
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Lusa yang di janjikan Keanu dan Embun pun tiba, mereka akan pulang ke ibu kota setelah beberapa hari tetap tinggal di kediaman Tuan Lee. Semua pekerjakan pun sudah di selesai oleh sang Direktir utama tinggal sisanya akan di lanjutkan oleh Lexa dan sekertaris Keanu Lainnya.
"Aku pulang dulu ya, Kek" pamit Embun sambil berkali-kali mecium punggung tangan pria baya yang duduk bersandar di punggung ranjang.
"Hati-hati di jalan, kabari kakek jika kalian sudah sampai dan berikan salam kakek untuk keluarga kalian disana" pesan pria baya itu pada cucu mantunya yang teramat di sayangi.
Tuan lee sampai membuat kan resort sebagai hadiah untuk Embun, karna gadis itu membawa kesejukan dalam keluarga dan Kediaman Lee.
"Tentu, kakek sehat-sehat ya"
"Jaga cicit Kakek dengan baik, kakek punya harapan hidup lebih lama untuk melihat bayi kalian menyapa dunia"
"Kakek harus sehat, apapun yang terjadi" timpal Keanu, ia tak pernah bisa ikhlas melihat pria baya itu bernapas menggunakan banyak alat di tubuhnya.
Pasangan suami istri itu pergi menuju bandara dengan di antar supir, sampai sana pun mereka akan menaiki pesawat biasa karna keluarga Rahardian tak tahu jika Embun akan pulang sepagi ini.
"Yakin gak mual?"
"Enggak, Bang. Kan aku emang gak apa-apa. Abangnya aja yang terlalu cemas"
"Aku cuma takut kamu pusing, Sayang" sahut Keanu yang langsung merengkuh bahu wanita yang kini sedang mengandung hasil semburan buntut kadalnya.
.
.
__ADS_1
Selang beberapa jam, akhirnya mereka sampai di ibu kota. Keanu meminta supir kantornya untuk menjemput lalu mengantar mereka ke rumah utama karna rencananya malam nanti akan menginap di rumah Abi dan Umma.
"Mau beli sesuatu buat di rumah?"
"Enggak ah, aku mau rebahan aja. Punggungku pengen cepet nempel ke kasur , rasanya pegel banget" keluh Embun. Semenjak tahu berbadan dua memang ia lebih senang bermalas-malasan diatas ranjang tapi tangannya tetap saja bekerja yaitu checkout barang-barang kesukaannya di aplikasi belanja online.
"Ya udah nanti langsung makan siang terus minum obat ya" ujar si mantan kurir paket pada istri cantiknya.
Sampai di rumah utama, ia di sambut oleh Dua pria kesayangannya. Siapa lagi jika bukan Air dan Samudra. Bagai balita yang baru pulang main, Embun langsung berhambur masuk kedalam pelukan PapAy dan Phiunya.
"Orangnya jauh, tapi tagihannya deket" ledek Air.
"Kasian sama PapAy takut makin kaya" kekeh Embun sambil tertawa. Keanu hanya tersenyum simpul. Entah apa yang akan di perbuat para Mertuanya itu jika sekali saja ia menyakiti Ratu mereka.
Semua berkumpul di meja makan setelah Hujan dan Biru datang, keduanya baru saja kembali dari rumah sakit untuk chekup kesehatan Sang Nyonya Besar Rahardian.
"Iya, betah di sana, ada Mall baru"
"Kebiasaan!"
Embun hanya tertawa kecil, pandangannya beralih pada papAynya yang nampak aneh hari ini.
"PapAy kenapa idungnya di jepit?" tanya Embun.
"PapAy mu ini akan mual dan muntah kalo nyium bau masakan, Buy" jelas Hujan.
Begitu lah Air kini, ia harus rela hidung mancungnya itu di jepit oleh istrinya agar makanan bisa ia telan dan masuk kedalam perut. Karna jika tak begitu pria baya tersebut tak bisa makan apapun. Hal aneh yang belum terpecahkan apa penyebabnya.
__ADS_1
"Lain lagi sama Phiumu, Buy. Phiu bakal lemes kaya orang tujuh hari tujuh malem gak makan, padahal abis nasi dua piring" timpal Biru.
Keanu dan Embun langsung saling pandang, di tinggalkan beberapa hari saja rumah utama susah terjadi hal di luar dugaan.
"Kok gitu, kenapa?"
Empat orang di sekitar pasangan suami istri itupun mengangkat bahu secara bersama.
"Buy, sama Bang Nunu pulang karna ada yang ingin di sampaikan pada kalian"
"Tentang?" tanya Air dengan kening mengkerut.
Embun menoleh kearah Keanu, pria itu pun mengangguk membiarkan istrinya meneruskan ucapan.
"Apa, Buy?"
"Buy, Hamil--" sahutnya pelan tapi tersenyum
Satu... dua.. tiga....!!!
.
.
.
.
__ADS_1
Huaaaaaaa.... dede gak mau tua Oey!!!