
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sampai pagi, siang dan malam berganti tak satu pun Keanu mendapat balasan pesan dari Embun, gadis itu sama sekali tak mengangkat teleponnya atau membalas apa yang sudah ia kirimkan lewat Chat pribadi.
Keanu terus meminta maaf dan memohon agar tak di abaikan, karna bagaimana pun ia baru saja jatuh cinta.
*Keanu
[ Tunggu aku dirumahmu, Buy ]
Tak lagi menunggu di balas, Keanu langsung melesat kerumah utama dengan sepeda motor miliknya tak perduli waktu sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam.
Udara dingin yang menusuk sampai ke tulang membuat Keanu harus menggigit bibir bawahnya berkali-kali karna tak ada lagi yang membalut tubuhnya kecuali kaos biasa berwarna putih.
Sampai di depan pagar rumah utama, ia langsung mendekat kearah pos satpam untuk meminta izin masuk.
"Assalamu'alaikum, pak"
"Waalaikum salam. Eh, temennya nona muda Embun ya" sahut pak Karim, pria itu sudah hafal karna Keanu tentu berbeda dengan pria yang sering datang kerumah utama. Ia satu-satunya yang masuk melewati gerbang dengan sepeda motor matic biasa.
"Iya, Pak. Bisa saya masuk untuk bertemu dengan Embun?"
"Saya telepon kedalam dulu ya, Masnya tunggu sebentar gak apa-apa kan?"
"Iya, gak apa-apa, pak" jawab Keanu sambil mengangguk pelan.
__ADS_1
Tak sampai lima menit pak Karim mendekat kearah Keanu, dengan senyum khasnya ia berbicara pelan pada pria yang terlihat sangat khawatir.
"Maaf, Mas. Nona muda sudah tidur."
"Tidur?. Baiklah, saya permisi kalau begitu, terimakasih banyak, pak" pamit Keanu. Ia pulang dengan membawa rasa kecewa luar biasa.
.
.
.
.
"Buy, kenapa?" tanya Biru.
"Demam, Mhiu. Badanku panas, coba pegang deh" jawab Embun saat baru saja sampai di ruang makan dengan masih mengenakan piyama berwarna hijau gambar buaya kesukaannya.
"Hem, lumayan panas. Untuk Mhiu buatkan sup ayam kampung, makan ya habis itu minum obat dan istirahat" ujar Biru sambil menyentuh seluruh wajah cantik Embun yang kini terlihat sedikit pucat.
Saat semua berkumpul di meja makan, hanya sang Ratu Rahardian yang tak banyak bicara. Ia diam menikmati makanannya meski sebenarnya tak begitu lapar.
"Kamu gak usah kuliah atau kemana-mana hari ini. Diam di rumah dan istirahat lah" titah Sam yang bangun dari duduknya.
"Iya, Phiu. Buy lagi mau rebahan sehari"
__ADS_1
Sam mengusap kepala putrinya dengan lembut, tak lupa ia juga mencium kening dan kedua pipi Embun. Gadis yang beranjak dewasa itu malah terkekeh geli.
"Mhiu antar phiu dan adikmu dulu ya ke depan"
"Iya, Mhiu" sahut Embun, kini ia tinggal sendiri di ruang makan karna papAy dan MiMoynya sedang tak ada di rumah utama.
Embun pun memilih kembali ke kamarnya, berniat membersihkan diri sebelum ia akan bermalas malasan dirumah.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka dengan pelan, Embun masuk ke tempat istirahatnya itu dengan langkah santai.
Tujuannya tentu langsung pada nakas sisi tempat tidur besarnya. Diraihnya benda pipih tersebut dengan tangan sedikit bergetar.
Senyum kecil tersungging di sudut bibir Embun dengan mata berkaca kaca menahan tangis karna lagu dan lagi begitu banyak pesan yang di kirim Keanu untuknya
.
.
.
.
Bukan perkara cinta yang kini ku pertimbangkan tapi masa depan yang seperti apa yang akan kamu berikan...
__ADS_1