Om Om Jutek Tetanggaku

Om Om Jutek Tetanggaku
Menghindari


__ADS_3

Akhirnya Intan memutuskan untuk pulang sendiri setelah hampir tiga jam menunggu Rafa, Kekasihnya itu melupakan janjinya,


Perasaan marah dan kesal sungguh membuat Intan enggan keluar kamar, apalagi kedatangan irfan di kampusnya membuatnya ingat akan kejadian itu,


Intan memang menolak untuk melaporkan Irfan pada polisi, ia tidak mau kejadian seperti itu di ketahui Ibunya yang akan justru membuat ibunya semakin khawatir , jadi ia lebih memilih untuk tak melaporkan nya.


Intan tertidur hingga menjelang magrib saat sangat Ibu membangunkan untuk sholat terlebih dahulu.


***


Rafa gelisah ini adalah Apartemen untuk yang ke tiga kalinya dan Diana belum juga menemukan yang cocok. Iya juga tidak bisa meninggalkan Diana seorang diri di sini apalagi Diana baru pertama kali ada di kota ini.


Rafa terkejut ketika melihat lima panggilan tak terjawab serta beberapa pesan yang menanyakan keberadaannya. Pesan itu di kirim dua jam yang lalu itu berarti Intan juga sudah pulang dua jam yang lalu,, Intan juga tak menjawab beberapa panggilannya


" Kenapa saya bisa lupa !!!, " Rafa kesal pada dirinya sendiri.


" Rafa sepertinya ini bagus, nyaman juga !. " Diana merasa cocok dengan Apartemen yang ke empat ini.


" Bagus lah kalau begitu, mari kita pulang!! . "


" Rafa kamu tidak ingin melihat lihat dulu , aku butuh pendapat mu!. "


" Tidak perlu, bukankah kamu nanti yang akan tinggal di sini ! , " Rafa sudah berjalan lebih dulu keluar dari Apartemen, lalu di susul Diana yang berjalan di belakang nya dengan rasa kecewa.


" Kenapa berubah Rafa ?? , " Ucap Diana berkata dalam hati sembari melihat punggung tegap Rafa.


Rafa mengantarkan Diana pulang ke rumah orang tuanya,


" Rafa kamu tidak mampir dulu, tante Elen pasti senang kamu pulang , " Diana masih mencoba merayu Rafa, ia ingin lebih lama lagi berdua dengan Rafa.


" Tidak, saya buru buru, biar nanti saya yang menghubungi mamah , " Tanpa melihat Diana Rafa segera melajukan kendaraan nya untuk pulang.


Diana kecewa, Rafa yang dulu ramah padanya entah bagaimana kini dia bisa sedingin itu, "Apa salahku Rafa ??, Tapi aku akan tetap berusaha . " Diana tersenyum kecil


# *flashback #


Raffa dan Diana pernah menjadi teman dekat saat SMA dulu, bahkan teman temannya mengira kalau mereka sepasang kekasih karena kemana mana selalu berdua,


Walaupun mereka tidak sekelas, tetapi Diana sekelas dengan Sandy yang kini masih setia menemani Rafa.


Rafa memang memiliki ketertarikan dengan Diana, gadis cantik berambut hitam yang panjang,Gadis yang anggun,Sifatnya yang lemah lembut membuatnya begitu tertarik pada Diana saat itu, Hingga Rafa selalu menuruti apapun yang di inginkan Diana, dan kemanapun Ia siap mengantar nya,


Keluarga mereka pun sudah cukup dekat, kedua orang tua mereka bahkan bersahabat, Rafa senang ketika mamahnya bilang akan menjodohkan mereka setelah lulus kuliah nanti,


Kedekatan mereka pun berjalan hingga lulus SMA tetapi di antara mereka tak terikat hubungan apapun, namun ada kejadian dimana itu membuat pandangan Rafa akan Diana berubah 180 drajat,


" Die besok di acara kelulusan kita berangkat bareng ya ?. "


" Baiklah Rafa, jemput aku ya ?. "


" Baiklah, sampai besok , " Rafa berencana anak menyatakan cintanya.

__ADS_1


Dan singkat cerita Rafa melihat Diana sedang berciuman di depan toilet wanita, dengan seorang teman sekelas nya, Ia bahkan tak pernah menyentuh Diana apa lagi berciuman, hanya sekedar bergandengan tangan.


Seketika itu lah perasaannya begitu hancur, Rafa memang tertutup bahkan dengan Sandy sekali pun tak mengetahui bagaimana perasaanya pada Diana saat itu , Hingga saat nya Diana berkuliah di Luar Negri dirinya sudah putus komunikasi sama sekali, bahkan ketika Diana menghubungi orang tuanya ingin berbicara dengan nya pun Ia selalu menolak, sampai pada masa nya Diana tak lagi menghubungi nya. Dan pertemuan itu lah untuk kali pertama mereka bertemu setelah beberapa tahun tak pernah berkomunikasi.


Sampai sekarang Diana tak mengetahui kenapa sikap Rafa berubah padanya, Dan Rafa pun tak menceritakan kejadian yang di lihatnya saat itu, ia mencoba bersikap seperti biasa hanya karena Rafa menghormati hubungan baik mamahnya juga orang tua Diana, Dan kini Rafa tak memiliki perasaan apapun pada Diana hanya Intan sang gadis kecil yang mampu menggoyahkan hatinya yang beku.


# Flashback off #


Rafa langsung memarkirkan kendaraan nya ke rumah Intan, ia ingin buru buru bertemu dengan Intan dan meminta maaf,


" Asalamualaikum . "


" Waalaikumsalam , ooh nak Rafa , ayo masuk nanti ibu siapkan makan malam !. "


" Tidak perlu bu, saya sudah makan di luar, saya hanya ingin bertemu dengan Intan sebentar !. " Rafa langsung memberitahukan maksudnya


" Ayo masuk dulu !, nanti ibu panggilkan, sejak pulang kuliah dia tidak keluar kamar, hanya sebentar lalu masuk lagi , "


" Apa Intan sakit bu ?, " Rafa terlihat cemas


" Tidak, tadi Ibu tanya katanya hanya lelah . " Setelah berbicara bu Ida berjalan menuju kamar Intan


" Intan, ada mas mu nih, katanya mau ketemu sebentar , " Ucap Bu Ida sambil mengetuk pintu Intan


" Intan !!!. " Bu Ida kembali memanggil, ia tak bisa masuk karena Intan mengunci pintunya


Rafa hanya bisa menghela nafas ketika Intan tak juga membuka pintunya.


" Biarkan saja bu, mungkin Intan sudah tidur," Rafa merasa tak enak dengan bu Ida dan mungkin saja Intan tak ingin bertemu dengan nya.


Ia harus menemuinya besok sebelum Intan berangkat kuliah.


Semalaman Rafa tak bisa tidur nyenyak ia terus saja memikirkan Intan, hingga saat pagi menjelang ia bangun dengan perasaan tak bersemangat. Namun ia harus buru buru menemui Intan. Rafa mandi dan berpakaian lebih cepat dari biasanya,


" Sudah mau berangkat yah nak ?. " Bu Ida bertemu dengan Rafa saat sedang menyapu halaman


"Iya bu , "


" Ayo masuk dulu ibu sudah siapkan sarapannya !. "


Rafa mengikuti bu Ida dari belakang sampai ke dalam rumah, ia duduk di tempat biasa dengan beberapa hidangan di depannya. Namun matanya berkeliling mencari seseorang yang membuatnya tak bisa tidur semalaman.


" Ayo silahkan di makan nak !!. "


" Iya bu, Intan tidak sarapan bu ?. " tanya Rafa basa basi.


" Intan sudah berangkat sekitar dua puluh menit yang lalu. "


" Sudah berangkat ???. "


" Iya, katanya ada yang harus ia kerjakan lebih dahulu . "

__ADS_1


" Intan bawa motor bu ?. "


" Iya, Intan bilang sudah lama ia tak naik motor . "


Rafa kecewa karena kali ini pun Ia tak bertemu lagi dengan Intan.


***


Intan sengaja berangkat lebih pagi, ia tak ingin bertemu dengan Rafa, kini ia tengah sarapan di kantin kampus karena perutnya juga minta segera di isi sebelum asam lambungnya naik.


Dan Intan pun dengan sengaja menonaktifkan ponsel nya, ia tau kalau Rafa pasti terus menghubunginya. Dan Intan pun sudah bertekad akan mogok bicara dengan Rafa.


Hanya Intan yang bisa membuat konsentrasi Rafa berantakan, Rafa pun menjadi tidak fokus saat di kantor, ia selalu saja melihat jam di pergelangan tangan nya, berharap waktu cepat berlalu.


Rafa begitu kesal dengan sang mamah yang menyuruh nya Untuk menjemput Diana di kampus tempat nya mengajar, dengan sedikit ancaman yang mamahnya kata kan dengan berat hati mau tidak mau ia menurutinya .


" Rafa Terimakasih yah, kamu mau menjemput aku ?. " Diana tersenyum bahagia


" Mamah yang menyuruh untuk menjemput mu!. " Jawab Rafa datar


" Rafa bisakah kita memperbaikinya semuanya ?. " Ucap Diana dengan sendu


" Tidak ada yang perlu di perbaiki, kita bahkan tak memiliki hubungan apa pun , " Tegas Rafa


Saat mobil berhenti di lampu merah, ternyata posisi Intan tepat di samping mobil Rafa, namun Intan tak terlalu memperhatikan. Hingga suara panggilan dari orang yang sedang ia hindari terdengar.


"Intan ?. "


Intan pun menengok ke sumber suara. Dan sedikit terkejut


" Kita harus bicara Intan ?. " sambung Rafa.


Tak ada tanggapan dari Intan,


"Hai Intan , " Diana ikut menyapa Intan dengan melambaikan tangannya dan tersenyum senang.


" Haaiii ... kak , " Intan membalas lambaian tangan Diana, dengan senyum yang di paksakan


Intan cemburu ??, ya ,, kali ini juga Intan cemburu, namun ia tak mau menunjukkan itu


" Aku duluan ya ?. " Intan berkata sambil berlalu setelah lampu berganti hijau.


" Intaaan... " Rafa memanggil Intan namun di abaikan oleh pemilik nama.


-


-


-


tbc

__ADS_1


syediihh othor tuh yang baca setiap harinya meningkat tapi like nya hanya sedikit 😭😭.


jadi galau sekarang 🥺🥺. terimakasih yang sudah like LOVE YOU FULL😘


__ADS_2