
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Pergi kapan?"
"Besok pagi setelah sarapan, Buy" jawab Keanu. keduanya kini berjalan kearah dapur karna pria itu mengeluh lapar.
"Banyak yang mau di bawa? biar ku bantu siapkan" tawar Embun yang di jawab gelengan kepala.
"Gada, sayang. Aku cuma bawa badan kalau pulang pergi"
"Dan juga hati" sambungnya lagi.
Embun hanya tersenyum kecil, ia melanjutkan menyiapkan semua keperluan makan Keanu dan dirinya juga karna pria itu memaksa ingin makan berdua.
Makan sore menjelang malam itu mereka nikmati bersama dengan obrolan ringan, Keanu menceritakan semua yang ia lakukan selama tiga tahun belakangan ini.
"Hidupku cuma seputar kuliah dan jaga kakek juga bolak balik kesana kesini. tapi setahun ini ku habiskan banyak waktu ku di kantor, aku memutar cara bagaimana perusahaan kakek bisa berkembang pesat dan bisa bekerjasama dengan Rahardian Group. Akun bersyukur impian ku terpenuhi beberapa waktu lalu"
"Iya, demi Phiu ingin bertemu dengan mu, aku harus datang ke ruang semedinya. Kamu tahu, jika aku benci hal itu" protes sang Ratu.
"Kamu tak suka ke kantor?" tanya Keanu.
__ADS_1
"Hem, disana membosankan. Aku lebih suka menghabiskan uang dari pada mencarinya"
"Ini nih, yang membuatku selalu lembur di kantor" ucap Keanu sambil mencubit hidung mancung Buaya betinanya.
"Mau ku nafkahi berapa, sayang?" tanya Keanu mulai serius.
"Jangan bertanya begitu, aku takut jika ku sebut kan nominaya justru kamu akan menjual ginjalmu nanti"
Embun tertawa sembari berhambur kedalam pelukan Keanu, tak pernah terbersit dalam hatinya tentang nafkah materi suami istri, yang ia butuh Keanu ada dan bertahan dengannya dalam segala kondisi suka dan duka.
"Aku wajib melakukan hal itu. Aku akan bertangung jawab atasmu. Jika butuh sesuatu pakai uang pemberianku bukan uang pribadi mu"
"Sudahlah, aku tak ingin membahas hal itu. Cukup kamu memeluk ku, aku sudah kenyang"
"Aku rela hidup sederhana asal denganmu, aku yang sudah berlimpah harta sejak dalam rahim hanya ingin kamu, Bang. Cukup itu saja!" tegas Embun, ia bingung harus minta apalagi pada pria itu sedang segalanya yang berbentuk materi ada dalam genggaman.
"Semakin aku sering memberi pada yang membutuhkan, PapAy dan Phiu mentransfer ku malah berkali-kali lipat. Kadang aku bingung sendiri, Bang"
Keanu tertawa mendengar curahan hati Embun yang ia yakin, cuma Embun yang seperti itu. Ia tahu gadisnya itu royal memberi pada yang nasibnya kurang beruntung, ia bahkan memiliki team yang membantunya untuk berbagi setiap minggu. Entah kata apa yang pantas ia utarakan pada sang pemilik hati jika ia begitu istimewa.
"Aku mencintaimu dari segala hal dan sisi. Baikmu begitu luar biasa" bisik Keanu, ia menangkup wajah cantik Embun yang tetap tak bisa ia sebut kekasih.
__ADS_1
"Aku harap kamu bangga memilikiku"
"Tentu, meski kamu seorang mantan buaya betina"
"Hey!!!"
Perdebatan dan candaan terus mewarnai hari mereka yang baru saja bertemu lagi setelah berpisah selama tiga tahun hingga tak terasa malam pun datang, kini waktunya Embun untuk pulang.
"Mau ku antar ke bandara besok?"
"Gak usah, kamu tidur aja yang nyenyak karena aku berangkat pagi" tolak Keanu. Ia melepas rangkulan nya karna harus mengunci pintu rumah saat Abi dan Umma nya belum juga pulang.
"Tapi kan abang bisa bangunin aku lewat telepon"
"Doakan saja semua yang kita niatkan berjalan lancar, dan satu lagi"
"Apa?"
.
.
__ADS_1
Kamu harus sabar, karna Aamin mu sedang dalam antrian!!!