinya itu memejamkan mata.


" Nak cepat kita bawa ke rumah sakit, " Pak Kuncoro yang tak kalah panik, ia sempat memegang pergelangan tangan menantunya yang masih berdenyut.


Rafa pun tersadar, langsung menggendong istrinya yang sudah empat hari tak bertemu, namun tubuh Intan sudah terlihat kurus dengan wajah pucat. bibir pecah pecah juga terlihat lebam di pipinya.


Rafa terus berlari kecil sambil membawa Istrinya, berjalan menuju mobil yang lumayan jauh dari tempat Intan di temukan.


Pak Kuncoro, Sandy dan Rafa kini sudah berada di dalam mobil. Mengabaikan panggilan polisi yang beberapa kali memanggil mereka


Rafa terus memeluk juga menciumi kening Intan. dengan kata kata penyesalan juga sumpah serapah untuk penjahat yang berani menculik Istrinya. Marah nya sudah tak terbendung untuk orang yang berani menculik istrinya bahkan rasanya ia ingin membunuh mereka dengan tangannya sendiri.


" Cari rumah sakit besar , Dan lengkap !. " ucap Rafa dengan tegas


" Cari yang terdekat saja dulu, Rumah Sakit besar berada di kota, akan makan cukup waktu jika langsung ke sana ! ." Ujar pak Kuncoro.

__ADS_1


" Tapi pah...! "


" Saat ini kita harus mencari pertolongan pertama untuk Intan, bukan waktunya memilih, setelah itu baru kita bawa Intan ke rumah sakit besar !!, "


" Benar kata papah bro !, " Sambung Sandy


Rafa tak berkata lagi, menandakan kalau ia juga setuju.


Intan langsung masuk ke UGD di tangani dengan cepat.


Sempat ada keributan di ruang UGD karena Rafa yang bersikeras ingin ikut masuk ke dalam ruang tindakan, sedangkan dokter sudah melarangnya.


Namun prosedur tetap prosedur Rafa harus menunggu di depan ruangan.


Rafa mondar mandir di depan ruangan dengan wajah cemas, rambut nya sudah acak acakan, celana serta bajunya yang ikut kotor terkena tanah. Ia sudah tak lagi perduli


" Aakkhh.. " Tiba tiba saja Rafa memukul tembok dengan tangan kanannya, hingga tangan itu mengeluarkan darah


" Bro tenang lah !, " Sandy menepuk pundak Rafa yang naik turun karena sedang menahan emosi.


" Gue akan bunuh mereka semua !!, "


" Lo tenang aja, lokasi mereka sudah di temukan, sekarang yang terpenting adalah kesehatan Intan,!. "


Pak Kuncoro hanya melihat saja, ia tau dan paham betul apa yang Rafa rasakan.


Hampir dua jam ruangan yang tadi tertutup rapat kini terbuka, menarik perhatian ketiga lelaki itu, hingga langsung mendekat ke arah dokter yang masih berada di depan pintu.


*


Pak Kuncoro langsung menghubungi Istrinya, memberitahu kan kabar baik ,serta keberadaan mereka saat ini.juga Bagaimana keadaan Intan


Di rumah Mamah Elen dan bu Idan berpelukan sambil menangis, menangis mereka kali karena bahagia, Anak mereka sudah berhasil di temukan walaupun dalam keadaan yang tidak baik baik saja, mereka tetap bersyukur dan berdoa agar Intan segara pulih.


*


Dokter ragu ingin memberitahu kan dengan keadaan pasien di dalam, yang masih belum sadar hingga saat ini.


-

__ADS_1


-


tbc


__ADS_2