
"Intan kamu sakit ?, " Tanya bu Ida saat masuk ke dalam kamar anaknya, ia melihat Intan yang tiduran di ranjangnya sambil memainkan ponsel.
" Eeh ibu, enggak kok bu, Intan lagi mau santai saja , mumpung libur. "
" Ooh,, nanti ibu mau ke rumah mamah Elen yah.! "
" Ada acara apa bu ?. "
" Ibu ga tau, tadi ibu di suruh ke sana katanya suruh bantuin masak, sepertinya mau ada acara. " Bu Ida terlihat sedang berfikir
" Acara apa ?. "
" Kamu itu sudah di bilang ibu ga tau juga, kok ya nanya lagi !. " Bu Ida kesal Intan menanyakannya sampai 2 kali.
Intan hanya tertawa saja.
" Kamu mau ikut ga ?. "
" Ga aah bu, aku pingin santai saja di rumah. "
" Ya sudah setelah ini ibu berangkat yah, nanti jangan lupa kamu kunci pintunya, takutnya nanti kamu ketiduran!. "
" Iya bu . "
"Acara apa yah di mamah Elen,?, " Intan terlihat masih sedang berfikir,
Tiba-tiba saja Intan terduduk, ia menutup mulutnya " Jangan jangan....!, " Intan mengingat omongan Rafa yang akan mengenalkan calon istri nya pada sang mamah.
" Aaah... mas Rafaaa. " Intan berteriak sambil menghentak hentakan kaki nya. Intan melihat jam di tangannya masih pukul 11 siang dan Rafa bilang akan menjemputnya setelah magrib. Jadi masih banyak waktu untuk nya menyusun rencana, Ia akan meneruskan tidurnya dulu.
***
Rafa juga ada di rumah nya menikmati hari libur yang jarang sekali ia nikmati, Otaknya sedang memikirkan Intan, memikirkan bagaimana reaksi nya nanti . Hingga membuat Rafa menjadi senyum senyum sendiri.
" Sedang apa yah dia ?. " Rafa mengambil ponselnya untuk menghubungi Intan, Dia sudah memiliki no Intan yang ia ambil secara diam diam.
" Kemana dia ?., " Intan belum juga mengangkat telfon dari Rafa. Rafa mencoba mengirim pesan saja namun sudah sepuluh menit berlalu Intan belum juga membuka pesannya.
" Jangan jangan dia kabur... " Rafa segera beranjak dari ranjang nya, ia tergesa gesa melangkah ke luar rumahnya dan berjalan menuju rumah Intan.
Rafa melihat pintu depan rumah Intan sedikit terbuka , hingga membuatnya langsung masuk begitu saja, ia melihat ke sekeliling rumah Intan sepi.
" Intan ? , Intan ?, " Rafa memanggil Intan namun tak ada jawaban, lalu ia pun membuka pintu kamar Intan, dan ternyata tak terkunci .
" Hufff... sudah bikin panik, ternyata sedang tidur. " Rafa melihat Intan tertidur pulas dengan wajah polos yang menggemaskan sambil memeluk bantal guling. Rafa sempat mengelus lembut pipi Intan, hanya sebentar ia tak mau mengganggu kekasih nya tidur.
" Kamu memang harus banyak istirahat. " Rafa keluar dari kamar Intan secara perlahan.
Dan kembali ke rumahnya lagi
" Hoamm.." Intan menguap dan meregangkan kedua tangan nya.
" Lama juga yah aku tidur . " Intan melihat jam di kamarnya sudah menunjukkan pukul 2 siang, pantas saja perutnya sudah lapar. Namun ia menjalankan ibadahnya dahulu baru makan siang yang tertunda.
Intan makan sendiri, ia sebenarnya lapar tapi tiba-tiba saja selera makan nya hilang mengingat akan acara nanti malam di rumah Rafa.
" Aku ikhlas mas, tapi aku ga mau hadir, itu sungguh menyakitkan. " Intan memegang dada nya yang nyeri
Intan sudah berdandan ia mengenakan kaos polos warna putih di padukan dengan rok berwarna navy dan tas slempang kecil yang menyangkut di pundak nya, Dengan rambut di gerai. Hari ini Intan berniat menghibur dirinya sendiri, dalam rencana nya ia akan pergi ke mall, Ingin belanja, makan , nonton dan apa saja yang akan membuatnya lupa hari ini.
" Ayo Intan kamu bisa !!!, " Intan menyemangati dirinya sendiri. Ia keluar dari rumah lalu mengunci pintu.
" Mau kemana ?. " Suara dingin terdengar dari belakang Intan.
__ADS_1
" Astaghfirullah. " Intan terkejut dan menjatuhkan kunci rumah nya.
" Mmaas Rafaa !.
" Mau ke mana ?. " Rafa menatap tajam Intan dan memandangi Intan dari atas sampai bawah. Rafa geram karena Intan masih saja memakai rok pendek.
" Mmaau ke luar sebentar !. " Intan menjawab dengan gugup
" Keluar kemana ?. "
" Aku ada janji sama teman! "
" Teman siapa dan janji apa ?. "
" Mas Rafa apaan sih, udah aah aku mau pergi !. " Intan mencoba berjalan melewati Rafa namun lengannya di cekal oleh Rafa.
" Tidak, kamu tidak boleh ke mana mana !. "
" Mas Rafa lepas .! Intan dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan tangan Rafa.
Tiba-tiba saja ada ojek online yang masuk ke dalam pekarangan rumah Intan. Intan tadi sempat memesan Ojol karena ia sedang tak ingin bawa motor sendiri.
Ojol itu sempat berhenti di depan Rafa dan Intan.
" Dengan mbak Intan ?. "
" Iya, tunggu pak !. "
" Pergi ! !. " Perintah Rafa pada sang ojol.
" Haahh,, tapi Pak!!. " Ojol itu terlihat bingung.
Rafa melepaskan tangan Intan. Lalu merogoh saku celananya membuka dompet dan menyerahkan uang pecahan seratus ribuan sebanyak Tiga lembar dan menyerahkannya pada sang Ojol.
" Waah... banyak banget Pak!, "
" Silahkan pergi!. "
" Baik Pak, terimakasih.. " Ojol itu segera pergi
Intan sungguh kesal pada Rafa, hingga ia meninggalkan Rafa sendiri masuk kembali ke dalam rumah nya.
Rafa mengikuti Intan masuk ke dalam.
" Braakkk... " Intan menutup keras pintu kamar nya.
" Huufff... " Rafa membuang nafasnya kasar
" Intan, buka pintunya mas mau bicara !. "
"Intan.., mas minta maaf.. "
" Mas Rafa jahat ...! Teriak Intan dari dalam kamar...
" Aduuhh... kenapa jadi seperti ini sih !!" Rafa menggaruk lehernya
Rafa keluar dari rumah Intan tak lupa ia mengunci pintu rumah Intan agar tak kabur lagi. Ia kembali ke rumah hanya untuk mengambil mobil dan rencananya sepertinya akan di percepat. Ia tak mau melihat Intan menjadi semakin marah pada nya.
Intan yang berada di dalam kamar membuka pintu kamar nya sedikit , mengintip apakah Rafa masih ada atau tidak.
" Sepertinya mas Rafa sudah pulang. " Intan mengambil tas nya kembali dan berjalan keluar dari kamar nya.
" Loh.. loh.. kok di kunci sih, keterlaluan nih mas Rafa. " Intan menghentakkan kaki nya kesal, ia memilih kembali ke kamarnya.
__ADS_1
***
Kini Rafa sudah berhasil menarik Intan masuk ke dalam mobilnya.
Intan terus saja cemberut sambil melihat ke jendela di samping, ia enggan sekali menatap Rafa atau hanya sekedar mengobrol.
" Gak usah pegang pegang deh mas, " Intan mengibaskan tangan Rafa yang hendak memegang tangan nya.
" Sayang, sudah dong cemberut nya, mas udah ga tahan nih di cemberutin kamu terus...!. " Rafa memasang wajah memelas.
" Ga usah sayang sayang deh mas, bahagia banget kayanya yang mau ketemu calon istri !. " Jawab Intan ketus
Rafa mencoba mengulum senyum nya. Wanita memang kalau sudah ngambek tidak berfikir pakai logika. Tapi di balik kejadian ini ia jadi bisa menilai sejauh mana perasaan Intan pada nya.
Sampai lah mereka di rumah mamah Elen. Intan sudah lebih dulu keluar di banding Rafa karena kesal.
" Asalamualaikum mah, " salam Intan saat masuk ke dalam rumah.
" Waalaikumsalam. " Jawab mamah Elen dan bu Ida bersamaan, mereka tengah berada di ruang keluarga, menonton gosip kesukaan mereka.
Intan mencium tangan mamah juga Ibu nya.
" Kamu dengan siapa ke sini nak ?. " tanya mamah Elen
" Dengan mas Rafa mah . "
" Tadi katanya ga mau ikut , " Ucap Bu Ida
" Tuh mas Rafa maksa. " Intan berkata sambil menatap kesal Rafa yang baru saja duduk di samping nya.
" Adik mu itu di apain sih Rafa ?. " Tanya mamah Elen
" Ga di apa apain mah!. "
" Ooh iya mana calon mantu mamah?, mamah sama Bu Ida sudah masak itu loh . "
" Nanti saja mah, Rafa mau mandi dulu !. " Rafa bangun dari duduk nya
" Loh kamu tadi ke sini gak mandi dulu !. "
" Ga sempet mah, takut kucing kecil itu kabur !. " Jawab Rafa sambil berjalan
" Kucing kecil ?. " Gumam mamah Elen pelan
Mereka menyiapkan makan malam bersama, Intan juga turut membantu, yaah,,, walaupun dirinya sedang merasakan patah hati.
Pak kuncoro pun sudah ikut hadir di antara mereka. Setelah selesai magrib mereka makan bersama, semua orang di rumah itu di buat penasaran oleh Rafa. Termasuk mamah Elen.
" Sebenarnya calon mantu mamah itu mana sih Rafa ?, kok kita makan duluan seperti ini tidak menunggu tamu nya dulu !!. "
" Nanti saja mah, selesai makan Rafa mau ngomong sesuatu sama kalian !. "
Pak Kuncoro hanya senyum senyum penuh arti sambil melihat ke gadis yang sejak tadi hanya diam saja.
-
-
-
tbc
terimakasih untuk like, komen, dan yang sudah kasih vote nya, love you Full😍😍😘
__ADS_1