
Hari ini adalah hari kepulangan Intan dan Rafa, namun tidak dengan Sandy ia masih tetap berada di Canada sampai beberapa hari kedepan
Sandy mengantarkan mereka ke bandara.
" Hati hati bro , semoga acaranya nanti lancar, dan soryy gue ga bisa hadir di acara penting lo, karena bos gue yang kejam !. " Sandy berucap sambil menampakkan wajah kesal pada Rafa
" Terimakasih atas doa nya !. " Rafa merasa tak bersalah.
" Kalian membicarakan apa sih?. "Intan terlihat bingung mendengar obrolan mereka
" Tidak ada sayang, ayo nanti kita ketinggalan pesawat!. "
" Kak Sandy aku pamit yah ?. "
" Iya Demus, mungkin hari ini adalah hari terakhir kebebasan mu !. "
" Maksudnya kak Sandy apa ???. "
" Sudah ayo,,,!. " Rafa segera menarik Intan sebelum Sandy menjawab pertanyaan Intan tadi.
Sandy hanya menggeleng geleng saja melihat Rafa dan Intan yang semakin menjauh.
" Semoga kalian selalu bahagia , " Doa dari sang sahabat.
Di dalam pesawat
" Mas tadi kak Sandy bicara apa sih, aneh banget ?. " Intan penasaran hingga bertanya kembali pada Rafa.
" Tidak usah di fikirkan sayang, Istirahat lah,cup....!. " Rafa mengecup tangan Intan
***
" Bos, Nona Intan dan Rafa sudah kembali ke negara hari ini !. "
" Kembali ?. "
" Iya bos !. "
" Kenapa buru buru sekali, bukankah minggu depan kita ada pertemuan lagi ?. "
" Mereka mengirim pak Sandy untuk mewakilinya !. "
" Ok baiklah !. "
" Saya permisi bos ,,
" ok,,,! . "
" Tunggu dulu, cari tau alamatnya di Indonesia
" Siap bos. "
" Bisakah kamu menjadi milikku !. " gumamnya sang pria
***
" Da, apa rencana buat besok sudah siap semua ?. "
" Sudah mbak, pihak WO sudah memberikan laporan tadi . "
" Da ga nyangka yah semua ini bisa terjadi !. " Mamah Elen memegang tangan bu Ida dengan pancaran kebahagiaan
" Iya mbak, saya juga ga menyangka dan saya sangat bahagia . " Bu Ida dan mamah Elen saling berpelukan
***
"aaaah... akhirnya sampai juga !. " Intan meregangkan kedua tangannya saat turun dari pesawat.
" Kamu lelah sayang ?. "
" Sedikit , !. "
__ADS_1
Rafa dan Intan berjalan menuju mobil yang sudah menjemputnya dengan saling bergandengan . Dan kini mereka sudah berada di dalam mobil
" Sayang, mas sangat mencintaimu,!. " Ucap Rafa sembari mengecup tangan Intan yang entah sudah berapa kali Rafa lakukan hari ini.
Kening Intan berkerut halus , entahlah ia
merasa Rafa bersikap aneh kali ini,
" Sayang ?. "
" Hemm...!. "
" Kenapa kamu tak menjawab pernyataan cinta dari mas ?. " Rafa menampakkan wajah
kecewa nya
" Aku juga mencintai mu mas !. " Intan menjawab masih dengan perasaan yang aneh.
" Terimakasih sayang, setelah ini mas ga akan membiarkan kamu jauh dari mas sedetikpun !. "
" Mana bisa begitu mas, memangnya kita tinggal satu rumah !!. "
" Yah setelah ini kita mungkin akan melakukan itu !. "
" Tap.... hemmm.... " Sebelum Intan melanjutkan ucapan nya mulutnya sudah lebih dulu di bungkam dengan bibir tebal Rafa.
Rafa sudah tak tahan melihat bibir pink Intan yang selalu bergerak gerak saat bicara, di sini kita bisa menilai bahwa tingkat kemesuman lelaki dewasa ini sudah di ambang menghawatirkan.
Intan mendorong tubuh Rafa dengan sekuat tenaga nya, dan ciuman itu terlepas , Rafa terlihat kecewa.
" Sayang kenapa?. "
" Malu dong mas, jangan sembarangan main cium aja !. " Intan kesal sekali Rafa seperti tak tau tempat.
" Kita kan di dalam mobil ?. "
" Mas pikir mobil kita jalan sendiri ?. "
" Biarkan saja sayang, pandangan dia kan kedepan ga mungkin melihat kita !. " sekilas Rafa melihat ke arah supir
" Maaf sayang jangan marah !. " Rafa merangkul Intan dari samping .
Intan memperhatikan jalan yang di lalui, ia merasa jalan ini bukanlah jalan menuju rumahnya.
" Mas kita mau kemana ?. "
" Mau pulang !. "
" iya tapi ini bukan jalan ke rumah aku !. " Intan menatap Rafa untuk meminta penjelasan.
" Ini juga arah kerumah kamu nantinya !. "
Intan menatap Rafa dengan tatapan bingung.
Tapi dia hafal kalau ini arah ke rumah mamah Elen.
" Mas, aku mau pulang, sudah kangen sama Ibu .! "
" Iya sayang, mas juga sudah kangen sama mamah !. "
" Tapi mas bisa antarkan aku dulu, nanti baru kerumah mamah Elen!. " Intan menatap Rafa dengan kesal
" Jangan ngambek sayang, mungkin Ibu ada di sana, kan selama kita pergi ibu tinggal di rumah mamah. "
" Benarkah mas ?. "
" He emm... " Rafa tersenyum lembut pada Intan.
" Aaah.... baiknya mamah Elen ku,,,,! " Intan memeluk lengan Rafa
" Mereka akan menjadi besan, tentu saja harus seperti itu !. "
__ADS_1
Intan tak menanggapinya lagi, kepalanya masih bersandar pada bahu Rafa dan tangan mereka saling berpegangan . Namun Intan menegakkan kepala nya di saat melihat jalanan depan komplek perumahan Rafa begitu ramai, bahkan setelah masuk ke dalam komplek pun semakin ramai.
" Mas ada acara apa yah, kok ramai banget !. "
" Entah ,! " Rafa pura pura tak tahu
Kepala Intan terus menengok ke kanan dan ke kiri banyak mobil mobil mewah terparkir, beberapa polisi juga petugas keamanan yang sedang mengatur mobil parkir . Hampir mendekati rumah mereka sudah di sambut dengan dekor yang menyerupai gapura dan di tutupi dengan mawar putih, Indah sekali hingga membuat Intan kagum.
" Mas cantik banget yah dekornya, siapa yah yang nikah ??!. "
Rafa hanya senyum senyum saja. Melihat Intan yang terkagum kagum . Mereka melewati beberapa gapura yang penuh dengan mawar..
Mobill Rafa terparkir di pinggir jalan.
" Mas kenapa berhenti di sini ?. "
" Kita turun di sini saja. "
" Loh mas, kenapa muka aku di tutup ?," Rafa menutupi wajah Intan dengan jas yang ia kenakan, dan merangkul kekasihnya agar tak terjatuh.
" Sudah sayang, ikuti mas saja !. "
Intan lebih memilih diam dalam perjalanan, entah kemana itu iya ingin keanehan ini segera usai.
Sampailah Intan di suatu kamar, yah ia hafal betul itu kamarnya di rumah mamah Elen namun ada beberapa orang yang sudah berada di kamar itu,
" Ada apa ini ?. " Intan melihat ke sekeliling ada beberapa perias dan juga alat alat make-up yang tersusun, juga dua kebaya putih dan marun yang begitu Indah dan elegan terpajang di patung yang berada di kamar itu.
" Mas ?. " Rafa meminta penjelasan pada Rafa.
" Kamu ikuti saja sayang, mas tunggu di luar yah ?. " Rafa tak menjawab apa yang ingin Intan tau, ia mengecup kening Intan dengan lembut dan berlalu keluar, tak perduli dengan pandangan iri beberapa wanita yang ada di dekat mereka.
Rafa pergi ke kamar nya lantai atas. Ia juga mempersiapkan diri menggunakan baju yang sudah di siapkan MUA. Tapi terlintas di pikirannya untuk merubah acara pada hari ini, ia harus segera membicarakannya dengan orang tuanya mamah juga bu Ida.
Rafa mencari mamah dan papahnya yang ternyata sedang berbincang santai sambil melihat dekor pesta kebun yang terlihat Indah dengan taburan mawar aneka warna, dengan beberapa kristal kristal yang menggantung seperti tetesan hujan di atasnya. Sekilas Rafa begitu takjub dengan hasil nya.
" Mah, pah ?. " Sapa Rafa
" Kamu sudah pulang nak ?, bagaimana Intan ?. " Tanya mamah Elen cemas, karena acara ini di buat tanpa sepengetahuan Intan, dan ia khawatir kalau Intan menolaknya, walaupun Rafa sempat beberapa kali meyakinkan kalau Intan sudah menerima nya.
" Intan sedang di rias di kamarnya !. "
" Ada yang ingin kamu katakan ? , " Tebak pak Kuncoro, seperti sudah membaca pikiran anak lelakinya.
" Iya pah, Rafa cuma mau bilang, sepertinya acaranya kita rubah !. "
" Rubah bagaimana ?, kamu jangan main main Rafa, mamah sudah undang semuanya dan bahkan sebagian sudah hadir , jangan seenaknya kamu membatalkan nya saja !!!!. " Mamah Elen terlihat emosi.
" Mah, sabar dulu , kita dengarkan dulu anakmu sampai selesai , " Pak Kuncoro mengelus punggung Istinya,
" Mah kan Rafa bilang merubah acaranya bukan membatalkan nya !!. "
" Langsung saja maksudnya apa, jangan membuat mamah mu emosi !, " Ucap pak Kuncoro.
" Rafa ingin acara pertunangan ini menjadi acara pernikahan !!!!. "
" Apaaaa !!!. " Mamah Elen terkejut
Pak Kuncoro hanya menghembuskan nafasnya kasar, entah apa yang membuat Rafa berubah pikiran, tapi ia begitu melihat keseriusan Rafa
" Mah, apa mamah keberatan ?. " Rafa bertanya pelan dengan sang mamah yang masih terlihat syok.
" Tentu saja tidak sayang, kalau soal itu mamah mendukung mu, segera berikan mamah cucu yah !!. " Mamah Elen terlihat begitu sumringah.
" Mamah mau mencari besan mamah dulu, mau memberi kabar gembira ini , Idaa,,,, idaa di mana kamu ??,, oh iya pah segera hubungi penghulu kalau tidak mau seret saja , Heii kalian segera siap kan meja dan kursi taruh di taman !!!!, " Mamah Elen tak henti hentinya berkata hingga membuat Rafa dan sang papah melongo melihatnya.
-
-
-
__ADS_1
tbc
Terimakasih yang sudah setia dengan cerita ini 😍😍