Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Ayo, kawin


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Hari ini aku gak kemana-mana" jawab Keanu saat ia di tanya oleh Embun lewat sambungan telepon pagi hari.


"Kenapa? apa Umma sakit lagi?" tanya Embun penasaran.


"Enggak, Sayang. Tapi aku belum liat Umma juga sih. Tadi aku turun gak ada siapa siapa makanya aku masuk kamar lagi" jelas Keanu ia bercerita jujur dan apa adanya.


"Kamu kesepian dong?" ledek Embun.


"Lumayan, biasanya pagi-pagi dengerin Umma ngoceh. Bahas ini itu pokonya banyak banget"


"Huft, sudah mu bilang kan sejak kemarin kemarin ayo kawin, Bang" goda Embun lagi sambil terkekeh.


"Nikah, cantik. Jangan ngomong kawin ah" sergah Keanu.


"Hahaha, kalo kawin gitu berasa buaya sama kadal ya"


Keduanya terus berbincang mengenai banyak hal tapi yang lebih banyak tentu candaan karna Embun selalu saja menggodan Abang paketek kesayangannya itu. Hingga obrolan mereka harus di akhiri saat ketukan terdengar di pintu kamar Keanu.


Cek lek

__ADS_1


Keanu membuka benda tersebut dengan pelan, ia belum bisa menebak antara Umma atau Abinya yang datang saat ini.


"Nak, bisa kita bicara sebentar"


"Tentu, Bi." sahut Keanu menyetujui permintaan pria di hadapannya yang kini berdiri di ambang pintu.


"Kita turun ke bawah ya, Umma sudah menunggu"


Keanu mengangguk paham, perasaannya biasa saja tanpa menaruh curiga sedikit pun. Ia berjalan santai di belakang Abinya sambil menuruni tangga. Dan benar saja ucapan Abinya jika wanita kesayangan Keanu memang sudah duduk di sofa ruang tengah tanpa TV menyala seperti biasa. Semua terasa hening dan sunyi.


"Ada apa? sepertinya kalian akan membahas hal yang sangat serius padaku" tanya Keanu. Mata indahnya menatap Abi dan Ummanya secara bergantian yang masih bergeming.


"Abi atau Umma yang bilang sama Nunu?" suara Rendra sama sekali tak membuat wanita halalnya itu menoleh.


"Umma sakit? Umma kok makin pendiam aja, kenapa?" tanya Keanu panik dan khawatir atau lebih tepatnya ia justru rindu dengan omelan Ummanya itu.


"Baiklah, biar Abi yang mulai semuanya"


"Jangan, Bi. Aku takut!" cegah Cheryl seraya meraih kedua tangan suaminya.


"Kalian kenapa? jangan buat Nunu bingung" ucap Keanu yang serba salah saat melihat Ummanya menitikan air mata.

__ADS_1


"Umma sabar ya, yang tenang, Ok. Kita bicarakan ini pelan pelan" rayu Rendra sambil merengkuh tubuh istri nya agar jauh lebih tenang.


Keanu yang tak paham harus menahan sabar saat kedua orangtuanya belum juga mengatakan maksud dan tujuan mereka ingin bicaradi ruang tengah.


"Apa ini ada hubungannya dengan Embun, Umma?" tanya Keanu, ia yang tak pernah mendengar sang oujaan hati di sebut Ummanya tentu sangat takut jika wanita itu masih memendam dendam dengan kejadian beberapa waktu lalu.


"Jika benar ini tentangnya, ku mohon kali ini saja mengerti perasaanku yang mencintainya, Ummma. Aku sedang tak main-main dengan perasaan ini. Aku rela melakukan apapun agar Umma dan Abi merestui kami" ucap Keanu yang masih menerka.


Abi tentu dengan cepat menggeleng kan kepalanya membuat Keanu mengernyit kan dahi semakin bingung sedangkan Cheryl samakin terisak.


"Lalu apa? jika tebakanku salah ku mohon cepat katakan" tegas Keanu yang tak mampu menahan sabar dan penasaran.


.


.


.


.


Kamu bukan putra kami, Nu!!!

__ADS_1


__ADS_2