
Pagi menjelang Rafa sudah bersiap siap untuk berangkat bekerja, sedangkan Intan sedang menyiapkan nasi goreng .
" Mas ayo sarapan dulu !, " Intan berkata pada suaminya yang baru saja keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapih ,
" Sayang, kamu masak lagi ?, " Rafa tidak suka jika Intan memasak, karena jika memasak pasti akan terus berdiri Rafa takut Intan kelelahan. Karena mamah dan ibu mertuanya juga melarang Intan untuk masak, mereka akan secara bergantian mengantarkan makanan jika Intan sedang tidak tinggal dengan mereka.
" Hanya nasi goreng mas !, "
" Sayang....! "
" Iya mas aku paham, sekarang mas sarapan dulu yah !, "
Dan mereka pun sarapan bersama.
" Mas, kenapa sih aku ga boleh ke kantor mas hari ini ?, "
" Hari ini mas akan sibuk di luar sayang, karena saat makan siang sampai sore mas akan di luar bertemu klien, "
Namun entah kenapa ia merasa ada yang aneh dengan Rafa, tapi ia segera menghempaskan pikiran itu.
" Baiklah , apa aku boleh ke minimarket nanti ?, "
" Untuk apa ?, "
" Ada yang ingin aku beli !, "
" Beli apa?, biar nanti mas bilang mamah apa yang kamu inginkan ? , "
" Biar aku saja mas , lagi pula aku bisa memilih milih yang lain, siapa tau ada yang aku mau !, "
" Tidak sayang, kamu tidak boleh pergi sendiri , lusa saja biar kita sekalian belanja bulanan yah ?, "
" Terserah!, " Intan kesal kemanapun ia tidak di perbolehkan pergi kecuali dengan suaminya,
" Sayang jangan ngambek dong !, " Rafa mengelus pipi cuby Istrinya yang sedang ngambek itu.
" Sudah berangkat sana mas, sudah siang !, " ucap Intan tanpa ekspresi.
" Sayang maaf.....! " Rafa belum melanjutkan ucapannya sudah di tinggalkan Intan begitu saja.
Intan meninggalkan Rafa sembari membawa piring kotor mereka di dalam wastafel.
" Mas kalau keluar tutup saja pintunya !, " Ucap Intan sambil berlalu pergi menuju kamar.
__ADS_1
" Sayang,, tunggu...! "
" Klikk...! " Intan sudah lebih dulu mengunci kamar nya.
" Tokk, tokk, tokk,, sayang, buka pintunya sebentar, mas mau bicara...! " Rafa mengetuk pintu nya, yah,,, mood bumil memang tak bisa di tebak.
" tring...! " Bunyi pesan dalam ponsel Rafa, terlihat nama Sandy yang tertera, ia membaca sekilas lalu memasukkannya lagi ke dalam saku jas nya.
" Sayang, mas berangkat dulu yah, baik baik di rumah, nanti kita bicara lagi, kasih tau anak kita kalau ayahnya berangkat, mas berangkat yah....! " Dengan sangat terpaksa Rafa berangkat karena ada sesuatu yang mendesak yang harus segera di selesaikan. Jika tidak ia tak mungkin meninggalkan istrinya yang sedang hamil dalam keadaan ngambek seperti itu.
Dalam perjalanan menuju kantor Rafa sungguh tidak tenang, pikiran nya selalu terpaut pada istrinya di rumah. Rafa mencoba menghubungi istrinya beberapa kali, namun tak satupun di angkat oleh Intan.
Dan sampailah Rafa di kantor, sudah di tunggu Sandy sedari tadi,
" Bro kemana saja sih, pak Antonius sudah menunggu dari 10 menit yang lalu !, " Ucap Sandy sedikit kesal.
Namun Rafa tak berkata atau menjawab pertanyaan dari Sandy, ia terus saja berjalan menuju ruang miting.
Ini adalah terakhir kali pertemuan dirinya dengan pak Antonius, karena kontrak kerjasama mereka hanya tinggal melanjutkan saja, tanpa harus ada pertemuan lagi.
Dua pria dewasa ini sebenarnya sama sama sedang tidak fokus , memikirkan wanita yang sama, hanya saja pak Antonius tidak seberuntung Rafa .
" Apakah ada yang sedang anda cari pak Antonius ?, " Rafa sengaja bertanya, karena klien nya itu terlihat tidak fokus, dan beberapa kali dia juga menengok ke arah pintu, Sebagai lelaki ia paham betul apa yang sedang di cari oleh lelaki itu, hanya saja Rafa ingin tau apa jawaban lelaki itu.
Perbincangan itu pun berakhir tiga jam kemudian, kesepakatan dan kerjasama saling menguntungkan kedua belah pihak, karena baik Rafa maupun Antonius sama sama profesional dalam bekerja.
" Apakah anda akan langsung pulang ke Negara anda ?, "
" Sepertinya tidak, saya akan beberapa hari di sini!!, "
" Apa ada tempat yang ingin anda tuju ?, "
" Yah,,sepertinya saya akan menikmati liburan singkat di sini , karena mungkin ini terakhir kali nya saya berada di Indonesia.
Dan pertemuan mereka pun berakhir,
Rafa kembali ke dalam ruangannya, memeriksa beberapa berkas, sebelum ada pertemuan kembali dengan klien yang lain. Sesekali Rafa memeriksa ponselnya apakah ada balasan pesan dari Istrinya, namun sepertinya Intan masih marah padanya, terbukti tak ada satupun istrinya itu membalas pesannya, padahal pesan itu telah di baca oleh Istrinya
Kalau saja tak ada pertemuan lagi setelah ini, mungkin Rafa ingin segera pulang dan merayu istri kecilnya itu .
***
Di rumah Intan sedang melihat lihat sosial medianya, Intan memang bukan orang yang aktif di dunia maya, hanya sesekali itu pun hanya melihat vidio atau foto foto saja, tidak untuk menulis status atau memposting apapun tentang pribadinya.
__ADS_1
Intan melihat video mukbang rujak dengan banyak aneka buah yang tidak seperti biasanya, membuat ia menelan liurnya begitu melihat nya.
" Kayanya aku pingin deh !, " Ucap Intan sambil mengelus perut nya. Ia lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya namun ia urungkan karena ia sedang kesal dengan suaminya itu. Intan pun keluar dari kamar menuju dapur dan membuka lemari es, " Yah adanya cuma ini doang !, " hanya ada jeruk dan pisang di lemari es nya.
Intan terdiam bingung, antara menelfon suaminya atau pergi berbelanja sendiri.
" kalau belanja sendiri,, nanti mas Rafa marah, eeh.. tapi ga apa apa deh kan cuma sebentar terus langsung pulang sebelum mas Rafa pulang, sepertinya aman !!, " Intan bermonolog sendiri. Ia pun kembali ke kamar untuk berganti pakaian ,
Saat sudah mengunci pintu intan bingung harus pakai kendaraan apa, ada satu mobil dan sepeda motor milik Intan yang sudah lama tak pernah ia gunakan lagi. Sedangkan pakai mobil ia belum bisa menyetir.
" Pakai motor aja kali yah biar cepat, kalau pakai mobil lama, macet nanti mas Rafa keburu pulang !, " Akhirnya Intan mengambil keputusan untuk menggunakan motor saja dengan alasan agar lebih cepat sampai. Tentu saja keputusan itu akan menjadi masalah besar nantinya.
Intan memilih supermarket yang lumayan besar dan lebih lengkap agar ia bisa dapatkan dalam satu tempat.
Intan menyeka keringatnya hari begitu panas, maklum saja jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, matahari sedang panas panas nya.
Intan menuju tempat di mana buah buahan tersedia, ia tersenyum gembira karena semua buah yang ia lihat di vidio tadi tersedia lengkap di sini. Ia pun memilih milih dan memasukkannya kedalam keranjang. Lalu melakukan pembayaran.
" Haus banget, " Ucap Intan, Ia mendorong troli menuju foodcourt yang menjual anek Juice, Ia memesan dua jus sekaligus dengan rasa yang berbeda, karena ia memang sangat haus.
"Nona Intan...! "
Intan mendengar ada seseorang yang memanggilnya, suaranya terdengar familiar.
***
Rafa di buat kelimpungan di rumahnya, ia sengaja pulang saat jam makan siang membatalkan pertemuan keduanya, untuk makan siang dengan istrinya yang sedang ngambek itu, karena percuma ia bekerja pun jadi tidak fokus lebih baik ia membatalkannya dan pulang menemui istrinya, ia akan mengantarkan kemana pun yang tadi pagi istrinya itu ingin kan. Namun saat sampai rumah ia di buat terkejut karena tidak melihat keberadaan Intan, ia sudah menghubungi Ibu mertuanya yang tinggal lebih dekat dengan nya, tetapi tadi ibu mertuanya bilang ia sedang pergi dengan mamah Elen.
Rafa semakin di buat marah, kesal juga khawatir karena tidak melihat keberadaan motor Istrinya di parkiran, bisa di pastikan Istrinya itu pergi menggunakan motor , dan lebih parahnya lagi istrinya itu meninggalkan ponsel nya di atas lemari es,
Rafa terus mondar mandir, saat ia datang sudah hampir 1 jam Intan belum juga pulang, entah Rafa tak tau jam berapa Istrinya itu berangkat.
" Sepertinya saya harus membuang motor itu, ! Ucap Rafa dengan geram.
" Apa mas harus mengurung mu INTANN.,! "
Sudah pukul 1 siang Intan belum juga kembali, Keringat Rafa sudah mengucur deras karena terus mondar mandir di teras rumah, semua rasa yang ia rasakan sungguh menguras energi nya, namun perasaan khawatir lebih mendominasi...
-
-
tbc
__ADS_1