Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Kekecewaan Rafa


__ADS_3

Rafa sudah membuka dua kancing teratas nya, matanya terus menatap Intan tanpa kedip.


" Maass, jangan seperti itu !!!. " Intan akhirnya berbicara, suaranya terdengar bergetar ada rasa takut juga terselip rindu.


"Susah sekali sepertinya membuat mu menjadi penurut , " Rafa bukannya mendengar omongan Intan dia justru sudah membuka kancing ketiga kemejanya, Hingga seperempat tubuhnya kini terlihat.


" Maasss. " Intan memundurkan tubuhnya dengan bantuan kedua tangan nya, wajahnya kini terlihat pucat, ia tak tau apa yang harus ia lakukan sepertinya Rafa sudah benar benar kesal padanya.


" Katakan Intan, apa sebenarnya yang kamu mau ? , " Rafa terus melangkah maju


Intan bingung apakah yang ada di pikiran nya harus ia katakan.


" Katakan Intan !!!. "


" Aku mau kita sudahi saja hubungan kita mas !!!. " Dengan keberanian yang di paksakan dan suara bergetar Intan mengatakan itu, itu bukan lah kemauannya tetapi keadaan yang membuat nya harus mengatakan itu, Tak mau mengecewakan kedua orang tua nya mamah Elen dan juga ibunya .


" Apa katamu !!!. " Rafa terkejut dengan apa yang diucapkan Intan, langkahnya terhenti


" Aku ingin kita sudahi saja hubungan kita mas , " Intan mengulangi kembali ucapannya


" Jaga ucapan mu dan jangan ngelantur Intan, mas tidak akan pernah melepaskan mu!!!. " bentak Rafa tanpa sadar


" Tapi mas, kita akan mengecewakan semuanya jika di teruskan ?. "


" Semuanya? ,,siapa maksud mu Intan ?, apa kamu sudah mencoba mengatakan ini pada mamah juga Ibu mu ?, apa kamu yakin mereka kecewa ?, itu hanya ketakutan mu saja , tak ada alasan untuk mereka untuk tidak merestui hubungan kita !!!. " Kini Rafa sudah duduk di hadapan Intan,


" Tapi mamah memintaku ....., " Ucapan Intan terhenti


" Mamah meminta apa ?. " Rafa menatap tajam Intan


" Mamah meminta ku agar berbicara pada mas untuk mau menerima perjodohan mas dengan kak Diana !!. " Ucap Intan dengan suara pelan


" Apa itu yang membuatmu menjauhi mas ?. "


" Dan kak Diana juga memintaku untuk membuat kalian lebih dekat . " lanjut Intan


Rafa terlihat tidak suka dengan apa yang di ucapkan Intan barusan, sudah cukup Ia di buat kesal dengan Diana yang selalu memintanya untuk menemaninya beberapa hari ini, hingga ia pun melupakan janji dengan Intan saat itu


" Lalu apa kamu mau membantu mamah, juga Diana ?. "

__ADS_1


" Aku bisa menolak keinginan kak Diana tapi untuk mamah......?. "


" Kamu tidak bisa menolak jika itu permintaan mamah begitu ?, " Rafa sudah paham betul sifat Intan


Intan mengangguk


" Huuffff,,, jadi kamu mau kita akhiri saja hubungan kita ini ??. "


Entah mengapa Intan ingin sekali meralat ucapannya barusan, Ia ingin melepaskan Rafa tapi begitu Rafa mengucapkan itu hatinya sakit sekali, Intan yang labil atas perasaannya, sebenarnya cinta tapi selalu saja memikirkan orang lain, ,


" Apa kamu ingin kita berpisah ???. " Rafa mengulangi lagi ucapannya, ia tau betul apa yang sedang di pikirkan kekasih kecilnya ini, yang sedang bergelut dengan fikirannya,


Intan mengangguk lemah, ia memilih sesuatu yang tidak Ia inginkan sebenarnya.


Rafa begitu kecewa dan sakit hatinya melihat keputusan yang Intan pilih, Rafa tau betul Intan sebenarnya mencintainya tetapi Intan selalu mengorbankan dirinya demi orang lain.


Dengan kasar Rafa menarik tengkuk Intan lalu menempelkan bibirnya juga dengan kasar, tak ada kelembutan napsu dan amarah yang mendominasi dalam ciu**an kali ini , Intan memukul mukul kecil dada Rafa namun Rafa tak perduli, Lum***an kasar yang Rafa berikan terus dan terus, dan Ciu***an itu terhenti saat Rafa merasakan ada yang basar pada pipinya , Rupanya Intan menangis.


Sekilas Rafa melihat bibir mungil Intan terlihat bengkak akibat ulahnya,


namun Rafa justru keluar dari kamarnya tanpa kata apapun.


Intan berjalan menuju dapur, ia melihat mamah Elen yang masih memasak di bantu dengan bibi.


" Mah , aku bantu ya ?. "


" Sudah nak istirahat nya ?, kamu pasti lelah yah? , Rafa bilang kamu ketiduran ?. "


" Iiiya mah, maaf yah mah , " Intan menjawab dengan gugup


" Sudah kamu duduk saja nak , ini sudah selesai kok, hanya tinggal di siapkan saja . "


Intan mengangguk saja, karena sebenarnya tubuhnya pun terasa lemas, ciuman yang Rafa lakukan seperti menguras sepertiga dari energinya .


Makan malam pun tiba, Mereka makan malam bertiga tanpa Rafa, karena sejak keluar dari kamar tadi Intan tak lagi melihat Rafa, ia malu kalau harus bertanya , namun pertanyaannya ter wakilkan dengan Diana.


" Tante, di mana Rafa ?. "


" Ooh, tadi Rafa buru buru keluar katanya ada urusan mendadak , " Jawab mamah Elen

__ADS_1


" Yah, padahal aku ingin sekali makan malam dengan Rafa , " Ucap Diana yang sedikit kecewa karena tidak ada Rafa


" Nanti kalau kamu sudah sehat, kamu bisa memintanya untuk makan malam di luar !!, "


" Iya tante , " Jawab Diana dengan senyum


" Intan apa kamu sedang kurang sehat ?, " Tanya Diana


" Tidak kak aku baik baik saja !. "


" Iya mamah perhatikan dari tadi kamu diam saja, dan itu coba lihat itu nasi mu hanya di aduk aduk saja , " mamah Elen menimpali omongan Diana


" Tidak mah, aku hanya lelah saja . "


" Kalau begitu kamu menginap saja yah ?. "


" Tidak usah mah, kasihan ibu sendirian di rumah . "


" Mamah bisa telfon Ibu mu biar di jemput supir dan ikut menginap di sini !!. "


" Tidak usah mah, lagi pula aku ada kuliah pagi besok . "


" Baik lah kalau begitu, lanjutkan makannya setelah itu baru kamu boleh pulang. "


mereka melanjutkan makan malam nya, Intan makan dengan sedikit di paksakan karena ia sudah tak bernafsu untuk makan


Setelah makan malam itu selesai Intan pamit pulang, ia keluar dari rumah Mamah Elen pukul 9 malam, Jarak dari rumah Intan ke rumah mamah Elen lumayan jauh, Dengan penuh hati hati Intan mengendarai motornya.


Pikiran nya fokus ke jalan yang Ia lewati tak ingin konyol melamun di jalan yang bisa membahayakannya nanti.


Namun hampir separuh perjalanannya Intan merasa ada yang mengikuti. Tetapi Intan tak berani untuk melihatnya karena kini ia merasa sangat takut ,kalau kalau yang mengikutinya itu adalah orang jahat , Itu membuat Intan menambah kecepatan kendaraanya, jalanan yang sudah mulai lenggang membuat Intan leluasa melakukan itu.


" Kenapa harus ngebut seperti itu sih!!!!. "


Lelaki di dalam mobil itu meremas kesal pada kemudinya, sambil terus fokus melihat pergerakan wanita di depan kendaraannya.


-


-

__ADS_1


tbc


__ADS_2