Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Pengakuan


__ADS_3

Kini mereka semua sudah berada di ruang utama,Dengan wajah penasaran namun tidak dengan pak Kuncoro.Karena dua hari yang lalu Rafa sudah memberitahukan tentang hubunganya dengan Intan


" Mah, pah,bu Ida,ada yang mau saya beritahukan pada kalian tentang hubungan saya dengan...., " Rafa melirik Intan yang duduk di samping nya sambil membolak balikan ponselnya yang mati.


" Buruan dong ngomongnya Rafa bikin orang penasaran saja ! , " mamah Elen tak sabaran


" Tentang hubungan Rafa dengan Intan !. " Ucap Rafa langsung ke intinya


Seketika Intan menatap Rafa dengan sedikit bingung , namun seperkian detik Intan menggelengkan kepalanya. Inta tak Ingin Rafa memberitahu kan hubungan mereka, karena Intan takut akan jawaban orang tua mereka nanti.


" Memangnya apa hubungan kalian ?. " Kini Bu Ida yang bertanya.


" Tidak ada Bu . " Intan takut kalau ibu nya marah.


" Saya mencintai Intan Bu , dan saya akan menikahi nya !. " Jawab Rafa tegas.


" Apa ???. " Mamah Elen juga Bu Ida terkejut


Intan diam menunduk takut, ia sudah pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya. Ia tak menduga Rafa akan membuat pengakuan itu, ia terkejut bahkan sangat terkejut dengan ucapan Rafa yang katanya akan mengenalkan calon istrinya dan itu ternyata dirinya. Sebenarnya Intan merasa terharu dengan pernyataan Rafa, namun rasa yang di rasakan Intan begitu campur aduk saat ini . Antara takut dan bahagia


" Rafa kamu jangan main main , dia itu adik mu !, " Ucap mamah Elen


" Mah, dari awal Rafa tidak pernah menganggap Intan sebagai seorang adik !. "


" Lalu selama ini kamu menganggap Intan apa ?. "


" Intan Itu kekasih Rafa mah !. " Rafa menggenggam erat tangan Intan yang terasa dingin


" Apaaa ? , jadi kalian selama ini....? , " Mamah Elen memegang dadanya yang terasa nyeri


" Dan kamu Intan, apa benar yang di ucapkan nak Rafa itu ?. " Bu Ida bertanya pada Intan yang menunduk diam .


Intan sempat menengok ke arah Rafa sekilas. Lalu Intan mengangguk pelan.


" maaf Bu !. " Intan menetes kan air matanya


" Kalian itu yah, benar benar....!," Mamah Elen memegang dada nya


" Mbak,, mbak,, " Bu Ida panik


" mamah...? " Begitu pun dengan Intan yang tiba tiba mendekati mamah Elen dan memegang tangan nya.


" Maaf kan Intan mah...! " Intan menangis di samping Mamah Elen


" Mbak bangun mbak!!!, " Bu Ida makin panik


Dan dua lelaki di hadapan mereka hanya diam saja tanpa bergerak, hingga Intan begitu geram dengan Rafa.


" Mas Rafa cepat bantu mamah kita bawa Ke Rumah Sakit !. "


" Maah, sudah lah , mamah kan gak punya penyakit jantung !. " Kali ini Pak Kuncoro bersuara, acting istrinya itu sudah membuat orang panik, yah walaupun tidak dengan Rafa dan dirinya.


" Aah... papah, mamah kan lagi mencoba ingin tau bagaimana reaksi kalian, ternyata papah dan Rafa begitu !, " Mamah Elen terlihat kesal dengan Rafa dan juga suaminya.


Ada dua manusia yang terdiam bingung dengan apa yang terjadi barusan. Padahal mereka sudah begitu paniknya tadi


" Maaf loh da. " Mamah Elen tersenyum malu

__ADS_1


" Kamu tuh mbak, ngerjain aja, padahal aku kasian loh takut nya mbak ga sempet mongmong cucu !. " Bu Ida membalas Mamah Elen.


" Iiiih... amit amit Idaa..! "


" Dan untuk kalian berdua. " Mamah Elen menatap Rafa dan Intan secara bergantian


" Kenapa tidak bilang saja dari awal ?. "


" Maaf mah !. " Intan menunduk takut.


" Tidak sayang, mamah tidak menyalahkan mu, mamah kesal pada anak lelaki di depan mamah Ini !!. " Mamah Elen menatap Rafa yang terlihat seperti orang tak bersalah.


" Mah, saat itu Rafa...!. " Ucapan nya terhenti oleh suara sang mamah


" Laki laki kok gak gentleman !. "


Rafa terlihat tidak suka dengan ucapan mamah nya, hanya saja ia tak ingin menjawab takut urusannya tambah panjang. Iya hanya ingin restu dari ke tiga orang tua nya.


" Mah , Bu, pah , jadi bagaimana apa kalian merestui hubungan Rafa dengan Intan ?. "


" Kalau kami tak merestui bagaimana ?. " jawab mamah Elen


" Aku akan membawa Intan kabur ?. "


Seketika Intan langsung melongo ke arah Rafa.


" Heeii... jangan sebarangan Rafa ini ada Ibunya Intan loh !. " Teriak mamah Elen. Hingga membuat Bu Ida dan Intan yang berada di samping nya terkejut.


" Bu Ida, apa Ibu merestui hubungan saya dengan Intan ?. "


" Kalau Ibu, bagaimana Intan saja nak, karena kebahagiaan Intan juga kebahagiaan Ibu . " Bu Ida memandang lembut Intan hingga tanpa sadar air matanya menetes.


" Ibuuuu. " Intan memeluk ibunya juga sambil menangis pelan


" Pah , apa papah merestui ?. "


" Lanjutkan .! " Jawaban singkat papah


Kini mata Rafa beralih ke mamah nya.


" Mah, apa mamah merestui hubungan kita ?."


" Rafa kenapa kamu mau menikahi anak gadis mamah sih !. "


" Mah, biarpun Rafa menikah dengan Intan, Intan akan tetap jadi anak mamah juga, bahkan selamanya tidak akan kemana mana !. " Rafa kesal kenapa mamahnya tidak menjawab pertanyaan dengan jawaban simple saja, kenapa harus kesana kemari dulu.


" Eeeh... iya juga sih !. "


" Mamah merestui kan ?. "


" Baiklah mamah merestui kalian !. " Ucap mamah Elen memandang Intan dengan kelembutan, ia pun merentangkan kedua tangannya minta di peluk oleh calon menantunya.


Intan yang paham pun segera beralih duduknya dan memeluk mamah Elen.


" Terimakasih mah !. "


" Sama sama sayang, sejujurnya mamah seneng banget loh nak . " Ucap mamah Elen sambil memeluk Intan.

__ADS_1


Rafa Ingin sekali menarik Intam ke dalam pelukannya, namun urung ia lakukan.


" Jadi kapan kalian akan menikah ?. " Tanya Pak Kuncoro.


Hingga membuat orang yang berada di situ semua menengok ke arah nya.


" Aku Ingin lulus kuliah dulu pah .! " Jawab Intan pelan


" Kamu bisa tetap kuliah meskipun kita menikah !. " Rafa berkata pada Intan.


" Baiklah kalau begitu kalian rundingkan saja dulu, tapi menurut saran papah, lebih cepat lebih baik.! "


Mamah Elen dan Bu Ida membenarkan ucapan Pak Kuncoro. Hanya saja mereka memberikan waktu kepada mereka untuk berfikir.


Kini drama itu telah usai, kedua orang tua mereka sudah beristirahat ke kamarnya masing masing, Mamah Elen menyuruh Bu Ida dan juga Intan menginap, karena besok mereka berencana akan makan bersama lagi.


Rafa dan Intan sedang berada di teras samping taman. Keduanya duduk berdampingan sambil berpegangan tangan, dengan kepala Intan yang bersandar di bahu Rafa.


" Aku tuh kesel banget deh sama mas Rafa !."


" Kesal kenapa ?. "


" Mas Rafa sudah buat perasaan aku hancur beberapa hari ini , bikin aku ga napsu makan, ga ada gairah untuk bekerja. " Keluh Intan


" Itu sih kamu nya aja yang tidak peka, !. "


" Iih mas Rafa kok gitu sih, !. "


" Sudah jelas jelas mas bilang sama kamu, kalau mas mencintai dan menyayangi kamu, dan Ingin mengenalkan calon istri ke mamah dan membawamu, tetapi pikiran mu justru kemana mana , jadi ya sekalian saja mas teruskan, agar mas tau sejauh mana perasaan kamu sama mas !. " Rafa menjelaskan


Intan bersembunyi di dada bidang Rafa karena malu akan sikap konyolnya beberapa hari ini.


" Tapi hari ini mas bahagia sekali , apa kamu bahagia sayang ?. "


" Tentu saja aku juga bahagia mas ..!. "


Tanpa sadar tangan Intan mengelus paha Rafa. Intan sebenarnya tak salah hanya saja Intan berhadapan dengan lelaki dewasa.


" Sayang... ?. "


" Heemmm . " Jawab Intan malu


" Kamu tidak peka lagi !. "


" Kenapa ?. " Intan menengadahkan wajah nya menatap Rafa


" Tangan mu ini membuat mas ingin segera menikahi mu malam ini juga , " Bisik Rafa di telinga Intan. Rafa mencoba menahan sesuatu di antara Inti tubuhnya setelah mendapat elusan lembut dari sang kekasih.


" Ooops. " Dengan segera Intan mengangkat tangan nya.


" Besok kita menikah agama saja dulu !. " Pandangan Rafa sudah berbeda pada Intan


-


-


Tbc.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, votenya juga yah 😘😘😘


__ADS_2