
Sandy di beri tau oleh sang istri tentang Fahira yang meminta bantuan Dirinya untuk masuk ke dalam perusahaan Rafa, Tentu saja Sandy tak mau kecolongan lagi, sehingga Nama Fahira sudah masuk dalam daftar hitam di Perusahaan Rafa, jadi mungkin baru masuk di gerbang perusahaan saja sudah di larang masuk. Kejam memang tapi itu harus di lakukan mengingat kesalahannya Sandy yang dulu, Penerimaan sekertaris di perusahaan lumayan ketat, tak sembarangan orang bisa melamar pekerjaan di sana.
*
" Sayang apa semuanya sudah siap ?, "
" Sudah mas, anak anak juga sudah siap, ada di bawa bersama nenek nenek dan kakek nya !. "
" Sayang kenapa bawa banyak sekali ?. "
" Apa mas pikir kita hanya pergi berdua ? , "
" Iya tapi.....!. "
" Ini semua perlengkapan anak anak mu, susu , popok, cemilan , pakaian dan lainnya !!. "
" Sayang kita kan bisa beli di sana, tidak perlu bawa banyak pakaian, dan....!. " Ucapan Rafa terhenti ketika melihat istrinya bertolak pinggang dengan wajah kesal.
" Oke, baiklah , baiklah sayang lakukan apapun yang kamu mau, mas tunggu di bawah yah !. " Rafa mengecup kening istrinya dan berlalu keluar kamar mencari aman
" Lelaki tau apa tentang ini !!, " Sambil menggerutu Intan memasukan dua dus kotak susu Arka, cukup kalau hanya untuk tiga hari.
Keluarga Rafa memutuskan untuk berlibur ke pantai yang masih dalam kota, akan menginap selama tiga hari di sana, tak hanya keluarga Rafa, Sandy dengan keluarganya pun turut ikut, hanya saja mereka berangkat masing masing dan akan bertemu di sana.
Rafa satu mobil dengan, Intan, Arga juga bu Ida, sedangkan mamah Elen dan Pak Kuncoro juga Arka di mobil yang lain dengan satu asisten rumah tangga nya yang ia ajak.
Arka tertidur pulas di pangkuan mamah Elen, " Pah mamah ga menyangka sekarang kita punya dua cucu yang tampan tampan " Ucap mamah Elen sembari mengecup pucuk kepala sang cucu.
" Iya mah, papah bahagia sekali, di akhir masa tua kita bisa merasakan memiliki cucu !, " Karena pak Kuncoro sempat berfikir kalau Rafa akan lama menikah, karena selalu menolak jika di jodohkan, sampai saatnya mereka lelah sendiri untuk menjodohkan nya, malah Rafa mendapatkan jodohnya sendiri, yah walaupun banyak drama antara Rafa dan Intan dulu.
Sampai lah mereka di sebuah vila di tepi pantai, mereka menyewa vila yang paling besar di daerah itu, agar keluarganya lebih leluasa, dan meminta penjagaan lebih dari pemilik vila, dan tentu saja keluarga Rafa mendapat perlakuan super spesial, karena sudah membayar lebih banyak , bahkan pantai yang berada tepat di depan vila itu di sterilkan hanya untuk keluarga Rafa, dan untuk pengunjung lain di sediakan pantai di sisi lainnya. Rafa ingin anak anak juga keluarga nya nyaman.
" Sayang kenapa kamu pakai celana seminim itu ?. "
" Ini hot pants mas, lagi pula ini juga tidak terlalu pendek, kita kan mau ke pantai masa pakai celana panjang,! "
" Celana panjang sepertinya tidak buruk , malah bisa melindungi kulitmu dari sinar matahari !. "
" Aku sudah memakai sunblock mas, jadi kulit ku akan baik baik saja !. "
" Tapi sayang, kamu terlalu seksi !, " Rafa mengusak rambutnya kesal. Istrinya itu bahkan tidak terlihat seperti sudah memiliki dua anak, tampak masih seperti gadis remaja,
Karena memang perawakan Intan yang mungil kulit putih bersih,wajahnya yang baby face body Langsing, serta perawatan wajah dan tubuh yang kini Intan jalani atas permintaan sang mertua, katanya untuk keharmonisan keluarga, jadi Intan ikuti saja, toh tidak ada salahnya lagi pula mamah Elen yang memanggil nya ke rumah saat Rafa bekerja, jadi Rafa tidak mengetahuinya.
" Apa yang seksi sih mas, cuma celana pendek juga kaus longgar seperti ini masa seksi ?, " Intan melihat dirinya di cermin dan biasa saja,
__ADS_1
" Sudah aah,,, Ka Diana sudah menunggu ku !!. " Intan berjalan ke arah pintu
" Aaakkhh...!. " Intan berteriak karena terkejut ketika merasa tubuhnya melayang.
" Ganti atau mas ga akan biarkan kamu keluar dari kamar ini seharian !. " Ucap Rafa dengan sorot mata tajam dan posisi Intan kini berada di bawah kungkungan suaminya.
" Mmass,, aku ga bawa celana panjang, hanya yang pendek pendek !!. " Intan mengelak
" Ok, tidak ada pilihan lain !!. "
Entahlah bagaimana bisa terjadi karena saat ini Intan bahkan sudah tak memakai sehelai benang pun di tubuhnya, bahkan Rafa memberi tanda merah pada dada Intan bagian atas, juga dua tandan di leher kanan dan kiri, tak lupa bahkan tanda itu ada di paha nya juga bahkan lebih banyak , Rafa sempat berolah raga ranjang dulu karena tergoda dengan ulahnya sendiri , yang awalnya hanya ingin mengerjai saja malah menjadi keterusan.
" Ini baju nya sayang, kamu sudah di tunggu tuh di pantai . " Ucap Rafa tanpa bersalah, dia sendiri yang membuat Intan seperti itu , " sambil menyodorkan paper bag yang berisi pakaian baru untuk Intan kenakan .
Intan hanya menatap suaminya itu dengan raut wajah kesal. Sehingga tanpa sadar ia mengambil paper bag itu dan berjalan ke kamar mandi dengan menghentak hentakkan kaki nya karena kesal, dan yang Intan lupa adalah bahwa saat ini ia tak memakai apapun. Sehingga membuat Rafa menelan salivanya berkali kali.
" Sayang, apa kamu sedang menggoda mas ???. "
" Braakkkk....!. " Intan tidak menjawab namun langsung membanting pintu kamar mandi, hingga membuat Rafa tertawa lepas....!
" Baiklah sayang, nanti malam kita lanjut yah, mas tunggu di pantai !!. " Rafa dengan wajah senang keluar dari kamarnya.
*
Mah, bu, berhentilah memasak, kita sedang liburan, biarkan koki yang melakukan itu !. " Rafa Ingin ibu dan mamah nya menikmati liburannya bukan malah memasak,
" Dimana Arga ?. " Rafa mengganti topik sebelum mamahnya itu berceramah panjang lebar.
" Tidur, di temani kakek nya !. " kali ini Bu Ida yang menjawab .
Dari kejauhan dia melihat Sandy sedang bermain dengan Cecil juga Arka memutuskan untuk menyusul mereka.
*
" Intan kamu sakit ?. " Diana bingung kenapa Intan memakai baju serta celana panjang.
Intan tak menjawab hanya langsung duduk dengan kasar di kursi pinggir pantai yang sudah di sediakan.
" Apa ini ulah suamimu ?. " Tebak Diana sambil menahan tawanya.
" Siapa lagi kalau bukan si om om jutek itu!. " Jawab Intan dengan kesal.
" Hahaha... Nikmati saja Intan!. " Diana tertawa
Pandangan Intan dan Diana tertuju pada Rafa juga Sandy yang tengah menjaga anak anak mereka bermain air,
__ADS_1
" Intan kamu melihat itu ?. " Arka dan Cecil terlihat sedang bergandengan tangan saat bermain air, karena Cecil terlihat takut takut.
" Iya ka . "
" Apakah mereka akan berjodoh saat besar ?."
" Aku berharap seperti itu, anak mu cantik sekali ka . "
" Dan anak mu tampan!!. "
" Apa yang kalian bicarakan ? "
Entah sejak kapan Sandy dan Rafa ada di depan mereka
" Jangan berfikir akan menjodohkan mereka !!!. " Entah apa sudah janjian lebih dulu atau bagaimana, karena Rafa dan Sandy mengatakan itu secara bersamaan.
Intan dan Diana saling pandang, lalu berdiri meninggalkan suami suami mereka, "Menganggu saja . " Ucap Intan.
" Sayang mau kemana ?. " Tanya Rafa yang melihat Intan pergi bersama Diana.
" Mau menjaga calon mantu !. " Ucap Intan dan Diana bersamaan.Dan mereka tertawa bersama
" Apa kata mereka tadi ??. " Sandy sendiri bingung mendengarnya.
" Gue ga mau punya calon besan kaya lo !. "
" Ciiih... apa lagi gue !!!."
" Gue mau mereka menjadi kakak adik saja !."
" Seperti awal saat lo sama Intan begitu ?. " Nada suara yang terdengar mengejek
" Lo nyindir gue ??. "
" Itu kenyataannya bro !!!. "
" Brengsek sini lo !. " Rafa terlihat akan menarik kaos Sandy. Namun Sandy yang paham langsung berlari menghindar.
" Jangan lari lo , sini ga !!. " Rafa mengejar Sandy.
Sedangkan Intan dan Diana masih setia menemani Arka dan Cecil yang sedang membuat Istana pasir.
-
-
__ADS_1
tbc