
" Braaaakkkkk... " Benturan keras dari arah belakang mobil Irfan, mengagetkan Irfan yang baru akan memulai kelakuan bejat nya.
" Brengsek...!!!. " Dengan kesal Irfan hendak keluar menghajar orang yang sudah menganggu kesenangannya
Irfan membuka pintu mobilnya " Shiit... " Ia kesal karena bagian belakang mobilnya rusak.
" Buggg... " Kepalan tangan mendarat di wajah Irfan yang sedang melihat kearah belakang mobilnya.
Hingga membuat Irfan terhuyung jatuh ke belakang karena tidak siap
" Ciiih... ada pahlawan rupanya . " Ejek Irfan sambil mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Sebelum berhasil bangun, Irfan sudah lebih dulu di tendang di bagian perut nya hingga terjengkang kembali ke belakang.
Rafa melihat Irfan yang sudah tersungkur tak berdaya pun segera mendekati mobil Irfan dan membuka pintu bagian penumpang di samping kemudi
" Sayang... " Rafa melihat Intan yang gemetar ketakutan dengan wajah pucat masih terdiam syok. Tanpa banyak tanya Rafa segera membopong Intan keluar dari mobil menuju mobil nya
" Oooh. ..Jadi benar sekarang kamu menjadi ja**ng kecil Intan ??, " Irfan mengejek Intan yang di bopong oleh Rafa dengan memegangi perutnya yang terasa sakit karena di tendang oleh Rafa
" Baj***an kau!! , " Rafa kesal dengan hinaan Irfan pada Intan.
" Mass. " Intan menggeleng lemah,
Rafa yang tadinya akan kembali memukul Irfan pun mengurungkan niat nya, kini ia harus cepat cepat membawa Intan ke rumah sakit karena Badan nya panas sekali.
Rafa menjalankan mobilnya meninggalkan Rafa yang masih berdiri di pinggir jalan dengan memegangi perutnya. Ia langsung mengarahkan mobilnya ke rumah sakit
" Ibuuu... " Intan memanggil Ibunya dengan mata terpejam ,Gelisah, keringat dingin masih membanjiri
" Sayang, sabar yah, kita ke Rumah sakit . " Tangan kiri Rafa memegangi tangan Intan yang terasa panas , perasaan nya sungguh kacau saat ini, mungkin jika telat sebentar saja ia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa menjaga kekasihnya
Kini Rafa sudah berada di Rumah sakit, yang sebelumnya Intan masuk UGD kini sudah berada di ruang rawat.
Rafa terus memegangi tangan Intan yang suhu tubuh nya sudah mulai stabil. Ia melihat beberapa tanda merah pada leher Intan rupanya Irfan akan melakukan hal kotor pada Intan, beruntung saat ia datang Intan masih berpakaian lengkap. Jika di tanya seberapa marahnya Rafa saat ini? , sungguh Rafa ingin sekali membunuh Irfan sekarang juga. Namun kini Intan jauh lebih penting setelah itu ia akan memikirkan bagaimana jalan selanjutnya.
Ia juga sudah menghubungi bu Ida kalau mereka sekarang sudah di rumah sakit,
Tak lama berselang pintu ruang rawat Intan terbuka, dan bu Ida lah yang datang dengan raut wajah cemas.
" Ya Allah Intan . " Bu Ida memeluk putrinya yang tertidur lelap.
Rafa berdiri dan mendekati Bu Ida dan mengelus punggung wanita paruh baya yang sedang rapuh itu
" Nak Rafa apa yang terjadi pada Intan ? , kenapa Intan diam saja ?. "
" Tak ada yang perlu di khawatir kan bu , Intan hanya tertidur karena efek obat penenang yang di berikan dokter . " Rafa tak memberitahukan Bu Ida mengapa Intan di berikan obat penenang , karena Intan sempat memberontak serta ketakutan, jadi dokter memberinya obat penenang agar tenang jadi bisa di pasang selang Infus di tangannya
Rafa memberikan kursi pada Bu Ida agar duduk di samping Intan.
__ADS_1
" Bu saya keluar sebentar ya ?, mau menghubungi seseorang , "
Bu Ida memberi jawaban dengan mengangguk.
Rafa menghubungi sahabat nya Sandy agar mencari tau tentang siapa sebenarnya Irfan itu, ,, Dan setelah Intan pulih Ia akan coba membujuk Intan untuk melaporkan Irfan pada polisi, Ia tak mau kejadian ini terulang kembali.
# flashback #
Jam setengah 10 malam Rafa baru saja pulang lembur karena ada klien yang mendadak ingin membicarakan soal proyek yang akan mereka tangani bersama, walaupun ini hari liburnya Rafa tak menolak. Terakhir Rafa menghubungi Intan saat makan siang mengingatkan Intan agar tak melupakan makan siang nya, setelah itu mereka sama sama sibuk.
Rafa bergegas menuju rumah Intan ketika bu Ida menghubungi kalau Intan belum juga pulang, padahal sudah jam 10 malam. Dan Rafa dengan segera melajukan kendaraan nya ke tempat di mana Intan bekerja, jalanan malam yang masih sedikit macet membuat Rafa lebih lama sampai.
" Permisi pak , apa karyawan semua sudah pulang ? , " Rafa bertanya pada security Restoran tempat Intan bekerja
" Sudah pak , memang nya bapak cari siapa ?." Security itu melihat raut kecemasan di wajah Rafa
" Apa bapak mengenal Intan ?. "
" Ooh neng Intan, dia sudah pulang pak, kira kira setengah jam yang lalu . "
Namun dari jauh Rafa melihat motor Intan yang terparkir.
" Itu motornya di tinggal pak, karena ban nya bocor . " Security itu mengerti arah pandangan Rafa
" Lalu Intan pulang dengan siapa ?. "
" Tadi sih bilang katanya temannya pak . "
" Waduh saya ga tau pak, orang nya keren pak masih muda, mobilnya bagus . "
" Apa si br**gsek itu???. "
" Siapa pak??. " Security seperti mendengar Rafa mengucap kan sesuatu.
' Tidak pak, terimakasih ya . "
" Sama sama pak. "
Rafa kembali masuk ke dalam mobilnya, namun ia melihat ada kamera CCTV di atas tiang di samping pos security. Dan Rafa pun turun kembali dari mobilnya.
" Maaf Pak bisa minta rekaman CCTV itu . " Rafa menunjuk tiang
Security itu sedikit ragu.
" Sampai saat ini Intan belum pulang, dan saya ingin tau siapa yang pulang bersama nya . "
Dan akhirnya security itu memberikan rekaman itu.
Rafa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah melihat rekaman CCTV tadi,
__ADS_1
Dari jauh ia melihat mobil terparkir di pinggir jalan dengan keadaan lampu yang menyala, Ia tau betul siapa pemilik mobil itu.
Dengan kesalnya ia menabrakkan mobil nya hingga sangat empunya keluar dengan kesal.
Tanpa kata Irfan langsung memberi kepalan tangannya dengan penuh emosi.
Rafa sangat terkejut melihat keadaan Intan namun Ia tak ingin bertanya apapun, Intan terlihat begitu syok.
# Flashback off #
" Buu... " Intan memanggil ibunya ketika baru tersadar
" Iya nak ?. " Ibu mendekati Intan dan langsung memeluk Intan yang masih dalam posisi berbaring.
" Ibu aku takut !!. " Intan tiba-tiba saja menangis di pelukan sang ibu.
" Tidak usah takut nak, kamu sudah aman, Nak Rafa yang membawa mu ke sini . " Ibu mengelus lembut rambut Anaknya, hingga dia merasa tenang
Rafa yang berada di luar pintu segera masuk kedalam karena sayup sayup ia mendengar suara tangis Intan.
" Sayang, kamu sudah bangun ?. " Rafa berlari kecil menuju ranjang Intan
Intan segera melepaskan pelukannya, Intan ingin bangun dari tidur nya, namun Rafa buru buru menahan bahu Intan agar tetap di posisi nya
" Sudah kamu istirahat saja, mas senang kamu sudah sadar . "
Intan masih terdiam tak Ingin melihat Rafa, ia begitu malu dengan keadaanya saat ini, namun ia bersyukur Rafa menyelamatkannya di waktu yang tepat,
Andai tak ada Bu Ida di sini mungkin Rafa sudah memeluk Intan dengan erat, dan memberikan kecupan kecupan di wajahnya sebagai bentuk bahagia nya ia melihat Intan baik baik saja saat ini.
" Mas Terimakasih, sudah menyelamatkan ku , " Ucap Intan dengan suara lemah, namun ia masih enggan menatap Rafa, pandangannya ia tuju pada selimut yang ia kenakan
" Nak, ibu ke kantin sebentar ya . "
" Ibu ingin membeli apa??, biar saya yang beli bu ?. "
" Tidak usah, Ibu titip Intan saja sebentar , " Sebenarnya bu Ida ingin memberi ruang pada Rafa dan Intan, mungkin kakak beradik angkat itu ada yang ingin di bicarakan, walaupun ada sedikit janggal di hatinya saat Rafa bilang sayang pada Intan saat masuk tadi. Namun fikiran itu segera di hilangkan oleh bu Ida.
" Sayang , maafkan mas karena lalai menjagamu, mas tidak akan memaafkan diri mas sendiri jika terjadi sesuatu pada mu. " Kini Rafa dapat memeluk Intan dengan erat
Namun Intan melepaskan pelukan itu dan sedikit mendorong tubuh Rafa.
" Sayang...??. "
" Aku kotor mas ...... "
-
-
__ADS_1
Tbc
likenya jangan lupa yah kaka kaka 😘