
Sepanjang perjalanan pulang Rafa selalu mendiamkan Intan, bahkan ia tak melirik Intan sama sekali, Intan terpaksa pulang bareng dengan suaminya dan meninggalkan motor di kantor, karena Rafa terlihat begitu marah padanya atas kejadian tadi. Yah walaupun tidak ada yang salah dengan itu, toh juga Intan tak terlalu menanggapi pak Antonius itu.
Tapi apa Rafa bisa memahami itu ?, Dan yang perlu di ingat adalah Rafa memiliki sifat cemburu yang berlebihan pada Intan, hingga terkadang membuat Intan .
Padahal Intan sudah beberapa kali minta maaf, walaupun itu bukan kesalahannya, tapi Rafa tetap saja ngambek
Tibalah mereka di rumah mamah Elen, Rafa begitu saja keluar dari dalam mobil tanpa mengajak istrinya, Intan hanya bisa menarik nafas dengan kelakuan suaminya itu, seperti tak ingat umur batin Intan ,Rafa naik ke menuju kamarnya begitu saja melewati mamah yang sedang menonton TV, mamah Elen juga melihat Rafa langsung memicingkan matanya.
" Asalamualaikum mah ?. " Salam Intan sambil mencium tangan ibu mertuanya dengan tidak bersemangat.
" Wa'alaikumussalam, Nak, sini duduk dulu !. " Mamah Elen menepuk ruang kosong di samping nya.
Intan pun menurutinya, ia duduk dengan wajah yang menunduk,
" Ada apa nak ?.
" Tidak ada apa apa mah !. "
" Cerita saja sayang , siapa tau mamah punya solusi . "
" Mah, mas Rafa marah sama aku !. "
Mamah Elen sekarang duduk berhadapan dengan Intan, dan memegang kedua tangan menantunya itu,
" Marah kenapa nak ?, " Tanya mamah dengan Elen lembut.
" Mas Rafa kesal karena....., " Intan menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, juga dengan syarat syarat aneh dari Rafa, hingga pada akhirnya Rafa mendiamkan nya,
" Padahal aku sudah minta maaf mah, tapi mas Rafa tetap mendiamkan aku !. " Intan menunduk sedih.
" Suamimu itu cemburu yah nak ?, " Ucap mamah Elen sambil tersenyum. ia tau betul akan sifat anaknya, dia begitu mencintai Intan hingga selalu membuatnya cemburu,
" Aku takut kalau mas Rafa sedang seperti itu mah , aku mau ke rumah Ibu saja !, "
" Jangan sekarang ya nak, sudah malam, besok saja kalau mau ke rumah ibu mu,! " Mamah Elen tak pernah melarang Intan untuk kapan pun kerumah Ibunya, hanya saja Ini sudah malam.
" Sudah kamu ke kamar gih, mandi terus kita makan bersama ,! " Mamah Elen mengelus rambut Intan.
" Tapi mah, aku takut !. "
" Dia mencintaimu nak, tak akan terjadi apa apa dengan mu .! "
Akhirnya Intan menuruti perintah mertuanya, ia naik ke lantai atas menuju kamar nya.
Membuka handle pintu secara perlahan. Lalu menutupnya juga dengan perlahan, Pandangannya mengedarkan ke seluruh penjuru kamar tak ada suaminya, namun terdengar gemericik air yang menandakan kalau suaminya ada di kamar mandi.
Intan memilih duduk di sofa sambil menunggu suaminya.
__ADS_1
Tak lama berselang Rafa keluar dari kamar mandi, melihat sekilas Intan lalu mengabaikan nya lagi.
Intan masuk kamar mandi , Intan menangis di bawah kucuran Air, ia tak bisa jika selalu di abaikan Rafa,
Sekilas Rafa melirik ke arah kamar mandi, Intan sudah lama berada di dalam kamar mandi belum juga keluar, ada perasaan cemas dan khawatir di diri Rafa namun ia gengsi, 10 menit, 20 menit, 30 menit Intan belum juga keluar.
Rafa memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi karena sudah terlalu lama Intan di dalam.
"tokk, tokk, Intan...! "
" tokk,,, tokk,, sayang,, sayang,,, kenapa lama sekali di dalam?, " Rafa mulai di landa panik, ia terus memanggil juga mengetuk namun tak ada sahutan dari dalam...
Ia coba memutar hendle pintunya, " Bodoh kenapa dari tadi tak mencoba masuk saja , " Rafa membuka pintu itu ternyata tak terkunci.
" Sayang,,, sayang,,, " Rafa panik menepuk nepuk kecil pipi pucat Intan yang sedang berendam di dalam bathtub dengan menggunakan baju lengkap.
" Eeuummm.... " Intan mengerjapkan matanya, ternyata dia tertidur.
" Mas Rafa ??. "
" Apa yang kamu lakukan INTANNN...?, " Rafa terlihat kesal dan takut menjadi satu, dan ternyata Intan hanya ketiduran, hingga ia tanpa sengaja membentak Intan, karena begitu khawatir. Lalu Rafa beranjak keluar dari kamar mandi,
Intan yang melihat kepergian Rafa langsung meneteskan air mata. Ia segera bangun dari bathtub dan membilas tubuhnya lalu keluar dari kamar mandi menuju lemari, berganti pakaian lalu ia memutuskan untuk keluar dari kamar Itu, Dan Rafa sedang pura pura memainkan ponselnya sambil sesekali diam diam memperhatikan gerak gerik istrinya. Ia pun melihat Intan keluar dari kamar dengan wajah sedikit pucat.
Intan berjalan menuruni tangga hendak mengambil minum tenggorokan nya terasa sangat kering.
" Tidak mah , ' Intan menggeleng lemah
" Apa Rafa kasih mendiamkan mu ?. "
Intan mengangguk lalu air mata nya menetes ,
Mamah Elen langsung memeluk tubuh menantunya itu, ia merasa Rafa perlu di beri sedikit pelajaran.
" Nak kamu mau dengerin omongan mamah ?, "
" Iya mah...! "
" Ayo ikut mamah !, " Mamah Elen menggandeng Intan keluar dari rumah nya, sebelum nya ia mencari supir dulu untuk mengantarkan mereka.
Rafa gelisah sudah hampir satu jam Intan tak kunjung kembali ke dalam kamar, ada rasa ingin menyusul tapi karena sifat cemburu nya yang sudah akut, membuatnya jadi keras kepala.
Hingga sudah 2 jam Intan tak kunjung masuk ia akhirnya memutuskan turun untuk melihat apa yang di lakukan Istrinya hingga selama ini tak kunjung kembali ke dalam kamar nya
Setiap langkahnya menuruni anak tangga , Rafa selalu mengedarkan pandangan nya guna mencari keberadaan Istrinya
Pertama ia melihat ke dapur serta ruang makan, Ia pikir Intan mungkin sedang makan, Namu ia tak menemukan keberadaannya di sana, lalu Rafa melangkah menuju teras yang terdapat taman yang di sukai Intan, karena Intan sering menghabiskan waktunya di taman itu ketika sedang libur. Namun Nihil ternyata Istrinya juga tak ada di tempat itu, kini langkahnya semakin besar dan mulai panik mencari keberadaan Istrinya di rumah besar itu, bahkan ia menanyakan semua pelayan di rumahnya untuk menanyakan apakah ada yang melihat Intan. Tak ada satupun yang tau dan melihat keberadaan Intan.
__ADS_1
Akhirnya Rafa memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumah mencari mamah nya.
" Tokk.. tokk.. tokk... mah, mamah ?. " Suara Rafa terdengar panik.
" Cekleek..., " Hendle pintu terbuka, menampakkan mamah Elen yang terlihat seperti bangun tidur.
Rafa tak menanyakannya lagi, ia langsung menerobos masuk, barangkali Intan bersama mamah nya.
" Rafaaa, kamu ngapain sih, main nerobos gitu aja!!!. " Mamah Elen terlihat kesal.
" Mah ?, apa mamah tau Intan di mana ?, " Rafa terlihat panik
" Tadi kan sama kamu di kamar ?, "
" Ga ada mah, tadi dia keluar kamar sudah dua jam yang lalu tapi belum juga kembali, "
" Apakah kalian bertengkar ?, " Mamah Elen memicingkan matanya pura pura curiga pada Rafa.
" Tttidak mah , " Rafa terlihat gugup
" Jika tidak lalu kenapa Intan tidak ada di rumah ?, kamu cepat cari menantu mamah," Mamah Elen mendorong Rafa agar keluar dari kamar nya.
" Mah, bantu Rafa ?, "
" Mamah tidak mau, kamu yang buat ulah, kamu lah yang harus bertanggung jawab, " Mamah Elen menatap sinis anak nya
" Mah...! "
" Makannya sifat kamu itu harus di rubah, kalau kamu seperti itu terus bisa bisa Intan tidak kuat dan pergi!!, " kata kata mamah Elen seperti terdengar bagai sebuah ancaman di telinga Rafa,
" Itu tidak akan terjadi mah, " Rafa pergi dari depan kamar mamah Elen dengan tergesa-gesa.
" Maafkan mamah nak, tapi kamu memang harus di beri pelajaran , " Mamah Elen menutup pintu kamar nya.
Dan menghunungi menantu kesayangannya .
" Sayang,mas janji tidak akan seperti ini lagi !." Rafa gelisah sepanjang perjalanan, entahlah ia harus mencari Istrinya itu kemana, Ia takut apa yang di katakan mamah Elen akan terjadi, jika ia tak merubah sikap nya Intan akan pergi darinya
Di suatu tempat yang sebenarnya tak jauh dari rumah Rafa, Intan sedang tidur dengan pulas setelah menonton darkor favoritnya.
Ia juga menjadi tak tega setelah mendengar apa yang di katakan mamah Elen tentang apa yang terjadi dengan suaminya saat misi kabur nya ini, tapi di sisi lain dia bahagia.
-
-
-
__ADS_1
tbc