
" Tidak apa apa mah, hanya terasa tegang saja, mungkin karena panik !, " Jawab Intan dengan sedikit meringis
" Nak, ayo kita ke Dokter saja sekalian!, "
" Tidak perlu mah, nanti juga hilang, lagi pula masih belum waktu nya lahir kok !, "
" Mbakk...! " Dari arah bawah terdengar suara Bu Ida memanggil mamah Elen
" Nak, mamah bawa Arka ke rumah sakit dulu yah, nanti si mbak mamah suruh menemani kamu di sini, !. "
" Iya mah, cepat bawa Arka dulu !. "
Mamah Elen langsung keluar kamar dan memanggil asisten rumah tangga nya untuk menemani Intan di atas.
*
Mamah Elen dan bu Ida langsung membawa Arka ke UGD dan segera di tangani.
Setelah beberapa saat Dokter pun keluar dan mengatakan kalau Arka sedang terkena campak, dokter hanya akan memberi obat dan Arka bisa di rawat di rumah saja, tapi karena mamah Elen begitu khawatir pada cucunya sehingga meminta agar cucunya bisa di rawat saja.
Intan pun di kabari kalau Arka akan di rawat menjadi semakin panik, hingga membuat perutnya kontraksi lagi.
" Aawww.... " Intan meremas seprai, sambil meringis menahan sakit.
"Bu, kenapa bu, apa mau melahirkan ?, " Asisten rumah tangga itu ikut panik.
" Mbak tolong ambilkan Air hangat !. "
" Baik bu !, "
Intan mencoba mengatur nafasnya agar lebih rileks, menarik nafas dan membuangnya secara perlahan dilakukan nya beberapa kali, namun perutnya malah terasa semakin kencang,
" Bu, kita ke rumah sakit saja yah, sebentar saya telfon nyonya besar dulu !. "
Intan sudah tak menjawab lagi karena perasaannya yang sedang bingung.
Ya Intan pun merasa seperti ingin melahirkan, walaupun usia kandungannya baru menginjak delapan bulan. Intan bingung untuk menghubungi suaminya atau tidak.
" Ayo bu , kita ke rumah sakit saja kata nyonya besar !. "
Intan pun menurut, di bantu dua asisten rumah tangga nya juga dua bodyguard.
" Kalian mau ke mana ?. "
" Mau ke rumah sakit den, ! "
" Ke rumah sakit ?, ayo saya antar .
" Maaf, selain keluarga di larang !. " Bodyguard itu menahan Irfan yang akan masuk ke mobil untuk mengantar Intan. Intan tak lagi bisa berbicara karena tubuhnya yang sudah tidak karuan rasanya.
Irfan pun mengalah dan hanya memandangi saja mobil yang membawa Intan melaju menjauh.
*
Rafa yang mendapatkan kabar dari bodyguard nya menjadi panik, inilah yang ia takutkan jika jauh dari istrinya, memang Intan di jaga oleh orang tua nya tetapi ia ingin mendampingi istrinya di kala melahirkan.
" San, bisa kan lo menghendle semuanya?, " ucap Rafa sambil mengemasi baju bajunya dengan terburu buru.
" Tenang aja bro,, mudah mudahan bisa di handle...! " Jawab Sandy yang sudah tau apa yang terjadi di rumah mamah Elen dari sang istri.
" Kalau memang tidak bisa, batalkan saja !!, " Karena terkadang memang ada pertemuan penting yang tidak bisa di wakilkan, dan berimbas pemutusan kerja sama . Rafa tak perduli biarpun dia kehilangan tender miliaran yang terpenting baginya adalah keluarga.
__ADS_1
" Ga usah lo pikirin tentang itu, biar gue yang urus !! , "
" Oke thanks bro, gue jalan dulu yah !, " Rafa berpamitan .
Rafa terus gelisah di dalam pesawat, ia mencoba beristirahat agar sampai di Indonesia dengan keadaan bugar. Perjalanan yang memakan waktu hampir delapan jam ia terus berdoa agar istri dan anaknya baik baik saja.
*
Dalam perjalanan Intan sempat tak sadarkan diri , Sehingga langsung di bawa ke UGD,
Kepanikan melanda keluarga Rafa, Pak Kuncoro yang sedang berada di luar kota pun langsung pulang saat mendapat kabar dari istrinya,
" Mbak apa sudah menghubungi Rafa ?, "
" Ya ampun Da kok saya bisa lupa ya, ! " Mamah Elen langsung mencari ponsel nya di dalam tas, namun saat akan menghubungi Rafa, ruang UGD terbuka dan langsung memasukkan lagi ponsel nya ke dalam tas dan mendekati Dokter.
" Bagaimana keadaan anak saya Dok?, " Ucap Bu Ida dengan raut wajah cemas.
" Tidak ada masalah serius, pasien hanya syok dan panik berlebih, hingga terjadi kontraksi, tapi pasien harus di rawat untuk memantau bayi dalam kandungan nya !. "
" Alhamdulillah, " Ucap bu Ida dan mamah Elen bersama, paling tidak hal buruk yang ada di pikirannya tidak terjadi.
"Baiklah bu, pasien akan di bawa ke ruang rawat, kalau begitu saya permisi dulu !, "
" Baik Dok, terimakasih . "
Dokter pun berlalu pergi dan Intan sedang di siapkan untuk di pindahkan ke ruang rawat.
" Mbak, biar saya saja yang menjaga Intan , mbak yang menjaga Arka ! "
" Baik lah Da, nanti kita bergantian saja !, "
Intan masih tertidur karena efek obat dan bu Ida duduk di samping anaknya.
Sedangkan mamah Elen sedang menenangkan Arka yang menangis karena ingin pulang.
Akhirnya pak Kuncoro yang baru saja tiba langsung menghubungi pihak rumah sakit untuk menyiapkan tempat vvip untuk menantu juga cucu nya agar bisa satu kamar.
Dan tentu saja itu bisa dengan mudah karena biaya yang di keluarkan keluarga Rafa tak sedikit.
Saat Intan terbangun, ia melihat anak nya yang tertidur di gendongan sang kakek dengan begitu nyaman.
" Mah, apa Arka baik baik saja ?, "
" Arka baik baik saja nak, ia hanya kelelahan karena menangis. "
" Lalu Arka sakit apa ? , "
" Arka terkena campak, ! "
Intan bersyukur anak nya dalam keadaan baik baik saja.
" Oh iya bu, apa kata Dokter tentang kandungan Intan tadi ?. " Tanya Intan pada bu Ida yang ada ada di sebelah nya.
" Alhamdulillah, kamu hanya mengalami kontraksi karena panik sayang, jadi kamu harus bedrest dulu selama tiga hari . "
" Tapi kenapa aku merasa seperti ingin melahirkan yah bu ?, "
" Sudah tidak usah di fikirkan nak, yang terpenting kamu dan bayi mu tidak apa apa !."
" Mungkin kamu hanya perlu mengontrol emosi mu nak!. "
__ADS_1
" Iya bu, saat tau Arka panas aku begitu panik !. " Intan tak tau kalau kepanikannya bisa berdampak buruk pada kandungan nya.
" Sudah jangan di fikirkan nak, kamu harus menjaga kesehatan mu, !. "
" Bu, mas Rafa tidak ada yang memberi tau kan ?. "
" Ooh,, iya maaf nak, mamah lupa!. "
" Biar papah saja yang menghubungi Rafa !. " ucap pak Kuncoro sembari menaruh Arka secara perlahan di ranjang di bantu oleh mamah Elen.
" Tidak perlu pah, aku sudah baik baik saja, aku takut mas Rafa akan panik nanti di sana, biar aku yang menghubungi nya nanti.
" Tapi kalau nanti suami mu marah bagaimana nak ?. " Ucap mamah Elen
" Nanti aku saja yang.....!. "
" Telat Rafa sudah mengetahui nya!!!!. " Suara yang terdengar kesal dari Rafa yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat istri juga anak nya.
" Looh mas, kok mas pulang!!. "
" Kenapa?, apa kamu tidak suka suamimu ada di sini ?. "
" Bukan begitu mas...! "
" Istrimu sedang sakit Rafa !!. " Ucap pak Kuncoro.
Rafa menarik nafas ,Ia tak mungkin marah dengan Istrinya tapi ia kesal dengan orang tuanya yang bisa bisa nya lupa mengabari padanya tentang anaknya juga istrinya yang sedang sakit, kalau saja ia tak mendapatkan kabar dari bodyguard nya mungkin sampai saat ini ia tak tau apa apa.
*
"Mau apa kamu ke sini ?, "
" Saya hanya mau menjenguk Intan !. "
" Tidak perlu Intan sedang beristirahat sekarang !. "
" Baiklah, saya akan kembali besok !. "
" Tidak perlu, !. "
Irfan menatap tajam Rafa, namun si balas Rafa dengan tatapan yang sama.
" Kenapa anda masih mencurigai saya ?. "
" Karena anda memang mencurigakan !. "
" Apa yang membuat anda berkata seperti itu , saya ini teman nya Intan jauh sebelum anda hadir !. "
" Justru itu yang saya khawatirkan, Intan sudah menjadi istri saya tetapi memiliki teman lelaki yang memiliki perasaan lebih , SAMPAI SAAT INI.,!! " Rafa menekankan kata katanya.
Irfan terdiam,
" Apa anda khawatir kalau saya akan merebut Intan ??. " Tanya Irfan dengan sedikit sinis
" Tidak, saya khawatir kamu mengalami sakit hati terus menerus karena selalu di tolak !!. "
-
-
maaf kalau lama update, karena othor sedang ada acara khitanan anak othor jadi agak sibuk, karena tamu 🙏🙏.
__ADS_1