Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Namaku


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Triiing.


*0812346xxxx


[ Hai, kamu tahu namaku, tapi aku tak tahu namamu. kurasa itu tak adil!!! ayo katakan siapa namamu ]


Satu pesan masuk kedalam ponsel seorang pria yang bekerja sebagai kurir paket di sela aktifitas kuliahnya di salah satu universitas negeri ternama.


Ia hanya tersenyum kecil saat membacanya tapi masih menahan untuk membalas. Ada seulas senyum di sudut bibir pria tampan itu.


"Kenapa? seneng banget keliatannya" tanya seorang wanita yang tiba-tiba duduk di sisinya.


"Ah, enggak. Udah makan belum? aku lagi pesen mie rebus, mau?" tawarnya pada wanita tersebut yang di jawab geleng an kepala.


"Kamu aja, aku udah makan kue bolu tadi"


"Oh, iya. Gimana anter paketnya? udah selesai semua?" tanya si wanita tadi sambil melirik kearah motor yang tak jauh dari mereka.


"Sudah, hari ini aku cuma kirim lima belas. Besok juga libur karna ada kuliah siang" jawab sang kurir paket yang jika berbicara selalu di iringi dengan senyum kecil.


Tampan...


Satu kata yang pasti terucap dari dalam hati semua makhluk hawa di dunia ini jika melihatnya untuk yang pertama kali.


.

__ADS_1


.


.


Rumah Utama.


Usai makan malam, semua berkumpul di ruang keluarga menemani Rain dan Embun yang sedari tadi heboh bermain ular tangga. Sedewasa apapun mereka, tetap akan selalu menjadi balita di depan orang-orang tercinta.


"Kok, turun lagi sih!" umpat kesal Embun yang memanyunkan bibirnya di depan adik semata wayangnya itu.


"Hahaha, emang enak!" ledek Rain sambil menjulurkan lidahnya di hadapan sang kakak.


"Sini, Bum tarik kuncirnya"


"Gak mau, Sakit!" tolak si sulung yang lalu bangun dari duduk kemudian berhambur memeluk pria baya yang selama ini teramat sangat memanjakannnya.


"Main lagi sana, ajakin Bum-Bum" ujar Air sambil mengelus kepala cucu perempuan pertamanya itu.


Embun yang sejak kecil sangat dekat dengan sang kakek tentu sudah biasa berada di dalam pelukan pria itu.


"PapAy jangan mau di peluk, nanti Bul-Bul bisik bisik minta kartu ajaib" ucap Sam yang tahu sekali kebiasaan putrinya.


"No, Phiu! akhir akhir ini anak mu udah gak ngelayap lagu ke Mall, tapi rumah ini mendadak udah kaya Mall" sahut Biri dengan memicingkan matanya kearah Embun yang tersenyum simpul.


"Kenapa?" tanya Sam penasaran.


"Sehari bisa lima atau delapan kurir paket datang anter barang" timpal Hujan.

__ADS_1


"Ih, kan irit bensin. Gak usah bawa mobil ke Mall"


"Tapi kayanya makin kalap tuh" cibir Biru.


"Gak apa-apa, Phiunya kerja dari pagi sampe sore juga buat kamu, kan ya?" bela papAynya. Begitulah Air, ia akan terus membela sang Ratu dalam hal apapun termasuk memiliki banyak kekasih. Air lah yang menjadi pendukunh garis keras si buaya betina Rahardian.


Canda tawa semua tercurahkan di rumah utama. Bangunan mewah turun menurun yang tak pernah berubah kehangatan dan kegunaannya, apalagi jika bukan untuk tempat berkumpul seluruh keluarga yang kini kian begitu banyak. Tak adanya Tuan besar Reza Rahardian Wijaya beserta istri membuat anak anak mereka saling mengeratkan silaturahmi termasuk pada semua Keturunan yang lainnya juga.


Triiing


Bunyi ponsel Embun di atas meja mengalihkan perhatian semua orang. Si empunya pun langsung meraihnya dan membuka satu pesan yang masuk kedalam benda pipih miliknya tersebut.


.


.


.


*CalonPacar😍.


[ Assalamu'alaikum, maaf baru membalas pesan mu. Namaku KEANU ]


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Eeeeaaaaa.....


Si bayi udah gemoy udah gede 🀣🀣🀣

__ADS_1


Ada yang inget??


__ADS_2