Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Sekertaris Baru


__ADS_3

Hari hari keluarga Rafa begitu bahagia apa lagi semenjak kelahiran anak mereka, para omah dan opahnya selalu siaga menjaga cucu mereka ,tak jarang mamah Elen dan bu Ida berebutan untuk menjaga sang cucu, akhirnya mereka selalu bersama sama menjaga Arka.


Dan Arka kini sudah berumur 6 bulan. Kulitnya putih seperti kedua orang tuanya, pipinya gembul karena Arka penyuka segala jenis makanan, tak pernah pilih pilih persis seperti saat Intan hamil dulu, mungkin kebiasaan itu menurun pada Arka, begitu juga sifat Rafa yang juga menurun pada anak lelakinya itu, dia begitu posesif dengan apa yang dia punya, Entah lah apa sifat dingin serta keras kepalanya akan menurun pada anaknya atau tidak nantinya.


" Mas, Ka Sandy bilang kamu punya sekertaris baru yah ?, " Tanya Intan saat memakaikan dasi pada suaminya.


" Iya sayang ,,,,! "


" Apa tidak cukup dengan Ka Sandy saja ?, "


" Sandy akan kerepotan sayang, dia juga kini banyak mengurus urusan di luar, jadi mas butuh sekertaris yang menghandle pekerjaan di kantor jika sedang tidak ada Sandy , seperti saat mas membutuhkanmu waktu itu, tapi ternyata mas lebih membutuhkan mu secara pribadi ,! " Rafa mengedipkan sebelah matanya pada Intan.


" Baiklah aku paham, tapi Kenapa harus Dia? "


" Dia siapa ?, "


" Maksud aku kenapa harus wanita?, "


" Bukan mas yang memilih sayang, lagi pula mas ga perduli mau itu lelaki atau perempuan yang terpenting kerjanya bagus dan berkompeten, ! "


Intan menampakkan wajah masam di hadapan Rafa.


" Sayang, apa kamu cemburu ?, " Ucap Rafa sambil menarik pinggang istrinya hingga posisi mereka saling merapat.


" Tidak...! " Intan membuang muka


" Tapi kenapa wajahmu seperti itu ?, " Rafa menggoda Istrinya


" Memang wajahku kenapa ? , jelek begitu?, di bandingkan sekertaris mas yang baru ?, " ucap Intan dengan wajah kesal


" Hahaha,, kamu ini lucu sayang, mas bahkan belum pernah bertemu dengan nya, ! " Rafa tertawa gemas melihat wajah cemburu Istrinya


" Sayang, dengarkan mas, tak ada satupun wanita cantik di mata mas selain kamu, selain bundanya Arka , ! " Sambung nya, Rafa memegang kedua pipi istrinya yang kembali tirus dengan tatapan penuh cinta.


Pipi Intan di buat merona dengan kata kata suaminya.


" Awas saja kalau mata mas jelalatan!. "


" Jelalatan apa sih sayang! " Rafa mengecup sekilas bibir Intan yang sedang manyun


Drama pagi pun selesai. Kini Intan tengah menemani suaminya makan. Sedangkan Intan sudah lebih dulu makan karena efek menyusui pagi pagi sekali Intan sudah merasa lapar, Rafa tak pernah keberatan dengan itu, ia justru akan marah jika istrinya menahan lapar hanya untuk menunggu dirinya karena Intan sedang menyusui.


Mamah Elen sedang keluar kota dengan pak Kuncoro. Dengan lebaynya mamah Elen menangis karena akan meninggalkan cucunya padahal hanya beberapa hari saja, dan Intan kini di temani oleh Ibu nya.

__ADS_1


" Hati hati yah mas ,! " Intan mencium tangan suaminya


" Iya sayang !, " Rafa mengecup kening Istrinya. Rafa pun memasuki mobilnya dan melaju keluar gerbang rumah nya.


" Kenapa perasaan ku tidak enak yah !!, " batin Intan.


Intan pun masuk ke dalam untuk bergabung dengan anak dan Ibunya yang sedang bermain di taman samping.


" Nak apa yang sedang kamu pikirkan , ibu lihat dari tadi kamu gelisah ?, "


" Tidak ada apa apa bu, ooh,, iya bu nanti aku mau mengantarkan makan siang untuk mas Rafa ,! "


" Pergilah ...!, "


" Aku akan membawa Arka . "


" Biar Arka sama Ibu saja, kamu pergilah sendiri ,! "


" Tapi kalau nanti Arka nangis bu ?. "


" Kalau dia nangis mungkin karena haus, tinggal ibu kasih Asi saja, kan stok asi mu masih banyak !, "


" Ya sudah kalau begitu aku mau masak dulu yah bu !, "


" Iya, ini Arka juga mau Ibu bawa ke kamarnya, sepertinya dia sudah mengantuk !, "


Kali ini Intan terlihat lebih cantik dari biasanya. dengan menggunakan minidres namun masih terlihat sopan, warna salem dan sepatu kets warna putih dan tas slempang kecil, rambut di kuncir kuda,dengan makeup tipis tipis terlihat manis bahkan terlihat seperti anak gadis . Apalagi tubuhnya telah kembali ke bentuk semula seperti saat ia masih gadis. Setiap langkahnya selalu mengundang perhatian kaum adam,


Sampailah Intan di perusahaan milik Rafa. sebagian karyawan lama sudah mengetahui siapa Intan, mereka langsung menyapa nya secara sopan.


Dan lift terbuka tepat di depan ruangan di mana ruangan Rafa berada.


Dari jarak dua meter Intan melihat wanita dengan pakaian serba ketat sedang bercermin sambil senyum senyum sendiri. Tubuhnya memang bagus tinggi berisi dengan dada yang terlihat menantang, dan rambutnya pendek sebahu. Yah,,, terlihat lebih tinggi dari pada Intan.


" Apa dia sudah tidak waras senyum senyum sendiri seperti itu !, " Ucap Intan dalam hati.


" Maaf nyonya, anda mencari siapa ?, " Ucap Nola sang sekertaris baru Rafa, yang belum mengetahui siapa Intan sebenarnya.


" Eemmm,,, saya ingin bertemu dengan pak Rafa !, "


" Maaf apa sudah buat janji , "


" Janji ?, apa harus ? , "

__ADS_1


" Tentu saja, memangnya anda siapa ?, ! " Nola terlihat meremehkan Intan, dengan melihatnya dari ujung kepala sampai ujung rambut.


" Maaf, kenapa anda memandang saya seperti itu ? " Intan terlihat tak Terima


" Pak Rafa sedang tidak ingin di ganggu, kalau ada yang ingin di sampaikan, bilang kepada saya nanti saya sampaikan. " Nola tak menjawab pertanyaan Intan


" Tapi ini kan jam nya makan siang ?. "


" Lalu ?, Apa anda ingin makan siang dengan pak Rafa begitu ?, " Masih dengan raut wajah meremehkan.


" Tentu saja, saya bahkan sudah memasakkan nya makan siang !!, " Intan menunjukkan apa yang ia bawa.


" Tapi.......!!! " Ucapan Nola terhenti saat pintu ruangan Rafa terbuka.


" Sayang ?, kamu di sini ?, " Rafa sedikit terkejut saat melihat istrinya ada di depan ruangannya.


Namun yang terkejut bukan hanya Rafa, Nola juga terkejut dengan ucapan sayang yang di ucapkan bos dinginnya itu.


" Hemmm... mengantarkan makan siang.! " Jawab Intan yang sudah tak mood lagi.


" Kenapa tidak langsung masuk saja ?, " Sekilas Rafa memandang tajam pada sekertaris baru nya,


Nola yang kini sudah paham dengan situasi sekarang pun menjadi sedikit takut, hingga ia langsung menunduk.


" Tidak apa apa, aku hanya mengobrol sebentar dengan sekertaris mas yang baru ini ,! "


" Ayo masuk sayang !, " Rafa menarik lembut lengan istrinya.


" Kenapa tidak bilang kalau mau datang?, " Tanya Rafa lembut sambil duduk di sofa bersama istrinya.


" Apakah aku harus bilang jika datang ke kantor suami sendiri ?, "


" Bukan seperti itu maksud mas sayang, hanya saja mas takut kalau kamu ke sini dan mas sedang tidak di kantor . " Rafa merasa ada yang aneh dengan istrinya, dia kini menjadi lebih posesif, tapi Rafa suka itu, rasa cemburu istrinya itu membuat Rafa bangga, karena dulu Intan jarang sekali menunjukkan rasa cemburunya.


" Mas aku merasa sekertaris baru mas itu mirip dengan seseorang, tapi siapa yah aku lupa. " Intan merasa seperti tidak asing dengan wajah itu.


" Entahlah, mas tidak memperhatikan nya !, " Rafa sibuk mengunyah makanan yang istrinya bawa, sambil sesekali menyuapkan pada Istrinya agar makan bersama.


***


" Ciii... ternyata selera nya anak kecil, bisa apa tubuh sekecil itu, di banding kan tubuhku yang aduhai ini,, bahkan setiap malam mampu memuaskan kekasih ku , Nola menatap ruangan Rafa yang tertutup dengan tatapan yang sulit di artikan.


-

__ADS_1


-


tbc


__ADS_2