
" Tidak usah mas, kita pesan makanan saja !," Intan membatalkan keinginannya ketika melihat perubahan raut wajah suaminya yang terlihat tidak suka dengan permintaannya. Intan langsung duduk di sofa meninggalkan suaminya yang masih diam berdiri.
" Baiklah sayang, sesuai keinginan anak kita, ayo mas akan turuti keinginan mu !, "
" Benarkah mas ? , " Ucap intan dengan senang.
" Apa kamu harus sesenang itu ? !, " Rafa kesal karena istrinya itu terlihat begitu senang
" Biasa aja kok mas !!!, " Intan langsung memasang wajah biasa saja. ia memang senang karena akan makan steak yang memang sangat ia inginkan
Mereka pun dalam perjalanan menuju cafe milik Irfan . Rafa lebih banyak diam , kalian pasti taulah bagaimana sifat Rafa,
Jam makan siang suasana cafe begitu ramai , dan semenjak turun dari mobil Rafa selalu merangkul pinggang istrinya, agar tak jauh dari dirinya, menatap tajam para lelaki yang berani menatap Intan.
" Mas lepas iiih,,, susah nih aku jalannya ??, " Intan merasa tak leluasa bergerak saat berjalan karena selalu di tarik oleh suaminya saat ia merenggangkan badannya, maklum orang hamil butuh ruang untuk berjalan.
" Mas jagain kamu agar tidak jatuh sayang !, " Rafa beralasan.
Intan langsung melirik ke arah suaminya dengan tatapan kesal. Namun justru di balas Rafa dengan senyuman.
Saat masuk ke dalam cafe suasana begitu ramai yang di dominasi remaja dan pemuda pemuda kantoran yang memang sedang makan siang juga.
" Sayang, seperti penuh, kita cari tempat lain saja yuk !!, "
Mata Intan melihat ke sekeliling untuk mencari siapa tau ada meja kosong untuk dirinya.
" Permisi bapak ibu ada yang bisa kami bantu ?, " waiters yang terlihat masih muda, mendekati Rafa dan Intan
"Tidak terimakasih kita akan keluar !, " Jawab Rafa.
" Maaf mbak,apa ada tempat kosong untuk kita ?, " Intan justru bertanya tempat kosong berbeda dengan Rafa.
Sang waiters sedikit bingung, mana jawaban yang benar dari kedua orang di hadapan nya ini,namun ia segera paham saat Intan sengaja mengelus perutnya.
" Silahkan bu, ada tempat prioritas kita untuk Ibu hamil !!,
" Apakah ada tempat seperti itu ??, " Rafa bingung apa memang ada prioritas untuk ibu hamil di Restoran , atau waiters itu hanya mengada ada.
" Ada pak, kami menyedikan nya !, " Jawab waiters
" Mas, sudahlah...! " Intan langsung memotong ketika Rafa ingin berbicara lagi.
Sang waiters itu berjalan lebih dulu. Di susul oleh Intan sedangkan rafa masih enggan namun tetap berjalan perlahan di belakang Istrinya, ia sebal kenapa istrinya itu begitu bersemangat.
" Silahkan, bapak, ibu , dan ini menu nya, " waiters itu memberikan buku menu kepada Intan
" Terimakasih!, " Intan duduk begitu juga dengan Rafa.
Intan masih membolak balik kan buku menu itu untuk mencari menu yang dia sangat inginkan itu.
" Aku mau yang ini yah mbak, ini, ini, dan ini juga. "
" Baik bu, ada lagi ?. "
" tidak itu saja !, "
" Di tunggu yah bu!, "
Rafa lebih banyak diam dia justru fokus dengan ponselnya , hingga sempat beberapa saat mereka saling diam.
"Mas..? "
" Hemm...! "
Intan tak melanjutkan lagi karena makanan yang ia pesan sudah datang, Dengan mata yang berbinar binar.
__ADS_1
" Ini mas makan!!, " Intan menyodorkan steak daging lada hitam , ia memesan dua porsi untuk dirinya juga dua lemon juice. dan pancake.
Setiap makan diluar Rafa memang tak pernah memesankan makanan ia menyerahkan pada Istrinya, dan makanannya pun harus sama dengan yang istrinya pesan.
Mereka memang jarang sekali makan di luar karena Rafa dan Intan termasuk penyuka makanan rumahan, namun sesekali mereka juga makan di luar .
Rafa melihat Intan makan dengan lahap membuatnya senang,
Di masa masa kehamilannya Intan memang tak ada masalah dengan pola makannya, makanan apapun ia bisa makan, hanya awal awal saja ia merasakan mual dan tak nafsu makan , namun semakin ke sini nafsu makannya semakin bertambah, itu lah yang membuat perut nya terlihat cepat membesar juga Intan semakin berisi.
" Intan kamu di sini ?, " Saat Intan dan Rafa sedang makan tiba-tiba saja Irfan ada di hadapan mereka dan menyapa Intan.
" Iya fan, aku pingin banget makan steak di cafe kamu ,,,! " Jawab Intan sambil melirik ke suaminya yang sedang mengunyah daging tanpa menghiraukan ke hadiran irfan.
" Boleh aku duduk ?, " tanya Irfan
" Ooh, silahkan duduk !, "
" Berapa usia kandungan mu ?. " Irfan bertanya, sebenarnya dia sudah tau kedatangan Intan dari awal,
" Sudah berjalan lima bulan!!, "
Irfan manggut-manggut, " cantik " Kata itu terucap dalam hati Irfan, ia melihat Intan semakin cantik saja. Intan dan Irfan sesekali mengobrol sembari Intan menikmati makanan nya, namun tak ada tanggapan dari Rafa, sedari tadi ia bahkan diam saja, fokusnya hanya pada makanan di hadapannya yang entah kenapa rasa nya menjadi kurang enak setelah kedatangan sang pemilik cafe.
" Sayang, kamu sudah selesai ?, ayok kita pulang...! " Rafa sudah mulai kesal melihat Irfan yang terus memandangi istrinya dengan senyuman yang menurutnya seperti memuja.
" Haahh,,, tapi mas,,,?" Intan melihat masih ada sisa sisa makanan yang belum mereka habiskan.
" Mas harus kembali bekerja sayang !, "
" Aah,, baiklah, Fan aku pulang dulu yah ?, "
" Iya, terimakasih sudah mampir!, "
Rafa langsung menarik lembut tangan Intan agar segera meninggalkan Cafe itu,
" Tapi sepertinya kamu lebih tertarik mengobrol dengan pemiliknya di banding dengan makanannya ?, " Gelagat cemburunya sudah mulai terlihat.
" Ga usah mulai mulai deh mas !, "
" Yah,,, kamu selalu menguji suamimu ini !!!, "
Intan tak ingin menanggapi lagi ucapan suaminya yang sedang cemburu itu, karena bakalan tambah runyam nantinya.
" Antar kan aku pulang saja mas ! "
" Kok pulang ?, "
" Kan makan siangnya sudah selesai ?, "
" Nanti saja pulangnya, kamu ikut mas ke kantor lagi, kalau kamu lelah kamu bisa beristirahat di sana !, " Kini Rafa yang selalu ingin menempel dengan istrinya.
Intan tak ingin membantah lagi, ia lebih memilih menuruti suaminya.
Sampailah mereka di kantor, Sandy sudah ada di sana.
" Hai demuss...! " Sapa Sandy seperti biasa
" Hai kak, bagaimana kabarnya ?, "
" Baik demus, oh iya ini demus junior bagaimana kabarnya ?, "
" Alhamdulillah baik uncle, " Intan menirukan suara anak kecil,
" Ayo, sayang kita ke dalam ?, "
__ADS_1
" Mas duluan saja, ada yang mau aku tanyakan dengan kak Sandy . "
" Jangan mengganggunya bekerja sayang, nanti ke enakan dia makan gaji buta . "
" Mas Rafa apaan sih !!, "
" Ya memang seperti itu sayang !, "
" Ya elah bro, gue cuma mau ngobrol sebentar kali sama demus !!!, "
" Bisa ga sih lo jangan manggil bini gue dengan sebutan norak kaya gitu !!!, "
" Bisa kalau yang punya nama keberatan, lagian lo kenapa sih yang punya nama aja ga masalah !!!, "
" Udah lah mas, apaan sih malu tau ribut mulu begitu...! "
" Ya sudah makannya ayo masuk saja !. "
" Sudah sana demus, temenin itu om om bucin .... "
" Sialan lo, bentar lagi juga lo bakal ngerasain , ! "
Sandy menggaruk tengkuknya, apa yang di katakan Rafa ada benarnya, kini dirinya tengah merasakan apa itu bucin.
" Kena karma kayanya nih gue !, " ucap Sandy pelan.
Intan sudah mengikuti Rafa masuk ke dalam ruangan nya.
" Sayang kamu istirahat saja yah, nanti mas bangunkan kalau sudah waktunya pulang , "
Intan mengangguk, ia memang sudah lelah,
Rafa kembali mengerjakan pekerjaannya, sambil sesekali melihat istrinya yang tengah terlelap.
***
Kini mereka sudah ada di rumah mereka sendiri. Rafa sengaja membawa Intan ke rumah nya ingin berduaan saja dengan istrinya itu.
" Sayang, kamu sedang apa?, " Rafa memeluk istrinya dari belakang sambil mengelus lembut perut istrinya.
" Aku masak buat makan malam kita mas !, "
" Sayang kan mas sudah bilang jangan memasak, nanti kamu kelelahan, lagi pula kan tadi ibu bilang kalau kita suruh makan malam di rumah ibu. "
" Aaah... iya aku lupa mas, " Intan menepuk keningnya
Rafa membalikkan tubuh istrinya hingga mereka berhadapan, tak lupa tangan Rafa mematikan kompor.
" Bunda ngegemesin banget sih,, cup,, cup,, cup...! Rafa mengecupi bibir mungil Intan yang terlihat semakin menggemaskan karena pipinya yang cuby hingga membuat bibir Intan semakin mungil,
"Mas,,, iih,, sudah, " Intan mendorong tubuh suaminya itu.
" Sayang, besok kamu tidak usah ke kantor yah ?, "
" Kenapa mas ?, "
" Tidak apa apa, mas hanya takut kamu lelah saja ?, "
" Apa ada yang mas sembunyikan dari aku ?," tanya Intan dengan curiga.
" Tidak sayang, bahkan sesuatu yang tersembunyi dalam diri mas pun kamu sudah tau , " Rafa tersenyum aneh
" Aku kok curiga yah mas.....!!!
-
__ADS_1
-
Beberapa hari ini ga update karena HP othor eror di cemplungin ke bak mandi sama si kecil, di servis dua hari hasil nya tetep eror. akhirnya nunggu pertanggungjawaban bapaknya bocil buat beliin yang baru 😂😂. dan harus nunggu buat beli, dan alhamdulillah sekarang sudah punya yang baru 🥳🥳, semoga kedepannya bisa lancar update, kalau kerjaan di dunia nyata ga numpuk 😁😁. terimakasih buat yang sudah setia......