Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Rafa menyesal


__ADS_3

Rafa bergegas mengejar istrinya dengan begitu panik, ia sungguh tak sengaja telah membentak istrinya tadi, kini ia menyesal bahkan sangat sangat menyesal, ia takut terjadi apa apa dengan istrinya, wajah sendu Intan tadi begitu membuat luka di hatinya, dan bodoh nya luka itu karena dirinya sendiri.


Sampai di loby Rafa belum juga menemukan Intan, apa bisa sebegitu cepat Intan berjalan dalam keadaan hamil, bayangan Intan yang berlari membuat Rafa ngeri,


" Pak apa bapak melihat Istri saya ?, " Rafa bertanya pada security.


" Ibu tadi naik taxi di depan pak !, "


Tanpa kata lagi Rafa berjalan ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan menyusul Intan.


" Sayang, maaf kan mas sudah berkata kasar pada mu tadi,,,! " Sepanjang jalan Rafa tak henti henti nya mengedarkan pandangannya berharap bertemu dengan istrinya itu, bahkan setiap taxi tak luput dari perhatiannya.


" Mungkin dia langsung pulang , " batin Rafa yang akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumah mamah nya,


Rafa langsung memarkirkan kendaraan nya dan bergegas masuk ke rumah untuk menemui Istrinya itu.


" Loh nak kok sudah pulang, Intan mana ?, " Mamah Elen menengok ke belakang Rafa siapa tau ada di balik tubuh tegap itu.


Ucapan sang mamah membuat tubuhnya lemas seketika. Ia langsung menghempas kan tubuh lemas nya di atas sofa.


" Ada apa Rafa ?, " Mamah Elen memandang curiga anak nya.


" Jadi Intan belum pulang mah ?, " Rafa malah balik bertanya


" Apa maksud mu Rafaaa....!!!, " mamah Elen sudah terlihat marah.


" Ini semua salah Rafa mah..! "


" Cerita kan !!!, "


" Plaakkk...! " Tamparan keras mendarat di pipi Rafa, sebagai bentuk rasa marah mamah Elen pada anaknya. Begitu murkanya ia setelah mendengar cerita dari anaknya tadi.


" Istrimu itu sedang mengandung Rafa, ! ia selalu ingin makan dekat kamu itu wajar, mungkin dia sedang merasakan ngidam saat ini dan itu bukan keinginannya semata, tapi itu juga keinginan anak mu !!,dan dengan seenaknya kamu membentak nya, yang sedang merasakan betapa tersiksa nya masa masa hamil, kamu hanya bermodalkan kesabaran dalam menghadapi nya tidak seperti istrimu yang bahkan harus mengorbankan nyawanya saat melahirkan anak mu nanti ,!!! Ucap mamah Elen dengan begitu emosi.


" maaf mah, Rafa sungguh menyesal, , ,! " Kali ini Rafa bahkan sampai mengeluarkan air mata , bukan karena sakit dari tamparan yang mamahnya berikan, tetapi ia sungguh takut jika terjadi apa apa pada Istrinya.


" Cari dia sebelum kamu menyesal ,! " Mamah Elen meninggalkan Rafa yang sudah terlihat kacau, bukan ia tak kasihan melihat anaknya itu, namun Rafa memang sungguh keterlaluan, seberat apapun masalahnya di kantor bukan berarti istrinya juga ikut terseret.


Mamah Elen juga merasa begitu khawatir, ia pun segera menghubungi sang besan namun tidak bilang tentang permasalahan antar anak mereka.


Makin khawatir lah mamah Elen karena Intan juga tak berada di sana, Ia kembali ke ruang tamu sudah tak ada anaknya, mungkin anaknya itu sedang mencari istrinya.


***


" waah,, waah,,, ternyata bumil kalau sedang kesal makannya banyak yah !!!, "


" Aku lapar banget kak, kakak ga ikut makan ?, "


" Kakak sudah makan tadi, "


Intan mengangguk sambil terus mengunyah, dengan wajah sembab dan mata sedikit membengkak, Intan begitu terlihat memprihatinkan kan di mata Diana.

__ADS_1


# Flashback #


Intan menangis di dalam taxi, hatinya begitu sakit saat suaminya membentak nya tanpa mendengarkannya terlebih dahulu, bahkan ia membentak nya di depan Sandy,


Niat hati ingin memberikan kejutan justru ia yang di buat terkejut,


" Padahal kan ini bukan keinginan aku, " Ucap Intan sambil sesegukkan dan mengelus perut nya yang kini sudah mulai terlihat membesar.


" Anak bunda yang sabar yah, ayah tidak mau kalau bunda terlalu manja , jadi mulai sekarang kita harus mandiri yah sayang, " air mata masih terus saja mengalir. membuat supir taxi paruh baya itu merasa Iba, hingga tak ingin bertanya, supir itu membiarkan penumpangnya menangis dan mengeluarkan unek unek nya agar merasa lega.


Setelah Intan tenang baru lah Intan melihat ke sekeliling, entah ia ada di mana ia tak perduli , selagi ia membawa ponsel ia bisa memesan ojek online kapan pun dan dimana pun.Namun untuk saat ini Intan sengaja menonaktifkan ponselnya.


" Pak, berhenti di taman depan yah ?, "


" Iya neng,! " Supir taxi itu meminggirkan kendaraannya di samping taman yang tidak terlalu ramai.


" Neng, bapak tungguin yah ?, " Supir taxi itu takut terjadi apa apa pada wanita muda yang tengah hamil itu.


" Tidak usah pak, Terimakasih , aku sudah janjian sama teman kok di sini !, "


" Beneran neng ?, "


" Iya Pak !, " Intan paham jika supit taxi itu menghawatirkan nya. Intan memberikan lima lembar uang pecahan seratus ribuan pada supir taxi itu.


" Ini kebanyakan neng...! "


" Ambil aja Pak, itu bisa buat berobat telinga bapak yang sakit karena dengerin aku nangis terus dari tadi !, " Intan sedikit bercanda agar supir itu tak lagi khawatir.


" Amin, terimakasih pak !!!, "


Intan duduk di bangku taman seorang diri, ia sudah tak lagi menangis hanya mata nya saja yang terlihat membengkak dan sembab. Ia memandang jauh kedepan, ia hanya ingin melamun tak ingin memikirkan apapun.


" Itu seperti Intan ?, " Diana melihat Intan duduk seorang diri di taman, yang lumayan jauh dari rumah Intan juga Rafa.


" Bukankah dia sedang hamil ?, kenapa ada di sini, ?! " Diana berjalan ke arah Intan setelah memarkirkan kendaraannya, ia melihat ke sekeliling tak ada Rafa ataupun orang yang ia kenal, " Apa dia sendiri di sini ?, " sambung Diana lagi.


" Intan, sedang apa kamu di sini ?, "


Intan yang merasa di panggil pun menengok ke samping.


" Kak Diana ?, "


Dan Intan pun menceritakan apa yang tengah terjadi padanya dan bagaimana ia bisa ada di sini.


#Flasback off#


" Rafa kamu sungguh keterlaluan ! , " Batin Diana, ia tak tega melihat Intan saat ini, di umurnya yang masih begitu muda, sudah mengandung dan mungkin tubuhnya siap tidak siap untuk menerimanya, dan mungkin hormon kehamilan dengan mood yang berubah ubah sedikit membuatnya bingung, Diana kini sudah tak memiliki perasaan apapun pada Rafa, ia lelah terus mengejar cinta seseorang yang tidak memiliki perasaan yang sama dengan nya, karena kini Diana sudah menemukan seseorang yang begitu mencintainya hingga membuatnya mampu berpaling dari Rafa.


" Setelah ini kamu kakak antar pulang yah?, "


Intan langsung berhenti mengunyah , ia belum ingin pulang, ia takut untuk bertemu dengan Rafa,.

__ADS_1


" Kalau kakak mau pergi, pergi saja kak, nanti aku bisa pulang sendiri !, "


Diana tidak mungkin meninggalkan Intan sendirian di sini, bisa bisa dia kabur ke tempat yang lebih jauh lagi.


" Kalau kamu belum ingin pulang, lalu kamu mau pergi ke mana ?, "


Intan menggeleng lemah,


" Kalau begitu kamu ikut kakak ke Apartemen kakak saja yah , " Diana akhirnya membatalkan kencannya dengan sang kekasih, ia tak tega jika meninggalkan bumil yang sedang galau ini sendirian.


Diana yang melihat Intan tertidur dengan begitu lelap pun merasa tidak tega membangunkan nya, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Intan keluar dari kantor Rafa pukul 10 pagi, cukup untuk membuat seluruh keluarganya setres mencarinya,


Akhirnya Diana memutuskan untuk menghubungi mamah Elen saja,


***


Rafa terus berputar putar tak tentu arah, hingga hampir sore tiba ia belum juga menemukan keberadaan Istinya.


Rafa menepikan mobilnya di pinggir jalan. bersandar sambil menatap langit langit mobil nya, dengan perasaan kecewa terhadap dirinya sendiri.


" Sayang, mas mohon kembali lah, mas janji apapun yang kamu minta pasti mas turuti, bahkan mas akan membawa mu saat bekerja agar kita selalu dekat,,, kembali lah sayang...! " Cairan bening mengalir di dua sudut mata Rafa.


Hingga dering ponsel menyadarkan nya.


"📱 , Benar kah mah ?, " Rafa begitu bahagia ketika mendengar dari sang mamah tentang keberadaan Istrinya. " Baik mah, Rafa segera menjemput nya !, " Rafa langsung menjalankan mobilnya dengan segera, hingga ia terus memaki sepanjang jalan, karena jalanan ibukota yang macet jika sore hari.


Hingga setengah jam kemudian Rafa baru sampai di loby Apartemen Diana, ia bergegas masuk dengan sedikit berlari menuju lift.


" Ting... " Saat bell berbunyi Diana langsung membuka pintu nya,


" Di mana dia ?, " Rafa langsung saja bertanya.


Diana menunjuk ke arah kamar nya. Dan melihat wajah Rafa yang begitu panik, ia bisa melihat seberapa dalam Rafa mencintai Intan


" Sayang, maaf kan mas,,,! " Rafa menciumi seluruh wajah Intan yang sedang tertidur itu.


Intan yang merasakannya pun menjadi terbangun. mata sembab dan hidung yang memerah itu memandang lelaki yang sedang berjongkok di hadapan nya.


Ia segera duduk begitu melihat siapa yang ada di hadapannya wajah yang takut juga marah terhadap suaminya itu, ia langsung berdiri dan berjalan cepat menuju Diana yang tengah berdiri di belakang Rafa dan bersembunyi di balik badan Diana.


Reaksi dari Intan itu membuat Rafa terkejut, begitu pun dengan Diana.


-


-


-


Tbc


like, komen dan vote nya yah kaka kaka semua😍😍

__ADS_1


__ADS_2