Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Berbaikan


__ADS_3

Rafa menyelimuti tubuh polos istri nya yang sudah tertidur pulas karena kelelahan. Matanya terus saja memandangi Intan kejadian hari ini membuatnya takut, takut kalau Intan akan meninggalkannya, takut kalau kehilangan kepercayaan dari Intan.


" Sayang, mas tidak akan pernah bisa hidup tanpa mu, jangan pernah berfikir kamu akan meninggalkan mas ,,,! " Ucap Rafa pelan sambil mengecup kening Intan, lalu beranjak ke kamar mandi,


Rafa belum berani bertanya tentang siapa lelaki yang menjemput nya saat di hotel, ia tak ingin merusak momen ini, mungkin kalau suasananya sudah mendukung ia baru akan tanyakan, tapi sepertinya kali ini ia harus lebih ketat lagi untuk menjaga istrinya, karena biarpun sudah menikah Intan masih saja jadi incaran lelaki di luar sana.


Intan yang sedari tadi sebenarnya sudah bangun, mendengar apa yang di ucapkan suaminya, membuat hatinya bahagia dan lebih memilih percaya pada suaminya. Namun setelah itu Intan tidur kembali dengan hati yang bahagia.


Rafa keluar dari kamar mandi, ia masih melihat istrinya yang masih tertidur pulas, memilih keluar kamar dan bermain dengan Arka.


***


" Kamu itu bodoh sekali, hanya penampilannya saja yang oke tapi otak kosong !, "


" Jaga bicara mu !!, kalau bukan aku yang memasukkanmu ke perusahaan itu kamu belum tentu bisa bekerja di situ !!, "


" Jangan lupa aku bekerja di situ karena kecerdasan ku, !!, "


" Cerdas katamu!,bahkan dalam dua bulan saja tidak cukup buat mu menaklukkan seorang pria...! "


" Aku hanya tidak ingin terlalu ceroboh seperti mu,, kamu sendiri apa??, Yang bahkan sudah dekat saja masih tidak bisa memilikinya. "


" Aakkk lepas...!!! "


" Kita berdebat seperti bersebrangan saja, ingat kita punya misi yang sama di sini!!!, "


Nola menatap kesal kepergian saudaranya itu. Memegangi lehernya yang hampir saja kehabisan nafas.


" Tring....! Ponsel Nola berbunyi, ia segera mengangkat telfonnya setelah tau siapa yang menghubungi. Siapa lagi kalau bukan ladang uangnya,


***


Setelah mandi Intan keluar dari kamar, turun kebawah mencari anak dan suaminya, karena saat melihat ke arah kamar anaknya tidak ada Arka di sana.


" Di mana Arka mah ?, " Tanya Intan saat bertemu dengan mertua yang berada di dapur.


" Sedang main dengan ayahnya di taman samping .!


" Mamah sedang bikin apa ?, " Intan mendekati sang mertua


" Ini mamah lagi buat puding dan buat cemilannya.! "


" Biar aku bantu mah !, "


" Tidak perlu nak, ini mudah sekali, lebih baik kamu temani saja Arka di sana !, "


" Baiklah mah, aku ke sana dulu yah !, "


Mamah Elen mengangguk sambil tersenyum. Ia lega tak perlu di tanya lagi bagaimana masalah anak dan menantunya itu terlihat dari rona bahagia saja itu sudah jelas menurut nya kalau masalah mereka sudah terselesaikan, apalagi melihat Rafa juga Intan saat ini yang keluar dari kamar dalam keadaan rambut yang basah. Ia tau betul anaknya itu tak pernah menunda nunda untuk menyelesaikan masalah,


" Hai sayang...!!, " Intan mengecup pipi gembul Arka yang sedang di pangku oleh Rafa di pinggir kolam ikan mini.


" Ayah nya juga mau di panggil sayang dan di cium !!, " ucap Rafa di telinga istrinya


" Apaan sih mas....! "


" Ayo dong sayang, masa hanya mas saja yang memanggil mu sayang , mas tidak pernah dengar itu dari mulut itu . "


" Pernah loh, mas nya aja kali yang lupa !!, "


" Ooh,, iya mas pernah dengar beberapa kali, tapi sepertinya saat itu kamu sedang tidak sadar , "

__ADS_1


" Tidak sadar ??! "


" Iya, saat kamu merasakan enak di ranjang baru kamu mengucap kan itu...! " Rafa mengerlingkan matanya.


Intan menatap tajam suaminya. Bukanya takut Rafa malah tersenyum.


" Sini Arka nya dia belum mimi asi . " Intan mengambil Arka dari pangkuan ayah nya dan berjalan masuk ke dalam.


" Mah aku ngelonin Arka dulu yah, malam ini Arka bobo sama aku aja !, "


" Iya nak ..!


Rafa mengikuti Intan dari belakang menuju kamar.


Kini Intan sedang memberi asi sambil memiringkan tubuhnya di ranjang, dan Rafa juga ikut berbaring miring sambil menghadap Istrinya.


" Mas, mendingan kamu keluar deh !, "


" Memang nya kenapa sih sayang, mas kan ga ganggu , cuma lihat saja !!, "


" Awas saja kalau macam macam,! "


" Mas janji sayang, kan tadi sore sudah di kasih masa mau minta lagi !!!, "


" Biasanya juga seperti itu !!, " gerutu Intan pelan namun masih bisa di dengar oleh Rafa, hingga membuat Rafa tertawa dan mengagetkan Arka.


" Mas jangan berisik!!, "


" aahh,, maaf maaf...! "


Kini Intan dan Rafa tengah bersantai di balkon menikmati udara malam , dengan secangkir teh madu yang selalu Intan buatkan.


" Tentang ?. "


" Siapa lelaki yang menjemput kamu di hotel saat itu ?, "


Intan langsung menatap suaminya dengan tatapan penasaran, dalam pikirannya kenapa suaminya itu bisa tau.


" Mas tau dari mana ?, "


" Kamu masih belum tau siapa suamimu ini ?, "


Intan manggut manggut " Dia teman ku !, "


" Teman ?, teman di mana ?, "


" Teman kuliahku yang kebetulan tinggal di sana ?, "


" Apa kamu masih berhubungan dengan nya ?, "


" Berhubungan ?, kita teman tentu saja kita masih berhubungan !, " Jawab Intan jujur.


" Sayang dia itu laki laki, mas fikir kamu hanya berhubungan dengan irfan saja!. "


" Memangnya kenapa kalau laki laki ?, " Intan menatap tajam suaminya.


" Bu.. bukan begitu sayang, hanya saja mas tidak pernah melihat lelaki itu !!, " Ia tak ingin memancing kemarahan istrinya lagi Karena mereka baru saja berbaikan. biar lah ia menekan ego cemburunya dulu.


" Tentu saja mas tidak pernah melihatnya karena mas selalu melarang aku untuk bertemu dengan teman teman ku! " Jawab Intan ketus


" lalu bagaimana kamu bisa menghubungi nya .! "

__ADS_1


Intan membuang nafasnya kasar, entah karena umur atau apa suaminya itu bertanya seperti itu." Ini !! " Intan menunjukkan ponselnya.


Rafa menepuk dahi nya, ia lupa dengan benda itu, satu satunya benda yang sama sekali tak pernah ia cek.


Rafa mengambil ponsel itu lalu memeriksa Whatsapps milik istrinya. ada beberapa grup yang chat nya belum di buka. Namun Ada satu pesan yang menarik perhatiannya pesan itu belum di baca oleh istrinya, dengan foto profil motor sport kalau ia tak salah ingat itu motor yang ia lihat di CCTV saat memboncengi istrinya. Ia melirik ke arah istrinya .


" Kenapa ?, " Intan menyadari nya


" Boleh mas buka pesan ini ?, "


" Buka saja, ! "


Keputusan nya membuka pesan itu seperti nya salah, rasa cemburu nya kini semakin besar . " Dasar brengsek...! " Rafa mengumpat pelan.


" Mas mengatakan sesuatu ?, "


" Siapa nama lelaki ini ?, " Ucap Rafa dengan kesal sambil menyodorkan ponsel ke si empunya.


" Nama nya Arya !, "


" Kurang ajar sekali dia berani memuji mu, apa dia tidak tau kalau kamu sudah memiliki suami ??, "


" Tau !! "


" Lalu kenapa ?.....! '


" Mas, dia hanya memuji ku , tidak menyentuh ku!!, Berbeda dengan Nola sekertaris mas itu yang sudah menyentuh tubuh mas!!!!. " Ucap Intan dengan sedikit emosi.


Rafa terdiam ketika istrinya itu sudah membahas kejadian itu.


" Aku tau batasan mas, aku bahkan tak pernah sekalipun menanggapi teman lelaki ku yang memuji, mas bisa cek sendiri di ponsel ku !!, "


Rafa meletakkan ponsel itu, ia percaya dengan istrinya.


" Sayang....! "


" Apa mas mau melarang aku juga berhubungan dengan teman teman ku lewat ponsel ?. "


" Tidak sayang, mas percaya pada mu !, "


Intan beranjak dari duduk nya namun tangan nya di tahan oleh Rafa.


Rafa menarik tengkuk Istrinya nya itu dan ******* bibir yang sebelum nya sedang cemberut itu.


" Eeemm..! " Intan mencoba melepaskan pungutan itu namun malah membuat Rafa semakin memperdalam.


Rafa melepaskan ciuman itu dengan tatapan sendu " Sayang plis kita lupakan masalah ini, mas tak akan kuat jika kamu marah sama mas, soal Nola biar itu menjadi urusan mas dan mas pastikan kejadian kemarin tak akan terulang lagi , kamu mau kan ?, " Rafa berkata dengan lembut sambil mengelus pipi istrinya.


Intan mengangguk, ia juga tak mau masalah ini berlarut larut sehingga menghambat kebahagiaan keluarga kecil nya.


***


Saat anak dan Istrinya sudah tertidur Rafa bangun, mengambil ponselnya lalu keluar dari kamar untuk menelfon seseorang.


" Bagaimana ?, apa sudah ada rekaman CCTV-nya,? , Baiklah kirimkan pada saya segera . " Begitu lah perintah Rafa pada seseorang di sebrang telfon nya.


-


-


tbc

__ADS_1


__ADS_2