Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Drama Rafa


__ADS_3

" Jo, apa pak Rafa sudah di hubungi ? , "


" Sudah pak, kita bisa langsung ke perusahaan sekarang, atau bapak mau istirahat dulu di hotel ?. "


" Tidak perlu, kita langsung saja ke Perusahaan nya !. "


" Baik Pak !. "


Pak Antonius dan sekertaris nya Johan sudah sampai di Indonesia, mereka akan mengadakan pertemuan dengan Rafa sebagai kelanjutan dari kerja sama mereka. Dan mereka akan mengadakan pertemuan di perusahaan milik Rafa.


Pak Antonius sudah berada di mobil dalam perjalanan menuju perusahaan Rafa, entah mengapa dirinya sudah tak sabar, yang pasti bukan tak sabar ingin membahas proyeknya, melainkan tak sabar ingin bertemu dengan Intan si gadis cantik begitu mempesona menurutnya, hingga membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


***


Di dalam ruangan nya Rafa terlihat gelisah, hingga beberapa kali ia menjatuhkan penanya ke lantai.


Dan itu tak luput dari perhatian Intan yang berada di meja tak jauh dari hadapan Rafa.


" Mas, ada apa ?. " Intan kini sudah duduk di hadapan Rafa tanpa Rafa sadari.


" Tidak ada apa apa sayang !. " Rafa tersenyum lembut


" Bohong, dari tadi aku lihat mas begitu gelisah !. "


" Terimakasih sayang atas perhatian nya !. " Rafa memegang kedua tangan Intan yang berada di meja lalu mengecupnya.


" Mas jangan seperti ini nanti ada yang masuk !. "


" Tak akan ada yang berani masuk sebelum mas Izinkan !. "


" Baiklah, aku kembali bekerja saja !. "


" Sayang mas butuh vitamin !. "


" Mas taruh di mana vitaminnya ?. " Intan berdiri mengitari meja berdiri di samping Rafa lalu membuka laci yang berada di bawah meja.


" Di sini vitamin nya, " Rafa menarik Intan hingga jatuh pada pangkuannya, ia mengendus endus tengkuk Istrinya yang harum dan mengecup kecil leher mulus itu.


" Mas Rafa lepas, ini kantor !. " Intan memukul kecil tangan Rafa yang melingkar di perutnya .


" Sebentar saja sayang ,! " Suara berat mulai terdengar dari pita suara Rafa, dan itu membuat Intan waspada, harus segera menghentikan kegiatan ini sebelum Rafa berbuat nekat.


" Mas sudah, aku mau bekerja !. "


" Tunggu sayang, " dan bahkan tangan Rafa sudah menyentuh bagian depan milik Intan.

__ADS_1


Intan tak Ingin melakukan hal gila seperti waktu lalu, Rafa melakukan hal gila di atas sofa dalam ruangan nya. Hingga akhirnya Intan memilih pulang setelah melakukan itu, karena merasa tidak nyaman dalam tubuhnya,


" Mas Rafa kalau begini terus aku pulang saja deh !!. " Intan berkata dengan kesal


" Baiklah kita lakukan di rumah saja yah ?. " Rafa menaik turunkan alisnya pada Intan yang sedang merapikan pakaian serta rambutnya yang berantakan.


Intan menatap jengah Rafa, ia bahkan melakukan hubungan itu setiap hari tanpa kenal lelah, Intan tak bisa menolaknya apapun keadaan tubuhnya bahkan ketika dia sedang lelah sekalipun, karena itu adalah tugasnya seorang istri. Tapi ia tak suka jika itu di lakukan di kantor.


Mereka sudah kembali mengerjakan tugas masing masing,


" Mas Rafa, setelah makan siang kita ada pertemuan dengan pak Antonius pemilik perusahaan di canada, ! " ujar Intan


" Kamu tidak usah ikut, " Jawab Rafa dingin


" Mas Rafa aku ini sekertaris , kalau aku tidak ikut mas akan kerepotan nanti nya,! "


Yang di katakan Intan ada benar nya tugas sekertaris sangat di butuhkan jika ada pertemuan seperti ini.


" Baiklah, tetapi kamu tidak boleh memandang lelaki itu, kamu harus terus berada di samping mas, dan jangan tersenyum kepadanya !. "


Intan hanya menarik nafasnya mendengar syarat dari suaminya yang pencemburu itu. mana mungkin ia tak menatap wajahnya ketika mereka tak saling berbicara bisa bisa kita di anggap tak profesional, dan tidak boleh tersenyum masa ada jika klien penting tersenyum padanya maka ia balas dengan wajah masam??, dirinya pasti akan selalu ada di samping Rafa karena ia memang sekertaris nya. Hahhh... entah lah Intan malas untuk berdebat dengan nya. Nanti dirinya juga yang terkena imbasnya.


Intan dan Rafa makan siang di tempat yang berbeda, Intan sengaja tak ingin selalu makan bersama Rafa saat di kantor, karena ingin menghindari kecurigaan dari karyawan yang lain, Dan apa kah Rafa setuju ? , jawabannya adalah tidak, sebagai gantinya Intan melakukan apa yang menjadi candu seorang Rafa.


Tak lama pak Antonius serta sang sekertaris johan masuk ke dalam ruangan miting.


" Selamat siang dan selamat datang pak Antonius !, " Rafa berdiri menyambut kedatangan sang tamu begitu juga karyawannya yang juga ikut berdiri.


Mereka saling berjabat tangan, pak Antonius juga menjabat tangan mulus Intan, namun saat pandangan ke arah Intan begitu penuh dengan kekaguman.


Intan segera menarik tangan Itu, karena pak Antonius belum juga melepaskan tangan nya. Dan ia juga takut jika singa di sampingnya ini akan mengamuk.


Pembahasan pun di mulai, Intan menerangkan poin poin yang akan mereka bahas setelah Ini, juga apa saja kendala juga resiko pada proyek ini, dengan begitu lugas dan jelas tata bahasa Intan hingga mudah di pahami, Hingga mata bulat pak Antonius terlihat seperti terhipnotis. Senyum nya selalu menghias di bibir lelaki itu,


Namu di lain sisi Rafa begitu kesal melihat pak Antonius yang begitu jelas mengagumi


istrinya, Tangan nya begitu erat menggenggam pena guna melampiaskan rasa kesalnya.


" Seperti itu pak Antonius juga pak Johan penjelasan kita pada proyek ini !. " Intan membungkukkan tubuhnya sambil tersenyum lalu duduk kembali.


" Saya menyetujui semua yang di ucap kan nona Intan, semuanya sudah jelas jadi tak ada keraguan lagi bagi saya .! " Jawab pak Antonius sambil tersenyum.


" Baiklah kalau begitu berarti di pertemuan kedua ini kita sudah sepakat yah !. "


Pak Antonius mengangguk yakin dengan ucapan Rafa

__ADS_1


Mereka pun berdiri bersalaman tanda semuanya telah di sepakati .


" Baiklah kalau begitu kapan kita akan meninjau proyek itu , Mungkin waktu saja tidak lama di Indonesia !. "


" Bagaimana kalau lusa ucap Rafa ?. "


" Baiklah lusa kita bertemu,!. "


" Baik nanti saya akan beritahu alamat nya pada sekertaris anda , " Ucap Rafa yang masih kesal karena pandangan pak Antonius masih penuh kagum.


Sebelum meninggalkan ruangan Antonius sempat memberikan senyuman pada Intan, Dan Intan membalas senyum itu, rupanya Intan lupa dengan apa yang di katakan pada suaminya.


Rafa yang begitu kesal,pergi begitu saja tanpa menghiraukan Intan.


" Entah lah, hukuman apa yang aku dapat setelah ini!, " Gumam Intan dalam hati sambil menghembuskan nafasnya. Ia membereskan berkas berkas juga laptop nya yang akan dia bawa kembali ke ruangan nya.


" Intan kita duluan yah, " Ucap karyawan yang lain


" Iya silahkan pak!. " Intan menjawab ramah.


Intan keluar dengan sedikit kerepotan. Karena tadi ia hanya membawa berkas saja, sedangkan Laptop nya Rafa yang membawa, berhubung tadi Rafa seperti nya sedang cemburu jadi dia meninggalkan Intan begitu saja.


" Bisa saya bantu nona ?. "


Intan terkejut hingga menjatuhkan beberapa berkasnya, karena tiba-tiba saja ada yang menyapa nya dari arah belakang,padahal tadi lorong itu terlihat sepi.


" Maaf, maaf, saya mengejutkan anda nona !."


Pak Antonius ikut jongkok di hadapan Intan membantunya mengumpulkan kertas yang berserakan.


" Tidak apa apa Pak biar saya saja !. "


" Kan tadi saya yang mengagetkan anda, jadi saya harus bertanggung jawab !. "


Intan tak menyahuti nya lagi, fokusnya hanya pada lembaran kertas yang kini sudah ada di tangan nya.


" Eekheemm.... "


Tiba-tiba saja suara deheman terdengar dari belakang tubuh Intan yang posisi dan masih jongkok begitu juga dengan pak Antonius.


-


-


-tbc

__ADS_1


__ADS_2