
" Sayang bangun, " Rafa menepuk pelan pipi Istrinya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan nya ia pakai untuk menyetir. Rafa begitu panik saat ini ketika tiba tiba saja Intan mengeluh sakit sampai pingsan saat di mobil.
Dengan tergesa-gesa gesa Rafa sudah berada di pintu UGD rumah sakit dan dengan sigap sudah ada petugas yang menunggu,
" Bapak mohon tunggu di sini !. " Dokter melarang Rafa masuk ke dalam ruang tindakan.
" Tolong istri saya Dok !!!. "
" Itu sudah jadi tugas kami pak !. " lalu dokter itu meninggalkan Rafa dan masuk ke dalam.
Rafa mondar mandir tak karuan, panik, takut, cemas semua campur jadi satu. Rambut nya sudah kusut kemejanya sudah berantakan. Ia sudah tak perduli lagi dengan penampilannya yang ada di otak nya saat ini hanya Intan dan Intan.
" Nak, bagaimana ke adaan Intan ??, " Mamah Elen juga bu Ida dateng bersama begitu Rafa menghubunginya, mamah Elen langsung menjemput besannya. Kedua orang tua itu tak kalah cemas dari Rafa
"Mah, bu , Intan sedang di tangani di dalam, " Ucap Rafa dengan raut kegelisahan
" Sabar nak, mudah mudahan Intan tidak apa apa !. " Bu Ida mengelus punggung menantunya yang terlihat begitu kacau, padahal ia sendiri juga begitu menghawatirkan putri satu satunya itu.
" Duduk dulu nak !. " Mamah Elen menuntun Rafa untuk duduk. Namun baru juga sebentar mereka duduk pintu ruangan itu terbuka, hingga membuat ketiga orang itu berdiri bersamaan,
" Bagaimana Istri saya dok ?. "
" Bagaimana anak saya dok ?. "
" Bagaimana menantu saya dok ?. "
Semua kata kata itu spontan di ucapkan oleh ke tiga orang itu dengan berbarengan , hingga membuat sang Dokter tersenyum lucu.
" Waah,,, kalian memang keluarga yang kompak yah , " gurau dokter yang sudah paruh baya itu.
" Dok ?. " Rafa kesal karena dokternya malah bergurau sedangkan dirinya tak sabar untuk mengetahui apa yang terjadi pada Istrinya.
" Baiklah,, maaf yah pak, Istri anda tidak mengalami sesuatu yang serius, hal yang Istri anda rasakan wajar untuk seseorang yang sedang hamil muda, mungkin ada sesuatu yang membuatnya terkejut hingga perut nya mengalami kram ,! "
" Ha,, haamil...?, Istri saya hamil dok ?, " Rafa terlihat gugup , saat Dokter berkata kalau Istrinya sedang hamil. Rafa masih terdiam bingung.
" Jadi bapak belum mengetahui nya!. "
Rafa menggeleng,
" Kalau begitu nanti bapak bawa Istri nya ke Dokter Obgyn yah pak, untuk mengetahui berapa lebih tepatnya kandungan Istri bapak, Sebentar lagi Istri bapak akan di pindahkan ke ruang rawat, silahkan tunggu sebentar, Dan saya permisi dulu !. " Dokter itu berpamitan kepada keluarga Rafa yang terlihat bingung juga bahagia mendengar kabar dari Dokter tadi.
Kini Intan sudah berada di ruang rawat inap, ruangan VVIP sudah pasti, karena Rafa ingin Istrinya nyaman.
" Mas sudah,,, iiih... malu sama ibu dan mamah, " Intan merasa risih Rafa terus saja menciuminya.
Bu Ida dan mamah Elen hanya geleng geleng saja melihat tingkah anaknya itu.
" Mas bahagia sekali sayang, sangat sangat bahagia , " Rafa Menggenggam tangan mungil istrinya lalu mengecup nya berulang ulang.
" Aku juga sangat bahagia mas, bisa melihat mas, Ibu dan mamah, papah bahagia .! " Intan kali ini merasa bangga karena bisa membuat ketika orang tuanya bahagia begitu juga suaminya
Ada terselip rasa khawatir dalam diri Rafa,Kandungan Intan rentan keguguran karena Intan memiliki kandungan yang lemah, ia akan berusaha untuk menjaga Intan juga calon anak mereka dengan sekuat tenaga.
" Ingat kata Dokter sayang, kamu harus betres selama 3 minggu, setelah itu kamu juga tidak boleh terlalu lelah sayang, menurut lah kata Dokter demi anak kita !, " Ucap Rafa dengan lembut.
" Iya mas !. "
__ADS_1
" Apa setelah ini aku sudah tidak boleh bekerja lagi ?, "
" Tentu saja tidak...!!!, " Rafa
" Tentu saja tidak...!!, " Mamah Elen
" Tentu saja Tidak...!!, " Bu Ida
Lagi lagi kata itu keluar secara bersamaan, hingga membuat Intan terkejut, lalu tertawa lucu, Mamah Elen dan bu Ida juga ikut tertawa.
" Sepertinya setelah ini bukan hanya mas yang akan selalu mengawasimu, mereka juga !!, " Rafa melirik mamah Elen dan bu Ida yang tengah duduk di sofa, entah apa yang sedang mereka obrolin terlihat serius.
Intan bergidig ngeri setelah ini mungkin akan ada banyak larangan yang ia dapat,
" Rafa kamu pulang lah, Istirahat, setelah itu baru kembali lagi !, " Ucap mamah Elen, ia ingin Rafa membersihkan diri terlebih dahulu,
" Tidak mah, Rafa ingin tetap di sini !, "
" Tapi kamu harus mandi dulu dan berganti pakaian, itu loh penampilanmu awut awutan seperti itu !. "
" Mah,,,!. " Rafa terlihat tak Terima
***
Di tempat lain ada seseorang yang sedang patah hati, kini tengah merasakan patah hati yang begitu dalam, Cinta yang tumbuh terlalu cepat dari biasanya membuat goresan luka yang membuat nya hilang semangat, Tujuannya ke Indonesia adalah mengejar cinta nya, Namun ucapan Rafa saat di rumah sakit menghancurkan semua harapan nya
#flasback #
" Pak apa perlu kita mengikuti nya ?. "
" Jangan banyak tanya dan ikuti terus, " Pak Antonius terlihat begitu menghawatirkan Intan, hingga terus mengikuti mobil Rafa dari belakang bahkan sampai ke rumah sakit,
Dan langkah pak Antonius terhenti saat Rafa berkata pada Dokter. " Tolong Istri saya Dok." kata kata itu membuat pak Antonius memundurkan langkah nya.
#flasback off#
Hingga akhirnya langkah nya sampai di tempat ini,di mana orang orang penuh luka hati serta rasa kecewa menumpahkannya dengan minuman.
" Pak sudah pak, anda terlalu banyak minum !, "
Jovan sang sekertaris terlihat begitu iba melihat keadaan bos nya saat ini. Yaah,,, ia tau apa yang bos nya rasakan saat ini.
" Jo, apa boleh aku merebut nya ???, " Ucap pak Antonius sedikit terbata bata karena sudah begitu mabuk.
" Jo mengapa aku tidak tau lebih awal tentang dia, kau juga bodoh Jo, kenapa kau tidak tau kalau dia sudah menikah, aaah... tapi aku tidak perduli Jo, mungkin aku bisa merebut nya, boleh kan Jo,,,?, Kalau orang lain bisa memilikinya aku juga bisa, Iya kan Jo ???, " Pak Antonius terus saja berkata sendiri,
Dan Sekertaris nya hanya diam saja tanpa menimpali pertanyaan dari orang mabuk itu.
" Semoga ucapan mu tak sungguh sungguh bos. "
***
Intan tak bisa menelan apapun, karena apa yang Ia makan pasti akan di muntahkan nya kembali.
Intan tak di perkenankan turun dari ranjang, hingga Rafa menyiapkan satu buah Ember kecil untuk Intan jika ingin muntah.
Dokter juga memasukkan beberapa vitamin pada Infusannya, agar agar Intan dan calon anaknya tetap sehat walaupun sulit untuk makan.
__ADS_1
Setelah hampir tiga hari Intan di rawat akhirnya di perbolehkan pulang, Ia memilih untuk pulang ke rumah bu Ida, karena ia ingin dekat dengan Ibunya, mamah Elen tak melarang ia bahkan bisa ke sana setiap hari jika mau,
Intan sudah berada di kamar lama nya, mamah Elen dan pak Kuncoro sudah pulang, Begitu pun Bu Ida yang sudah beristirahat di kamarnya .
Jujur Rafa sebenarnya tidak terlalu kerasan di kamar Intan, tidak ada AC dan ranjang yang terlalu kecil jika untuk mereka berdua. Bukannya Rafa tak bisa membelikan ranjang yang lebih besar hanya saja kamar Intan tak terlalu luas jadi tidak memungkinkan jika ranjangnya di ganti dengan ukuran yang lebih besar.
" Mas, kamu tidak bisa tidur yah ?, " Intan menyadari suaminya yang terlihat gelisah, bahkan keringat di keningnya tak pernah kering, Rafa akhirnya membuka bajunya, hanya menyisahkan celana boxer nya saja karena terlalu gerah.
" Mas kita ke rumah kita saja yuk...! " Intan mengajak Rafa ke rumahnya yang berada di sebelah rumah Intan.
" Kenapa ?. "
" Sepertinya mas selalu tak bisa tidur jika di sini ?. "
" Bisa kok sayang, nih mas juga sudah mengantuk !, "
" Aku mau di sana saja mas, di sini bobo nya sempit!, "
" Beneran kamu mau di sana ?, nanti ibu bagaimana ?, "
" Ga apa apa, ibu juga pasti tau kok kalau kita ga ada di kamar pasti di rumah mas , "
" Baiklah kalau begitu mas pakai baju dulu !. "
Mereka kini sudah berada di kamar Rafa yang luas dan nyaman
" Mas ?, " Intan yang sedang tiduran berbantalkan lengan suaminya menatap ke arah sang suami dengan lembut.
" Ya sayang ?, " Rafa pun membalas dengan tatapan yang sama.
Intan memiringkan tubuhnya sehingga saling berhadapan. Tangan nya mengelus lembut dada bidang suaminya.
Membuat Rafa mengeram menahan sesuatu yang tak boleh ia lakukan saat ini, tapi tangan mungil ini memancing nya terlebih dahulu.
" Sayang jangan seperti ini! , " Rafa memegang tangan Intan.
" Mass...?, " Intan mengulangi panggilanya dengan sedikit manja.
" Heemmm,,,,!. "
" Aku pingin... "
" Pingin apa sayang?, biar mas belikan.
Intan menggeleng, " bukan makanan "
" Lalu apa ?, "
" Aku pingin Ini !!!. "
Seketika mata Rafa membola sempurna!!!.
-
-
-
__ADS_1
tbc
Terimakasih yang sudah setia menunggu cerita ini 😘😘