
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Saling melempar kata-kata manis dan gombalan receh nyatanya sudah biasa mereka lakukan bagai kadal dengan buaya yang sedang jatuh cinta.
Dari siang hingga sore, pasangan yang belum meresmikan hubungan itu terus berbincang berbagai hal yang justru semakin membuat penasaran.
"Abang pulang ya" pamit Keanu.
"Baru jam berapa, kita makan malam sama-sama ya" tawar Embun saat ia melihat jam di pergelangan tangannya.
"Lain kali saja kita rencanakan lagi" tolak Keanu yang memang tak mempersiapkan apapun bahkan kedatangannya saja di luar rencana.
"Baiklah, tapi Abang harus janji ya" pinta Embun sambil menyodorkan jari kelingkingnya yang imut dan putih mulus.
"Iya, aku janji tak akan menolaknya jika itu nanti, bukan hari ini" jawab Keanu terkekeh kecil, ia juga tak lupa menyatukan kelingkingnya dengan kelingking sang buaya betina Rahardian.
Embun pun mengantar Keanu sampai ke garasi tempat sepeda motornya terparkir rapih bersama deretan kendaraan roda dua milik yang lainnya juga. Ada motor sport Rain dan matic untuk para ART keluar rumah dengan jarak dekat jika ada keperluan mendadak. .
"Hati-hati di jalan ya, Bang" pesan Embun saat Keanu sudah memakai helmnya yang berwarna putih juga.
__ADS_1
"Tentu, demi kamu, Umma dan Abi aku akan berusaha Selamat Sampai tujuan" jawab Keanu yang membuat Embun tersipu malu, ternyata ia ada dalam deretan orang penting dalam hidup Keanu.
"Aku pegang kata-kata mu itu, Bang. Kabari aku jika sudah sampai rumah"
Keanu mengangguk paham seraya tersenyum, perhatian Embun benar benar-benar mengalihkan dunianya yang kini penuh warna, belum lagi kini Keanu harus merasakan nikmatnya menahan rindu saat tak ada waktu untuk bertemu.
.
.
.
Lambaian tangan Embun perlahan hilang dari kaca spion motor Keanu saat kendaraannya itu perlahan jauh dari garasi rumah utama dan sudah ia pastikan jika gadis cantiknya itu sudah kembali masuk kedalam kediaman mewahnya.
Krek..
Sampai di rumah, Keanu langsung mengunci pagar besi setelah motornya sudah terparkir di sisi mobil milik abinya. Ia masuk dengan perasaan yang entah tak bisa ia ungkapkan. Ada rasa takut, kecewa dan salah tentunya.
"Assalamu'alaikum" sapanya seperti biasa saat membuka pintu, entah ada atau tak adanya orang di ruang tamu.
__ADS_1
Lantai bawah yang sepi termasuk dapur dan ruang makan tempat ia terakhir meninggalkan Rista membuat Keanu akhirnya memilih naik ke lantai dua menuju kamarnya. Tapi, saat di ujung tangga langkahnya terhenti karna ada Umma dan Abinya di ruang tengah.
Keanu langsung menghampiri lalu mencium takzim punggung tangan pasangan suami istri tersebut.
"Dari mana?" tanya Cheryl dengan nada dingin tanpa menoleh kearah sang putra.
"Dari rumah Embun" jawab Keanu jujur seperti biasa.
Cheryl membuang napas kasar, hatinya masih saja jengkel jika mendengar nama gadis itu di sebut karna sering memancing pertengkaran antara ia dan sang suami nantinya. Dan ujung-ujungnya pasti membuat posisi ia semakin tersudut karna Cheryl tentu tak punya bukti tentang kebenaran Embun. Ia yang hanya mengandalkan cerita dari Cheryl membuat wanita itu terus kalah ketika berdebat dengan Rendra.
"Kalian berpacaran?" tanya Cheryl lagi, kali ini ia sedikit meninggikan nada suaranya.
Keanu tentu lagsung menggelengkan kepalanya, ada senyum terukir di ujung bibir pria tampan itu yang membuat Cheryl menautkan kedua alisnya.
"Lalu?"
.
.
__ADS_1
.
Kami tidak berpacaran, hanya saja hatiku sedang diisi oleh wanita yang memperlakukan ku secara luar biasa.