Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Intan yang kesal


__ADS_3

Sandy memperhatikan Rafa yang wajahnya begitu cerah sejak pertama kali datang , kadang tersenyum sendiri , sesekali bersiul hal hal yang sangat langka Rafa bisa seperti itu,


Sebagai sahabat Sandy turut bahagia atas perubahan diri Rafa, ia berdoa agar sahabatnya itu bisa terus seperti itu,


Berbeda dengan Intan, hari ini ia bekerja dengan tidak semangat , yah walaupun semua pekerjaan dapat ia kerjakan, tetapi suasana hatinya sedang kacau, itu juga mendapat perhatian dari Pak Budi yang sedari tadi melihat Intan yang lebih banyak diam saja, terlihat tak bersemangat .


" Intan, Intan !, " pak Budi beberapa kali memanggil Intan


" Eeeh,,, iiiya, pak, ada apa ya ?. " Intan terkejut sampai gelagapan


" Apa kamu sedang tidak enak badan ?. "


" Tidak pak,,!. "


" Istirahat lah, ini sudah waktunya makan siang. "


" Aah iya Pak . " Intan baru sadar ternyata sudah jam 12 siang.


" Saya duluan yah ?, " pak Budi beranjak meninggalkan Intan


" Iya Pak ,! "


Intan enggan sekali untuk pergi ke kantin sebenarnya, namun apa mau di kata ia tak sempat membawa bekal karena ulah Rafa. Akhirnya nya mau tak mau ia harus ke kantin juga karena perut nya sudah sangat lapar. Intan berjalan menuju kantin dan berpapasan dengan beberapa karyawan yang juga hendak ke kantin.


Dan di saat bersamaan Rafa melihat Intan yang sedang berjalan bersama beberapa karyawan, lelaki dan perempuan.


" Heei bro mau kemana ?, " Sandy bingung kenapa Rafa tiba tiba berbelok . Sandy pun mau tak mau mengikuti.


" Ke kantin ?, " Sandy menautkan kedua alisnya bingung. Mau apa bos nya ini ke sini, seumur umur ia tak pernah melihat Rafa ke kantin perusahaannya sendiri, begitupun dengan dirinya, Seandainya ia ingin makanan di kantin hanya tinggal memesan saja lalu di antarkan ke ruangannya, tak perlu susah susah datang ke sini.


" Bro kita ngapain sih ke sini ?. " Bisik Sandy


" Makan! , " jawab Rafa singkat


" Bro jangan bikin heboh deh, kalau lo mau gue pesenin kita makan di dalem !. " Ia masih belum tau apa maksud Rafa ingin makan di sini.


" Siapa yang bikin heboh, gue cuma mau makan !. " Jawab Rafa santai


Saat sampai kantin Rafa mengedarkan pandangan nya ke segala arah guna mencari gadis nya. Dan Sandy sedikit memperhatikan Rafa, daaaan... yah ia tau kini kenapa ia dan Rafa berada di sini. Sandy hanya geleng geleng saja.


" Bro,, bro ,, Sampai segitunya !, " batin Sandy


Rafa sengaja duduk di hadapan Intan namun masih terhalang satu meja yang belum ada orang, jadi ia bisa memandang lurus ke arah Intan.


Intan yang masih belum tersadar akan kehadiran Rafa karena ia sibuk dengan ponselnya, Ia memesan 1 mangkuk bakso, Entah kenapa ia ingin makan bakso untuk menyegarkan otaknya.


Dan apa yang terjadi sekarang di kantin ?, Hampir semua karyawan heboh semua melihat kehadiran bos besar mereka di tempat yang tak pernah di injak sekalipun oleh bos mereka,


Kehebohan mereka berbeda, tak ada yang berani bersuara atau membicarakan Rafa dengan berbisik bisik. Mereka hanya sesekali saling pandang dan makan dalam diam,


"Baru kali ini melihat kantin banyak orang tetapi tak ada suara." Batin Intan

__ADS_1


Intan sedikit bingung, kenapa kantin Ini sepi sekali, Hingga ia melihat ke sekeliling dan memutar kepalanya kebelakang.


" Banyak orang, tapi kok pada diem aja, biasanya juga heboh, ada apa yah?. " Intan juga merasa aneh kanan kirinya kosong, begitu pun di depannya, Namun saat badannya berbalik ke semula ia terkejut di depannya sudah terlihat dua lelaki tampan yang sedang duduk, walaupun terhalang satu meja tetapi tetap terlihat karena tak ada siapapun yang duduk di hadapannya.


Rafa memandang datar pada Intan, sedangkan Intan masih kesal dengan Rafa, sehingga tatapannya terkesan sinis, namun ia sadar siapa Rafa di sini jadi ia juga tak mau menegur Rafa


Sandy dan Rafa tetap menjaga wibawa mereka di depan karyawan yang ada di situ.


" Silahkan pak mau pesan apa?. " Tanya salah satu pelayan kantin yang sengaja datang menghampiri bos pemilik perusahaan. Karena biasanya karyawan lah yang memesan langsung pada nya.


" Terserah . " Rafa menggeser buku menu ke depan Sandy


" Hufff,,, Ini saja pak !, " Sandy menunjuk makanan yang mereka pesan.


" Baik Pak mohon di tunggu .!


" Hemmm. " Jawab Sandy


Intan mengabaikan Rafa dan Sandy, di depannya ada satu mangkuk bakso yang menggugah selera nya.


Rafa kesal saat melihat Intan memasukkan banyak saus dan sambal ke dalam mangkok nya. Hingga membuat Rafa melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan kantin. Dengan sigap pelayan itu pun datang.


" Tolong singkirkan saus dan sambal itu . " Rafa menunjuk saus dan sambal yang ada di meja Intan.


Walaupun pelayan itu bingung, namun ia tetap menurutinya.


" Loh pak, kok sambalnya di pindah kan ?. "


Intan menatap kesal ke arah Rafa, namun Rafa hanya acuh saja. Dan Sandy tak ingin ikut gila seperti bosnya jadi ia tak menghiraukan apa yang di lakukan Rafa, ia sedang menikmati sendiri makan siang nya.


Rafa dan Sandy sudah pergi lebih dulu dari Intan, Dan pandangan Intan masih sama seperti tadi pada Rafa.


" Nanti suruh Intan ke ruangan ku !, " Perintah Rafa pada Sandy.


Dan Sandy menghubungi pak Budi agar menyuruh Intan menemuinya, karena kalau ia langsung menghubungi Intan itu akan menjadi pertanyaan karyawan lain karena menghubungi secara pribadi karyawan magang.


"Siang Pak !, " Intan sudah berada di depan meja Sandy.


" Siang Intan!, " Sandy memanggil Intan dengan namanya karena ada karyawan yang sedang berada di situ,


" Ada apa yah bapak memanggil saya ?. "


" Kamu di suruh ke ruangan Pak Rafa!. "


" Ada apa yah Pak, sepertinya saya tidak membuat kesalahan !. "


" Kamu tidak membuat kesalahan, tapi sepertinya orang yang di dalam itu yang membuat kesalahan ,! "


" Tapi Pak..., "


" Sudah masuk saja, ini perintah ,,!, "

__ADS_1


" Baik Pak . " Intan pasrah


Sandy hanya menggeleng geleng saja dengan tingkah laku Rafa dan Intan,


" Tokk, tokk, tokk, " Intan mengetuk pintu ruangan Rafa.


" Masuk !, "


Intan masuk ke ruangan Rafa,


" Permisi Pak, !," Intan mencoba profesional


Rafa melihat Intan, ia berdiri dan berjalan ke arah Intan, hingga membuat Intan memundurkan langkah nya, Namun Rafa justru berjalan melewati Intan " Klikk" Bunyi kunci yang Rafa putar.


" Paak, kok pintunya di kunci ?. " Intan terlihat gugup.


Rafa tak menjawab pertanyaan Intan. Ia berjalan mendekati Intan lalu memeluknya dari belakang.


" Paakkk... "


" Panggil mas saja, kita sedang berdua !. " Ucap Rafa lembut di telinga Intan hingga hembusan nafas Rafa begitu terasa dan membuat tubuh Intan merinding di buatnya.Rafa memeluk Intan dari belakang hingga membuat Intan kaku tak bergerak.


" Lusa dandan yang cantik yah, nanti mas jemput kita kerumah mamah . "


Intan jadi teringat kembali akan rasa kesal nya pada Rafa, yang katanya akan mengenalkan calon istri nya pada sang mamah.


Dengan kencang Intan melepaskan lingkaran tangan Rafa yang berada di perut nya.


" Mas Rafa mau mengenalkan calon Istri mas Rafa yah ?, "


" Hee eemm..! Jawab Rafa menahan tawa


" Pergi saja sendiri aku ga mau !. " Jawab Intan dengan kesal, lalu berjalan ke arah pintu


Dengan segera Rafa menarik lengan Intan, hingga Intan membentur dada bidang Rafa, Dengan erat Rafa memeluk Intan, tak ada pergerakan dari Intan, karena Intan juga menikmati dalam pikirannya mungkin ini adalah pelukan untuk yang terakhir kali nya.


Rafa merenggangkan pelukannya memegang kedua bahu Intan, kini mereka saling berpandangan namun dengan fikiran yang berbeda.


Rafa mencium bibir pink mungil milik Intan. Ciuman yang dulu Rafa sering berikan. dengan kesyahduan kelembutan di bumbui lum***an kecil hingga membuat keduanya terhanyut. Rafa melepaskan ciuman Itu dan mengusap lembut bibir Intan dengan ibu jarinya. Tatapannya lembut dan berkabut.


" Ingat, nanti mas jemput "


Intan tak mengatakan apapun , ia segera keluar dari ruangan Rafa dengan memutar kunci yang masih tergantung.


" Seperti nya kamu harus di jaga ketat agar tidak kabur !, " ucap Rafa setelah Intan keluar.


-


-


terimakasih yang sudah vote 😘. like dan komen juga yah 😍😍

__ADS_1


__ADS_2