
" Da apa kamu merasakan perubahan pada anak anak kita ? , " Tanya mamah Elen yang sedang berkunjung ke rumah Intan, ia berencana akan menginap di rumah Rafa karena seperti biasa dia selalu kesepian karena sang suami tengah berada di luar kota.
" Iya mba, Intan juga sekarang menjadi lebih pendiam, biasanya dia selalu curhat ke saya, tapi kali ini dia berbeda . "
" Iya da, Rafa pun begitu sekarang , "
Kedua wanita paruh baya itu termenung dengan pikiran masing-masing tentang perubahan anak anak mereka.
" Da apa saya salah yah kalau mau menjodohkan Diana dengan Rafa ? , saya pikir mereka berdua pernah dekat dulu jadi mungkin baik Rafa atau Diana tak masalah dengan perjodohan ini . "
" Mbak ga salah kok, mungkin nak Rafa nya yang memang tidak mau, menjodohkan anak itu susah susah gampang mbak !. "
" Iya juga sih Da, eeh,, tapi menurutmu sebenarnya apa yah yang terjadi sama anak anak kita ?, kok mereka bisa kompakan gitu berubahnya , " Bu Ida terlihat seperti sedang memikirkan ucapan mamah Elen
" Atau jangan jangan ,,,,? , " Bu Ida dan Mamah Elen saling pandang.
***
Pagi Ini Intan sudah bersiap siap untuk magang, dengan menggunakan rok span dan stelan blazer warna abu seperti orang orang kantor pada umumnya, make-up sederhana namun terlihat manis sesuai umurnya.
" Bu, kenapa masak banyak sekali ?. "
" Mamah Elen dan Rafa akan sarapan bareng kita, mungkin sebentar lagi mereka ke sini , "
" Mamah Elen ada di sini ?. "
" Iya , semalam menginap di rumah Rafa. "
" ooh,, . " Namun dalam hati Intan ia pasti canggung jika harus bertemu Rafa kali ini, karena sudah beberapa minggu ini ia tak bertemu juga tak berkomunikasi, ia takut hatinya akan goyah.
" Asalamualaikum , " Salam mamah Elen saat masuk ke dalam rumah Intan dan di ikuti oleh Rafa yang berada di belakang nya,
" Waalaikumsalam , Ayo mbak masuk , nak Rafa silahkan Sudah siap ini loh sarapannya, "
" Waah,, waah,,, waah,,, Istimewa sekali ini sarapannya , " Puji mamah Elen melihat begitu banyak makanan tersedia
" Hanya seadanya saja kok mbak . "
" Mana Intan ?. "
" Masih di kamar mungkin, baru saja masuk. "
" Mah, " Sapa Intan saat keluar dari kamar, dan langsung mencium tangan mamah Elen. Dan menghampiri Rafa juga mencium tangannya dengan jantung yang terus berdebar.
__ADS_1
Rafa hanya memandangi saja tanpa kata.
" Kamu kok cantik banget sih nak, mamah sampai pangling loh , mau ke mana sih ?, " Puji mamah Elen, karena Intan terlihat berbeda dengan baju kantor itu
" Eemmm,, aku mau magang mah , "
" Magang di mana ?. "
" Diii,,, aku kurang tau namanya perusahaannya mah, nanti aku bareng temen berangkat nya. " Intan gugup karena terus di pandangi oleh Rafa, walaupun tatapan nya datar namun itu sudah bisa membuat jantung nya berdetak tak beraturan.
" Ayoo kita mulai sarapan nya, mamah sudah lapar sepertinya !, "
Tanpa sadar Intan berdiri mengambil piring serta lauk lalu memberikannya pada Rafa, namun saat Ia duduk ia baru tersadar, dan berniat mengambil piring itu kembali namun Rafa lebih dulu menggeser piring yang di berikan Intan, " terimakasih " ucap Rafa.
" Aahhh,, oiya mas !. " Jawab Intan kikuk
Di balik kecanggungan Intan ada dua orang tua yang memperhatikan mereka. Namun mereka berdua hanya saling pandang saja
" Kenapa kamu tidak berangkat sekalian saja dengan Rafa nak ?. "
" Tidak usah mah, nanti merepotkan, lagi pula aku pakai motor, agar tak sulit mencari kendaraan saat pulang nya . "
" Mungkin dia akan berboncengan dengan teman lelakinya !. " Tiba tiba saja Rafa berbicara seperti itu
" Benar begitu Intan ?, " Tanya bu Ida
" Tti,, tidak bu , mas Rafa sok tau !. " Intan cemberut kepada Rafa.
Dan perasaan rindu Rafa sedikit terobati dengan hanya melihat wajah cemberut Intan yang menggemaskan, sudah lama ia tak melihatnya, namun Rafa tetap memasang wajah datar nya, ia tak mau terlihat bahagia di depan Intan.
" Bu, mah, mas Rafa aku berangkat duluan yah, ini hari pertama aku jadi aku harus berangkat lebih pagi dari yang lain. "
" Hati hati yah nak !, " Mamah Elen dan Bu Ida mengucapkan hal yang sama pada Intan.
" Pakai motor kok pakai rok begitu, apa kamu mau kendaraan yang berlawanan arah melihat nya ??. " Rafa berkata setelah Intan bersalaman dengan nya.
" Iiini panjang kok mas !. "
" Apa kamu tidak bisa membedakan mana panjang mana pendek ?, " Sinis Rafa
Intan sungguh sungguh kesal kali ini, Rafa terus saja menyudutkan nya, Ingin rasa nya ia tarik rambut Rafa yang sudah rapi itu.
" Sudah nak, kamu berangkat saja, jangan dengarkan mas mu, kamu perfect, " Mamah Elen mengacungkan dua jempol nya pada Intan.
__ADS_1
" Kalau begitu aku berangkat yah , " Sebelum keluar Intan sempat memandang kesal ke arah Rafa, Namun Rafa hanya memandang nya dengan datar
" Dasar Mas Rafa kampret , " Gerutu Intan dalam hati, "Aaah,,,Dia sudah membuat aku gagal move on , " Intan menghentak hentakkan langkah nya kesal sambil berjalan menuju motornya.
Intan sengaja tak memberitahukan nama perusahaan nya , dalam pikiran Intan tidak mungkin anak magang bisa berhubungan langsung dengan bos besar jadi kemungkinan ia tak akan bertemu Rafa di sana.
Intan melajukan kendaraan nya sedikit lebih cepat, ia tak mau nanti berpapasan dengan Rafa di sana.
Setelah sampai kantor Intan mencoba menarik nafas panjang guna menetralkan ke gugupannya sebelum melewati pintu masuk kantor .
Security berdiri di depan pintu sambil sesekali menyapa para karyawan yang baru saja datang.
" Silahkan !. " Security mempersilahkan
" Terimakasih pak , "
Security itu memperhatikan Intan yang sudah masuk ke dalam, " Kaya kenal, tapi siapa yah ?. " Security itu berbicara sendiri
Intan berhenti di meja resepsionis untuk menanyakan ruangan HRD. Dan Resepsionis itu pun memberitahu di mana ruangan HRD.
" Mbak, mbak bukannya.... " Resepsionis itu terlihat sedang berfikir, karena ia seperti nya pernah melihat nya beberapa kali di sini.
" Saya hanya mahasiswi magang kak, " Intan langsung menyela omongan sang Resepsionis agar tak lagi mengingat ingat siapa dirinya.
"Permisi yah Kak, "
Resepsionis itu hanya mengangguk saja, " Kayanya wajah itu gak asing deh , " Gumam sang Resepsionis
" Hufff,,, " Intan sedikit lega karena meraka tak mengenali betul siapa Intan, mungkin karena baju yang di gunakan Intan membuat Intan seperti wanita dewasa, tak seperti biasanya yang terlihat seperti anak SMA.
Intan berjalan menuju ruang HRD, namun Intan selalu menjadi perhatian lawan jenis di setiap jalan yang ia lewati.
Intan di beri tau posisinya juga ruangannya, dia akan di bimbing langsung oleh Manajer keuangan, Ada 5 anak magang namun di tempatkan di posisi yang berbeda dan berbeda lantai dengan Intan.
Intan juga menerima arahan dari manajer keuangan, seorang lelaki paruh baya yang terlihat sopan dan ramah. Yah Intan duduk di bilik yang berada di samping manajer keuangan, ia mencoba mempelajari tugas yang baru saja di berikan.
Rafa kini sudah berada di ruangan nya, Sedangkan Sandy sedang ke lantai bawah mencari cari orang yang di cari nya selama ini.
" Bagaimana Demus , kerasan magang di sini ?. "
Intan terkejut dengan kedatangan Sandy yang juga Sahabat dari Rafa.
-
__ADS_1
tbc