
Intan yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya sampai terlonjak kaget ketika Rafa tiba-tiba saja membuka pintu kamarnya dengan kencang, hingga daun pintu itu menabrak tembok di belakang nya hingga menimbulkan suara yang keras.
" Mmaass, kenapa ada di sini ?," Intan berdiri dari duduk nya memandang Rafa dengan terkejut dan sedikit takut
" Kenapa kamu bilang ? ,, " Rafa menatap tajam Intan
" Maaf mas tadi aku... "
" Siapa yang kamu temui tadi ?. " Rafa memotong ucapan Intan
" Iitu,, teman ku mas . "
" Siapa teman mu??, mas bahkan bisa dengan mudah mengetahui siapa saja teman mu!!. "
Intan bingung harus menjawab apa, iya tak mungkin bilang pada Rafa kalau ia pulang karena merasa cemburu.
" Mmaass.. " Intan melangkah mundur ketika melihat Rafa semakin mendekati nya dengan wajah yang terlihat marah.
" Tau kah kamu betapa mas begitu mengkhawatirkan kamu ,? mas takut terjadi apa apa padamu, tapi apa balasan kamu ?, kamu justru bertindak semau mu tanpa berfikir terlebih dahulu. "
" Maaf mas... " Intan menunduk sambil meneteskan air matanya.
" Huufff... " Sungguh air mata Intan lah yang membuat Rafa merasa lemah.
" Sekarang jawab jujur, siapa yang baru saja menemui mu ?. " Rafa sudah mengganti intonasi suaranya pada mode standar
" Tidak ada !!. " Intan berkata jujur,
" Lalu kenapa kamu tadi tiba tiba pulang ?, "
" Aku lelah mas , " Intan kali ini memilih berbohong, ia masih malu kalau harus bilang pada Rafa kalau ia sebenarnya cemburu pada Rafa dan Diana.
" Jangan berbohong Intan, mas tau kamu sedang berbohong , " Rafa menatap tajam Intan sambil melipat kedua tangan di dadanya dengan raut yang serius
Intan masih bingung harus berkata apa, sungguh otaknya buntu kali ini karena tak mau mengakui kalau dia sedang cemburu,
" Apa kamu sedang mencari kata kata yang tepat agar mas percaya kata kata bohong mu ??. "
Seketika Intan menatap Rafa " Apa sekarang dia menjadi peramal ??. " Batin Intan, karena apa yang di katakan Rafa memang benar
" Mas Ibu mana ?. " Mata Intan seolah-olah sedang mencari keberadaan ibunya
" Tak usah mengalihkan pembicaraan INTAN !!. " Rafa mengusak rambut nya kesal sekali dengan jawaban anak Abg ini
" Aku cemburu masss, " Akhirnya kata itu keluar dari mulut Intan, karena merasa sangat malu Intan pun menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
Rafa sempat terkejut mendengar kata kata cemburu yang baru saja ia dengar dari mulut kekasih kecilnya itu.
" Jadi kamu cemburu ??. " Perlahan Rafa membuka telapak tangan yang menutupi wajah Intan. Yah betapa hati Rafa kini merasa bangga karena ia dapat membuat Intan cemburu
" Mas mau lihat bagaimana wajahmu jika sedang cemburu ? . "
" Iih apaan sih mas, " Intan memalingkan wajahnya
" Sayang cemburu mu itu sudah membuat mas ketakutan . " Rafa menarik Intan dalam pelukannya.
" Maaf mas . "
" Tidak sayang, justru mas merasa bahagia . "
" Jadi, mas bahagia karena mas akan di jodohkan dengan kak Diana begitu ?. " Intan berkata dengan raut wajah sendunya, sembari melepaskan pelukan Rafa
" Heei,, siapa yang mengatakan itu pada mu ??. "
" Mamah dan Mamahnya kak Diana !!. "
Rafa terdiam, dia seperti sedang berfikir.
" Apakah itu benar mas??. "
" Sayang dengar kan mas , Apapun yang terjadi kedepannya tolong kamu hanya percaya pada mas, mas tidak akan menikah dengan siapapun kecuali kamu, seperti perkataanmu waktu itu kalau kamu sudah percaya sepenuhnya pada mas,,, kamu mengerti sayang ??. " Rafa berkata dengan lembut secara jelas, agar Intan dapat memahami nya
" iya mas, Apa di masa lalu kalian pernah punya hubungan ??. "
Rafa gugup atas pertanyaan Intan, walaupun hanya kisah masa lalunya, itu mungkin bisa membuat hubungan dirinya dan Intan merenggang nantinya , karena itu Rafa lebih memilih untuk menyembunyikannya.
__ADS_1
" Mass, kok malah melamun sih !!. "
" Sayang, kamu kan sudah tau mas tidak pernah punya kekasih, hanya kamu yang pertama buat mas, dan soal Diana dia hanya teman masa kecil mas dulu. "
" Benar begitu ???. "
" Iya sayang , kamu percaya sama mas ya ?. "
" Baiklah aku percaya !. "
" Gadis pintar , " Rafa mengusap pucuk kepala Intan lalu menarik nya kembali dalam pelukannya.
" Maaf kan mas Intan,, " Rafa berkata dalam hati
" Tapi kalian terlihat sangat serasi . "
" Kamu hanya melihat dari fisiknya saja . "
" Tapi kak Diana kelihatanya gadis yang baik. "
" Kamu lebih baik menurut mas !. "
" Tapi.... "
" Diam Intan,,,! . " Rafa kesal karena Intan selalu saja membicarakan Diana
" Mas, besok aku mulai kuliah , aku berangkat pakai motor saja ya ?. "
" Nanti mas yang antar kamu , kamu tinggal hubungi mas saja kalau sudah pulang, sepertinya besok tak ada jadwal penting !. "
" Mas aku sudah sehat, aku sudah bisa bawa motor sendiri !. "
" Jadilah kekasih mas yang penurut Intan !!!. "
" Iya mas , " Kata kata Rafa sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi
***
Pagi pun menjelang, Rafa dan Intan seperti biasa sedang sarapan bersama juga dengan Bu Ida.
" Sudah bu, aku sudah sehat kok . "
" Setelah selesai langsung pulang, jangan pergi kemana pun !!. "
" Iya bu . "
" Dan jangan lupa ponselmu jangan sampai lowbat, nanti susah di hubungi !. "
" Iya bu sudah full batrai . "
Rafa hanya mendengar kan saja obrolan ibu dan anak itu tanpa bersuara sama sekali.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil menuju kampus Intan
" Apa perlu mas belikan dua ponsel untuk mu ?. "
" Untuk apa dua ponsel ?. "
" Untuk mu, agar mudah di hubungi dan tak ada alasan karena habis batrai !!. "
" Itu bukan alasan mas, HP ku memang sering lowbet maklum HP lama !. "
" Kalau begitu pulang kuliah nanti kita beli ponsel ! "
" Tidak perlu mas, HP aku masih bisa di gunakan kok!. "
" Berikan ke tukang parkir, nanti mas belikan yang baru , "
" Iiisss,,, sombongnya , " Intan menggerutu
Rafa hanya mengangkat bahu nya acuh dengan ocehan Intan.
Intan mencium tangan Rafa sebelum keluar dari mobil.
" Ingat nanti mas jemput !. "
__ADS_1
" Iya mas . "
Intan pun keluar dari mobil Rafa dan berjalan menuju gedung perkuliahannya.
***
Rafa berkutat dengan pekerjaan nya, yang sudah hampir mendekati makan siang namun posisi Rafa balum bergeser sedikit pun
"Tokk, tokk, tokk,! "
" masuk !. "
Sandy yang masuk ke dalam ruangan Rafa, namu Sandy tak masuk sendiri kali ini.
" Broo?. "
" Hemmm, " Fokus Rafa masih pada dokumen di mejanya
" Sibuk banget ya Raf ?, " Suara lembut yang Rafa sudah hafal betul pemiliknya
" Die? , ada apa kemari ?. " Rafa terkejut dengan kedatangan Diana
" Aku di suruh mengantarkan ini sama Tante Elen !. "
" Apa Itu ?. " Rafa menyipitkan matanya
" Makan siang , tadi aku masak berdua sama tante, karena masaknya banyak jadi aku antarkan saja buat kamu , sekalian kita makan bersama . "
" Kamu bawa banyak kan ? . "
" Banyak kok !, " Diana tersenyum senang
" Sandy, kita makan siang bareng . " Rafa mengajak Sandy untuk makan bersama mereka
" Siap boss " Jawab Sandy dengan senang hati dia menerima tawaran itu, apalagi itu masakan Diana sendiri wanita yang sejak dulu ia kagumi secara diam diam.
Senyum manis Diana kini sedikit memudar.
Mereka pun makan siang bersama di ruangan Rafa, tak ada obrolan antara mereka, Sandy yang biasanya cerewet kini tiba-tiba saja menjadi pendiam, dan itu lucu menurut Rafa.
" Rafa setelah ini bisakah mengantarkan aku ke Apartement ini ?, " Diana menunjukkan ponselnya yang berisikan alamat yang di tujuan.
" Tidak bisa aku ada janji setelah Ini . "
" Ayolah Rafa aku mohon, aku tak punya siapapun selain kamu di sini, hanya sebentar kok !. "
Rafa melihat jam di pergelangan tangan nya, sepertinya masih ada waktu sebelum menjemput kekasih kecilnya.
" Baik lah . "
" Terimakasih . " Jawab Diana dengan senyum manisnya
***
" Mas Rafa kemana sih???, " Sudah hampir satu jam Intan menunggu Rafa di depan gerbang kampus namun Rafa tak kunjung datang.
Intan mencoba menghubungi Rafa namun selalu saja di luar jangkauan.
" Panas banget lagi !. " Intan mengelap keringatnya yang mengucur karena udaranya yang lumayan panas
Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti tepat di hadapan Intan.
" Intan !!. " Sang pemilik mobil menyapa Intan
" Ka, kamu . " Intan terkejut dengan lelaki yang menyapa nya itu.
Intan memundurkan langkahnya,Intan begitu ketakutan kini. Ia pun segera berlari masuk ke dalam kampusnya kembali.
" Intan maafin gue, gue menyesal .! "
-
-
tbc
__ADS_1