Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Argana Pradipta Kuncoro


__ADS_3

Irfan pun pergi tanpa menghiraukan kata kata Rafa padanya , Biarpun hubungannya dengan Intan baik baik saja selama ini, namun kalau dengan Rafa mereka jarang sekali mengobrol, dan jika mengobrol hanya sebatas menyapa saja ,Rafa tak membenci nya hanya saja ia tak suka dengan cara memandang irfan pada istrinya,


" Sayang kamu mau kemana ?. " Saat rafa kembali ke kamar ia melihat istrinya yang hendak turun dari ranjang .


" Mau ke toilet mas!. "


Rafa langsung membantu Istrinya ke kamar mandi !, menunggunya di depan pintu karena Rafa tidak di perbolehkan ikut masuk ke dalam. Dan Rafa pun kembali membantu Istrinya kembali ke ranjang, Arka tertidur pulas di temani mamah Elen yang juga tertidur di samping Arka.


"Mas tadi kamu berbicara dengan siapa ?. "


" Mas tidak berbicara dengan siapapun !. "


" Masa sih, tapi sepertinya tadi aku mendengar mas mengobrol di depan pintu ?."


" ooh,,, tadi mas hanya mengobrol dengan Dokter, tak sengaja bertemu di depan . "


" Ooh,,,,! "


" Istirahat lah sayang!. " Rafa menutupi tubuh Istrinya dengan selimut sampai sebatas dada.


" Mas juga istirahat!, "


" Mas akan tidur di situ !. " Rafa menunjuk sofa panjang yang ada di dalam kamar rawat. Tentu saja kelas vvip cukup luas dan lengkap


*


Arka di rawat hanya dua hari, sedangkan Intan empat hari, kini mereka sudah berada di rumah dalam keadaan sehat, dan kehamilan Intan sudah memasuki bulan nya, hanya tinggal menunggu saja.


Intan melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki di taman samping rumahnya,


Yang biasa ia lakukan dulu saat hamil Arka, Dan Rafa juga selalu menemani istrinya .


" Sayang, ini susu nya !. '


"Iya mas !. " Intan mendekati suaminya yang membawa satu gelas susu.


" Duduk sayang !. " Rafa menuntun istrinya untuk duduk. Mengelap peluh yang ada di dahi istrinya,


Setelah susu satu gelas itu tandas Intan duduk bersantai sambil melihat beberapa video tentang persalinan di ponsel nya, sedang kan Rafa masih setia menemani Intan sambil memijit lembut kaki Intan yang mulai membengkak,


Namun Intan merasakan rasa yang aneh pada perut nya, seperti mengencang ,


" Awww...! "


" Sayang kamu kenapa ?. " Rafa melihat Intan meringis sambil memegang perut nya


" Sepertinya aku mau melahirkan mas,! "


" Benarkah ?, maah,,, mamah,,!. " Rafa berteriak memanggil mamah Elen,


" Iyaa,,,! . " terdengar sahutan dari dalam rumah.


" Nak ada apa ?. "


" Bunda kenapa ?. " Tanya Arka yang ikut datang bersama nenek nya.

__ADS_1


" Sepertinya Intan akan melahirkan mah ,! "


" Alhamdulillah, ayo cepat kita ke rumah sakit, Rafa jangan lupa kamu bawa perlengkapan nya "


Rafa langsung masuk ke dalam menaiki tangga menuju kamarnya,


" ade alka mau kelual ?. "


" Iya sayang! "


" Boleh alka ikut bunda ?, "


" Arka di rumah saja yah sayang, nanti kalau adik nya Arka sudah keluar baru Arka akan di jemput ayah !, " Intan berkata lembut pada anak sulung nya


" Ga mau alka mau ikut !. "


" Mah, apa ibu belum pulang ?, "


" Belum nak, ayo kita berangkat semuanya sudah siap !. "


" Sudah mah, " Rafa langsung membawa koper kecil itu ke dalam mobil, lalu masuk kembali


" Arka sama mbak dulu yah, nanti nenek Ida dateng, !. "


" Ga mau , alka ikut !!. " Arka merengek sambil memegangi kaki bundanya,


Sedangkan Intan sesekali meremas baju nya saat rasa mulas itu datang,


Akhirnya setelah Rafa berhasil membujuk anaknya, semua segera berangkat ke rumah sakit.


Kelahiran kali ini tak selama seperti kelahiran anak pertama . Kurang lebih dua jam bayi yang berjenis kelamin laki laki telah lahir dengan selamat dan sehat wal afiat. Jadi Intan dan Rafa kini memiliki dua anak lelaki. Rafa dan Intan tidak pernah mempermasalahkan jenis kelamin anak mereka, yang terpenting anak mereka lahir dengan sehat dan bundanya pun sehat.


Bertambah lah kebahagiaan keluarga besar Rafa dan Intan, Ketiga orang tua mereka pun terlihat begitu bahagia.


" Sayang, apakah kamu memiliki nama untuk anak kita ?. "


" Aku terserah mas saja, !, " Anak yang pertama pun Intan menyerahkan pada suaminya.


" Papah saja yang memberi nama apa boleh?,"Tiba-tiba saja pak Kuncoro berucap.


" Tentu saja boleh pah !. " Jawab Intan


" Baiklah papah akan beri nama, Argana pradipta Kuncoro, sama seperti kakak nya Arkana pradipta Kuncoro...! '


" Bagus juga, walaupun papah tidak kreatif, itu hanya menambahkan sedikit nama depannya !, "


" tentu saja nama belakang mereka harus ikut dengan nama belakang papah !, " ucap pak Kuncoro tak mau kalah.


" Nama itu bagus kok pah, simple gampang untuk di ingat ! . "


" Yah karena saat papah sudah pensiun nanti papah akan memberikan dua perusahaan papah untuk dua cucu laki laki papah..! "


" Itu tidak adil pah, Rafa membuat perusahaan sendiri bukan dari warisan, lalu kenapa papah langsung memberikan begitu saja perusahaan pada bayi bayi yang belum bisa apa apa !!, " Rafa terlihat kesal


" Itu perusahaan papah jadi terserah papah mau memberikannya pada siapa pun , lagi pula perusahaan mu juga karena papah " ucap pak Kuncoro acuh.

__ADS_1


Intan dan Mamah Elen hanya menggeleng geleng saja, dua lelaki yang sama sama keras dan pendiam namun sekalinya bicara banyak di akhiri dengan berdebat...


" Kalian diam lah, cucu mamah jadi bangun nih....!. " Mamah Elen menggendong baby Arga dan menyerahkan nya pada Intan agar di beri asi.


Pak Kuncoro akhirnya pulang karena ingin menjaga cucunya Arka di rumah,


*


Hari ini Rafa sedang mengadakan Aqiqah untuk Baby Arga, Acara kali ini lebih mewah di bandingkan acara Arka sebelum, karena bisnis Rafa semakin berkembang pesat, Anak yatim juga anak anak dari panti asuhan di undang undang menghadiri acara tersebut, sehingga Rafa harus menyewa aula besar karena begitu banyak nya undangan.


Acara berlangsung meriah, ada games juga badut yang di mainkan setelah acara pengajian selesai untuk menghibur anak anak di sana. Acara belum selesai tetapi beby Arga dan Arka sudah kembali bersama bunda nya untuk beristirahat. Acara di wakili oleh, mamah Elen dan pak Kuncoro, sedangkan Rafa juga Bu Ida sudah pulang bersama Intan.


" Sayang apa kamu bahagia ?. "


" Sangat, sangat bahagia mas!, "


Rafa menyibakkan rambut halus yang ada di dahi Intan, kini mereka tengah berada di ranjang, merebahkan tubuh mereka dengan saling berhadapan.


" Mas juga bahagia bahkan bingung bagaimana cara mengungkapkan nya dengan kata kata ..! "


" Berarti aku masih yang paling cantik di rumah,,,! "


" Yaa,, Dan ketampanan mas sudah tersaingi...! "mereka pun tertawa


" Namun biar pun ada dua lelaki tampan di rumah ini, mas tetap lah yang paling tampan ..! "


" Aaahh, tidak, kamu pandai sekali merayu sekarang sayang, rasa nya mas ingin membungkam mulut mu agar tak selalu menggoda .! "


" Eeeuummm... "Rafa membungkam bibir mungil istrinya dengan bibirnya, yang awalnya hanya ingin menggoda Intan saja kini justru Rafa lah yang tergoda.


" Mmaass,,, sudah nanti ada Arka masuk, ,!"


" Sebentar sayang , " Ucap Rafa dengan suara serak.


" Mamas, nanti saja, ini masih siang !, " Walaupun Intan mulai terhanyut tetapi ia masih bisa mengendalikan.


" Tapi sekarang mas mau sayang !, "


" Iya nanti saja, aaakkhh....! " Rafa terus saja mempermainkan bagian yang menjadi favorit nya.


" Kamu nikmati saja sayang, ! " bisik Rafa si telinga Intan yang memejamkan matanya


" Mmaass jangan itu milik anak mu !, "


" Mas juga ingin sayang,,! "


" Tidak boleh masss... aakhh...! '


" Hanya sedikit...! "


" Jangan seperti itu mas, sakit !. "


" Pantas saja Arka dan Arga menyukai nya, soalnya......!!. "


" Ayah sedang apa ????. "

__ADS_1


__ADS_2