Paket Cinta Sang Embun

Paket Cinta Sang Embun
GEJ-ROT.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hari terus berganti, acara empat bulanan syukuran atas hamilnya sang Ratu Rahardian pun sudah di Laksakana seminggu yang lalu. Tapi kelakuan dua pria di rumah utama tak kunjung berubah bahkan rasa mual sang Tuan besar belum berangsur hilang setiap pagi. Hanya Sam yang sedikit jauh lebih baik, ia tak lagi merengek ingin hal yang aneh-aneh termasuk melihat kereta setiap hari. Entah seperti apa bentuk si calon cucu hingga begitu sangat menyiksanya beberapa bulan terakhir ini.


"Sayang, minggu depan cek kandungan, kan?"


"Iya, kalau boleh sih, aku pengen gak kesana, Bang" sahut Embun sambil mengelus perutnya yang membuncit besar layaknya buah semangka berukuran sepuluh kilo.


"Kenapa?"


"Males, dikasih obat terus padahal kan aku sering bilang kalau aku tuh gak mual atau pusing" keluhnya sambil melirik deretan obat diatas nakas samping tempat tidurnya.


Meski tak di haruskan untuk di minum tapi entah kenapa ia serasa tak di percaya saat mengatakan jika ia sama sekali tak punya keluhan selama hamil.


"Yang penting periksa dulu ya, kan tujuan kita cuma mau mastiin kalo dia baik-baik aja. Aku gak sabar mau liat hasil keringat kita, Buy" ujar Keanu dengan sorot mata berbinar.


Sebagai seorang penghasil karya, ia cukup merasa lega karna kehamilan simpatik ternyata justru para orangtua lah yang kena imbasnya meski ia sendiri kadang tak tega dan tak enak hati.


Tapi ia bisa apa? Sebab Mak othor justru terlalu baik padanya kali ini.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan mengalihkan fokus mereka kini kearah pintu kamar. Keanu yang duduk di tepi ranjang langsung bangun kemudian berjalan untuk membukanya.


Cek lek


"Ada apa?" tanya Keanu.


"Ada Tuan Rendra di ruang tamu, Tuan." jawab si pelayanan.


"Abi? tumben" gumamnya, lalu mengatakan jika ia dan sang istri akan segera turun ke bawah.


Setelah si pelayan pergi, Keanu masuk kembali untuk mengajak Embun menemui orangtuanya yang datang tiba-tiba.

__ADS_1


.


.


.


"Abi, Umma. Tumben, ada apa?"


"Gak ada apa-apa, Nak. Cuma gak sengaja mampir aja" sahut Cheryl.


Pasangan suami istri itupun ikut bergabung di ruang tamu karna kebetulan ada Air, Hujan, Samudera dan Biru. Akhir pekan membuat semua keluarga kebetulan ada di rumah.


"Bagaimana kabarmu, Sehat ' kan?" tanya Cheryl sambil mengusap punggung tangan menantunya.


"Baik, Umma. Semua Aman" sahutnya sambil terkekeh dan tak lupa melirik kearah tiga pria yang justru menjadi sasaran hamilnya.


"Umma sama Abi bawa apa?" tanya Keanu saat ia melihat ada satu buah plastik merah berukuran sedang di atas meja.


"Tadi habis cek toko sama Umma, di jalan ketemu makanan ini. Rasanya kok seru gitu ya kalo bisa makan sama-sama" jelas Rendra sambil melirik ke arah besanannya, Air dan Samudera.


"Apa? kamu bawa apa?" tanya Sam penasaran.


"Tahu Gejrot!"


Hah???!!!!!


Semua kaget berjama'ah kecuali Cheryl yang hanya bisa mengusap tengkuknya sendiri.


Kelakuan aneh suaminya itu belum juga hilang, ia yang ingin tapi ia yang justru memaksa orang lain untuk menikmatinya, termasuk kali ini.


"Ayo, di cicipi. Enak dan seger loh di makan siang-siang begini. Saya juga ngiler sebenarnya tapi entah kenapa akan lebih puas jika kalian yang makan" ucap Rendra dengan tatapan mata memohon.


Keluarga Rahardian memang sudah tahu akan hal itu, tapi untuk meminta mereka jadi korban dari ngidamnya Rendra tentu baru kali ini terjadi.

__ADS_1


Sam dan Air saling pandang sambil menelan salivanya kuat kuat. Demi sang keturunan yang ada di dalam rahim Embun akhirnya dua pria itu pun hanya bisa pasrah.


Satu cup tahu gej rot kini ada di tangan Sam, dengan memakai tusukan kecil, ia memakan. sepotong tahu berwarna cokelat tersebut yang sudah di kuahi dengan air gula merah beserta bumbu lainnya.


"Hem, pedes banget, Bee. Aku jadi mules!" pekik Sam yang langsung lari ke kamar mandi sambil memegangi perutnya.


Lain dengan si Tutut markentut, Air justru hampir saja menangis saat sang istri mencoba menyuapinya.


"Enggak, Moy. Bawang putih mentahnya bau banget" tolak Air sembari memencet hidung mancungnya sendiri.


"Demi cicitmu, Kak" rayu Hujan. Mendengar itu Air langsung menoleh kearah buaya betina si cucu kesayangan yang perut besarnya sedang di usap usap oleh Keanu.


"Satu suap gak apa apa, dari pada cicitmu ileran."


Air langsung menggeleng, ia takan Terima jika keturunannya seperti itu meski ia tahu itu hanya mitos belaka.


Dengan sangat terpaksa, Air mau tak mau membuka mulut sambil menatap tajam penuh dendam kearah Rendra.


.


.


.


.


Awas kamu ya, akan ku balas jika bayi itu sudah lahir nanti...



Di tunggu bales dendamnya kak ðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠ


Like komennya yuk ramaikan 😋😋😋

__ADS_1


__ADS_2