
" Tahan bro!, " Sandy yang sudah mencium gelagat tidak enak dari Rafa segera mendekati Rafa dan berbisik di telinganya. "Jangan sampai pertemuan yang sudah di rencanakan dari lama ini gagal" Sandy mencoba menahan Rafa agar tak berbuat konyol yang bisa merugikan nantinya.
Rafa menatap sekilas Sandy yang baru saja berbisik. " Huufff. " Rafa membuang nafasnya kesal
Intan segera menarik tangan nya paksa, ia bisa saja memaki pak Antonius karena telah lancang mencium tangan nya, tetapi ia sadar beliau adalah rekan bisnis mereka ia tak akan membuat masalah.
Intan memberikan senyuman yang di paksakan pada pak Antonius. Dan pak Antonius justru membalas Intan dengan senyuman yang penuh makna
" Silahkan duduk, pak Rafa, pak Sandy dan nona Intan. " Antonius mempersilahkan rekan bisnis nya untuk duduk
" Terimakasih , " Ucap Sandy , tapi tidak dengan Rafa yang masih menampakkan wajah datar nya ,Mereka pun duduk memutari meja
" Baiklah pak Rafa, ini berkasnya . " Asisten pak Antonius memberikan sebuah map yang berisikan beberapa berkas kontrak kerja mereka.
Sambil membaca kontrak itu Rafa melirik pak Antonius yang berada di hadapannya, yang masih memperhatikan Intan sambil senyum senyum terlihat jelas sekali kalau pak Antonius itu tertarik pada Intan, sedangkan Intan yang berada di sampingnya matanya justru melihat berkas yang ada di tangan Rafa dalam arti Intan mengabaikan Pak Antonius.
" Baik lah pak, sudah saya pelajari dan saya setuju dengan isi perjanjian ini, " Rafa berucap sambil menandatangani kontrak itu .
" Ok.! " Pak Antonius mengangguk , lalu ia juga turut menandatangani berkas itu.
" Kalau sudah selesai kita pamit pak !. "
" Loh,,, kenapa buru buru sekali, kita bahkan belum makan apa pun !. "
" Mohon maaf, saya tidak bisa lama karena setelah ini saya ada pekerjaan kembali .! "
" Begitu kah ?, Ok, tapi kalau kalian berencana akan berkeliling kota Canada saya dengan senang hati menemani kalian . " Mata pak Antonius tertuju pada Intan, Dan Rafa memperhatikan itu.
" Terimakasih atas kebaikan Bapak, kami sangat tersanjung,!. Sandy menjawab ucapan Pak Antonius.
Mereka saling berjabat tangan, Dan Intan segera menarik tangan nya sebelum pak Antonius itu mencium tangannya lagi.
" Intan ini sekertaris pak Rafa ?. "
" Iya, " jawab Rafa datar
" Berarti saya butuh no ponselnya agar lebih mudah jika ada yang ingin saya tanyakan. "
" Bapak bisa menghubungi pak Sandy kalau soal itu , Dia juga sekertaris saya , saya permisi !."
Rafa segera berlalu. Sandy dan Intan menunduk memberi hormat pada Pak Antonius dan berlalu menyusul Rafa.
" Cari tau no nya dan di mana hotel tempat dia menginap ?. " Antonius berbicara pada sekertaris nya.
" Baik Pak . "
Antonius terus memandangi punggung Intan sampai tak terlihat lagi.
" Intan, nama yang cantik nan Indah seperti orang nya , Semoga kita bisa bertemu lagi, kalau kita bertemu tanpa di sengaja, saya anggap itu jodoh .! " Gumam Antonius dalam hati.
Ia seperti sedang mengalami jatuh cinta dengan pandangan pertama.
Di dalam mobil tak ada yang bersuara, Sandy merasakan aura yang tidak enak pada wajah Rafa setelah keluar dari Restoran tadi. Ia tau betul apa penyebabnya, ia hanya kasihan pada Intan jadi kena imbasnya atas perasaan orang lain.
" Semuanya sudah selesai kan ?. " Tanya Rafa pada Sandy saat berada di dalam Lift hotel .
" Sudah selesai urusan mu, tapi urusan ku masih banyak .! " Sandy berkata dengan santai namun terkesan menyindir.
" Baiklah, lusa gue pulang .! "
__ADS_1
" Ok, jadi gue sama Intan tetap stay !. "
" Apa maksud lo?. " Sandy mendapatkan tatapan tajam dari Rafa
" Ya kan tadi lo bilang, lo yang pulang ga nyebut Intan juga ikut pulang !. "
Tak ada jawaban lagi dari Rafa Ia berjalan lebih dulu mendahului Intan dan Sandy saat pintu lift sudah terbuka. Intan hanya diam saja, ia bingung harus berkata apa.
Namun saat sampai depan kamar mereka, Rafa justru membuka pintu kamar Intan dan masuk begitu saja.
Hingga membuat Sandy dan Intan saling berpandangan.
" Masuk saja, kalau singa itu macam macam teriak saja, kakak pasti langsung datang . " Sandy mengedipkan sebelah matanya pada Intan yang masih diam di tempat.
" Bro bro ngambek sih ngambek tapi masih tetap masuk ke kamarnya juga , " Sandy geleng geleng kepala setelah masuk ke dalam kamar nya.
Intan masuk ke kamar secara perlahan, ia melihat Rafa sedang duduk di sofa yang ada di kamar sambil menyandarkan kepalanya dengan mata terpejam.
" Mas, apa mas lelah ?. " Intan bertanya dengan lembut
" Heemm... " Rafa hanya menjawab itu yang tak tau apa artinya.
" Mas Rafa mau aku pesan kan minuman ?. "
" Boleh, sekalian di beri serbuk penghilang ingatan !!. "
" Haahh....! "
Rafa kesal karena ia masih jelas mengingat senyum penuh minat pak Antonius pada kekasih nya,
" Mas, tak penting seberapa pun tampan dan kayanya lelaki lain, buat aku tetap mas Rafa yang aku cintai dan tak akan pernah Aku berpaling !. " Intan berbicara seperti itu karena tau apa penyebabnya lelaki dewasa itu terlihat seperti merajuk. ft
Rafa sumringah mendengar pengakuan dari Intan. Dan itulah cara Intan yang sudah ia pelajari bagaimana mengembalikan mood kekasih nya yang posesif itu, pernyataan cinta nya bisa langsung membuat Rafa bersemangat. Dan itu berhasil sekarang
" Tentu saja mas !. "
" Cup, " Rafa mengecup kening Intan
" Sayang, besok kamu istirahat saja di hotel, tidak perlu ikut mas, lagi pula besok adalah pertemuan terakhir sebelum kita pulang. " Rafa tak ingin kejadian tadi terulang lagi
" Loh,, kenapa mas ?. "
" Tidak apa apa, mas ga mau ada yang memandangi mu dengan tatapan menyebalkan seperti tadi !. " Rafa masih terlihat kesal.
" Yah.. padahal aku mau ikut sekalian jalan jalan loh mas ...! " Intan menampakkan wajah yang kecewa
" Tenang sayang, nanti kita balik lagi dengan status berbeda , agar kita bisa itu... " Rafa menaik turunkan.
Intan menatap malas ke arah Rafa.
" Sayang ekspresi mu itu membuat mas gemas loh!. " Rafa memegang pipi Intan dengan kedua tangan nya. Dan beberapa kali mengecup singkat di bibir pink mungil milik Intan
Saat Rafa dan Intan sedang mengobrol tiba-tiba saja ponsel Intan berbunyi. Yang membuat Rafa dan Intan menghentikan obrolannya.
Intan merasa asing dengan no itu, hingga ia masih menimbang nimbang untuk mengangkatnya atau mengabaikannya.
" Siapa ?. "
" Ga tau, ga ada namanya !. " Intan memperlihatkan layar ponselnya pada Rafa.
__ADS_1
" Itu sepertinya no sini ?." ucap Rafa "
" Angkat saja !." Sambung Rafa yang juga penasaran
Namun saat Intan akan menekan tombol hijau, panggilan itu terhenti tergantikan dengan notif pesan.
"📩 Hai Intan, apa kamu sudah sampai hotel ?. "
Kening Intan berkerut halus membaca pesan yang menurutnya aneh itu.
Rafa merebutnya ponsel Intan dan membaca pesan itu.
" Siapa dia ?. " Jiwa posesif nya datang lagi
" Aku gak tau mas !. "
" Balas saja jika kamu ingin membalasnya!. " Rafa memberikan ponsel nya pada Intan.
" Balas dia bilang??, nanti dia sendiri yang marah !. " Intan berucap dalam hati.
"Kenapa melamun apa sedang memikirkan siapa penggemar misterius mu itu ?. "
" Huufff mulai lagi, " Gumam Intan sambil menghembuskan nafasnya kasar.
Intan beranjak dari duduk nya, namun tiba-tiba saja Rafa menarik tangan Intan dengan kencang hingga membuatnya terjatuh di pangkuan Rafa.
" Mau ke mana hemm ?. "
" Mau mandi mas ,"
" Mas ikut yah ?. "
" Mau mandi kok ikut , !! lepas tangan nya mas !. " Intan mencoba melepaskan tangan Rafa yang berada di perut nya.
" Mas juga mau mandi .! "
" Ya mandi saja di kamar mas sendiri sana !. "
" Mas mau nya di sini !. " Tatapan Rafa sudah mulai berkabut jika selalu dekat dengan Intan.
" Mmaaas....! Intan gugup karena Rafa semakin mendekatkan wajahnya.
" Mas akan membuatmu menjadi milik mas bahkan lebih cepat dari yang kamu bayangkan !. " Gumam Rafa dalam hati sebelum bibirnya mencapai candu nya, tak ada yang boleh mengagumi Intan melebihi dirinya, tak ada yang boleh menyayangi dan mencintai lebih besar kepada Intan selain dirinya.
Intan tak bisa menolak jika Rafa sudah memberikan kelembutan itu, Yah Rafa selalu melakukan itu jika sedang cemburu,, tidak.. tidak.. ia melakukan itu dalam perasaan apapun.
***
Di sebrang sana ada seorang lelaki tampan yang terus memandangi ponselnya, sudah sepuluh menit berlalu wanita incarannya itu belum juga membalas pesannya , Bukanya marah ia justru semakin tertantang,
" Sepertinya dia gadis yang berbeda !!. "
***
Berbeda dengan di Indonesia semua orang tengah di buat sibuk akan permintaan Rafa...
-
-
__ADS_1
-
Terimakasih untuk yang sudah setia 😘😘