
Rafa dan Intan terkejut dengan kedatangan Arka yang tiba-tiba, Rafa langsung merapikan kembali baju Intan yang terbuka di bagian atasnya.
" Ini papah sedang membersihkan baju bunda yang kotor ! " Rafa berkilah
Arka mendekati bundanya dengan terus menatap curiga pada ayah nya, terlihat lucu sekali hingga membuat Intan menahan tawa nya.
" Kamu kenapa sayang ?, " Intan memeluk putranya.
" Mo liat dede Alga bun!. "
" Arga bukan Alga!, " Rafa meledek putranya yang masih belum begitu jelas berbicara.
" Huss,,, mas kamu tuh ya !! "
" Itu dedek Arga bobo sayang, kalau Abang Arka berisik nanti dedek bangun.! " Intan menunjuk box bayi yang ada di sebelah ranjang.
" Apa ayah di sini tidak berisik?. "
" Tentu saja tidak, ayah kan anak baik !!, " Rafa berkata dengan logat anak kecil
" Alka, juga anak baik kan bun ?, "
" Pasti dong, anak bunda ini memang anak yang baik !. " Intan memeluk gemas anak sulungnya.
" Ayo ayah antar ke kamar lagi!. "
" Alka bobo sini bun ?. "
" Tidak boleh, Arka sudah besar harus bobo di kamar sendiri ! " Ucap Rafa
" Tapi ayah kan juga sudah besal, masa bobo sama bunda !, " Arka menatap ayah nya tidak suka.
" Eeummm,,, ayah kan bantu bunda jagain dedek, kasihan bunda kalau lagi bobo jadi bangun terus ! , " Rafa memberi alasan.
Intan hanya menggeleng geleng saja, semakin kesini Arka semakin sering berdebat dengan ayah nya, dan Rafa juga tak mau mengalah, sifat Rafa menurun pada anaknya.
Setelah perdebatan antara si tua dan si anak anak itu berakhir intan mulai tenang, Rafa sedang di kamar Arka sampai anaknya itu tertidur.
*
" Mas kamu tidak berangkat bekerja ?, "
" Sebentar lagi sayang, mas masih mau main sama Arga, !. "
" Di mana Arka ?, "
" Ikut dengan nenek Ida ke mini market!, "
" Mas apa itu tidak terlalu berlebihan ?, "
" Tentang apa sayang ?, " Jawab Rafa namun matanya masih melihat baby Arga yang sedang mengoceh khas bayi.
" Mas belikan rumah mewah di sebelah untuk ibu, rumah itu kan mahal sekali mas!. "
" Tidak masalah sayang, mas bahkan berencana membeli rumah sebelah nya untuk kita dan anak anak kita nanti !. "
__ADS_1
Sebenarnya Rafa dan Intan sudah memiliki rumah, tapi ia merasa tidak tega jika harus pindah dari rumah mamah Elen, meninggalkan nya yang terkadang di tinggal Pak Kuncoro perjalanan bisnis, Akhirnya meminta Bu Ida juga untuk tinggal bersama.
Rumah lama Bu Ida sudah di renov dan di kontrakkan, tak ingin di jual karena itu peninggalan dari almarhum suaminya, Dan kini Rafa membelikan rumah di samping rumah mamah Elen dan di buat pintu sambungan agar terhubung satu sama lain.
" Terimakasih mas , aku sungguh bahagia. "
" Mas selalu ingin melihat mu bahagia sayang, kita hidup bahagia membesarkan anak anak kita bersama, begitu juga dengan kakek neneknya jangan pisahkan mereka dari cucu cucunya, saat mereka bermain dengan cucu cucu itu bisa membuat mereka bahagia !. " Rafa mengelus punggung istrinya yang memeluk nya dengan erat.
Intan hanya mengangguk di dada bidang yang selalu membuatnya nyaman.
Namun pelukan mereka terpaksa terlepas karena Arga yang menangis karena haus.
" Arga haus ya , Ayo mimi dulu !. "
" Ayah juga haus bun! "
" Mau aku ambilkan minum mas ? , "
" Tidak mau ! , "
" Tadi katanya haus ?. "
" Haus tapi mau mimi seperti Arga!, " Rafa menaik turunkan alisnya.
" Mas nih ya!!. "
" Hahaha,,,, aawwww...! "
Intan melempar batal pada suaminya yang
*
Rafa tengah di sibukkan dengan pekerjaannya, begitu pun dengan Sandy yang belum lama pulang dari Jepang dua hari sebelum kelahiran Arga.
" Permisi bisa saya bertemu dengan pak Rafa ?, "
Sandy yang sebelumnya sudah di beritahukan oleh resepsionis kalau ada yang mencari Rafa, dan menyuruh orang tersebut untuk naik ke atas.
" Ada keperluan apa anda mencari pak Rafa nyonya ?, " Tanya Sandy dengan sopan
" Apa aku harus memberitahukan kepada Anda ? "
" Tentu saja, Saya sekertaris pribadinya , jadi siapapun yang ingin bertemu dengan pak Rafa saya harus tau maksud dan tujuannya !, " Rafa mulai kesal melihat wajah angkuh wanita di depannya
" Apa aku seberubah itu sehingga tak ada yang bisa mengenaliku ?. "
kening Sandy berkerut, berfikir keras siapa wanita yang ada di hadapannya ini, namun ia sama sekali tak mengenalnya.
" Aaahhh... bahkan kau menikahi sepupu ku tapi tak mengenaliku,, ya wajar sih, kalian menikah sembunyi sembunyi !. " masih dengan nada mengejek
" Jangan mencampuri kehidupan pribadi saya, siapapun anda saya tidak perduli !, "
" Ciiih... sombong sekali !. "
" Silahkan keluar jika tidak ada keperluan lagi, masih banyak yang harus saya kerjakan !!!. "
__ADS_1
" Aku ada perlu dengan Pak Rafa bukan dengan mu !!. "
" Pak Rafa pun tidak akan mau bertemu dengan orang yang tidak ada kepentingan dengan perusahaan !!. "
" Baiklah, baiklah, aku ke sini ingin melamar menjadi sekertaris di perusahaan ini !, "
Wanita itu menyibakkan rambutnya ke belakang, sengaja berdiri dengan begitu menantang menonjolkan aset nya yang membuatnya selalu percaya diri.
" Maaf, lowongan sekertaris hanya di butuhkan seorang laki laki bukan perempuan ! , "
" Biarkan aku bertemu dengan pak Rafa dulu, siapa tau Pak Rafa berubah pikiran setelah melihat ku !, " Dengan raut wajah yang penuh percaya diri !!!. "
Sandy hanya membuang nafasnya, sungguh wanita ini membuang buang waktu nya sedangkan pekerjaan sedang banyak banyaknya, sampai ada sekertaris baru yang membantunya itupun harus seorang lelaki dan itu permintaan Rafa.
" Sedang apa kalian ?. " wanita itu melihat kedatangan dua security yang berada di sisi kanan dan kirinya.
" Mari saya antar nyonya ?, " Ucap salah satu security dengan sopan!.
" Apa anda mengusir saya ?. " Wanita itu bertanya dengan Sandy yang sudah duduk mengerjakan pekerjaannya kembali tanpa menghiraukan adegan di depannya,
" Silahkan nyonya, jangan membuat keributan !. "
" Hei pekerja rendahan, jangan coba coba menyentuh ku !!. " Bentak wanita itu
" Menghina pekerjaan orang, anda sendiri tidak punya pekerjaan !!, " Gerutu Sandy pelan, namun masih bisa di dengar.
" Jangan kurang ajar ya, pokok nya aku harus bertemu pak Rafa, awas saja kalian, aku pasti bisa bekerja di sini, dan aku akan mengusulkan untuk memecat kalian .! "
" Lakukan itu dalam mimpimu !. " Sandy memberi kode pada dua security itu untuk segera membawa wanita pembuat onar.
" Kurasa sepupuku sudah gila karena mau menikah dengan mu !!, " teriak wanita itu sambil berlalu pergi masuk ke dalam lift.
Sandy penasaran siapa wanita tadi, kenapa dia bilang kalau dirinya menikah dengan sepupunya, berarti dia sepupu Diana ? , Tapi ia sungguh tidak mengenal nya.
Dahulu yang ia tau Diana memiliki 3 sepupu, dua laki laki dan satu perempuan, Tetapi Sandy lupa wajah sepupu perempuan Diana seingat nya itu berkulit hitam, dengan gigi yang berantakan dan berambut panjang, ia hanya melihatnya sekali, lalu beberapa kali ia bertemu saat bersama Rafa ia tak lagi melihat dirinya ,, entah ia tak pernah tau siapa namanya.
*
" Sayang tadi ada wanita aneh datang ke kantor ?. "
" Wanita aneh ?. "
" yah, Dia bilang dia sepupu mu.! "
" Sepupu ku ?, siapa ?. "
" Entah lah, aku bahkan tak mengenalnya !. "
" Apakah dia ?, kalau benar dia sungguh membuat ku malu.. " Gumam Diana dalam hati.
-
-
tbc
__ADS_1