Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Keputusan


__ADS_3

" Apa kita akhiri saja hubungan kita ?, " Dengan berat hati Sandy mengatakan itu , sungguh ia mencintai gadis di hadapannya ini tapi entah mengapa ia merasa di permainkan,


Sandy langsung menghadap jendela ia tak kuat jika harus melihat kekasihnya itu untuk yang terakhir kali.


Diana terkejut dengan apa yang di ucapkan kekasih nya, Sebenarnya ia juga sudah mulai mencintai Sandy dengan kelembutan serta kesabaran menghadapi dirinya hingga ia mulai jatuh cinta pada Sandy, tetapi ibunya tak menyetujui hubungannya dengan Sandy , dengan alasan kalau asal usul Sandy yang tidak jelas juga tidak memiliki masa depan.


Dan ibunya juga ingin menjodohkan dirinya dengan lelaki mapan pemilik perusahaan, hingga membuat nya setres akhir akhir ini, tidak fokus mengajar bahkan sering menghindari Sandy yang ingin menemuinya. Ia tak ingin kekasihnya itu mengetahui kesedihannya , dan tak ingin Sandy melihat luka lebam di pipi akibat tamparan dari ibunya di saat ia membela Sandy. Dan Sandy tak tau akan hal itu hingga membuat kesalahpahaman di antara mereka.


Diana memang tak pernah menceritakan masalah dirinya dengan sang ibu kepada Sandy.


Diana menggeleng, ia tak ingin ini terjadi " Tidak....! " Jawab Diana dengan derai air mata lalu memeluk tubuh tegap itu dari belakang.


Sandy merasakan ada yang basah pada kemeja belakang nya dan terdengar isakkan halus dari kekasih nya, pelukan hangat ini yang ia rindukan beberapa hari terakhir. Diana adalah wanita satu satunya yang mampu mengisi seluruh ruang kosong di hatinya. Ia memendam perasaan ini selama bertahun-tahun, dan saat mendapatkannya ia merasa menjadi orang yang paling bahagia.


Ia memejamkan matanya mencoba meresapi arti pelukan hangat ini.


" Jangan memberiku harapan jika akhirnya kamu sendiri yang menghindari , kalau seperti ini aku bisa berfikir kalau kamu mencintaiku ," Sandy menghirup nafas nya panjang, ia merasa sesak kini.


" Aku memang mencintai mu !, " Ucap Diana dengan pelan sambil terisak.


" Tidak,,, kamu hanya memberi harapan palsu..! . "


" Terserah pada mu, mungkin aku sudah terlalu dalam menyakitimu hingga kamu tak lagi percaya padaku ! " Diana melepaskan pelukannya " Aku tidak mau hubungan kita berakhir tetapi jika kamu menginginkan itu, aku bisa apa ??, " Suara Diana begitu terdengar menyedihkan, Ia mengambil tas yang berada di sofa ia menatap sekilas Sandy yang masih tak bergeming menatap ke luar jendela .


Diana berjalan ke arah pintu keluar apartemen Sandy.


" Jika kamu benar mencintaiku ,bisa kah aku meminta sesuatu yang berharga dari mu ?, "


Ucapan Sandy menghentikan langkah Diana.


***


" Pak Rafa ini berkas nya!, " Nola menyerahkan pada Rafa dengan baju yang begitu menonjol serta suara yang di buat selembut mungkin, jika di hadapan lelaki normal mungkin pemandangan seperti itu mampu membuat jiwa lelakinya bangkit, namun karena Rafa bukanlah lelaki normal, karena menurutnya hanya istrinya lah satu satunya wanita yang membuatnya berhasrat. Bahkan jika wanita itu tak menggunakan pakaian sekalipun itu tak akan membuat nya tertarik.


" Taruh di situ dan pergilah !, " Rafa berkata datar tanpa melihat ke arah Nola.


Setelah kepergian Nola , Rafa menatap pintu yang baru saja tertutup. Dengan pandangan yang sulit di artikan.


Rafa mencoba menghubungi Sandy namun belum juga di angkat, Sandy memang meminta izin untuk tidak ke kantor hari ini, namun tidak menyertakan alasannya, Rafa khawatir apa sahabatnya sakit atau karena ada masalah yang lain. Namun sudah di coba beberapa kali belum juga tersambung.


Sampai jam makan siang tiba pekerjaan Rafa belum juga selesai.


" Masuk ..! " ucap Rafa ketika mendengar ketukan pada pintu ruangannya.


" Ini pak makan siang nya!, " Nola membawa dua kotak makan siang yang ia pesan dari restoran.


" Heemm... , tapi kenapa ada dua ?, " Dahi Rafa berkerut halus.

__ADS_1


" Ini untuk saya pak ,! "


" Silahkan bawa keluar . "


" Maaf Pak , kalau saya lancang saya bisa menemani bapak makan siang, "


" Tidak perlu, saya ingin makan sendiri !, "


Dengan raut wajah merah menahan malu serta menahan kesal, Nola membawa kembali kotak makan nya, Namun wajahnya ia buat senormal mungkin .


"Setelah makan siang, kembali keruangan saya"


" Baik baik Pak ., " Nola menutup pintu ruangan. Andai dia bisa membanting pintu itu karena kesal mungkin sudah ia lakukan,


" Padahal aku tidak hanya bisa menemani mu makan siang tetapi bisa menemani mu di ranjang, dan pasti main ku lebih jago ketimbang istrinya yang masih belia dan belum berpengalaman itu !, " Gumam Nola dalam hati...


Rafa menyantap makan siang nya sambil melakukan panggilan vidio dengan Arka yang sedang di pangku oleh Intan.


" Sayang kamu sudah makan ?, "


" Belum mas, setelah ini aku baru makan, ! "


" Ini sudah siang sayang, kenapa belum makan ?, "


" Aku bahkan sudah dua kali makan mas ,! " ucap Intan sambil cemberut , karena menyusui ia menjadi sering lapar.


" Bukan hanya Rafa loh mas yang gembul, aku juga gembul !, "


" Gembul dari mana?, badanmu bahkan kembali seperti dulu lagi, sayang bisa kah kamu gemukan sedikit badan mu ?, "


" Memang nya kenapa, agar bahenol seperti si pemilik gunung berapi itu !, " ucap Intan dengan kesal.


Benar memang kalau sudah urusan berat badan memang sensitif buat wanita, terbukti sekarang istrinya itu jadi membahas kemana mana,


Rafa tak melanjuti obrolan nya, ia tak ingin malam ini tak dapat jatah dari istrinya.


Rafa menutup panggilan vidionya karena Arka sudah mengantuk, dan ia juga akan melanjutkan pekerjaannya.


Sesuai permintaan Rafa kini Nola sudah berada di ruangan sang bos, entah apa yang mau di bicarakan tak penting buat Nola yang terpenting adalah ia bisa berduaan dengan bosnya dan ia berharap bos nya itu melirik nya.


" Ada yang ingin saya tanyakan sama kamu !,"


" Silahkan kan pak !, "


" Tapi ini bukan urusan pekerjaan . "


Seketika wajah Nola berbinar, dalam pikirannya mungkin bosnya itu akan menyatakan kalau ia tertarik padanya,

__ADS_1


" Apapun boleh bapak tanyakan pada saya!, " Ucap Nola dengan bersemangat.


" Apa kamu mengenal Lucy?. "


Deg... Nola terkejut bos nya menanyakan itu. Wajahnya yang tadi begitu merona kini berubah pucat, iya sungguh tak menyangka bosnya itu akan menanyakan hal ini.


" Kenapa tidak menjawab...? "


" Maaf Pak, memang nya ada apa ya ?, "


" Apakah pertanyaan saya kurang jelas ?, " ucap Rafa dingin


" Iiiya saya mengenalnya pak !, " ucap Nola dengan gugup


" hanya mengenal atau ada hubungan saudara ?, "


" Hanya mengenal, " Jawab Nola berbohong


" Baiklah kalau begitu, besok kamu buat surat pengunduran diri !. '"


" Loh pak,, apa salah saya ?, bapak tidak bisa seenaknya memecat saya !, "


" Tentu saja saya bisa, apa kamu lupa saya siapa ?, "


" Tapi pak selama ini saya tidak membuat kesalahan, saya merasa kerja saya bagus tidak ada masalah !, " Nola tak Terima


" Kerja kamu bagus, silahkan cari perusahaan lain, saya rasa banyak yang mau menerima kamu , selagi kamu tidak punya maksud tertentu !, "


" Mm.. maksud yang bagaimana yang bapak maksud ?, "


" Maksud untuk menghancurkan rumah tangga orang.! " Rafa menatap tajam Nola Hingga membuat nyali Nola menciut.


" Keluar lah !! "


" Saya tidak Terima dengan penghinaan ini !, "


" Lalu kau mau apa, ??! "


" Aaku... "


" Lakukan lah apa yang ingin kau lakukan tetapi jika kau berani menyentuh keluarga saya, saya dapat pastikan kamu akan menyesalinya seumur hidup mu !!!, "


Nola langsung meninggalkan ruangan Rafa dengan rasa penuh amarah,


" ### Baiklah seperti tidak bisa secara halus, !!. " Ucap Nola dalam hati setelah keluar dari ruangan itu.


-

__ADS_1


tbc


__ADS_2