Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Hari pertama


__ADS_3

Kini Intan sudah tersudut kaki nya sudah membentur ranjang.


" Mau lari kemana lagi gadis nakal . "


" Maas, jangan.." Intan mendorong dada bidang milik Rafa


" Katakan dengan jujur, tadi kamu dari mana ?. "


" Ke rumah teman mas, tadi kan aku juga sudah minta Izin. "


" Apa teman mu itu tidak punya nama ?. "


" Ya percuma mas aku kasih tau juga, kan mas ga kenal. "


" Jangan coba coba berbohong sama mas Intan , atau mas akan kasih tau semuanya supaya kita segera di nikahkan,, heemmm??. "


" Ampun mass, jangan, aku janji ga akan begitu lagi. "


" Begitu bagaimana ?. "


" Ya begitu, ga akan.... " Ucapan Intan terhenti


" Ga akan apa ?. "


Intan tidak mungkin berjanji kalau dia tidak akan pergi kemana mana, karena besok ia sudah akan mulai bekerja di sore hari.


" Mas,,,. " Rafa semakin mendekat hingga Intan terjatuh di atas ranjang, dengan posisi kedua kaki menekuk ke bawah. Kini Rafa berada di atasnya di topang kedua tangannya.


" Jangan membuat mas khawatir Intan. " Rafa berkata dengan lembut sambil membelai anak rambut yang menutupi dahi Intan


Dan Intan mengangguk dengan jantung yang tak beraturan karena posisi nya saat ini.


Rafa menatapnya dengan begitu dalam dan lembut hingga membuat Intan berpaling ke samping karena tak kuat di tatap sedalam itu.


" Sayang, mas mencintaimu, mas tidak ingin terjadi apa apa sama kamu, jadi tolong jaga dirimu baik baik dan kabari di manapun kamu berada. " Tangan Rafa memegang dagu Intan dan mengarahkan agar menatap nya


Intan begitu terharu dengan kata kata yang di ucapkan Rafa, ada sedikit rasa bersalah karena dirinya belum memberi tau Rafa kalau besok ia sudah mulai bekerja, Ia yakin Rafa pasti akan melarang nya, namun ia juga tak ingin selalu bergantung pada keluarga Rafa.


Intan yang sedang terhanyut dengan pikirannya merasakan kecupan hangat di dahi nya, hidung nya dan kini berada di bibir mungilnya, Ciuman lembut santai dan syahdu mengalir berirama , tidak ada paksaan, tidak tergesa gesa , napsu yang terkontrol membuat kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu merasa nyaman. Sesapan sesapan dua insan yang sudah mulai mahir kini membuat mereka terbuai.


" Plakkk.... "


" Adduuhhh... " Sakit sayang


Intan memukul tangan Rafa yang sudah mulai nakal.


" Jangan kaya gitu mas tangan nya. " Intan melotot ke arah Rafa


" Iya maaf. " Rafa menggaruk tengkuknya


" Sudah sana keluar aku mau ganti baju. " Kini posisi mereka sudah sama sama berdiri


" Mas temenin yah?. " Rafa mengerlingkan matanya


" Jangan macam macam ya mas . "


" Satu macam saja sayang . " Rafa kembali mendekati Intan


"Stop mas, di sini sudah mulai banyak setan."


" Setan ?. "

__ADS_1


" Iya, kalau kita berduaan terus di kamar bisa bisa setan berada di antara kita !. "


" Mungkin kita bisa memanfaatkan setan untuk membantu agar kita cepat cepat di nikahkan, mas mungkin sudah tidak bisa menahannya terlalu lama ... "


" Mas Rafaaaaa,,, keluarr. " Intan sedikit berteriak, tangannya menunjuk ke arah pintu


" Baiklah, baiklah sayang . " Rafa mengangkat kedua tangan nya


" Braakk, dasar mesum . " Intan menutup pintu kamarnya dengan keras.


" Hahaha.. galak banget sayang . " Ucap Rafa di luar kamar Intan.


Sudah hampir 1 jam, Intan belum juga keluar kamar, padahal mereka berdua disuruh menyusul ke rumah mamah Elen.


" Kenapa tadi tidak langsung bilang ke Intan ya. "


" tokk, tokk, tokk, sayang , kok lama banget sih ganti bajunya ?. " Tak ada jawaban dari dalam kamar. Sudah beberapa kali Rafa memanggil namun tetap tak ada jawaban dari Intan , hingga Rafa memutuskan untuk membuka pintu kamar Intan yang ternyata tidak di kunci.


" Ya ampun, bisa bisanya dia tidur padahal semua orang sedang menunggu. " Rafa duduk di samping ranjang membelai pipi Intan yang tertidur pulas.


Akhirnya Rafa pun menghubungi mamahnya, memberitahukan kalau mereka tidak bisa datang ke sana karena Intan tertidur,


Dan mamah Elen memerintahkan Rafa untuk menemani Intan selagi Bu Ida belum datang, Tak taukah mamah nya kalau Rafa dengan senang hati menerima perintah itu. Bahkan kalau di suruh menginap pun ia lebih senang lagi.


Rafa memilih rebahan di sofa sambil menonton TV menunggu Bu Ida pulang .


Hampir jam setengah sebelas malam Bu Ida baru datang, di antarkan oleh supir mamah Elen.


Rafa yang juga tertidur di sofa dengan TV yang menyala tak tau kalau Bu Ida sudah pulang.


" Rafa, Rafa bangun nak . " Bu Ida membangunkan Rafa dengan perlahan


" Eeh.. Bu , sudah pulang. " Rafa langsung duduk


" Tidak apa apa Bu.. "


" Apa kamu mau menginap saja, tidur di kamar ibu biar nanti ibu tidur sama Intan?. "


" Tidak usah Bu, saya pulang saja, lagi pula rumah nya deket gitu kok . "


" Ya sudah kalau begitu, terimakasih. "


" sama sama Bu, saya titip mobil ya, biar jalan kaki saja pulang nya.


" ooh.. iya iya.. "


***


Pagi menjelang Intan sudah rapih karena akan kuliah pagi.


" Sarapan dulu Tan . "


" Iya Bu, ooh iya Bu nanti aku pulang telat ya ada urus setelah kuliah . "


" Urusan apa ?. "


" Ada deh Bu, urusan anak mudah . " Ucap Intan sambil tertawa kecil


" Bergaul nya jangan belok belok ya Tan. "


" Intan lurus lurus aja kok Bu, belok kalau ada tikungan terus lurus lagi . "

__ADS_1


" Kamu itu kalau di bilangin . "


" Iya Bu, Intan paham, ibu tidak usah khawatir . "


" Asalamualaikum . " Salam Rafa saat masuk ke rumah Intan


" Waalaikumsalam , ayo nak Rafa sarapan bareng Intan. "


" Iya Bu . " Rafa memilih duduk di samping Intan.


Bu Ida pergi ke dapur meninggalkan mereka berdua


" Suutt...Tolong ambilkan !. " Rafa menyenggol lengan Intan yang hendak makan


Tanpa kata Intan pun segera mengambilkan nasi serta lauk pauk di piring untuk Rafa


" Belajar jadi istri yang baik ya . " Rafa berbisik di telinga Intan


" Adduuuh sakit sayang . " Intan mencubit kecil lengan Rafa.


" Jangan ngomong begitu mas nanti ibu dengar . "


" Oke... oke... " Rafa pasrah


Mereka pun sarapan dalam diam fokus pada kunyahan masing masing.


" Berangkat bareng kan ?. " Kini mereka sudah selesai sarapan.


" Aku berangkat sendiri saja ya mas ?. "


" Tidak, ayo berangkat bareng mas!. "


" Kalau berangkat sama mas nanti aku pulangnya bingung cari kendaraan. "


" Ya nanti mas jemput, setelah itu mas bisa kembali ke kantor lagi. "


" Mas, mas aku yang ganteng , mas fokus kerja saja ya, buat masa depan kita dan anak anak nantinya, aku janji akan berhati hati . " Intan berkata dengan lembut sembari memegang tangan Rafa, orang seperti Rafa tak bisa jika di lawan dengan kata kata keras, dia akan jauh lebih keras lagi jadi harus penuh kelembutan,


" Kamu bahkan sudah memikirkan masa depan anak kita ???. " Rafa tersenyum senang.


" Hemm ,,, ternyata aku salah bicara . " Gumam Intan dalam hati.


" Cup. " Rafa mengecup sekilas bibir mungil Intan dan langsung pergi menuju mobilnya, ia tau sebentar lagi Intan pasti teriak.


" Mas Rafaaaa.... " Intan mengepalkan kedua tangan nya kesal, bukan tidak ingin, hanya saja ia takut ibunya melihat.


****


Kini Intan sudah selesai kuliahnya, ia mengendarai motornya menuju Restoran tempat kerjanya . Sebelumnya Intan sudah di beritahu apa saja yang harus dia kerjakan selain melayani pelanggan, dia juga harus bersih bersih.


Biasanya Restoran ramai pada jam makan siang dan sore hari, berhubung ia datang sudah lewat jam makan siang jadi tidak terlalu ramai. Intan mengisi waktu kosongnya dengan mengelap meja serta merapikan tata letak perabotan yang ada di atas meja.


Dari jauh dia melihat sosok yang di kenalnya tetapi dia agak sedikit terkejut dengan wanita yang berada di samping lelaki itu.


" Kenapa mereka bisa berdua ? , apa mereka saling kenal ?. "


-


-


Tbc

__ADS_1


Kaka kaka semua, bisakah tekan like setelah membaca 🤭. yang membaca banyak tapi like nya tak seimbang,, Buat kalian yang sudah like, love dan komen LOVE YOU FULL buat kalian 😘😘😘


__ADS_2