
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Triiing...
"Bang, kamu tahu gak, kamu kaya apa?" tanya Embun saat melakukan panggilan telepon lewat video call pada Keanu yang kini berada di kota A.
"Apa, sayang?" Pria itu langsung menutup laptop dan meminta semua sekertaris dan asistennya keluar dari ruangannya.
"Abang tuh kaya Micin, bikin pusing tapi nagih. Pokonya enak deh" kekeh Embun, ia yang bosan berguling di tempat tidur kamarnya mulai cari gara-gara menggangu sang suami yang sibuk di kantor.
"Ikan hiu keselek nasi, Masa sih?"
"Bang, dari pacaran sampe nikah Lima bulan itu Hiu gak ketinggalan." Protes Embun.
"Aku suka Hiu, tapi lebih suka kamu"
"Hem, sama! aku juga suka kamu tapi aku gak suka jauh dari kamu, cepet pulang atau aku pecat jadi suami!" ancam Embun dengan wajah kesal dan sedihnya.
"Besok siang Abang pulang ya, cantik"
Hampir setengah tahun resmi menjadi pasangan suami istri tak mengurangi keromantisan mereka berdua yang hatinya penuh dengan cinta. Meski jarak harus berkali-kali menjadi penghalang kebersamaan. Embun tak pernah merasa keberatan jika sang suami harus pergi ke kota A karna memang di sanalah perusahaan dan kakeknya tinggal, tapi ia akan merajuk jika Keanu tinggal lebih dari tiga hari, Embun jarang mau menyusul kecuali memang ia ikut dari awal kepergian suaminya.
"Kangen banget ya?" goda Keanu, ia benar-benar gemas melihat istrinya yang begitu cantik jika sedang marah-marah.
"Hem, pokoknya kalo Abang pulang mau di peluk, di cium sampe puas"
"Tenang, Abang siang dua puluh empat jam"
__ADS_1
Keduanya terus tertawa dan saling menggoda, tak perduli dengan setumpuk pekerjaan yang penting Keanu bisa menyenangkan hati istrinya lebih dulu.
Pria tak bisa melepas tanggung jawabnya begitu saja pada perusahaan di kota A meski ia pun sudah memiliki kantor cabang di ibu kota. Meski Tuan Lee sudah menyerahkan segalanya tetap saja pria baya itu selalu tahu dari orang-orang kepercayaannya selama ini.
Empat puluh delapan menit, akhirnya mereka menyudahi panggilan telepon. Keanu kembali bekerja sedangkan Embun keluar dari kamar mewahnya.
.
.
"Mhiu, masak apa? Buy laper" tanya Embun saat berpapasan dengan Biru di pintu menuju halaman belakang.
"Gak tahu, coba kamu ke dapur. Hari ini Mhiu gak urus perdapuran"
"Kenapa? tumben" Embun yang bingung dengan jawab Mhiu nya sampai mengernyit kan dahi.
Embun hanya mengangguk paham sambil sedikit keheranan melihat Biru sedikit pucat. Tapi rasa lapar membuatnya terus melangkah menuju dapur. Tanpa meminta tolong ia menyiapkan apa yang di butuhkan untuk mengisi perutnya. Punya segalanya tak membuat Nyonya besar Lee itu dengan seenakanya memerintah.
Punya dua tangan untuk apa? lakukan sendiri jika bisa. Jika tidak, barulah meminta tolong dan jangan lupa ucapkan terimakasih.
Sepenggal kalimat yang sampai saat ini selalu di ingat oleh Embun saat ia mendapat nasihat dari Ammanya waktu kecil. Bagaimana ia harus tumbuh jadi anak mandiri meski sejak balita selalu ada pengasuh yang cukup hanya membantu bukan melayani.
.
.
"Gabut amat ya nih hidup, kerja ah..." gumam Embun setelah makanan di atas meja sudah masuk dengan sempurna kedalam perutnya.
Embun kembali masuk kedalam kamarnya, merapihkan diri lalu meraih kunci mobil hadiah dari sang suami.
__ADS_1
Setelah berpamitan dari keluarga dan sang suami, ia mulai melayangkan aksinya untuk melayangkan aksi yang paling sulit ia lakukan. Yaitu menghabiskan uang.
Puas beberapa jam berbelanja, mengunjungi panti dan anak jalanan Embun pulang dengan ke rumah utama. Ia langsung menghampiri Air dan Hujan yang kebetulan ada di ruang tengah.
"Abis uangnya?" tanya Hujan.
"Belum, kan besok papAy gantiin, iya kan?" sahut Embun sambil mencium pipi kanan sang Tuan besar Rahardian.
"Enggak!"
"Kok enggak, kenapa? papAy tega liat cucumu yang cantik ini uangnya berkurang?" rengek Embun.
.
.
.
.
Ini jam berapa baru pulang? besok kalo habisin uang gantungin jam dinding di leher ya, biar inget waktu....
Yang mau ngamoooook karna di skip ampe 5 bulan waktu dan tempat di persilahkan 🤣🤣🤣
Wkwkkwk... teteh bukan puasa makan minum wey , tapi puas tumpang tindih 😭😭 banyak yang salah arti kayanya kmaren.
Kabor aaaaaaaah 😆😆😆😆
__ADS_1