
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Selamat siang, Tuan Lee" sapa Samudera dan Air saat mereka sudah berada di ruang tamu sebuah rumah mewah di luar kota.
"Selamat siang juga, senang kalian bisa datang kembali kemari" balas seorang pria baya di atas kursi roda.
"Bagaimana kabar anda, Tuan Lee?" tanya Air memulai basa basi. Kini ketiganya sudah duduk dengan hanya meja kaca yang menjadi penghalang.
"Seperti yang kalian lihat, bahkan saya lupa rasanya hidup sehat"
Tuan Lee adalah seorang pengusaha kaya raya
asal negeri sebelah, kesehatannya tak lagi membaik karna penyakit jantung yang ia derita selama beberapa tahun belakangan. Tak adanya rumor buruk tentang keluarga itu tentu membuat Sam dan Air kaget saat tahu mereka memiliki anggota keluarga yang hilang dua puluh tahun lalu.
"Semoga lekas sembuh, kami disini hanya bisa mendoakan" ujar Air yang di balas senyum hangat dari pria baya yang seluruh rambutnya memutih.
"Bagaimana dengan cucuku? kapan aku bisa menemuinya?"
"Tuan, kami sudah memberitahu pada Ayah Keanu. Tapi untuk hasilnya kami beluk tahu. Mungkin masih butuh beberapa waktu lagi" jawab Air, ini bukan perkara yang mudah karna menyangkut hati dan perasaan anak dan orangtua sedangkan Air bisa menilai sendiri jika Keanu adalah sosok penyayang.
__ADS_1
"Saya hanya takut waktuku tak banyak, tolong percepat pertemuan kami. Banyak yang ingin ku katakan dan ku ceritakan padanya. Dia milikku satu satunya kini" lirih Tuan Lee, bahkan ia menangkupkan kedua tangannya di dada dengan mata berkaca-kaca.
"Satu minggu. Nanti saya akan bawa Keanu kemari"
.
.
.
Tap... tap.. tap...
Ia membuka pintu setelah mengetuk dan mendapat izin dari dalam. Senyum langsung di berikan olehnya khusus untuk Ummanya yang duduk bersandar di punggung ranjang.
"Abi kemana, Umma?" tanya Keanu sambil mengedarkan pandangan ke seisi kamar yang tak terlalu luas tersebut.
"Katanya mau panasin mobil di garasi"
Keanu hanya mengangguk paham, ia mendekat dan duduk di tepi ranjang lalu meraih tangan Ummanya yang sedikit hangat.
__ADS_1
"Apa yang Umma pikirkan sampai harus jatuh sakit seperti ini, jangan buat Nunu khawatir dan takut" ucapnya lirih menahan tangis agar tak menitikan air mata.
Setahu Keanu, Ummanya adalah sosok yang kuat. Ia tak pernah diam saat di remehkan dan di tindas, Ummanya hanya akan menangis jika ia terluka, sakit atau sedih. Maka tak salah jika Keanu begitu sangat cemas dengan keadaan wanita yang ia anggap sudah melahirkannya itu.
"Umma memikirkan mu, Nak"
"Aku, aku kenapa?" tanya Keanu bingung karna keadaan, kuliah dan pekerjaannya semua dalam keadaan baik-baik saja.
"Kamu sudah besar, makin sibuk di luar sana Sedangkan Umma hanya punya kamu selama ini dan Abi. Umma belum siap kehilanganmu, Nak. Kamu adalah seluruh hidup Umma. Umma sayang kamu lebih dari apapun" lirih Cheryl yang tak lagi sanggup menahan buliran cairan bening di ujung matanya.
"Umma tuh ngomong apa? Nunu gak kemana-mana. Nunu cuma kuliah sama kerja, udah jarang nongkrong sama temen temen kecuali pergi sama Embun" ucap Keanu, ia sedikit menunduk saat di ujung bicaranya.
"Nah, itu. Itu yang membuat Umma merasa kesepian. Kamu banyak meluangkan waktu untuknya di banding dengan Umma" protes Cheryl.
.
.
.
__ADS_1
Umma, sabar ya! kan ini Proses buat kasih cucu buat kalian ☺