Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
Bum-Bum


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tap.. tap.. tap..


Keanu menuruni anak tangga dengan sedikit tergesa karna lima belas menit lalu Cheryl sudah memintanya untuk cepat turun. Pria itu memang tak keluar lagi dari kamarnya sejak sampai di kediaman orangtuanya setelah pulang dari rumah sakit pagi tadi.


Namun, langkah kaki Keanu berhenti saat kedua netranya menangkap sosok gadis manis yang masih memakai celemek di bagian depan tubuh langsingnya.


"Baru turun, Nu?"


"Iya, Umma. Habis telponan sama Embun dulu" sahut Keanu sambil menarik kursi meja makan.


Rendra tersenyum simpul mendengar jawaban sang putra tapi ia juga langsung menelan salivanya saat melirik kearah sang istri tercinta.


"Hanya demi mengobrol dengannya sampai kamu harus mengabaikan perintah Umma untuk segera makan siang" sindir Cheryl.


"Bukankah ini memang baru waktunya?" bela Rendra.


Cheryl menoleh dan menatap tajam suaminya yang lagi dan lagi membela sang putra bersama gadis pilihan Keanu tersebut. Belum juta terbuka hatinya untuk mengenal Embun, nyatanya hasutan demi hasutan ia dengar lagi sampai semua seolah bertumpuk di otaknya. Kini wanita itu semakin tak ingin Keanu dekat dengan Embun karna Rista memutar balikkan fakta beberapa kejadian.


"Besok aku sudah bisa kuliah lagi, Umma... Abi"


"Kamu yakin sudah jauh lebih baik?" tanya Rendra, ia masih tak tega anaknya banyak bergerak.


"Yakin, Bi. Aku udah gak apa-apa kok"

__ADS_1


"Libur lah dulu, buat apa buru-buru?" timpal Cheryl seolah menolak.


"Tak apa Umma, aku hanya tak mau menunda tugas dan pekerjaan ku lebih lama" sahut Keanu sambil menikmati makan siangnya dengan sayap ayam.


"Kamu tak mungkin begini jika bukan karna perbuatan gadis itu" cetus Cheryl.


Umma....


Suara pekikkan begitu terdengar lantang dari mulut Keanu dan Rendra, kedua pria itu tentu tak suka Cheryl terus menyalahkan Embun atas kejadian yang menimpa Keanu tempo hari lalu. Cheryl pun akhirnya bangun dari duduk kemudian berlalu ke kamarnya yang langsung di susul oleh sang suami.


Kini tinggalah Keanu dan Rista di ruang makan yang duduk saling berhadapan. Keanu menatap malas gadis itu dan menarik tangannya saat hampir saja di sentuh.


"Kamu tahu, caramu sungguh menjijikkan, Ris" ujar langsung Keanu tanpa basa basi lagi.


Keanu melangkah keluar dari rumah dengan perasaan kecewa, ia naiki motornya dengan kecepatan sedang menuju rumah utama.


Hingga beberapa menit berlalu akhirnya sepeda. motor sederhana miliknya sudah terparkir di depan gerbang yang menjulang tinggi.


"Tumben terbuka" gumam Keanu.


"Wah, temen Nona muda Embun ya? " tanya pak Karim, si penjaga bangunan mewah Rahardian Wijaya.


"Iya, Pak. Nona embunnya ada?" tanya Keanu.


"Ada, sebentar ya. Saya telepon kedalam dulu"

__ADS_1


Keanu mengangguk paham, ia yang sudah datang berkali-kali tentu sudah terbiasa menunggu lebih dulu meski nyatanya hanya dia yang seperti itu.


"Pak, kan udah Buy bilang kalau Keanu dateng suruh masuk aja, gak usah izin dulu karna Buy gak mungkin nolak ketemu Abang paketek" jawab Embun saat oak karim bertanya apakah tamunya itu di persilahkan untuk masuk.


"Iya, Non. Maaf"


Pak Karim langsung menutup panggilan teleponnya, ia menghampiri Keanu lalu meminta pria itu segera masuk kedalam. Tak lupa si penjaga rumah itu pun menyuruh Keanu memarkirkan motornya di tempat biasa.


"Mari pak, saya masuk dulu"


"Iya, Mas" jawab pak Karim sopan.


Keanu kembali mengendarai sepeda motornya, ia turun setelah sampai di garasi paling ujung tempat penyimpanan kendaraan roda dua.


Dooooor...


"Haha, Kaget Bum-Bum!!"



Si tukang Nyeyeh uwa uwa udah gede 🤣🤣🤣


kayanya sekarang mainnya sama cicit si Ireng ya 😁😁😁


Kelakuan anak si tutut, dia yang kagetin dia yang sawan 😂

__ADS_1


__ADS_2