Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Diana


__ADS_3

" Intan ada apa ?. " Rafa melihat Intan sedang menunduk memunguti gelas yang pecah dengan telunjuk yang sudah mengeluarkan darah.


Rafa memegang telunjuk Intan yang berdarah , Saat Rafa hendak memasukkan telunjuk Intan dalam mulutnya dengan segera Intan menarik tangan nya dan langsung berdiri membersihkan dengan air kran yang mengalir.


Rafa tertegun sejenak, namun Ia langsung membantu membersihkan pecahan gelas itu.


" Itu gelasnya kenapa bisa pecah Intan ?. "


" Tangan aku licin bu kena sabun jadi gelasnya terjatuh . "


" Ooh, nak Rafa biarkan saja, nanti ibu yang bersihkan. "


" Tidak apa apa bu, ini sudah selesai kok. " Rafa membuang pecahan gelas itu ke dalam tempat sampah.


" Bu saya berangkat dulu ya ?. "


" Iya nak hati hati . "


" Intan, mas berangkat ya ?. "


" Iya . " Jawab Intan pelan tanpa melihat ke arah Rafa.


Tentu saja itu membuat Rafa bingung, kenapa sifat Intan tiba-tiba berubah, Dan Rafa berpikir mungkin Intan masih belum sepenuhnya pulih.


" Intan kamu kenapa nak ?. " Bu Ida bertanya dengan lembut


" Tidak apa apa bu, hanya masih sedikit pusing !. "


" Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja !."


" Intan ke kamar dulu yah bu ?. "


Bu Ida menjawab dengan anggukan, menatap punggung anaknya yang menjauh dengan tatapan yang sulit di artikan


***


Hari ini adalah hari di mana Intan dan bu Ida memenuhi undangan untuk makan malam di kediaman orang tua Rafa.


Intan sudah berdandan tidak seperti biasanya menggunakan dress selutut berwarna salem yang terlihat begitu menyatu dengan warna kulitnya yang putih bersih, Make-up Natural sesuai dengan umurnya itu menambah kesan alami namun terlihat elegan .


" Bu aku pesan kan taxi dulu yah ?. " Intan mengutak atik ponselnya


" Tidak usah tan, katanya mas mu mau jemput . "


" Jemput ? , memangnya mas Rafa sudah pulang kerja bu ?. "


" Sudah katanya kita di suruh tunggu . "


Intan tak berbicara lagi, ia duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


" Asalamualaikum . "


" Waalaikumsalam , " Jawab Bu Ida, sedangkan Intan tak memperhatikan karena sibuk dengan ponselnya.


" Ayo nak kita sudah siap kok , "

__ADS_1


" Intan nya mana bu ?. "


" Oalaah anak itu , Intan!!!, ayo kita berangkat , " bu Ida sedikit menaikkan suara nya saat memanggil Intan


" Iya bu . " Intan berdiri dan berjalan menghampiri ibu nya.


Rafa terpaku melihat kecantikan langka yang belum pernah ia lihat dari diri Intan selama Ini , hingga mata nya terus menatap pada kekasih kecilnya itu.


" Mas , ayo berangkat , Intan melambaikan tangannya tepat di wajah lelaki yang terlihat seperti sedang melamun itu.


" Sayang, kamu cantik sekali . " Rafa memberikan pujian dengan membisikkan nya di telinga Intan, membuat Intan menjadi tersipu malu.


" Sudah ayo berangkat, "


" Sayang, bisakah kita di rumah saja !. "


" Jangan konyol deh mas, ibu sudah nunggu di mobil tuh , " Bu Ida sudah lebih dulu berada di dalam mobil.


Intan duduk di belakang menemani Ibunya, sedangkan Rafa berada di depan seorang diri. Dan Rafa sengaja mengarahkan spion yang berada di atasnya untuk mengarahkannya pada Intan, agar sesekali Ia bisa memandangi Intan.


Mereka pun sampai di kediaman keluarga Rafa, sambutannya begitu kekeluargaan, Intan betah jika berlama lama di rumah ini, dan Intan juga sudah memiliki kamar sendiri hingga suatu saat ia dan Ibunya ingin menginap sudah tersedia kamar pribadi.


" Mba apa tamu nya belum dateng ?, " Bu Ida bertanya pada mamah Elen


" Belum Da, katanya lagi di jalan. "


" Mah, sebenarnya mamah sedang menunggu siapa ?. " Rafa menjadi penasaran


" Ada deh, tapi kali ini pasti kamu suka, dulu kalian pernah dekat , " Mamah Elen berkata dengan begitu antusias


Sekilas Rafa menatap Intan yang sedang duduk di samping mamah Elen yang juga sedang melihat ke arah nya, namun Intan lebih dulu memutus kontak mata itu dan beralih pada ponselnya.


Sekilas Irfan tersenyum bangga, karena orang yang di sebut beruntung oleh mamahnya adalah dirinya sendiri, ya walaupun perjalanannya masih begitu panjang dan mungkin berliku untuk Intan dan Rafa namun sampai kapan pun Rafa tak akan pernah menyerah .


" Mamah bisa saja . " Intan tersenyum malu


" Asalamualaikum . " Tiba-tiba terdengar suara di pintu utama.


" Waalaikumsalam, " Jawab mereka semua yang berada di dalam rumah


" Ayo nak kita ke depan , " Mamah Elen menarik lengan Intan dan Intan pun mau tak mau mengikuti


" Hai jeng apa kabar ?. " Mamah Elen memeluk tamu nya yang baru saja datang


" Baik jeng Elen, " Jawab sangat tamu


" Ini kenalkan nama nya Intan, dia anak perempuan ku, adik nya Rafa . "


" Kamu punya anak perempuan ??, kok saya tidak tau ya ??. "


" Sudah nanti saja saya ceritakan , sebaiknya sekarang masuk dulu . "


" Baiklah ,,. "


" Looh mana anakmu ???. " Mamah Elen bertanya pada tamu nya

__ADS_1


" Ada di mobil sedang mengambil sesuatu . "


" Ya sudah ayo masuk saja dulu. "


" Kamu Rafa ya ? , " Sapa sangat tamu pada Rafa


" Iya tante , " Rafa menyalami tamu yang menurutnya wajahnya tak asing, namun Ia lupa siapa wanita paruh baya ini


Bu Ida juga Ikut mengobrol bersama sang tamu, hanya pak kuncoro saja yang tak bisa ikut karena ada urusan pekerjaan mendadak


" Asalamualaikum , " Suara seorang wanita yang terdengar begitu lembut membuat semua orang yang berada di situ langsung menengok ke arah sumber suara.


Seorang gadis cantik berambut panjang sebahu yang terurai lurus panjang dan indah menggunakan dress hitam semata kaki yang begitu membentuk sempurna di tubuh langsing, make-up yang tak berlebihan, terlihat begitu anggun, dengan memeluk keranjang buah dengan kedua tangan nya tersenyum ramah, pada semua yang ada di situ .


" Waalaikumsalam . " Jawab semua yang ada di ruangan itu.


" Ini anak mu jeng ?. "


" Iya . "


" Kamu sekarang sudah berubah sekali , semakin cantik,,, tante sampai pangling loh, hampir saja tante ga ngenalin kamu !. " Tante Elen begitu antusias


Rafa sedikit terkejut dengan kedatangan teman masa kecilnya, yang sungguh jauh berbeda dari yang ia kenal dulu, Rafa mengakui kalau Diana sangat mempesona, hingga tanpa sadar Rafa melihat dengan mata yang begitu terpana.


Dan ekspresi Rafa itu tidak luput dari perhatian Intan yang ada di hadapan Rafa.


Hati nya seketika nyeri melihat itu, Intan pun mengakui kalau gadis itu memang sangat cantik bahkan Intan yang memang sudah cantik pun bisa merasakan Insecure pada nya.


" Waah,,, wah,,, lihat Diana, Rafa saja sampai terpesona melihat mu, " Mamah Elen meledek anaknya yang terus memandangi Diana


" Degg,,, " Seketika Rafa tersadar dengan sikap nya, pandangan nya langsung beralih pada Intan di hadapannya.


Pandangan mereka bertemu, Namun dengan segera Intan memutus kontak itu.


" Ooh iya, Diana ini sudah lulus S2, dia akan menjadi Dosen di salah satu kampus di sini, Mungkin nanti dia akan mengekost dan saya akan kembali ke Surabaya, tolong nanti titip Diana ya jeng ? !, "


" Tidak perlu khawatir, nanti Rafa juga bisa menjaga nya, Iya kan Rafa ?. "


" Iiya mah . "


" Ooh iya kenalkan, ini Intan adiknya Rafa , " Tante Elen mengenalkan Intan pada Diana, dan mereka pun saling bersalaman.


Suasana makan malam begitu terlihat akrab, hanya Intan saja kini yang lebih banyak diam, dan Rafa sesekali menjawab pertanyaan dari sang tamu sembari sesekali melirik Intan yang sama sekali tak melihatnya.


" Rafa kamu temani Diana mengobrol di taman samping yah, mamah mau ada urusan ibu ibu . " Mamah Elen mengajak sang tamu juga bu Ida mengobrol di samping.


Intan merasa asing saat ini, ia memilih masuk ke dalam kamar, saat Ia akan membuka pintu kamarnya tiba-tiba saja tangan nya di pegang oleh Rafa ,


" Ayo ikut dengan mas !. "


-


-


-

__ADS_1


Tbc


Kaka kaka semua bisakah memberi bintang pada novel ini 😍😍. Like, comen dan tekan love yah, biar othor semangat update nya, terimakasih 😘😘


__ADS_2