
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Seminggu berlalu, tak ada yang berubah dari hubungan Keanu dan Embun. Gadis itu tetap sulit di hubungi dan di temui meski ada dirumah. Tapi, bukan Keanu namanya jika ia menyerah begitu apalgi ini demi orang yang selalu mengusik hati dan pikirannya.
Ia masih sabar, perhatiannya tak pernah berkurang . Masih mengirim pesan selamat pagi, mengingat kan sarapan dan lainnya. Bahkan di tengah sibuknya bekerja sebagai kurir pun Keanu akan minta Embun keluar dari kampusnya sesaat saat ia kebetulan lewat sana. Dan hasilnya, Embun selalu banyak memberi alasan yang akhirnya hanya di balas senyuman oleh Keanu.
"Bagaimana caraku membencinya tanpa merusak hatiku yang sangat mencintainya"
Rendra tersenyum kecil, ia tahu hari hari berat yang di lalui Keanu saat Embun mulai menghindar. Bukan tak ingin bertemu, tapi lebih kearah tak ingin lagi bertukar cerita seperti dulu.
"Masalah hati tak bisa di paksakan, Nak. Dia pernah ada untukmu. Pertahan kan rasa itu jika kamu merasa masih sanggup" ucap Rendra sambil mengusap punggung anak kebanggaannya.
Cheryl yang memperhatikan di balik bufet kaca pun hanya bisa membuang napas kasar, salah sedikit bersikap ternyata membuat hubungan putranya semakin rumit.
"Umma, ngapain disana?"
"Gak, Bi. Takut ganggu kalian" jawab Cheryl yang akhirnya mendekat kearah anak dan suaminya yang duduk di ruang tamu.
__ADS_1
Semua berawal saat Rista datang tanpa memberi tahu lebih dulu, gadis itu beralasan mampir namun nyatanya malah ikut masuk dapur untuk memasak. Tak ada yang memberitahunya tentang Keanu selama ini. Semua masih bersikap sama tapi nyatanya Rista justru menaruh kecurigaan. Banyak yang ia tanyakan tapi Cheryl tak begitu menanggapi, malah menjawab sekedarnya.
"Umma harus apa? menolaknya mentah-mentah jujur Umma tak bisa, Bi"
"Obsesi yang Rista rasakan memang sudah memangkas akal sehatnya" jawab Rendra.
"Biarkan saja, Umma. Semua sudah ku katakan, aku sudah lelah memberi penjelasan. Hanya satu yang belum ku lakukan" timpal Keanu.
"Jangan mengasari wanita, Abi tak suka kamu jika kamu melakukan hal itu" tegas Rendra memberi peringatan.
Perasaan pria itu kini sedang carut marut, ada takut, kesal, marah dan jengkel. Ingin rasanya ia lampiaskan tapi Keanu tentu masih tahu batas kewajaran nya.
"Biar Umma yang nanti ceritakan semua padanya. Mungkin jika sesama wanita ia akan jauh lebih paham" tawar Cheryl, kali ini ia tak akan egois karna kebahagiaan putranya adalah yang paling utama.
Keanu hanya mengangguk kecil sambil berterima kasih, entah pada siapa lagi ia akan berkeluh kesah jika bukan pada Umma dan Abinya.
Tubuh tinggi itu pun kini bangun dari duduk, ia beranjak menuju kamarnya untuk mengganti baju dan mengambil kunci motor matic putih kesayangannya karna begitu banyak kenangan bersama Embun disana.
__ADS_1
Arah tujuan Keanu kini adalah rumah utama, ada satu hal yang ingin ia bicarakan dengan si pemilik hati dengan segera, jadi tak salah jika ia melajukan kendaraan roda dua itu dengan kecepatan tinggi.
Sampai di depan gerbang hitam, ia langsung di persilahkan masuk, semua penjaga rumah utama sudah hafal dan tahu siapa Keanu, tak perlu meminta izin ia akan langsung di buka kan pintu gerbang.
Senyum terulas di wajah Keanu saat melihat Embun ternyata sedang duduk di lantai teras sambil memangku kelinci berwarna hitam dan putih. Gadis itu langsung bangun saat sadar dengan kedatangan Keanu.
"Assalamu'alaikum, Buy"
"Waalaikum salam, ada apa?" tanya Embun saat pria yang sebenarnya ia rindukan kini berdiri tepat di depannya.
.
.
.
Aku datang untuk pamit darimu. Tapi tentu kita hanya berpisah dan saling menjauh bukan untuk benar-benar berakhir...
__ADS_1