
" Mas kamu ga boleh gitu iih..., "
" Mas ga ngapa ngapain kok sayang,,! "
" Irfan itu teman aku mas !, "
" Dan kamu juga jangan lupakan kalau teman kamu itu pernah berbuat jahat sama kamu!, "
" Dia sudah meminta maaf mas, dan aku juga sudah memaafkan, setiap manusia pasti pernah berbuat salah, kita harus beri dia kesempatan untuk berubah...! "
" Baik lah, istriku yang baik hati ,! " Rafa sesungguhnya belum bisa memaafkan irfan.
Jadi ia harus tetap mengawasi pertemanan antara Intan dengan Irfan, karena Rafa masih mencurigai perubahan dalam diri Irfan .
" Mas, kita pulang ke rumah mamah yah ?, "
" Iya sayang, apa kamu mau kita pulang ke rumah kita saja biar lebih dekat dengan ibu , tidak masalah kita mas bisa putar arah.
" Tidak mas, kasihan mamah sudah kangen katanya dengan kita !, "
" Bukan kita sayang, tapi kamu !!!, " Selama ini yang mamahnya tanyakan hanya Intan dan Intan, apalagi sekarang Intan tengah mengandung cucu yang selalu di idam idamkan nya, Rafa sudah semakin menjadi urutan kesekian yang di rindukan mamah nya.
" Hahaha,,, mas nih ada ada saja, mamah juga kangen lah pasti sama kamu,,,! "
Rafa hanya mengangkat kedua bahunya acuh.
Sampailah mereka di rumah besar mamah Elen, dan mereka sudah di sambut oleh mamah dan pak Kuncoro yang hari ini libur.
" Uuuuhhhh... anak mamah, mamah kangen banget, bagaimana kabarnya cucu mamah di sini , " Mamah Elen memeluk Intan lalu mengelus perut menantu kesayangannya.
" Baik mah, dan semuanya sehat!, " Intan tersenyum bahagia , Ia juga menyalami bapak mertuanya yang juga tersenyum ramah, pak Kuncoro memang sedikit pendiam sangat berbanding terbalik dengan istrinya yang tak bisa diam, mungkin karena itu rumah tangga mamah Elen dan pak Kuncoro sampai saat ini minim permasalahan sifat mereka saling melengkapi.Karena pak Kuncoro yang selalu mengalah dan tak pernah memperpanjang masalah. Sedikit banyak sifat itu menurun ke anak nya.
" Mah...? " Rafa memanggil mamahnya
" Apa...?
" Mamah kenapa sadis gitu sih kalau Rafa yang manggil "
" Apa sih kamu tuh, ga jelas , Ayo sayang, kamu harus istirahat !, " Mamah Elen menuntun menantunya ke dalam dan mengabaikan Rafa.
Seperti biasa pak Kuncoro hanya bisa menggeleng saja melihat anak dan istrinya, yang sudah biasa mereka seperti itu.
***
Usia kandungan Intan kini sudah memasuki usia 4 bulan, dan Intan terlihat lebih sehat di banding bulan bulan sebelum nya, namun Rafa tetap membatasi kegiatan Intan tidak boleh terlalu lelah.
Hari ini Rafa berangkat lebih pagi dari biasanya, karena ada urusan yang harus segera di selesai kan, Intan kesal karena suaminya itu berangkat tanpa membangunkannya, Intan selalu ingin di dekat suaminya , dan jika makan pun harus ada Rafa, kadang membuat Rafa kerepotan, Seperti saat ini Intan belum sarapan karena Rafa berangkat lebih pagi.
" Nak kamu kenapa ?, " Mamah Elen bertanya pada Intan yang tengah termenung di taman samping rumah.
" Enggak apa apa mah ?, " Jawab Intan dengan senyum di paksakan
__ADS_1
" Nak, kamu belum makan yah ?, "
" Aku sudah minum susu mah !, "
" Tapi kamu belum makan kan ?, "
Intan mengangguk lemah, ia ingin bilang kalau ia ingin makan dekat suaminya, tapi ia malu dan takut kalau mertuanya ini akan marah.
" Nak, mamah saat hamil suamimu dulu juga sama seperti mu , bahkan mamah lebih manja di banding kamu, ! "
" Benarkah mah ?, "
" Bener nak, bahkan mamah sampai marah marah sama papah karena papah terlalu lama di kamar mandi,! " Mamah Elen merasa lucu sendiri jika mengingat masa masa ngidam nya dulu, jadi ia paham betul apa yang di rasakan menantunya saat ini. " Kamu mau makan jika di samping suamimu kan ?, " tebak mamah Elen
Intan mengangguk dengan sedikit malu.
" Tidak apa apa nak, itu sangat wajar terjadi saat hamil, kamu bisa menyusul suamimu di kantor jika kamu mau !, "
" Boleh mah ??, " Tanya Intan dengan antusias
" Boleh dong nak, tapi di antar supir yah ?, " Mamah Elen mengelus lembut rambut menantunya itu.
" Iya mah, aku ganti baju dulu yah,! " Raut wajah Intan begitu ceria
" Tapi kamu tidak boleh terlalu lelah yah nak !!, " Teriak mamah Elen karena Intan sudah menaiki tangga
" Beres mah ...! "
***
" Kalian ini bagaimana , kenapa laporannya kacau seperti ini !!!, apa kalian sudah tidak berniat lagi bekerja di sini !!!, " Rafa membentak 4 orang karyawannya yang lalai dalam mengerjakan tugas mereka,
Andai saja Sandy tak memeriksa nya lebih dulu mungkin perusahaan nya akan rugi hingga ratusan juta karena keteledoran karyawan nya itu.
Bukan hanya Rafa, Sandy pun begitu geram pada Empat orang karyawan itu, padahal mereka sudah mengabdi cukup lama di Perusahaan ini, " Apa mungkin salah satu dari mereka sengaja melakukan nya , " batin Sandy
" Bakar sampah ini, dan buat yang baru, saya mau besok pagi harus sudah ada di meja saya,! " Rafa melempar berkas itu pada 4 orang yang sedang menunduk ketakutan,
" Baik Pak !, " Mereka memungut kertas itu lalu berjalan keluar dengan menunduk lesu.
" Kita juga harus bicara dengan pak Budi !, "
Ucap Sandy.
" Baiklah, panggilkan dia, kita harus tuntas kan saat ini juga!!!. " Rafa memijit pelipisnya karena pening, permasalahan ini sungguh menguras emosinya.
Tak lama berselang pak Budi memasuki ruangan Rafa dan duduk di hadapannya. Dan Sandy berdiri di samping Rafa sambil bersidekap dengan tatapan dingin tak kalah menakutkan dari sang Bos.
" Cepat katakan kenapa ini bisa terjadi ?, " Tanya Rafa dengan tatapan dingin
Di saat Rafa sedang menginterogasi Pak Budi, ternyata Intan sudah berada di lobi perusahaan milik suaminya, sebagian besar orang di perusahaan itu sudah mengetahui siapa Intan, membuat satu perusahaan terkejut kala mendengar siapa yang di nikahi bos dingin mereka, Tentu saja sebagian para perempuan perempuan itu merasa iri dengan Intan, mereka yang sudah lama bekerja di sana saja tidak pernah sekalipun di lirik oleh Rafa, dan bahkan di lirik oleh sekertaris nya pun tidak pernah, sedangkan Intan yang baru beberapa bulan saja sudah berhasil mengambil hati sang Bos, hingga ada yang berprasangka buruk terhadap Intan.
__ADS_1
Dengan senyum penuh semangat Intan kini sudah berada di depan pintu ruangan Rafa, ia melirik meja Sandy namun kosong.
Saat Intan Ingin mengetuk pintu, Tiba-tiba saja pintu itu terbuka, Pak Budi keluar dari ruangan itu dengan wajah yang muram,
" Pak !!, " Intan menyapa Pak Budi sambil membungkukkan kepalanya.
" Iiiya bu,,! " Pak Budi menjawab dengan canggung, wanita yang pernah jadi bawahannya itu kini menjadi Istri dari Bos besar nya.
" Saya permisi Bu !. "
" Silahkan pak !. "
Setelah pak Budi berlalu Intan langsung masuk,
Rafa sedang berbincang serius dengan Sandy mendengar suara pintu terbuka, hingga membuatnya kesal " Apakah anda tuli dengan perintah yang saya berikan ?, " Rafa membentak tanpa melihat siapa yang masuk.
" Bro ... " Sandy menyuruh Rafa membalikkan tubuhnya, Karena yang masuk ke dalam adalah Intan
Rafa menengok, sedikit terkejut melihat kedatangan Istrinya, padahal ia sudah melarang nya untuk keluar rumah takut Istrinya itu kelelahan.
" Sayang kenapa kamu ke sini ?, "
" Aku membawa ini !, " Dengan senyum Intan menunjukkan kotak bekal makanannya.
Rafa melihat jam di pergelangan tangannya masih terlalu pagi jika mengantarkan makan siang untuk nya, Rafa jadi teringat kebiasaan istrinya itu akhir akhir ini.
" Kamu belum sarapan ??, " Rafa menatap dingin Istrinya
" Belum, aku ingin makan bareng mas Rafa !,"
" Apa kamu tidak bisa makan sendiri !!!, kenapa kamu membiarkan anak saya kelaparan, jangan hanya mementingkan diri sendiri Intan!!!, "
" Bro, sudah!!, "
" Dan bagaimana kalau saya pergi perjalanan bisnis, apa kamu juga tidak akan makan selama saya pergi , kamu jangan egois !!!, " Permasalahan kali ini membuatnya pusing tanpa sadar ia membentak Istrinya,
Intan yang masih dalam posisi berdiri di depan pintu karena Rafa bahkan lupa menyuruhnya duduk malah langsung membentak nya yang membuat Intan mematung karena syok, hingga membuat makanan yang di bawa nya jatuh.
" Maaf... " Intan langsung berlari pergi dari ruangan itu sambil menahan tangisnya.
" Bro, lo jangan keterlaluan, istri lo lagi hamil !!!, " Kini Sandy balik membentak sahabatnya itu.
" Siiittt.... " Rafa memukul sofa langsung berlari keluar menyusul istrinya...
-
-
-
tbc
__ADS_1
like, komen dan vote nya dong, biar othor tambah semangat 😍😍