
" Nak, ayo bangun kita pulang , suamimu sedang keluar mencari mu, " Mamah Elen kembali ke rumah persembunyian Intan, untuk kembali membawa Intan pulang, ia juga tak tega meninggalkan menantunya sendirian si rumah asing bagi menantunya itu.
" Aah,, iya mah!. " Intan menurunkan kakinya dari ranjang.
" Maaf yah nak, mamah jadi mengganggu tidur mu,,,!. "
" Tidak apa apa mah, aku juga ingin pulang kok, malah ketiduran habis nonton !. "
" Baiklah, ayo nak nanti suamimu keburu pulang !. "
" Ayo mah...! "
Intan dan mamah Elen langsung pulang menggunakan mobil, karena jaraknya dekat jadi kurang dari 10 menit mereka sudah sampai.
" Kamu Istirahat di kamar yah nak, mamah juga mau istirahat!. "
" Iya mah terimakasih mamah sudah bantu aku !. "
" Jangan berterimakasih nak, kamu itu anak mamah, jadi kalau ada masalah cerita yah sama mamah ?. "
Intan mengangguk sambil tersenyum, dan mereka pun masuk ke kamar nya masing masing.
Rafa sudah lelah mencari tak tentu arah, dan orang yang paling bisa ia mintai tolong hanya Sandy dan dia baru akan pulang senin depan.
Hampir jam 1 malam Rafa memutuskan untuk pulang, Entah lah perasaan nya selalu menuntun nya untuk pulang, ia akan mencari lagi nanti, Filing nya Intan berada di tempat yang aman, mungkin di rumah bu Ida, Rafa tak ingin ke sana karena takut mengejutkan sangat mertua.
Dengan lunglai ia menaiki tangga, menengok ke arah kamar mamahnya yang tertutup rapat, ia tak mungkin mengganggu mamah nya, kalau papahnya tau ia pasti sudah di marahi habis habisan, untung saja pak kuncoro sedang di luar kota.
Rafa membuka hendle pintunya, dan masuk ke dalam. Ia bersandar di balik pintu. " Sayang mas janji tak akan lagi mendiamkan mu, kenapa kamu membalas nya dengan sadis seperti ini, mas kapok sayang !!. " ucap Rafa dengan lirih, ia membayang kan wajah sedih Intan karena dia mengabaikan nya, wajah seperti itu sebenarnya juga membuatnya sakit, tapi kembali lagi ego Rafa yang tinggi membuatnya sulit mengontrol jika sedang cemburu.
Rafa mendekati ranjang, Ia lelah, ia frustasi istri kecilnya belum di temukan, ia duduk di ranjang namun entah kenapa rasa gelisah tadi hilang seketika, Ia mencium aroma parfum manis yang biasa Istrinya pakai. Seketika Rafa menengok gundukan selimut yang berada di belakang nya.
Intan yang sedang tertidur pulas dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. karena tubuhnya yang mungil sekilas seperti gundukan bantal guling.
Dengan penuh harapan Rafa membuka selimut itu secara perlahan . Ia berdoa semoga di balik selimut ini adalah benar istrinya. Sedikit demi sedikit ia membuka selimut mulai dari bawah, dan ia sudah yakin kalau ini adalah Istrinya, karena telapak kaki mulus nya sudah terlihat
Aaahhhh... lega nya hati Rafa saat ini, ia sudah membuka seluruh selimut nya, Menampakkan wajah polos istrinya yang sedang tertidur pulas, Intan hanya mengenakan Tanktop berbahan satin dengan celana pendek yang kini sudah terangkat hingga pangkal paha nya yang mulus.
" Nakal kamu yah, sudah membuat mas kacau seperti ini, sekarang enak enakan tidur !. "
Rafa mencium kening Intan dengan lembut, lalu beralih ke pipi kiri dan kanan, hidung mata tak juga luput dari kecupan halus Rafa.
Dan yang menjadi candunya sedang menutup rapat membuat nya ingin menyesap nya sampai membengkak.
" Rasakan ini istri mas yang nakal, "
" Eeummm... " Rafa memejamkan matanya mencium candunya, tidak tidak bukan hanya mencium Rafa bahkan menuntut lebih dari itu.
" Eemmmm... " Lenguhan dari bibir Intan mulai terdengar antara sadar dan tidak sadar Intan menikmati ciu***an itu.
Rafa menjadi menginginkan sesuatu yang lebih dari ini, tangan nya sudah mulai menjelajah kemanapun yang menjadi area favorit nya,
__ADS_1
" Aaakkkkhhhh... " Intan melenguh panjang, nafasnya naik turun ketika sesuatu yang berbeda ia rasakan, hingga membuat matanya terbuka lebar.
" Mmass Rafa ngapain ?. " Intan terkejut ketika Rafa tiba-tiba berada di atas nya, berarti kejadian tadi bukanlah mimpi, ternyata itu ulah suaminya.
" Kamu pikir mas lagi ngapain ?, "
Intan hanya menggeleng lemah. Tubuhnya sudah di kungkung hingga sudah tak bisa bergerak kemana pun.
" Mas mau menghukum istri mas yang nakal!." Rafa berkata sambil menahan sesuatu yang harus segera di tuntaskan.
Dan terjadi lah aktivitas menyenangkan yang di lakukan suami istri itu ( Jangan hot hot, nanti kena tegur ðŸ¤).
Intan tertidur pulas dalam pelukan suaminya, wajahnya sudah terlihat begitu lelah akibat aktivitas yang mereka lakukan.
Rasa kesal Rafa tak lagi di rasakan, kalau Rafa berpikir secara logika untuk apa ia begitu cemburu pada orang yang mendekati Intan, sedangkan Intan sudah menjadi istrinya bahkan ia lah orang yang pertama kali mencium dan merasakan tubuh Intan. Yah cemburu itu memang di luar logika. sampai ada istilah cemburu buta membawa petaka , Rafa merinding sendiri membayang kan itu, ia tak ingin kehilangan Intan wanita kedua yang begitu di cintainya setelah mamah nya.
Pagi pun menjelang Rafa melihat Intan yang masih tertidur pulas, mengecup nya lalu turun dari ranjang secara perlahan menuju kamar mandi.
Intan terbangun , meregangkan otot ototnya yang kaku akibat ulah suaminya semalam. Namun ia merasakan pusing pada kepalanya.
Intan memakai baju nya karena tubuhnya semalam di biarkan polos.
Intan bersandar pada sandaran ranjang nya, merasakan pusing yang di rasa semakin kuat.
" Aah.. kenapa pusing sekali ?, " Intan memijat kepalanya.
Rafa keluar dari kamar mandi masih mengenakan jubah mandinya sembari menggosok gosokkan kepalanya yang basah dengan handuk kecil. Ia menyipitkan matanya melihat Intan yang memegangi kepalanya dengan wajah pucat.
" Apa semalam saya keterlaluan yah ?. " Batin Rafa, sambil berjalan mendekati Intan.
" Ga tau mas kepala aku pusing banget , " Intan berkata masih dengan mata terpejam.
" Maaf kan mas yah sayang, mungkin karena mas kamu menjadi seperti ini ,! " Rafa berkata dengan perasaan bersalah
Intan membuka matanya lalu memandang suaminya, ia mengelus pipi yang di tumbuhi bulu halus, " Ini bukan karena mas, aku hanya masuk angin saja !. "
" Kita ke dokter yah ?. "
" Aku ga mau !, "
" Mas akan panggil dokter ke sini !, "
" Aku ga mau mas !!!. "
" Huuff.. " Intan memang sulit untuk di ajak ke dokter, ia tau apa yang menjadi penyebab nya.
" Mas, aku mau ke kamar mandi !. "
" Mari mas bantu, tapi jangan mandi dulu yah, sepertinya kamu demam!, " Rafa merasakan hangat di tubuh Intan saat ia menggendong nya.
" Ga mau ah jorok, aku kan mau berangkat kerja!!. "
__ADS_1
" Hari ini kamu ga boleh berangkat kerja !. "
" Tapi mas....! "
" Tidak ada bantahan ...! " Ucap Rafa tegas, ia lalu menurunkan Istrinya secara perlahan di dalam kamar mandi .
" panggil mas kalau sudah selesai yah ?. "
" Iya. "
Rafa pun keluar, ia sempat memanggil pelayan untuk membuatkan Intan bubur juga wedang jahe.
" Masss... "
" Iya sayang..! " Rafa segera berjalan menuju kamar mandi. Memapah Intan menuju ranjang, karena Intan tak ingin di gendong.
" Mas belum berangkat ?. "
" Nanti setelah kamu sarapan baru mas berangkat !. "
Tak lama berselang pintu kamar Rafa terbuka, ternyata mamah Elen yang membawakan sarapan untuk Intan.
" Kamu kenapa nak ?. "
" Hanya masuk angin mah !. "
Rafa mengambil nampan yang di pegang mamah nya. Menaruhnya di meja samping ranjang dan mengambil buburnya untuk di siapkan pada Istrinya.
" Ini pasti gara gara kamu Rafa, anak mamah jadi sakit sekarang ?. " Mamah Elen menatap tajam anak nya.
" Bukan, bukan mah, ini bukan salah mas Rafa !. " Intan tak ingin suaminya di salahkan.
Rafa tersenyum bangga karena Intan membela nya.
" Ya sudah sarapan dulu nak, "
Rafa menyuapkan bubur yang sudah hangat pada Intan.
Suapan pertama Intan merasakan ada yang aneh pada perut nya seperti menolak untuk si isi.
Intan segera beranjak dari ranjang berjalan cepat ke arah kamar mandi sambil menutup mulut nya.
Hingga membuat Rafa dan Mamah Elen terkejut ....
" Hooeekk... hooeekk....hooeekkk..... "
Mamah Elen dan Rafa seketika saling pandang....
-
-
__ADS_1
tbc
tetap dukung cerita Intan dan Rafa yah kaka 😘😘