
🍂🍂🍂🍂🍂
"Mules?"
"Iya! Aduh, Bang" pekik Embun lagi semakin meringis menahan sakit yang perutnya serasa di aduk-aduk.
"Kamar mandi dulu deh"
"Bukan mules itu, ini mules mau lahir!" sentak wanita yang keningnya mulai tumbuh buliran keringat.
"Lahir? siapa, anak kita mau lahir, Buy?" tanya Keanu panik tapi seolah otaknya justru berhenti berpikir saat ini sampai ia masih belum beranjak dari atas tubuh istrinya.
Keanu baru sadar saat Embun menggigit tangannya, ia langsung menyambar handuk lalu di lilitkan dipinggang sebelum keluar dari kamar. Beruntung nya Embun hanya di lepas kain tipisnya saja, sementara baju piyama dreessnya masih lengkap.
Pria panik itu menggedor satu persatu kamar orangtuanya, mulai dari Samudera Biru, Air Hujan hingga Rendra dan Cheryl yang tidur di kamar tamu. Wajah para pasangan baya itu langsung khawatir dan kaget, termasuk Rain yang baru ke, keluar dari tempat para kucingnya berada.
Semua orang kini berkumpul di kamar sangat Ratu Rahardian, terutama Mhiu dan MiMoy yang sudah naik ke atas ranjang.
"Sakit, Mhiu. Ini sakit banget., Aku----" Embun tak meneruskan ucapannya karna ia malah justru mengejan.
Biru yang panik malah menangis.
"Moy, anakku"
"Kak, telepon dokter sekarang!" titah Hujan, ia yang sama takutnya terus menggenggam tangan cucunya yang terasa dingin.
Dunia bagai berhenti berputar melihat Embun yang kesakitan seperti ini, Ia terus saja mengejan sambil mengigit bibir bawahnya.
"Kita bawa kerumah sakit" ucap Rendra, ia yang baru saja terlelap sebenarnya sedang merasakan pusing luar biasa.
Embun menggelengkan kepala, ia seakan tak kuat lagi untuk bangun saat ini.
"Moy, kayanya mau lahiran deh"
"Iya, memang sudah dua hari ngeluh mules terus"
"Kamu bisa, kan?" tanya Air.
"Bisa apa?"
__ADS_1
"Bantu Embun lahiran" sahut pria baya itu.
"Aku dokter bedah! kerjaan ku ngacak-acak organ tubuh, bukan bantu yang lahiran, Kak" sentak Hujan.
Semua menoleh kearah Rain yang bersembunyi di balik punggung Rendra.
"Apa? Bum-bum cuma tahunya kucing lahiran. Kalo manusia gak tahu!" ucapnya yang seakan tahu apa yang ada di otak para manusia didalam kamar sang kakak.
Lagi dan lagi Embun terus mengejan, semua pria kini merapat ke arah kepala Embun karna istri-istri mereka sudah siap dibagian kaki sang Ratu yang sudah di tekuk dan di buka lebar oleh sang Nyonya besar Rahardian.
"Ayo, kamu bisa, Sayang"
Embun yang lemas berkali-kali mengejan, rasanya tak punya waktu untuk pergi ke rumah sakit jika Embun tak lagi kuat untuk menahan sesuatu yang memaksa untuk keluar.
Dengan sekali tarikan napas, Embun yang terus di semangati seolah mendapat kekuatan, apalagi saat Keanu terus menciumnya.
"Satu... dua... tiga"
Oaaaaaaaak....
Bayi laki-laki keluar dengan jerit tangis yang menggelegar ke seisi kamar. Semua diam sejenak dan di detik selanjutnya malah ikut menangis haru, lega dan senang.
Dan di waktu yang sama juga, bayi laki-laki kedua pun lahir seiring tangis yang tak kalah kencang dari yang pertama.
"Lagi, Moy"
"Hah, lagi??" ucap semua berbarengan, saling pandang satu sama lain.
"Banyak amat nih anak Buaya betina" gumam Air yang berada di sisi kanan cucunya.
"Ini pasti gak amit-amit pas liat kucing si Bum-bum lahiran" cetus Sam,
Ooooooooak...
Anak ketiga kembali lahir, namun tangisnya tak sekencang kedua kakaknya barusan. Hujan yang nampak bingung terselamatkan saat dokter keluarga datang. Ia nampak kaget dan takjub saat melihat ada tiga bayi yang sudah lahir.
"Aku-- aku gak kuat" ucap Hujan yang tubuhnya lemas.
Kini peran mantan dokter bedah itu di teruskan oleh dokter yang baru saja datang barusan dengan satu perawat. Dengan sangat cekatan dan santai ia mengurus Embun mulai dari pemotong tali pusat hingga pengeluaran plasenta yang ternyata hanya ada satu.
__ADS_1
"Kembar identik ya" ucap sang dokter.
"Satu plasenta, dengan tiga kantong ketuban berbeda. Ini sangat jarang terjadi alias unik dan langka. Itu tandanya mereka akan mempunyai kemiripan wajah yang hampir seratus persen" sambung wanita berkaca mata itu lagi.
Air yang sedari tadi menangis tentu langsung ingat dengan kedua adiknya. Ia pun ingat dengan mamanya yang mungkin sama seperti Embun saat berjuang melahirkan mereka dulu.
Mah... pah... kakak punya cicit tiga loh. Kakak yakin kalian juga pasti seneng, kan?
Biru dan Cheryl ikut membantu mengurus cucu mereka tapi tidak dengan Hujan yang nampak lemas memilih duduk di sofa dengan tangan bergetar hebat di tamani Rain.
Keanu yang masih takut dan panik tak henti mengucapkan rasa terimakasihnya pada Embun yang hanya mengangguk sambil tersenyum. Keduanya saling menghapus air mata bahagia mereka dengan tangan yang lemas seolah tak bertulang. Kejadian malam ini sungguh di luar dugaan mereka. Niat hati hanya ingin bermain sebentar namun nyatanya sang buah hati malah melayangkan protes hingga lahir.
"Anak kita tiga, semuanya laki-laki" ucap Keanu. Itu hanya seingatnya karna ia belum melihat langsung seperti apa tiga buah hasil keringatnya tersebut.
"Iya, apapun jenis kelaminnya aku gak perduli asalkan sehat, Bang"
"Nanti kita bikin lagi ya, sampe dapet anak perempuan."
"Heh, pake baju dulu sana! anak belom sejam udah ribut bikin lagi" oceh Sam pada menantunya.
Air dan Rendra yang sejak tadi tak jauh dari si bayi yang sedang di bersihkan terlihat nampak senang, mereka tak sabar ingin mencium dan menimang para keturunannya itu.
"Bewh, ini mah jagoannya papAy ya" ucap Air saat menggendong bayi pertama yang beratnya 2900 gram.
"Kalo yang ini cucunya Abah, soleh ya sayang" timpal Rendra yang juga ikut menggendong bayi kedua dengan berat 2700 gram.
"Emang kalian doang, ini nih, gantengnya Phiu yang paling imut tapi hidungnya luar biasa mancung" sambung Sam saat menimang si bungsu yang memang terlahir paling kecil yaitu 2500 gram.
Satu persatu hasil karya kadal jantan dan Buaya betina sudah ada dalam dekapan tiga pria yang sibuk mengajak ngobrol dan di ciumi. Keanu yang bingung hanya bisa menggaruk kepalanya sambil melayang kan protes.
.
.
.
Aku ngapain ini? gak kebagian anak sendiri...
__ADS_1
🍁 TAMAT 🍁