
Rafa tengah melakukan panggilan vidio dengan Intan juga Arka. baru satu hari tak bertemu saja mereka sudah begitu merindukan satu sama lain.
" Tokk,, tokk,, tokk.... " Terdengar ketukan pintu kamar hotel yang Rafa tempati
Rafa langsung menengok ke arah pintu, lalu ia melihat jam pada dinding kamar hotelnya, sudah pukul 11 malam.
" Mas, siapa itu ?, " Terdengar pertanyaan dari Intan di dalam layar ponsel.
" Tidak tau , " Fokus Rafa kembali pada istrinya, ia mengabaikan ketukan itu.
Namun ketukan itu terdengar kembali.
" Mas, kamu buka saja, jangan tutup ponselnya . "
" Baiklah, " Rafa beranjak bangun dari ranjang, dan membuka pintu.
" Ada apa ?, " tanya Rafa begitu melihat siapa yang berada di balik pintu
" Maaf Pak Rafa, apa saya boleh izin sebentar untuk keluar ?, "
" Kamu mengganggu saya hanya untuk hal tidak penting ini !, " Ucap Rafa dingin
" Maaf Pak saya hanya....!
" Selain jam kerja itu bukan urusan saya, dan ingat, kamu di sini membawa nama perusahaan dan jangan membuat malu !, " Potong Rafa langsung menutup pintu tanpa menunggu jawaban dari sekertaris nya itu. Bukan tanpa alasan Rafa mengatakan itu pasalnya pakaian yang di gunakan Nola terlalu minim, ia khawatir justru akan mempermalukan perusahaan nya nanti.
" Baik Pak!, " Jawab Nola sedikit lesu. Ia sengaja memakai pakaian seperti itu karena biasanya lelaki manapun pasti akan tertarik pada nya, ia berharap bos nya itu akan melirik , tapi nyatanya,,,, bos nya itu tetap dingin. Bahkan terlihat tidak perduli
" Siapa mas ? " Sebenarnya Intan mendengar obrolan suaminya. tetapi ia ingin tau kejujuran dari suaminya itu.
" Nola. ' Ucap Rafa dengan malas.
" Nola ?, kenapa dia mengetuk kamar mas pada jam segini ?, "
" Entahlah, sudah jangan di bahas, mana Arka ?, " Rafa tak ingin membicarakan Nola.
" Nih ...!, " Intan mengarahkan kameranya pada Arka yang sedang tertidur pulas di sampingnya, tanpa merasa terganggu dengan ayah dan bunda nya yang tengah mengobrol.
Rafa tak menutup panggilan vidio nya sengaja ingin melihat Istrinya itu terlelap..
***
" Mah, aku mau menyusul mas Rafa, " Ucap Intan pada saat sarapan dengan sang mertua.
" Ada apa nak ?, apa suamimu sakit ? , " Tanya mamah Elen.
" Tidak mah, hanya....! , " Intan ragu untuk mengatakannya.
" Baiklah nak, kamu hati hati yah, ! " Mamah Elen tak menanyakan alasannya, ia yakin kalau menantunya itu pasti punya alasan dan tak ingin ikut campur.
" Iya mah,, aku akan menyiapkan keperluan Arka dulu. '
" Tidak tidak,,, Arka biar sama mamah saja, "
" Tapi mah, nanti kalau Arka nangis bagaimana ?, "
" Tidak akan, biar mamah dengan ibu mu yang akan menjaga nya, toh stok asi mu masih banyak, mamah rasa itu cukup untuk 4 hari !,"
" Tapi mah....!, " Intan terlihat ragu
__ADS_1
"Sudah kamu siap siap saja sana, dan jangan khawatirkan Arka, hitung hitung kamu berbulan madu .
Intan hanya tersenyum saja, ia masih belum bisa berpisah dengan anak nya, tapi ia harus berangkat guna memastikan prasangka nya itu,
Intan tengah bersiap siap memasukkan pakaiannya, hanya beberapa saja karena mungkin tidak akan lama, Satu atau dua hari saja, sama dengan perkiraan kepulangan suaminya. Walaupun ia ragu untuk berangkat namun ibunya datang dan meyakinkan Intan kalau Arka akan baik baik saja.
Intan berangkat dua jam lagi ia lebih memilih berangkat menggunakan bus umum , sambil mengenang masa masa remajanya dulu yang sering menggunakan bus, Intan menggunakan kaus oblong putih di padukan dengan jeans navy serta topi Hitan dengan logo ceklis dan tas ransel yang ia gemblok di punggungnya , seperti anak kuliahan pada umumnya. Intan tak pernah mencolok dalam berpakaian, padahal ia adalah istri seorang pemilik perusahaan, ia lebih suka tampil apa adanya, namun saat acara tertentu ia juga bisa berdandan dan berpakaian yang di rancang oleh perancang terkenal,
Intan menikmati perjalanan, melihat pemandangan yang sudah jarang ia lihat, pemandangan hiruk pikuk kota yang tak pernah sepi, karena Intan kini lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.
Perjalanan memakan waktu hampir 3 jam karena macet, tapi tak masalah karena Intan menikmati perjalanan nya, Intan tiba di hotel di mana suami dan Sekertaris nya menginap, Namun karena ia tak memberitahukan perihal kedatangannya pada sang suami jadi ia menunggu nya di loby hotel karena tak tau di kamar berapa suaminya menginap dan pihak hotel pun tak sembarangan memberi data pribadi tamu hotelnya.
Saat dalam perjalannya suaminya itu memberitahukan kalau hari ini ia ada rapat setelah makan siang, selesai sekitar 3 jam setelah itu kembali ke hotel. jadi kalau tidak meleset setengah jam lagi suaminya itu akan tiba di hotel..
Setelah hampir 1jam akhirnya Intan dapat melihat suaminya yang baru saja memasuki pintu utama hotel, berjalan melewati nya dengan gagah. Dan tidak menyadari keberadaan, di ikuti oleh Nola yang berada dua langkah di belakang Rafa, begitulah Rafa tak ingin ada wanita yang berjalan di sampingnya selain Istrinya atau orang terdekatnya,
Sekilas Intan melihat Nola yang berada di belakang suaminya, senyum senyum sendiri sambil mengambil gambar Rafa dari belakang, tanpa sepengetahuan sang bos.
" Ciihh... jadi seperti itu permainan mu , awas saja berani menyentuh milik ku, kamu akan menerima sendiri akibat nya !, " Intan menatap sinis Nola.
\# flashback \#
" Hai Demus sedang apa ? , "
" Biasa ka, sedang jaga Arka !"
" Sudah bisa apa keponakan uncle yang tampan seperti uncle nya itu ?, "
" Sudah bisa membuat nenek, nenek dan kakek nya heboh ka ,,,, hahahaha !, "
" Aaah... kakak jadi kangen sama Arka !, "
" Oke, lain kali kakak main yah, kalau ada waktu ..!
" Jangan cuma ngomong aja loh kak!!, "
" Iya,iya Demus,,,Oh iya sepertinya bukan hanya Arka yang harus kamu jaga deh !!. "
" Maksud kakak apa ?, "
" Bayi besarmu juga harus di jaga !!!, "
" Bayi Besar ????, "
Sandy mengirimkan tangkapan layar yang ia ambil dari status Nola sang sekertaris.
Sebuah foto punggung yang tegap dengan rambut belakang rapih serta kedua tangan yang berada di saku.
Intan langsung paham siapa pemilik punggung itu,
Tak lupa di status itu ada sebuah caption "Hanya di belakang pun sudah nyaman "
Itu lah yang membuat Intan kini berada di sini menyusul suaminya, ia ingin tau bagaimana yang sebenarnya terjadi,
# Flashback off #
Intan tersenyum saat melihat panggilan video dari suaminya, yah dalam sehari Rafa bisa menghubungi nya 5 sampai 7 kali . Dan itu juga harus panggilan Vidio..
Intan menggeser tombol hijau pada ponselnya, sehingga langsung terpampang wajah tampan suaminya itu.
__ADS_1
" Asalamualaikum ?, " salam Intan
" Waalaikumsalam !, " Jawab Rafa
Rafa sedikit heran dengan Istrinya kenapa menggunakan topi. lalu ia melihat di mana Intan berada sepertinya bukan di rumah.
" Sayang kamu di mana ?. "
" Aku sedang tidak berada di rumah mas !, "
" Iya , kamu di mana ??, "
" Aku keluar sebentar !, "
" Kenapa kamu keluar tidak meminta izin sama mas !!, dengan siapa kamu pergi ?,, " Raut wajah Rafa sudah terlihat kesal.
" Tidak dengan siapa siapa !, ""
" Kamu pergi sendiri ?, di mana Arka ? ,! "
" Arka di rumah mas sama mamah dan Ibu !, "
" Pulang sekarang sayang !!!, "
" Tapi mas aku baru sampai loh, lelah mau istirahat dulu sebentar !, " Intan mengulum senyum nya.
" Memang nya kamu main kemana sampai lelah seperti itu, hubungi supir biar di jemput !, "
" Perjalanan hampir tiga jam lebih loh mas !, "
" Kamu ada di mana, biar mas yang jemput !!," Rafa sudah terlihat begitu kesal.
" Aku mau Istirahat sebentar di sini mas ,,,! " Intan mengarah kan kamera belakang nya, hingga menampilkan meja resepsionis hotel.
" Kamu di hotel dengan siapa INTANNNN, pulang kamu sekarang, dan jangan macam macam !!!!," emosi Rafa sudah tak terbendung.
Sepertinya Intan harus menyudahi camdaannya ini, karena suaminya itu sudah emosi. Intan menutup ponselnya sepihak. lalu ia mengirimkan foto di mana dia berada kepada suaminya, dan mengabaikan panggilan yang terus saja berbunyi.
" Baiklah kita hitung sampai tiga!, " Intan berkata dalam hati saat pesan nya langsung di baca oleh suaminya.
" Satu,,,,, dua ,,,,, tii.....? " Intan tersenyum manis saat melihat suaminya datang dengan tergesa gesa.
Saat Rafa sampai di hadapannya tanpa kata Rafa langsung menarik tangan istrinya, masih dengan raut wajah kesal.
Intan langsung reflek berdiri, sembari tangan yang satunya mengambil ransel yang ia taruh di samping nya, Namun ransel itu segera di ambil alih oleh Rafa.
" Masss.... "
Tak ada kata yang keluar dari mulut Rafa sampai berada di depan pintu kamarnya, segera menarik Intan masuk dan melempar sembarang ransel yang ada di tangan nya.
" Sepertinya kamu harus mas kasih pelajaran ?, " Rafa menggulung lengan kemejanya dengan tatapan tajam ke arah Intan.
Alih alih takut, Intan justru tersenyum manis menatap suaminya
-
-
Tbc
__ADS_1
Terimakasih untuk yang setia dengan cerita ini, love you 😘😘. ( Othor lagi pindah rumah jadi agak sibuk ðŸ¤ðŸ¤).