Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Menggemaskan


__ADS_3

" Ibuuu, sakit, pelan pelan !! , "


" Ini juga pelan pelan tan, lagi kamu itu kenapa sih sampai merah merah begini kakinya, tuh liat tumit mu sampai lecet gini. " Ibu sedang memijat kaki Intan terlihat sedikit membengkak


" Ban motor aku bocor bu, aku harus dorong buat nyari tambal ban, mana jauh banget lagi, sekalinya dapet malah ngantri !. "


" Ada ada saja!, " Bu Ida masih memijit mijit lembut kaki Intan, mereka berada di depan TV Intan posisi tiduran dengan kaki di pangku Ibunya.


" Kamu kok ga makan Tan ?, "


" Sudah bu, tadi di jalan, soalnya sudah keburu lapar... "


" Harus seperti itu, jangan suka nahan nahan lapar , Sudah sana mandi, lalu istirahat .! "


" Aku males mandi buu,,,! " Dengan logat manjanya pada sang Ibu


" Jorok, " Tiba-tiba Rafa menimpali omongan Intan, hingga membuat ibu dan anak itu spontan menengok ke belakang.


" Eehh,, nak Rafa, sini masuk nak!, "


Rafa mengambil kursi di meja makan dan duduk di depan Intan dan Bu Ida.


" Kaki nya kenapa ?. "


" Itu loh nak, tadi ban motornya bocor jadi Intan dorong sampai ke tukang tambal ban yang lumayan jauh, terus pulang nangis nangis deh...!, " Bu Ida berkata sambil senyum senyum


" Ibuuu, ga ada yah aku nangis nangis !, " Intan berkata dengan sedikit malu


" Ya sudah kalau begitu besok berangkat bareng mas saja !, " Ucap Rafa


" Ga mau aah mas,! "


" Memangnya kenapa ?, "


" Pokoknya aku ga mau ,! " Intan tak bisa menjelaskan alasannya karena masih ada sang Ibu


" Husss... kamu itu di tolong sama mas mu kok begitu sih , bukannya terimakasih. "


" Maksud aku bukan begitu bu !, "


" Sudah, besok kamu berangkat bareng mas mu saja !, nak Rafa ibu tinggal sebentar ya?, " Bu Ida meninggalkan Intan dan Rafa lalu pergi ke kamarnya


Rafa menggantikan Bu Ida duduk sambil memangku kaki Intan, namun Intan merasa risih saat ingin menurunkan kaki nya di tahan oleh Rafa.


Rafa mengelus elus kaki Intan yang mulus putih bersih terlihat sekali luka lecet lecet pada tumitnya serta kemerahan pada telapak kaki ,Intan merinding sendiri saat tangan kekar Rafa mengelus lembut kaki nya.


" Mas sudah, ,,! "


" Mas pijit sebentar biar tidak sakit lagi!, "


Intan tidak bisa menolak lagi, dia hanya diam sambil sambil menikmati pijatan lembut Rafa.


" Apa kamu masih menyembunyikan sesuatu dari mas ?.


" Menyembunyikan apa " Intan tidak mengerti


" Coba kamu fikirkan apa yang belum kamu kasih tau sama mas ??, "


" Tidak ada !, " Intan menggeleng dengan wajah polosnya


" Kenapa ponsel mu tak bisa mas hubungi ?, " Rafa menatap tajam Intan


" Ooppss. " Intan menutup mulutnya , kini ia baru sadar apa yang Rafa maksud.


" Kenapa begitu ?. " Rafa menatap tajam Intan


" Maaf mas!, " Intan menampakkan senyum manisnya agar Rafa marah


" Kenapa ?, "


" Awww,,, sakit mas !, " Intan menarik kakinya, mengusap betisnya yang di cubit oleh Rafa

__ADS_1


Rafa langsung menarik kembali kaki Intan dan taruh kembali di pangkuannya.


" Katakan kenapa kamu tak memberitahu mas kalau kamu mengganti nomor mu ?. "


" Aaku sengaja !, " Intan menjawab pelan


" Sengaja,,!!!. " Rafa geram sekali


" Aampun maass, jangan di cubit... " Intan melihat Rafa akan mencubit betisnya lagi


" Cepat kasih tau mas alasannya, atau bukan lagi mas cubit, tapi mas gigit sekalian betismu


" Aku sengaja mengganti nomor biar bisa move on dari mas Rafa. " Ucap Intan pelan


" Aawww, mas katanya ga di cubit .! "


" Kamu itu, siapa yang suruh move on dari mas hemm ?, " Rafa melipat tangan nya di dada menatap kesal pada kekasih kecil nya ini.


" Kan kita sudah selesai mas, jadi aku......! "


" Siapa yang bilang kita sudah selesai??, "


" Kan waktu itu ???, " Intan menatap Rafa bingung


" Saat itu kamu saja yang mengambil keputusan sendiri, apa mas setuju ???. "


" Tapi kan mas Rafa tak pernah lagi menyapa ku !. "


" Mas sengaja memberi jarak, agar kamu bisa berfikir. "


" Tapi bagaimana dengan ka Diana ?. "


" Bagaimana apa nya??, kan mas sudah bilang kalau mas ga pernah mencintai wanita mana pun termasuk Diana !, "


" Tapi mamah kan.... "


" Mamah tak pernah menjodohkan mas dengan siapa pun, mas akan mengenalkan calon Istri mas langsung ke mamah nanti !, "


Intan terkejut hingga sedikit berteriak


" Intan berisik nanti ibu bangun , " Rafa menutup kedua telinga nya


" Siapa calon Istri mas Rafa ?, " Intan terlihat tak bersemangat


Rafa terdiam sejenak


" Sepertinya otak nya sedang tidak konek !, " Ucap Rafa dalam hati, yah, dia punya Ide kali ini.


" Kamu ingin tau ?, " Rafa tersenyum jahil


" Aku ga mau tau !, " Intan memalingkan wajahnya


" Kamu yakin ?. "


" Sudah sana mas Rafa pulang, bikin kesal aja !, "


" Kalau kamu penasaran, malam minggu nanti ikut mas yah ke rumah mamah !. "


" Aku ga mau !, " Jelas sekali kalau Intan marah


" Kamu harus mau, nanti dandan yang cantik yah, itu kan hari spesial nya mas . "


Intan Ingin sekali menangis kali ini, hatinya benar benar hancur, namun ia mencoba menahan air matanya agar tak tumpah keluar.


Rafa melihat itu menjadi tak tega, namun kali ini ia ingin melihat bagaimana reaksi Intan.


" Mas pulang dulu yah, " Rafa membelai rambut Intan.


Tak ada jawaban dari Intan , wajahnya masih enggan menatap Rafa


" Cup, jangan bobo malam malam, besok pagi berangkat bareng mas yah . " Rafa mengecup pucuk kepala Intan, ia keluar sambil menahan tawanya, melihat raut wajah Intan yang menggemaskan juga kasihan.

__ADS_1


" Apaan sih cium cium sudah punya calon Istri juga !. " Intan kesal mengusak pucuk kepala yang di cium oleh Rafa.


" Padahal kan aku sudah bilang kalau aku sayang sama dia, tau begitu ngapain dia deketin aku lagi , Aaaahhhkkk..... " Intan menghentak hentakkan kakinya karena kesal. " Aduuuhhh.... " Intan lupa kalau kaki nya sedang sakit.


***


Rafa tertawa sampai perutnya sakit melihat reaksi Intan tadi, ada rasa kasihan dalam hatinya,


Rafa jarang sekali tertawa seperti itu, Intan selalu bisa merubah mood nya secara mendadak, kadang cemburu berlebihan, kadang tertawa bahagia, kadang sedih juga. Lelaki dewasa yang baru menemukan cintanya. Ia sudah pikirkan matang matang rencananya kali .


" maafkan mas sayang , "


***


Pagi pun menjelang Rafa sudah berada di rumah Intan, Ia sengaja datang lebih pagi dari biasanya karena ia takut Intan itu kabur lagi .


" Nak Rafa sudah sudah datang ?, Ayo duduk sarapan dulu, Intan masih di kamar . "


" Iya bu , " Rafa duduk di depan meja makan, matanya tertuju pada pintu kamar Intan yang masih tertutup


" Intaaan,,, ayo sarapan , " Bu Ida memanggil anaknya.


" Cekleek... " Suara pintu kamar Intan terbuka


Rafa memicingkan matanya menatap ke mata Intan yang sedikit membengkak.


" Apa dia menangis semalaman ?. " gumam Rafa dalam hati


" Intan kamu habis nangis yah?, " Tanya Bu Ida yang juga melihat bengkak pada mata anak nya


" Semalam kaki Intan sakit lagi Bu,! " Intan mencari alasan padahal bukan Karena itu ia menangis


" Ya sudah kalau begitu kamu izin saja kerjanya, ayo ibu antar ke Dokter. "


" Ga usah Bu, sudah mendingan kok, semalam aku pakaikan balsem. "


" Benar ?. "


" Benar Bu!. "


" Apa sesakit itu ?. " Tanya Rafa ketika mereka sudah duduk berhadapan.


" Tidak, lebih sakit SAKIT HATI . " Intan menatap Rafa dengan sinis


Rafa tak bertanya lagi sepertinya mood Intan sedang berantakan pagi ini,


Sampai saat ini, di dalam mobil pun Intan terus saja cemberut, ia enggan menatap Rafa.


" Nanti pulang bareng mas yah ?, mas tunggu di parkiran. "


" Aku pulang sendiri aja, pasti mas Rafa mau jemput CALON ISTRI mas Rafa kan ?. " Intan dengan sengaja menekankan kata calon istri kepada Rafa


" Brakk. " Intan menutup kencang pintu mobil Rafa, Hingga membuat yang di dalam mobil terkejut,


" kucing Itu kalau sudah marah bisa jadi singa juga yah ??, saya kan memang mau jemput calon Istri !. " Rafa menggeleng gelengkan kepalanya.


Intan sengaja turun jauh dari kantor nya, ia tak mau ada satupun orang kantor yang melihatnya dan menilainya yang tidak tidak.


Rafa masih memperhatikan Intan yang berjalan menuju kantornya, ketika di lihat Intan sudah masuk ke gerbang kantor ,barulah Rafa menjalankan mobilnya.


" Calon Istriku memang menggemaskan !. " Rafa masih senyum senyum di dalam mobil.


-


-


-


tbc


maaf telat up nya, othor lagi sok sibuk 😅😅

__ADS_1


__ADS_2