
Rafa berlari keluar dari kamar hotelnya berharap Istrinya itu masih belum jauh... Walaupun sepertinya tidak mungkin Rafa tadi meninggalkannya lebih dari tiga jam, kalaupun Intan pulang mungkin sudah sampai separuh perjalanan.
" Apa anda melihat istri saya keluar dari hotel ini ?, " Tanya Rafa pada perempuan penjaga resepsionis,
Dan dua penjaga resepsionis itu saling berpandangan, ada banyak orang yang lalu lalang di hotel ini, mana mungkin ia mengenali istri dari tamunya yang begitu banyak.
" maaf Pak, kami tidak tau istri bapak itu yang mana yah ?, "
Rafa mengusap kasar wajahnya, Ada benarnya apa yang di katakan resepsionis itu,
" Kalau begitu apa saya bisa melihat CCTV-nya... "
" Maaf Pak kalau itu kami harus izin dulu kepada manager dan kepala keamanan di sini! "
" Baiklah saya tunggu !, "
Setelah Rafa memberi penjelasan, maka Rafa di izinkan untuk melihat CCTV yang hanya di butuhkan saja bagian lorong kamar juga loby.
Rafa melihat kepergian istri yang begitu terburu buru, sambil menelfon seseorang.
" Ooh kalau ibu itu saya melihat nya pak !, " Ucap salah satu security.
" Anda melihatnya di mana ?, "
" Di depan loby, dia di jemput oleh seseorang !, "
" Di jemput ?, "
" Iya , menggunakan motor sport , gagah banget pak cowoknya tinggi gede gitu ...! "
Security itu langsung terdiam ketika mendapatkan tatapan tajam dari Rafa.Lalu Rafa meminta rekaman CCTV bagian depan hotel.
Tangannya mengepal kuat saat melihat adegan pengendara motor entah siapa itu memakaikan helm pada istrinya, dan bahkan Intan juga memegang pinggang lelaki itu, walaupun sebenarnya Intan hanya memegang jaket nya saja.
Rafa sudah menahan amarah nya, ia benar benar murka dengan adegan yang baru saja di lihatnya. Tetapi ia sungguh tak mengenali siapa lelaki itu, karena setau nya Intan hanya punya Irfan sebagai teman lelakinya, tetapi kalau di lihat dari perawakan tubuhnya itu bukan irfan, lalu siapa ??.
Rafa kembali ke kamarnya, mengemasi pakaiannya karena ia mau langsung pulang menemui istrinya, ia tak ingin masalah ini berlarut larut , padahal masih ada dua pertemuan lagi, namun ia sudah memerintahkan Sandy untuk datang menggantikannya di temani oleh Nola. Dan kini Sandy sedang dalam perjalanan.
Rafa memilih naik pesawat, hanya sekitar 1 jam perjalanan, ia sungguh sungguh ingin cepat bertemu dengan istrinya.
***
" Nak, kenapa kamu pulang sendiri ?, " Tanya mamah Elen dengan lembut sambil mengelus rambut Intan.
__ADS_1
" Intan yang sedang duduk sendiri di taman samping setelah menidurkan Arka ,! "
" Mas Rafa masih ada urusan mah !, "
" Kamu pasti bohong kan?, kemarin mamah melihat mu menangis , Apa anak mamah menyakiti mu, maafkan Rafa yah nak?, Dan jangan pernah berniat meninggalkan Rafa..! " Mamah Elen berucap dengan sendu ,
" Mah kenapa berbicara seperti itu , Ini bukan masalah besar mah, aku tidak akan berani berfikir sejauh itu...! " Intan menggenggam tangan mertuanya
" Ceritakan sama mamah apa yang sebenarnya terjadi!, "
" Begini mah, malam itu mas Rafa pulang dengan keadaan mabuk. lalu......! "Intan menceritakan masalahnya dengan Rafa pada sang mertua, yah mertuanya juga sebagai tempat curhatnya dari pada ia curhat dengan sembarang orang, lagipula biasanya mertuanya ini selalu punya solusi .
Mamah Elen menarik nafas panjang setelah mendengar cerita dari menantunya. Yang ia tau Rafa tak pernah sekalipun mabuk kalaupun minum tak akan sampai mabuk, namun ia juga tak menjamin karena beberapa tahun terakhir Rafa memilih tinggal sendiri.
" Siapa tadi nama sekertaris Rafa yang baru ?, " Tanya mamah Elen lagi
" Nola mah !, "
Mamah Elen terdiam sambil mengingat ingat seperti tidak asing dengan nama itu, tapi siapa yah?, ia benar benar lupa.
" Sayang....! "
Intan dan mamah Elen terkejut dengan kedatangan Rafa yang tiba-tiba. Dan Intan pun tidak mengira kalau suaminya ini akan pulang juga hari ini.
" Kamu sudah pulang mas, tunggu aku buatkan minum dulu yah !, " Ucap Intan datar tanpa melihat ke arah suaminya.
" Sayang duduk lah, mari kita bicara !, "
Intan kembali duduk, matanya lurus kedepan masih enggan untuk menatap suaminya.
" Mas minta maaf, untuk semua kesalahan mas malam itu, mas sungguh menyesal !, " Rafa sudah berkali-kali mengatakan ini, bahkan ia akan terus mengucapkannya sampai sang istri itu memaafkannya
" Aku sudah memaafkan !, " Jawab Intan datar.
" Tidak sayang, mas yakin kamu belum sepenuhnya memaafkan mas..! "
Intan masih diam, wajahnya ia buat setenang mungkin. soal mabuk mungkin Intan sudah memaafkan, tapi soal kemeja itu ia masih butuh penjelasan, sampai detik ini Rafa belum juga membicarakan nya.
Rafa kini sudah bersimpuh di hadapan Intan, sungguh momen ini yang tak di harapkan Intan .
Rafa memegang kedua tangan Istrinya.
" Sayang soal noda merah di baju mas, sungguh mas tak tau soal itu, mas tidak mungkin dan tidak akan pernah menghianati pernikahan kita apalagi menghianatimu, Kamu sempurna untuk mas di tambah lagi kehadiran Arka menambah kesempurnaan untuk keluarga kita, percayalah sayang ...! " Rafa mengucapkan itu dengan sungguh sungguh. Mengecup hangat tangan istri sambil berharap istrinya itu akan percaya pada nya.
__ADS_1
" Lalu itu milik siapa ?, " kini mata Intan menatap suaminya
" Mas sungguh tidak tau sayang, percayalah!!,"
Intan melihat kejujuran dari mata suaminya, yah binar cinta yang selalu Rafa pancarkan untuk nya masih belum berubah. Intan percaya dengan suaminya, tetapi dia berfikir kalau ada yang ingin merusak rumah tangga nya, tapi siapa ?.
" Sayang...? " Rafa melihat istrinya itu melamun.
kali ini Intan menatap lekat mata suaminya dengan pancaran cinta, memberikan senyum tipis, tipis sekali tapi Rafa dapat melihat itu, Rafa setengah berdiri bertumpu pada kedua lututnya, langsung menyambar bibir mungil ranum itu, Intan sempat mendorong nya namun Rafa malah semakin mengeratkan ciuman itu, Hingga akhirnya Intan pasrah dan turut menikmati ciuman yang terlalu ganas menurutnya, Entah apa yang ada di fikiran Rafa saat ini, kangen, merasa bersalah atau cemburu...??. "
Rafa sudah menyuruh seseorang guna menyelidiki sesuatu saat dia mabuk, siapapun yang mengusik kebahagiaan keluarganya, akan menerima akibatnya.
**
" Kenapa kamu bisa di sini ?, di mana pak Rafa ?, "
"Saya di sini di minta menggantikannya ?, " Ucap Sandy datar tanpa ekspresi
" Menggantikannya?, memang nya ada apa ?,"
" Untuk seorang sekertaris saya rasa kamu tidak perlu ikut campur urusan pribadi bos mu !!!, "
" Apa kamu lupa kalau kamu juga hanya sekedar bawahan !!, " Cibir Nola
" Saya Ingat, tapi kamu mungkin yang lupa kalau selain bawahan saya juga adalah sahabat bos mu !!!, "
" Ciiihhh...! " Nola menatap Sandy dengan pandangan mengejek.
" Kamu dan saudara mu sama saja, sama sama menyebalkan dan licik , "
Nola sedikit terkejut dengan ucapan Sandy.
" Kenapa, apa kamu terkejut ?, dan apakah bekerja di perusahaan ini termasuk taktik licik mu ?, "
" Jaga ucapan mu, perusahaan itu yang membutuhkan aku, bukan aku yang membutuhkan nya, ! " Ucap Nola dengan sombong .
" Yah seharusnya kamu tidak perlu bekerja, karena menjadi sugar baby lebih menguntungkan !, "
-
-
tbc
__ADS_1