Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Ingin membalas Rafa


__ADS_3

" Tidak apa apa Rafa aku tau kamu tidak sengaja .!


" Ada apa kamu kemari ?. " Rafa berkata sambil melirik sekilas ke arah Intan, namun wajah Intan sudah kembali datar, justru itu yang ia takutkan.


Diana mengikuti arah pandang Rafa.


" Ya ampuun Intan kamu di sini ?? aku bahkan tidak melihatmu sejak tadi. " Diana mendekati Intan dan Intan pun menyambut Diana, mereka saling berpelukan.


" Bagaimana kabar mu ?. "


" Baik kak, Kak Diana sendiri bagaimana kabar nya ?. "


" Baik, kita makan siang bareng yuk , kakak bawa makan siang masakan kakak sendiri, hari ini kakak libur jadi sempatkan diri ke sini untuk makan siang sama Rafa . " Ucap Diana sambil tersenyum manis ke arah Rafa.


Dan Rafa hanya datar saja, matanya justru memandang dalam Intan.


" Sebenarnya aku mau banget kak, tapi maaf aku sudah janji sama teman ku !. " Intan beralasan


" Yaah... Sayang sekali!. " Diana terlihat kecewa.


" Tenang kak , mas Rafa pasti dengan senang hati mau menemani kakak !. " Ucap Intan sambil melirik tajam ke arah Rafa


Dan Rafa menelan ludahnya kasar


" Yah, kakak rasa begitu !. "


" Aku permisi yah kak teman ku sudah menunggu. "


" Hati hati yah !. "


Intan hanya tersenyum tanpa melihat ke arah Rafa lagi.


" Intan kamu pergi dengan siapa ??, Intan ... " Rafa memanggil Intan namun di abaikan


Intan dengan raut wajah cemberut keluar dari ruangan Rafa, dengan langkah besar terlihat sekali kalau ia sedang kesal. Tanpa menyapa Sandy yang juga ingin masuk ke dalam ruangan Rafa.


" Astaga...dia menyeramkan sekali !!!. " Sandy bergidig ngeri


**


Intan memilih makan siang sendiri, moodnya sudah hancur berantakan. Intan menikmati makanannya dalam perasaan kesal dengan Rafa,


Pada saat Intan sedang menikmati makanannya tiba tiba-tiba saja ada seorang pria yang duduk di hadapan nya.


" Tring... " Intan menjatuhkan sendok nya karena terkejut melihat orang yang hampir merenggut kesuciannya kini ada di depannya.


Intan segera berdiri hendak pergi.


" Intan , intan gue mohon dengerin penjelasan gue dulu !. " Irfan menarik tangan Intan.


" Lepass... " Intan menatap tajam Irfan


" Maaf , tapi gue mohon dengerin gue tan !. "


" Gue gak mau !!. " bentak Intan


" Gue mohon Intan, gue menyesal, dengerin dulu penjelasan gue terserah lo mau percaya atau enggak setelah itu . "

__ADS_1


Intan melihat jelas raut penyesalan di wajah Irfan, bagaimana pun mereka pernah menjadi teman baik , jadi tidak ada salah nya jika ia mendengarkan penjelasan Irfan, toh di sini juga ramai kalau Irfan macam macam ia tinggal teriak saja.


"Ok . "


Mereka pun duduk kembali.


" Tan, gue mengaku salah sama lo, gue minta maaf, gue khilaf saat itu. "


" Apa yang membuat lo jadi sebejat itu ?. "


Irfan tak marah saat Intan bilang kalau dirinya bejat , dan ia mengakui itu.


" Saat itu gue terpengaruh obat obatan terlarang, gue susah buat nahan untuk ga ngelakuin itu, gue akuin gue sayang banget sama lo dan gue pingin lo jadi milik gue hingga membuat gue gelap mata,tapi sekarang gue sadar bahwa cinta ga bisa di paksain, dan gue menyesal. " Terlihat sekali raut wajah Irfan yang menyesali perbuatannya. Dan Intan menilai apa yang di ucapkan Irfan adalah kejujuran.


" Lalu selama ini lo kemana ?, kenapa ga berusaha nemuin gue ?. "


" Gue di rehab sama orang tua gue sampai sembuh dan terlepas dari obat obatan sialan itu , Gue belum berani ketemu sama lo, dan pertama kali kita ketemu lo begitu takut sama gue, dan itu wajar karena kesalahan gue yang fatal, Gue menyesal Intan, gue minta maaf . " Irfan bagun dari duduk nya dan berdiri di samping Intan lalu mencoba berlutut di kaki Intan.


" Irfan jangan seperti ini, bangun !. " Intan merasa tidak enak


" Kalau lo uda maafin gue, baru gue bangun!. "


" Gue udah maafin lo Irfan, gue tau lo orang baik . " Intan tulus memaafkan


Irfan pun bangun dan duduk kembali di tempatnya. " Terimakasih lo udah maafin gue tan, gue janji bakalan berubah, apa kita masih bisa berteman?. "


" Tentu saja, asal lo bersikap baik !. "


" Gue janji tan !. "


Intan pun tersenyum mengangguk.


" Belum . "


" Pesan lah, biar kita makan bareng !. "


Intan mencoba berdamai dengan ketakutannya dulu, ia tau tak ada manusia yang sempurna, yang terpenting dia sudah mengakui kesalahannya. Dan kedepannya Intan ingin Irfan menjadi manusia yang lebih baik lagi.


Mereka pun makan bersama, dan mengobrol melupakan kejadian yang pernah mereka alami. Irfan sudah tau kalau Intan adalah pribadi yang baik jadi ia sudah bertekad akan meminta maaf. Dan merubah sifat buruknya dulu dan Intan lah yang menjadi motifasi nya untuk berubah.


Intan kembali ke kantor dengan motornya.


Masuk ke dalam lift menuju ke atas di mana ruangannya berada.


Saat sampai di atas Intan melihat meja Sandy masih kosong.


Iya pun masuk ke ruangan Rafa yang juga menjadi ruangannya tanpa mengetuk terlebih dahulu


" Hahaha. " Ke tiga orang di dalam ruangan itu sedang tertawa dan seketika berhenti ketika melihat Intan masuk. Rafa duduk di samping Diana sedangkan Sandy berada di hadapan mereka.


" Sepertinya dia bahagia sekali..! Ucap Intan dalam hati


" Hai Intan, sudah selesai makannya ?. " Tanya Diana .


" Sudak kak !.. "


" Sini Demus gabung dengan kita !. "

__ADS_1


" Terimakasih pak, saya harus kembali bekerja !. " Intan menjawab dengan bahasa yang formal antara bawahan dan atasan, Intan kembali ke meja nya.


Rafa terus memperhatikan wajah Intan namun Intan sama sekali tak menatap nya.


" Baik lah Diana seperti nya kita harus keluar, karena harus ada yang bekerja keras setelah ini !. " Sandy menaik turunkan mata nya ke arah Rafa


" Baiklah, aku pulang yah Rafa!. " Pamit Diana


" Intan kakak pamit yah, "


" iya kak ,hati hati .! "


Setelah kepergian kedua orang itu terjadi keheningan di antara mereka. Intan menyibukkan diri dengan laptop nya.


Dan Rafa masih memperhatikan Intan dari Sofa .


" Sayang...! Rafa memanggil Intan lembut.


Intan tak bergeming, ia bertekad untuk mogok bicara dengan Rafa. Lelaki itu selalu melarang nya mendekati atau di dekati lelaki lain, Sedangkan dirinya sendiri seenaknya saja mau di cium wanita lain, dan lebih parahnya bahkan ia menyentuh bagian penting pada tubuh wanita . Entah itu di sengaja atau tidak, Itu membuat Intan kesal luar biasa .


" Sayang...! " Rafa duduk di hadapan Intan


" Maaf Pak, saya sedang bekerja, ada yang perlu di bantu ?." Intan menatap Rafa biasa saja dengan pandangan datar.


" Sayang,,kita sedang berdua di sini, panggil mas saja !. "


" Maaf Pak ini jam kerja, saya tidak mau makan gaji buta dengan mengobrol di jam kerja !. "


" Sayang,, mas minta maaf, Tadi mas sungguh tidak sengaja. " Rafa memasang wajah memelasnya. Tangan nya mencoba menggenggam tangan Intan namun Intan selalu menarik tangan nya.


" Maaf Pak, kalau bapak tidak kembali ke meja bapak biar saya saja yang keluar !. " Ancam Intan.


" Baik lah...! " Jawab Rafa lemas. Ia mengalah saja dari pada Intan keluar dari ruangannya.


" Pokoknya aku ga mau ngobrol sama mas Rafa dulu. " Ucap Intan dalam hati.


Rafa terus saja memperhatikan Intan yang sedikitpun tak pernah melihat ke arahnya.


Ponsel Intan berbunyi , Intan segera menggeser tombol biru.


" Hallo, .... "


"#######"


" Baiklah pasti aku mampir, jam berapa di mulai nya ??. "


"#######"


" Oke baiklah, sampai ketemu nanti malam . " Jawab Intan dengan suara lembut.


" Siapa yang menghubungi nya? dan mau kemana dia nanti malam ???. " Rafa ingin bertanya namun ia urungkan, Intan pasti tak akan menjawab nya


" Takkan ku biarkan kau lepas dari pengawasan ku !!!. "


-


-

__ADS_1


tbc


__ADS_2