Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Mencurigakan


__ADS_3

" Kkaa,, Sandy ?, " Intan menjadi gugup karena tiba tiba saja Sandy ada di ruangan nya.


" Iya Demus , " Sandy menaik turunkan matanya


" Ka, kenapa ada di sini ?. "


" Apa Demus lupa sedang berada di mana ?, "


" Iiya ka, " Bodohnya Intan kenapa bertanya seperti itu, ia hanya takut jika Sandy sudah tau ia ada di sini, sudah berarti sebentar lagi Rafa pun akan tau.


Saat sedang mengobrol tiba-tiba saja pak Budi masuk.


" Pak Sandy !, " Sapa pak Budi manajer keuangan yang baru saja masuk


" Hemmm,,, " Jawab Sandy menganggukkan kepala


" Ada apa pak ? , apa ada yang harus di revisi, bapak tinggal telfon saja, biar nanti saya yang ke sana, tidak perlu bapak yang ke sini !, " Pak Budi baru pertama kalinya di datangi secara langsung oleh Sandy, Sandy termasuk orang yang di segani setelah Rafa di kantor ini.


" Tidak pak, saya hanya mengecek karyawan magang , saya permisi !, "


" Silahkan pak , " Pak Budi dan Intan menunduk kan kepalanya


Sekilas pak Budi melirik ke Intan, karena menurutnya ada yang aneh, sejak kapan sang Sekretaris mengurusi hal beginian.


Intan langsung saja mengerjakan tugas tanpa berani melihat pak Budi yang sedang memperhatikannya.


Intan mengerjakan dengan tepat waktu apa yang di berikan pada pak Budi, Hingga pak Budi merasa Intan adalah anak yang pintar,


" Intan, Istirahat lah, sudah waktunya makan siang , "


" Iya Pak, sebentar lagi !. "


" Kalau begitu saya duluan ya ?. "


" Silahkan pak . "


Sedikit banyak Intan tau seluk beluk kantor ini, hanya saja ia enggan untuk berjalan ke kantin, karena takut kalau bertemu dengan Rafa nantinya, Ia membawa satu potong roti tawar yang sudah ia beri selai dan satu kotak kemasan sari kacang hijau, yang ia rasa cukup untuk mengganjal perut nya.


Rafa dan Sandy berencana akan makan siang di luar, dalam perjalanan turun dari lantai atas mata Sandy tak henti hentinya melihat ke sekitar.


" Brukk, " Hingga tanpa sadar sandy menabrak Rafa yang berhenti tepat di hadapannya.


" Pak kalau mau berhenti bilang bilang dong!,"


" Sebenarnya kamu sedang mencari apa sih ?, "


" Mencari Demus,,, " seketika Sandy membekap mulutnya yang sudah kelepasan berbicara


" Coba ulangi ?, "


"Mencari sampah pak bos siapa tau ada yang buang sampah sembarangan, "


Rafa menatap datar Sandy, lalu melanjutkan jalannya. Sandy sengaja tak ingin memberitahukan dahulu pada Rafa, ia ingin Rafa bertemu dengan sendirinya, dan ingin tau seperti apa reaksinya nanti.


Sore pun tiba waktu jam kantor telah usai, sebagian pekerja sudah ada yang pulang, dan Intan masih membereskan pekerjaan nya, setelah rapih dia pun mengambil tas ransel nya dan beranjak pulang, Sampai parkiran motor ia bertemu dengan bang rapah sang Ob yang dulu mereka pernah mengobrol.

__ADS_1


" Looh,,, mbak,, mbak kan, mbak Intan yah ?, " Bang Rapah mengingat betul Intan


" Iiya bang !, " Intan terlihat kikuk


" Mbak kerja di sini ?. "


" Iiya bang!. "


" Tapi kan mbak itu bukanya....?. "


" Permisi yah bang, udah sore nih mau pulang !. "


" Ooh,,, iya,,, iya... "


Intan pun langsung melajukan kendaraannya keluar dari parkiran, ia berharap Bang Rapah tidak menceritakannya pada siapa pun.


" Bukanya dulu dia itu adiknya bos yah ???. "


Bang Rapah mencoba mengingat Intan


Intan pulang pukul 5 sore, dan sampai ke rumah jam 6 karena jalanan sore yang macet jadi agak terlambat pulang.


' Asalamualaikum bu, "


" Waalaikumsalam , kamu sudah pulang Tan !?. "


" Iya bu, " Intan langsung merebahkan dirinya di sofa depan TV.


" Lelah yah Tan ?. "


" Ya sudah sana kamu mandi dulu, setelah magrib kita makan, lalu kamu istirahat !. "


" Iya bu !. "


Intan masuk ke dalam kamar, mengambil handuk lalu menuju kamar mandi,


Intan keluar dari kamar mandi melihat sang ibu sedang masak, karena kalau ke kamar mandi akan melewati dapur,


" Bu kok masaknya banyak, memangnya mamah Elen masih menginap ?. "


" Mamah Elen sudah pulang, namun tadi nak Rafa minta di masakin sama Ibu jadi sekalian saja !. "


" Apa mas Rafa akan makan malam di sini ?."


" Sepertinya iya, dia bilang hari ini tidak lembur , "


Tak ada pertanyaan lagi dari Intan, ia meninggalkan ibu nya dan kembali ke kamar, Ia duduk di pinggir ranjangnya.


" Kalau dia terus ke sini kapan aku bisa move on nya , kenapa dia ke sini lagi sih !!? " Intan berbicara sendiri.


Intan memilih baju tidur stelan berbahan katun dengan celana pendek di atas lutut, dengan rambut yang masih di gulung handuk karena masih basah, Ia sedang tengkurap di kasur sambil memainkan ponselnya.


" Intan, ayo makan dulu ?. " Bu Ida memanggil dari luar kamar


" Iya bu , " Intan langsung beranjak dari ranjang nya, masih dengan handuk yang tergulung di kepala

__ADS_1


Saat Intan sampai di meja makan Ia melihat sudah ada Rafa di hadapan nya.


" Eehh, mas Rafa , " Sapa Intan canggung, lalu duduk di depan Rafa seperti yang mereka lakukan dulu.


Rafa tak menanggapi sapaan Intan, ia hanya menatap Intan datar tanpa suara.


Yah,,, Intan merasa Rafa telah kembali seperti dulu saat pertama mereka bertemu, Itu membuat Intan sedih, ia ingin sekali di manja seperti dulu saat mereka masih sepasang kekasih.


" Intan, Intan, " Bu Ida memanggil Intan yang sedari tadi hanya melamun.


" Eehh,, iya bu , " Intan menjadi malu karena melamun di depan Rafa


" Sudah ayo kita makan, nak Rafa sudah nungguin dari tadi loh, malah di tinggal ngelamun , " Tegur Bu Ida


" Iya maaf Bu !. " Intan melakukan hal bodoh lagi menurutnya, yaitu mengambilkan Rafa nasih beserta lauknya.


" Aaahk,,, kenapa begitu lagi sih aku, bikin malu aja , " Intan kesal dalam hatinya


Dan Rafa sebenarnya ingin sekali tertawa melihat tingkah gemas Intan, namun seperti biasa ia harus menahan nya.


Mereka pun makan bertiga, Intan kelihatan begitu lahap sekali makannya bahkan ia tak jaim di depan Rafa, Intan sibuk dengan makanan sendiri sehingga tak tau ada mata yang selalu memperhatikannya.


" Tan, siang kamu makan apa ?. " Tanya Bu Ida, jika Intan makan dengan begitu lahap biasanya dia tak makan siang Bu Ida sudah paham itu.


" Makan roti yang aku bawa dari rumah, sama sari kacang hijau Bu , "


" Kenapa tidak makan siang saja, itu kan ga kenyang ?. " Tanya Bu Ida


" Tidak Bu, aku takut.... " Intan tak jadi meneruskan kata kata nya karena ada Rafa di hadapan nya.


" Takut apa ?. "


" Takut telat Bu, " Jawab Intan asal


" Ya sudah kalau begitu besok kamu bawa bekal saja yah ?. "


" Iya deh Bu !. "


" Memang nya kamu magang di mana ?. " Akhirnya Rafa bersuara, ia juga penasaran dengan tempat magang Intan


" Dii, dii,, itu mas !!!, " Intan diam sejenak


" Di mana sih Tan, kamu di tanya mas mu itu loh ,,,?, " Tegur Bu Ida


" Aku lupa Bu, ooh iya aku ke kamar dulu yah, mau telpon temen aku biar besok kita berangkat bareng !!?, " Intan buru buru pamit ke kamar agar tak di tanya lebih banyak oleh Rafa.


" Mencurigakan, " Rafa melihat Intan yang buru buru masuk ke dalam kamar.


-


-


tbc


terimakasih yang sudah beri vote dan like nya 😘😘.

__ADS_1


like, komen, love juga yah kakak 😍😍


__ADS_2