
" Iya mas . " Dengan lemas Intan bangun dari ranjang nya, berjalan ke luar kamar dengan mendahului Rafa, Dalam perjalanan ke arah rumah Rafa pun Intan berada di depan, berjalan dengan cepat meninggalkan Rafa di belakang , tak ada obrolan di antara mereka.
" Masuk . " Rafa sudah membuka pintunya namun Intan masih diam berdiri di depan pintu
Mau tak mau Intan pun masuk dan langsung duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Rafa berjalan ke arah kamarnya untuk berganti baju terlebih dahulu
" Bagaimana nasib ku setelah ini ??. " Intan bersandar lemas di sofa, Dan seketika ia duduk dengan tegak karena melihat kedatangan Rafa
Kini mereka sudah duduk berhadapan di pisahkan dengan meja kaca.
" Ada yang Ingin kamu jelaskan ?. "
" Aku tidak ada tugas mas . " Jawab Intan asal
" Kamu pasti paham dengan apa yang mas maksud !!. "
" Iiiya mas . "
" Katakan tadi kamu dari mana ?. " Rafa berkata pelan namun terdengar tegas
" Aaku,, aaku kuliah mas . " Intan berkata dengan sedikit gugup, Intan paling takut jika ekspresi Rafa sudah seperti itu
" Kamu pikir Mas bodoh ?. "
Intan menggeleng lemah
" Lanjut kan !!. "
" Aku kuliah pagi sampai siang, lalu aku... " Intan belum mau meneruskan kata kata nya, namun seperti nya tidak ada jalan lain selain berkata jujur, karena posisinya saat ini sudah tidak bisa berbohong lagi, tetapi sungguh ia takut jika harus berkata jujur.
" Lalu apa ?. "
" Lalu aku bekerja mas . " Intan berkata sangat pelan, namun masih terdengar jelas di telinga Rafa
" Bekerja ???. "
" Heemmm. "Intan mengangguk
" Bekerja di mana ? . "
" Di restoran. "
" Restoran mana ?? katakan dengan lengkap . "
" Restoran di kota B. "
" Kota B itu jauh dari sini Intan !! pantas saja tadi kamu bilang perjalanan lebih dari satu jam!!." Kata kata Rafa terdengar kesal
Intan masih menundukkan kepalanya. Namun dalam hatinya ia tetap bertekad akan tetap bekerja
" Kenapa kamu bekerja tanpa memberitahu mas terlebih dahulu ?. "
" Aaku, aaku takut mas tidak setuju . "
" Tentu mas tak akan setuju!! . "
" Mas Izinkan aku bekerja ya ?. " Kini Intan menatap dengan penuh permohonan
" Tidak . "
" Mas aku mohon ?. "
" Tidak Intan, memangnya untuk apa kamu bekerja ?. "
" Mas aku tidak ingin bergantung seterusnya pada mas juga mamah Elen ,Aku juga ingin berbakti kepada ibu dengan mencukupi kebutuhan harian Ibu juga aku, Sudah cukup besar biaya kuliah ku dan pengeluaran bulanan aku yang di tanggung mas Rafa juga mamah Elen , aku merasa tidak berguna jika terus mengandalkan kalian dan selalu menyusahkan kalian !!!. " Intan berbicara dengan penuh perasaan
" Huuffff... " Rafa membuang nafasnya kasar, ia bangkit dari duduknya dan pindah duduk di sebelah Intan
__ADS_1
Rafa menggeser kedua bahu Intan dengan kedua tangannya agar berhadapan dengan nya.
" Intan, mas sama sekali tidak pernah merasa di susahkan atau terbebani dengan membantu kalian selama ini, Itu mas lakukan karena rasa sayang mas dengan kalian dan bentuk tanggung jawab mas pada kalian . " Rafa berkata dengan lembut agar Intan tak merasa tersinggung
" Tanggung jawab apa ?. "
" Kenapa masih bertanya seperti itu !!!. " Rafa memencet kecil hidung mungil Intan
" Aduuh... " Intan mengelus hidung nya
" Mas belajar bertanggung jawab dengan calon Istri mas juga calon mertua mas . " ucap Rafa sambil mencium tangan Intan
" Bukan tanggung jawab seorang kakak pada adik nya ?. " Intan tersenyum usil
" Kamu bukan adik nya mas !!. "
" Tapi mamah Elen menganggap aku adiknya mas . "
" Itu tidak akan lama lagi, setelah itu mas akan bilang pada mamah dan ibu kalau gadis nakal ini bukan lah seorang adik, melainkan seorang kekasih mas . "
Kata kata Rafa membuat Intan tersipu malu.
" Sabar ya mas . "
" Sampai kapan kita akan menyembunyikan ini sayang ?. "" Rafa berkata lembut sembari membelai lembut pipi Intan yang merona
" Tunggu sampai aku lulus ya mas, setelah itu aku turuti apapun perintah mas . "
" Janji ?. "
" Janji, " jawab Intan yakin
Rafa pun menarik Intan dalam pelukannya, Sungguh ia takut kalau harus kehilangan Intan, lebih baik ia mati dari pada harus melihat Intan lebih memilih lelaki lain, sungguh sudah sedalam itu perasaannya kini pada gadis kecil ini.
" Mas, aku boleh tetap bekerja ? . " Intan melepaskan pelukan Rafa dan menatapnya dengan penuh kelembutan
" Huufff, kamu baru bekerja sekali saja sudah begitu lelahnya, bahkan tadi mas lihat kamu makan begitu lahap, apa kamu melupakan makan siang ???. "
" Apa yang seperti itu harus di beri Izin ?. "
" Iya maaf aku janji tidak akan melupakan makan siang, Boleh yah mas ???. "
" Nanti kalau ada lelaki tampan yang jauh lebih muda dari mas menyukai kamu bagaimana ? . "
" Ya enggak apa apa dong . "
" Jadi kamu akan meninggalkan mas begitu ?. " Rafa menatap tajam Intan
" Ya ampun mas mikirnya kejauhan deh , Kalau ada lelaki yang menyukai aku itu kan terserah dia, aku ga bisa mengatur perasaan orang terhadap aku , Jadi yang mas khawatir kan bukan perasaan orang lain ke aku tapi perasaan aku ke orang lain , Jadi aku ga punya perasaan apapun pada lelaki manapun selain mas ku yang tampan ini, jadi tolong singkirkan perasaan perasaan khawatir yang seperti itu mas, percaya sama aku ya ??. " Intan menggenggam tangan Rafa dengan erat
" Walaupun mereka lebih mudah dari mas bahkan lebih kaya dari mas ??. "
" Udah deh mas aaah,, ga usah ngaco jadi kemana mana ngomongnya , pokoknya intinya mas harus percaya sama aku, begitu pun aku percaya sepenuhnya sama mas . "
" Akhir nya terlihat juga sisi dewasa mu yah . " lagi lagi Rafa memencet kecil hidung Intan
" Mas apaan sih hidung aku mulu di pencetin, Suka banget kayanya sama hidung aku . "
" Tidak juga, mas lebih suka sama bibir mungil mu ini . " Rafa memegang dagu lancip Intan dan mendongakkan wajahnya. Tatapan nya sendu kalau sudah melihat bibir mungil itu. Rafa semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Intan bahkan hembusan nafas Intan sudah dapat Ia rasakan.
" Cup . " Intan lebih dulu mengecup bibir Rafa dan segera mendorong lelaki itu.
" Bukan seperti itu sayang . " Rafa merasa tidak puas hanya dengan kecupan.
" Stop ya mas ini sudah malam, ga baik buat kita berdua di sini . "
" Sayang satu kali saja . "
__ADS_1
" Tadi kan sudah. "
" Bukan seperti itu ! ". rengek Rafa
" Tidak mau, nanti tangan mas nakal . " Intan masih ingat akan kejadian di kamar saat itu
" Mas janji ga akan seperti itu lagi . "
" Cukup cukup ya mas, aku mau pulang. " Intan ingin beranjak dari duduknya namun di cegah oleh Rafa hingga terduduk kembali
" Tidak sebelum kamu berikan itu, setelah itu kamu boleh pulang ,,!!!. "
" Kalau aku tidak mau ??. "
" Ya kamu akan menginap di sini, dan aku akan telfon Ibu kalau kamu ketiduran di sini . " Rafa menaik turunkan matanya
" licik nya mas ku ini . "
" Bukan licik sayang tapi ini kesempatan . "
Dengan segera Rafa menarik tengkuk Intan dan menyatukan bibirnya, seperti biasa ciuman syahdu nan lembut pun terjadi, ******* kecil akan mengantarkan mereka pada mimpi indah malam ini, namun terputus karena Intan yang hampir kehabisan nafas.
Rafa mengelap bibir mungil yang membengkak akibat ulahnya.
" Kenapa bibir mungil ini selalu membuat mas kangen ?. "
" Itu karena mas mesum . "
" Kamu itu ya, !"
" Ooh iya mas , tadi saat aku di Restoran aku bertemu dengan mantan nya mas . "
" Mas tidak punya mantan sayang !!. "
" Tapi dulu dia bilang kalau dia kekasih nya mas . "
" Sudah mas bilang, mas tidak pernah punya kekasih , sebenarnya siapa sih wanita yang kamu maksud ? . " Rafa penasaran
" Tante Lucy . "
" Lucy ???. "
" Iya, bahkan dia datang ke Restoran dengan Irfan teman ku . "
" Teman mu mengenal lucy ?. "
" Iya , Irfan bilang kalau mereka sepupuan . "
" Sepupuan ?. " Rafa sedikit terkejut
" Iya mas . "
" Jadi mereka sudah tau di mana kamu bekerja ?. "
" Iya, kita tidak sengaja bertemu , Irfan masuk ke dalam Restoran di mana aku bekerja . "
" Kalau begitu berhenti bekerja di Restoran itu !!!. "
Kali ini Intan menyesal telah memberitahukan Rafa tentang hal itu.
-
-
-
tbc
__ADS_1
Mohon maaf atas kekeliruan nama, perlahan akan di perbaiki.
Terimakasih yang sudah like, love, dan komen nya. Tapi lebih semangat lagi kalau di beri vote dan hadiah 🥰🥰🥰. LOVE YOU FULL buat kalian 😘😘